
Duke Carrole yang sedang duduk di meja kerjanya mengerjakan pekerjaannya yang seorang Kepala Keluarga Carrole yang tiba-tiba terganggu dengan ketukan pintu. Duke Carrole pun mengizinkan orang yang mengetuk pintu itu masuk dan ternyata adalah Kepala Pelayan Keluarga Duke Carrole.
Kepala Pelayan menyampaikan kabar dari Istana bahwa telah datang surat langsung yang telah dikirim. Duke Carrole pun mengambil surat itu dan membukanya ternyata isinya tentang perintah Kaisar yang memerintahkan Duke Carrole ke Istana dan menemuinya karena Kaisar ingin memerintahkan Duke Carrole menyelesaikan masalah di Wilayah yang terkena masalah Kebanjiran.
Duke Carrole tak bisa menolak isi surat itu karena surat itu dikirim langsung oleh utusan Istana. Duke Carrole juga tak bisa menolak tugas yang diberikan oleh Kaisar karena jika Duke Carrole menolaknya maka keluarganya akan mendapatkan masalah dan juga Putrinya sendiri yaitu Shiena yang memberikan saran mengenai cara mengatasi banjir.
Duke Carrole pun memerintahkan Kepala Pelayan untuk mempersiapkan semuanya. Kepala Pelayan pun menyanggupi dan meminta izin untuk kembali ke pekerjaannya.
Sementara itu Shiena yang tak bisa beristirahat dengan tenang karena teringat kejadian masa lalu menjadi sangat cemas karena takut hal yang selama ini menjadi ketakutannya terwujud. Shiena tak bisa tidur dengan nyenyak malam itu, Shiena juga tidak tau kenapa Shiena merasa sangat gelisah.
Marry yang melihat Shiena menjadi sangat gelisah dan susah tidur memutuskan menyiapkan teh camomile untuk membantu Shiena menjadi rileks kembali. Akhirnya shiena pun dapat tertidur meski waktu telah lewat tengah malam.
Keesokan paginya, Duke Carrole telah selesai dengan pekerjaannya yang kemudian bersiap pergi ke Istana menemui Kaisar dibantu oleh Kepala Pelayan Rumah Tangga. Duke yang tak ingin terlambat atau membuat Kaisar marah karena menunggunya pun menjadi terburu-buru dan memutuskan untuk tidak ikut sarapan bersama Duchess Carrole dan Shiena di pagi hari seperti biasanya.
Shiena yang sarapan pagi bersama Duchess Carrole bertanya-tanya tentang keberadaan Duke Carrole kepada Duchess Carrole. Duchess Carrole pun memberi tau bahwa Duke Carrole sedang sibuk dengan bisnis barunya karena bisnis yang rencananya akan dilakukan dengan Tuan Grogolia telah gagal.
Shiena yang mendengar Duke Carrole berada di dalam ruang kerjanya menjadi sangat senang sehingga Shiena dapat menyelesaikan sarapannya dengan tenang.
Setelah selesai sarapan, Shiena kembali ke kamarnya bersama Marry. Shiena pun memerintahkan Marry untuk mengambil laporan keuangan tentang bisnisnya di Pertambangan dan Toko Pelelangan serta meminta Baron Fromboo membuat rincian keuntungan yang di dapat selama bisnis rempah.
Marry yang mendapatkan tugas itu dari Shiena menjadi senang karena Marry dapat bertemu dengan pujaan hatinya. Marry pun segera mengganti pakaiannya dan bergegas pergi ke rumah Baron Fromboo. Shiena yang melihat tingkah laku Marry hanya bisa tersenyum.
Setelah kepergian Marry, Shiena memilih membaca buku di taman sambil menikmati pemandangan tapi tiba-tiba Shiena dikejutkan dengan kedatangan Zee dengan wajah yang pucat pasi. Shiena yang melihat Zee dengan raut wajah seperti itu merasakan firasat buruk. Shiena pun menanyakan apa yang telah terjadi. Zee pun menceritakan semuanya dengan tergesa-gesa.
"Maafkan saya, Nona. Maafkan kelancangan saya. Ada yang harus saya sampaikan, Nona." ucapan Zee pucat pasi.
"Baiklah. Cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan." ucap Shiena penasaran.
__ADS_1
"Saya mendapatkan kabar bahwa Yang Mulia Putra Mahkota sedang berencana melakukan pembunuhan terhadap kaisar." ucap Zee takut.
"Apa? Pembunuhan Kaisar? Kapan?" tanya Shiena bingung dan terkejut.
"Hari ini, Nona. Yang Mulia Putra Mahkota telah menyewa pembunuh bayaran yang hebat untuk melakukan itu." ucap Zee takut.
Shiena yang mendengar kabar yang baru saja disampaikan Zee menjadi mulai cemas karena takut hal buruk yang pernah terjadi di masa lalu akan terulang kembali sekarang.
'Apakah masa depan benar-benar tidak dapat diubah?' fikir Shiena.
"Lalu, apa ada berita lain?" tanya Shiena khawatir.
"Ya, Nona. Saya baru mengetahui bahwa Putra Mahkota mencoba menjebak Tuan Duke dan membuatnya sebagai tersangka atas pembunuhan Kaisar." ucap Zee takut dan cemas.
"A-apa?" tanya Shiena yang terkejut.
Shiena yang sangat cemas memerintahkan pelayan yang tak jauh keberadaannya itu untuk memanggil Kepala Pelayan Rumah Tangga. Kepala Pelayan Rumah Tangga yang mengetahui bahwa dirinya sedang dicari oleh Shiena bergegas pergi menemui Shiena yang ada di taman sekarang.
"Apa ada yang Nona butuhkan?" tanya Kepala Pelayan Rumah Tangga.
"Dimana ayahku berada sekarang?" tanya Shiena langsung.
"Tuan Duke sedang ada di Istana Nona menemui Yang Mulia Kaisar." ucap Kepala Pelayan Rumah Tangga.
"Sudah berapa lama ayahku pergi?" tanya Shiena.
"Sudah sekitar setengah jam yang lalu, Nona." ucap Kepala Pelayan Rumah Tangga.
__ADS_1
"Apa?" teriak Shiena khawatir.
Shiena yang sangat khawatir pun tak bisa menjaga keseimbangannya dan hampir terjatuh ke tanah. Kepala Pelayan Rumah Tangga yang ada di dekatnya bergegas menangkap Shiena dan mendudukkannya di kursi dan memerintahkan pelayan segera membawakan segelas air.
Shiena yang sangat terkejut tak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa duduk terdiam. Shiena bisa membaca fikiran Kepala Pelayan Rumah Tangga yang menuntut penjelasan tapi Shiena tak sanggup untuk mengatakan apapun sehingga memerintahkan Zee yang masih ada disana menceritakan semua yang diketahuinya.
Kepala Pelayan Rumah Tangga sangat terkejut bahkan sampai mundur kebelakang karena hampir tak percaya dengan apa yang didengarnya. Kepala Pelayan pun bergegas memerintahkan pelayan untuk membantu Shiena pergi ke kamarnya agar bisa beristirahat dan memerintahkan Zee untuk menyusul Duke Carrole agar segera kembali ke Kediaman karena ini semua adalah jebakan dari Putra Mahkota. Sementara Kepala Pelayan Rumah Tangga bergegas menemui Duchess Carrole untuk menceritakan semua berita yang di dapatnya.
Shiena yang awalnya masih belum sadar dari keterpurukan dan keterkejutannya akhirnya sekarang telah sadar sepenuhnya. Shiena pun memerintahkan pelayan itu untuk pergi dan mengejar Marry dan memerintahkannya untuk tidak kembali ke Kediaman Carrole sampai besok pagi.
Setelah itu, Shiena pun pergi ke kamarnya sendiri dan menggunakan Sihir Gelap untuk menyusup keluar dari Kediaman menuju Istana. Shiena juga menggunakan Sihir Angin agar dirinya dapat pergi dengan lebih cepat menuju Istana.
Shiena menggunakan seluruh kekuatannya untuk mencapai Istana dan mencegah Duke Carrole menemui Kaisar. Dalam perjalanan menuju Istana, Shiena tak menemukan keberadaan kereta kuda milik Keluarga Duke Carrole sehingga Shiena yakin bahwa Duke Carrole telah sampai di Istana. Shiena pun mempercepat gerakannya agar bisa segera sampai.
Shiena yang baru saja sampai di Istana tak tau dimana keberadaan Duke Carrole sehingga Shiena menyusuri setiap ruangan yang ada di Istana hanya untuk menemukan keberadaan Duke Carrole.
Shiena yang telah mencari Duke Carrole kemana-mana akhirnya bisa menemukannya tapi tiba-tiba ada yang datang dan menyebabkan Shiena tak bisa menemui Duke Carrole.
#Bersambung#
**Main tebak-tebakan yok..
Siapa ya yang datang itu? 🤔😏🙄
Yang tau jawabannya komen di bawah ya.. 👇
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
__ADS_1
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘**