
Anastasya yang merasa tak nyaman karena disindir dengan kata-kata yang pedas dan menyakitkan memilih untuk pergi dari butik itu. Anastasy bergegas pergi ke Duke Simons dan memintanya untuk pergi ke butik yang lain.
Duke Simons yang merasa ada yang aneh mulai curiga alasan Anastasya memintanya untuk pindah ke butik lain. Anastasya yang tak ingin mengatakan apapun sehingga Duke Simons memerintahkan Kesatrianya untuk mencari tau.
Duke Simons dan Anastasya pun pindah ke butik lain dan kali ini Duke Simons meminta Ruang Pribadi sehingga tak ada Nona Bangsawan yang berbelanja saat Anastasya sedang memilih karena Duke Simons telah mengetahui alasannya.
Duke Simons yang tau jika Anastasya diperlakukan tidak baik oleh beberapa Nona Bangsawan segera melakukan teguran yang sedikit keras pada bisnis Keluarga mereka yang mengakibatkan Nona Bangsawan itu akan berfikir duan kali untuk melakukan perbuatan yang sama dua kali.
Kali ini, tak ada suara yang merendahkan atau menghina Anastasya. Anastasya memilih Gaun dan Sepatu yang disukainya meskipun tempat itu tidak sebagus dengan tempat pertama tapi itu lebih baik karena dirinya tak harus merasakan sakit hati mendengar sindirian dan tak hanya itu, Anastasya tak perlu merasa was-was karena tak akan ada Nona Bangsawan yang mencoba mendekati dan merayu Duke Simons.
Setelah berbelanja Gaun dan Sepatu, Anastasya pindah ke Toko Perhiasan milik Shiena. Di dalam sana, Pengelolanya tak menyarankan Perhiasan-perhiasan terbaik mereka karena tidak menyukai kedatangan Anastasya yang telah mencoba menyakiti Shiena. Anastasya yang tak bisa memilih perhiasan yang tepat dengannya memilih apa saja yang disukainya.
Setelah selesai, mereka pun makan di sebuah Restoran terkenal dan juga lezat di Ibukota. Banyak tamu restoran yang menatap tajam kearah Anastasya yang baru datang tapi segera menundukkan kepala ketika Duke Simons melihat mereka.
Tak sampai disana bahkan banyak Nona Bangsawan dan Nyonya Bangsawan yang membicarakan Anastasya secara diam-diam tapi Anastasya yang peka tetap mengetahui jika ada orang yang membicarakannya.
Anastasya yang tak suka berada lebih lama di restoran itu buru-buru menyelesaikan makannya dan meminta segera kembali kepada Duke Simons. Duke Simons yang mengerti pun mengabulkannya.
Duke Simons ingin sekali membungkam mulut-mulut kotor itu tapi Duke Simons sadar jika hal itu tak akan mudab dilakukannya mengingat kekuatan dan kekuasaannya yang terbatas.
Mereka berdua pun kembali ke Kediaman Simons, ketika sampai, Duke Simons kembali ke ruang kerjanya dan Anastasya kembali ke kamarnya bersama barang belanjaannya. Anastasya kemudian memerintahkan Pelayan untuk membereskan semuanya dan membawakan beberapa gaun terbaiknya untuk dibawa ke Kerajaan Zambrud.
Anastasya berencana akan membantu Duke Simons untuk meyakinkan Raja Kerajaan Zambrud agar mau bekerjasama mengalahkan dan menaklukan Kekaisaran Peal.
__ADS_1
Keesokan harinya, semua menjadi sangat sibuk. Semua pelayan bergegas membawakan barang-barang yang akan dibawa ke Kerajaan Zambrud dan bahkan Anastasya harus bangun sebelum matahari terbit untuk bersiap-siap.
Setelah beberapa jam berlalu, Anastasya dan Duke Simons pun sarapan bersama dan setelahnya bergegas menaiki kereta kuda menuju Kerajaan Zambrud agar mereka bisa segera sampai dan menyelesaikan semuanya.
Di Istana Kekaisaran, semuanya telah sibuk untuk Acara Penobatan Kaisar yang baru tapi tak ada satu pun Bangsawan yang tau karena semuanya dijaga dengan sangat ketat oleh Kesatria Elit karena jika ada satu pelayan mencoba membocorkannya maka nyawa mereka lah taruhannya.
Putra Mahkota Franz yang sedang berkeja menyusun Rencana kerjanya setelah menjadi Kaisar mendapatkan kabar dari mata-matanya bahwa Duke Simons dan Anastasya telah pergi. Putra Mahkota Franz pun bergegas memanggil Penasehat Kekaisaran dan memerintahkannya untuk segera mengurus undangan kepada Bangsawan-bansgawan itu dan tak lupa untuk mengundang Tetua Agung dan keempat Tetua Menara Sihir datang.
Setelah mendengar kabar Duke Simons dan Anastasya telah berada di luar ibukota, Kesatria-kesatria Kekaisaran melakukan tugasnya dengan mengirimkan undangan kepada Kepala Keluarga dari setiap Bangsawan untuk hadir ke Istana dalam dua hari lagi.
Kepala Keluarga dari setiap Bangsawan baik Bangsawan atas, menengah atau bawah segera bergegas bersiap-siap ke Istana dan setiap Bangsawan yang memiliki anak perempuan yang masih gadis dan belum bertunangan bergegas ke butik untuk membeli Gaun, Sepatu dan Perhiasan baru untuk datang ke Istana.
Dua hari kemudian, semua Bangsawan menjadi sangat sibuk dan tak kalah sibuk Istana juga menjadi sangat ramai. Semua Kesatria Kekaisaran dan Kesatria Elit bergerak mengamankan dan membantu para tamu terhormat memasuki Aula tempat acara berada.
Setelah semua orang berkumpul, Keseria meniupkan terompet tanda jika Putra Mahkota Franz akan segera tiba. Putra Mahkota Franz dengan memaki jubah Kekaisaran yang membuat semua wanita jatuh cinta karena ketampanannya.
Putra Mahkota berjalan menuju ke singgahsannya dan dimulai lah acara sesungguhnya pada malam itu. Pensehat Kekaisaran mengumumkan jika akan segera dilaksanakannya Penobatan Kaisar yang baru. Semua orang menjadi sangat terkejut terutama Bangsawan dari Fraksi Oposisi.
Raut wajah Bangsawan Oposisi berubah pucat karena saat ini tidak ada yang tau jika hari ini Putra Mahkota Franz akan segers menjadi Kaisar yang baru. Bahkan saat ini Bangsawan dari Partai Oposisi tidak melihat kehadiran Duke Simons yang merupakan pemimpin mereka.
Beberapa Bangsawan segera mengirim utusan untuk mencari tau keberadaan Duke Simons. Bertapa terkejutnya mereka ketika menyadari bahwa Duke Simons sedang pergi ke Kerajaan Zambrud sementara keadaan di ibukota sedang sangat tidak kondusif.
Bangsawan yang melihat situsi telah menjadi tidak berpihak ke sisi mereka bergegas mengirimkan utusan ke Kediaman Simons untuk mengabarkan berita ini. Putra Mahkota Franz yang melihat ada tindakan yang mencurigakan memerintahkan Kesatria elit untuk melarang siapapun keluar dari Ruangan itu dan jika ada yang melanggar maka akan dituntut sebagai Penghianat.
__ADS_1
Bangsawan-bangsawan yang berada di Fraksi oposisi tak bisa bergerak atau melakukan apapun melihat situasi yang terjadi sehingga Mereka terpaksa duduk dian dan menunggu hingga akhir Acara Penobatan Kaisar yang baru selesai.
Putra Mahkota Franz yang akan menjadi Kaisar mengucapkan sumpahnya sebagai Kaisar lalu menurunkan tubuhnya hingga sampai di jangkauan Penasehat Kekaisaran ketika pemasangan Mahkota Kekaisaran.
Putra Mahkota Franz tak ingin tunduk pada siapapun meskipun itu saat meletakkan Mahkota Kaisar di kepalanya. Putra Mahkota Franz bersumpah lebih baik mati daripada harus tunduk pada orang lain.
Dengan adanya Mahkota Kekaisaran di Kepala Putra Mahkota Franz, upacara Penobatan Kaisar baru telah selesai. Semua orang pun bersorak-sorai dan bahagia karena Putra Mahkota Franz akhirnya naik Takhta.
Kemudian acara dilanjutkan dengan Pesta dansa yang diawali oleh dansa pertama Kaisar Franz. Semua Lady bersiap menerima uluran tangan Kaisar yang baru tapi Kaisar Franz hanya melewati mereka dan mengabaikannya.
Kaisar Franz berjalan dengan gagahnya dengan Mahkota dikepala dan jubah di pundaknya serta pedang di saku celananya. Kaisar Franz baru berhenti ketika berada di depan Shiena. Putra Mahkota Franz pun membungkukkan tubuhnya dan mengulurkan tangan ke Shiena.
Shiena yang gugup mengambil uluran tangan Kaisar Franz dan berjalan ke tengah Ruangan. Musik pun berbunyi dengan sangat indah dan dimulai lah dansa pertama dan diikuti dengan Nona Bangsawan yang telah memiliki pasangan untul berdansa.
Semua orang yang melihat Kaisar Franz mengajak Shiena berdansa menjadi iri dan berharap jika dirinya dapat seberuntung itu.
Shiena berdansa dengan indahnya yang mengiringi alunan lagu dan gerakan dansa Kaisar Franz yang begitu hebat hingga diakhiri dengan Shiena yang tak sengaja menginjak kaki Kaisar Franz. Kaisar Franz bergegas menangkap tubuh Shiena dan mengangkatnya lalu menjatuhkannya ke pelukannya dan tatapan wajah mereka bertemu hingga mereka pun saling pandang cukup lama.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih
__ADS_1