The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 119. Makan Malam Romantis


__ADS_3

Disisi lain, Putra Mahkota yang masih marah karena telah diganggu oleh kesatrianya melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan beberapa barang yang membuat kamar asramanya menjadi berantakan dan penuh dengan pecahan gelas. Lalu, Putra Mahkota memanggil Robert dan memintanya menemaninya minum. Robert yang tak punya pilihan hanya mengiyakan dan memerintahkan pelayan untuk segera membereskan semua yang telah di hancurkan Putra Mahkota sebelum mereka kembali jika tidak ingin mendapatkan hukuman dari Putra Mahkota.


Putra Mahkota dan Robert pergi ke sebuah tempat makan yang lebih privat untuk minum. Putra Mahkota minum terlalu banyak dan menghabiskan anggur sampai berbotol-botol. Putra Mahkota mengoceh banyak hal tentang kemarahannya pada Duke Carrole, kecewanya karena batal bertunangan dengan Shiena dan juga kesal karena telah diganggu oleh seorang kesatria bodoh saat dirinya sedang sangat bergairah.


Robert yang mendengar keluhan Putra Mahkota hanya bisa diam karena umur Robert jauh lebih tua dari umur Putra Mahkota. Robert dulunya adalah kesatria Ratu Monica dan salah satu orang yang berhutang budi kepada Ratu Monica sehingga setelah Ratu Monica meninggal Robert pun berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu berada di sisi Putra Mahkota untul membalas semua kebaikan Ratu Monica.


Putra Mahkota mengoceh ingin membuat sebuah kejutan yang menyenangkan untuk Anastasya sebelum kembali ke ibukota tapi kali ini dirinya tak ingin di ganggu oleh siapapun lagi. Robert yang mengetahui maksud dari Putra Mahkota memberi saran agar Putra Mahkota menyiapkan sebuah makan malam yang tak bisa dilupakan oleh Nona Anastasya. Robert juga berjanji, apapun yang terjadi tak akan ada yang bisa mengganggu malam Putra Mahkota bersama Nona Anastasya.


Keesokan paginya, Putra Mahkota yang terbangun di atas tempat tidurnya merasa sangat pusing dan mual setelah minum semalam Robert yang telah siap siaga memberikan obat pereda rasa sakit kepala dan mual setelah mabuk. Putra Mahkota pun merasa lebih baik dan menanyakan pada Robert apa yang terjadi. Putra Mahkota merasa senang karena Robert sangat bisa di andalkan. Putra Mahkota pun berlatih kembali seperti biasa dan bergegas menyelesaikan paketnlatihannya untuk beberapa hari kedepan agar bisa ikur pulang ke ibukota bersama Anastasya. Begitu pula dengan kesatrianya yang tak berani lagi melanggar perintah Putra Mahkota dan hanya bisa diam dan menurut karena nyawa mereka lah yang menjadi taruhannya jik melanggar.


Anastasya yang shock karena tingkah laku Putra Mahkota semalam telah merasa baikan setelah mendapatkan penjelasan dan arahan dari Amy. Keesokan paginya, Anastasya telah bersiap-siap dengan dilayani oleh pelayan dengan sangat baik dan semua pelayan penginapan menjadi lebih berhati-hati agar tidak menyinggung dan membuat Anastasya marah karena takut Anastasya mengadukan hal ini pada Putra Mahkota.


Anastasya yang awalnya bingung pun bertanya pada Amy dan menjadi sangat senang setelah mengetahui itu.


"Apa yang telah terjadi selama aku tertidur?" tanya Anastasya.


"Semua pelayan bahkan pemilik penginapan menjadi sangat segan dan hormat pada Nona karena mereka sadar bahwa Nona telah mendapatkan cinta dari Putra Mahkota, Calon Kaisar di masa depan. Mereka tak berani melawan Nona dan berniat mengambil hati Nona karena mereka yakin Nona mungkin saja suatu saat nanti bisa menjadi Permaisuri Kekaisaran Pearl ini. Lalu, berita tentang Putra Mahkota mengambil nyawa kesatrianya tanpa ampun karena mengganggu Nona telah tersebar sehingga membuat semua orang waspada dan berhati-hati dalam bersikap pada Nona sekarang." ucap Amy senang.


"Tapi kesatria itu kehilangan nyawanya bukan disebabkan olehku. Itu semua adalah kesalahan kesatria itu sendiri." ucap Anasatsya.

__ADS_1


"Saya tau itu Nona tapi semua pelayan yakinny penyebab kematian kesatria itu adalah anda. Nona tidak usah khawatir, justru ini sangat bagus Nona. Anda menjadi semakin di hormati dan bahkan semua orang berfikir anda andalah calon permaisuri di masa depan." ucap Amy.


"Permaisuri? Aku? Kau benar Amy." ucap Anastasya bangg.


"Tentu nona." ucap Amy.


'Tentu saja ini lah yang aku inginkan. Aku memilih Putra Mahkota karena aku ingin menjadi Permaisuri. Lihat saja semua orang yang selalu meremehkanku akan mendapatkan balasannya. Aku akan membuat Putra Mahkota benar-benar menjadi milikku.' ucap Anastasya dalam hati.


Anastasya yang mendengar penjelasn Amy pun menjadi semakin angkuh dan sombong. Anastasya memerintah pelayan seolah dirinya adalah Putri Mahkota dan Anastasya juga menggunakan fasilitas terbaik yanhg dimiliki penginapan untuk berjalan-jalan mengelilingi daerah sekitar Akademi.


Anastasya berbelanja dan masuk dari satu ke toko lain dan membeli semua barang-barang mewah dan mahal dari toko-toko itu. Anastasya membeli banyak gaun, sepatu, tas, perhiasan dan aksesoris lainnya. Anastasya menghabiskan banyak uang yang diberikan oleh Putra Mahkota.


Di malam harinya, Anastasya tau bahwa Putra ingin mengajaknya untuk makan malam berdua sehingga Anastasya berdandan sangat cantik dan seksi untuk membuat Putra Mahkota semakin terpikat padanya. Putra Mahkota yang telah menyelesaikan semua latihannya pun datang ke tempat Anastasya untuk mengajaknya pergi berdua.


Putra Mahkota mengajak Anastasya keluar dan menaiki kereta kuda milik Putra Mahkota untuk pergi ke tempat tujuan mereka. Anastasya mengenakan gaun berwarna merah maroon dengan atasan yang rendah dan menonjolkan bagian atasnya. Sedangkan Putra Mahkota mengenakan pakaian yang senada berwarna merah maroon.


"Kau sangat cantik malam ini tasya." puji Putra Mahkota.


"Ah, Ian. Kau selalu saja menggodaku." ucap Anastasya malu-malu sambil memukul pelan dada Putra Mahkota.

__ADS_1


Putra Mahkota yang telah menahan diri akhirnya tak bisa menahan dirinya lagi setelah melihat pakaian, sikap dan tingkah laku Anastasya. Putra Mahkota pun menarik tangan Anastasya mendekat lalu menciumi bibir Anastasya. Putra Mahkota yang merasa sebentar lagi mereka akan segera sampai lalu melepaskan pelukan dan ciumannya.


Putra Mahkota membawa Anastasya masuk ke dalam sebuah restoran lalu menutup mata Anastasya dengan sebuah kain berwarna hitam. Putra Mahkota pun menuntun Anastasya ke tempat tujuan mereka. Setelah sampai, Putra Mahkota membuka penutup mata Anastasya.


Ternyata Putra Mahkota mengajak Anastasya untuk makan malam romantis dengan minim penerangan, lilin-lilin yang menyala di tengah malam, di kelilingi dengan banyaknya bunga, dibawah bintang-bintang dan sinar bulan di balkon yang terhubung dengan kamar tidur yang juga telah dihiasi dengan bunga mawar berbentuk hati.


Anastasya merasa sangat senang karena diperlakukan sangat istimewa oleh Putra Mahkota. Putra Mahkota juga memberikan sebuah kalung yang sangat mahal dan cantik untuk Anastasya lalu memakaikannya lansung di leher indah Anastasya.


Mereka berdua pun makan malam bersama dengan romantis lalu mengakhirinya dengan minum segelas anggur. Anastasya yang sangat senang dan terharu mengucapakan terima kasih lalu Putra Mahkota menggenggam tangan Anastasya lalu menciumi punggung tangannya. Putra Mahkota lalu memeluk dan mencium Anastasya dan mengiring Anastasya ke dalam kamar yang telah disiapkan oleh Putra Mahkota. Mereka pun berciuman sangat lama untuk melepaskan perasaan rindu akan sentuhan masing-masing.


Lalu, Putra Mahkota melepaskan ciumannya dan berjalan menuju jendela menuju balkon dan pintu lalu menutup dan menguncinya. Anastasya yang melihat hal itu memperbaiki posisi baringnya di ranjang lalu merapikan rambutnya.


Putra Mahkota yang telah mengunci semuanya pun tersenyum dan berjalan menuju Anastasya berada. Putra Mahkota pun menarik Anasatasya dalam pelukannya lalu menciuminya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘

__ADS_1


__ADS_2