
Setelah serangkaian Acara Pengangkatan Status Bangsawan dan Acara Kedewasaan Kaisar Franz selesai. Semua tamu undangan satu-per-satu kembali ke Kediaman masing-masing termasuk Duke Watson yang baru dan Duke Laurence.
Shiena yang pergi dijemput oleh Kaisar Franz ternyata juga pulang bersama Kaisar Franz. Mereka pulang menggunakan kereta kuda Kekaisaran yang mewah dan berkilau sehingga menarik perhatian banyak orang setiap kali melintas di jalanan Ibukota.
Selama perjalanan, baik Shiena dan Kaisar Franz tak hentinya menebar senyum bahagia karena tinggal selangkah lagi mereka akan bersama selamanya. Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di Kediaman Carrole. Kepala Pelayan dan semua Pelayan telah berkumpul di depan Mansion Utama menunggu kedatangan Shiena dan Kaisar Franz.
Ketika melihat Shiena turun didampingi Kaisar Franz, semua pelayan menundukkan kepala meski ada beberapa pelayan yang mengintip untuk melihat langsung wajah Kaisar Franz. Kemudian, Shiena menawarkan Kaisar Franz untuk masuk dan minum teh terlebih dahulu sebelum kembali ke Istana. Kaisar Franz yang memang ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi bersama Shiena segera mengangguk setuju dan memerintahkan kusir untuk menunggu.
Shiena pun mengajak Kaisar Franz berjalan-jalan sore di Taman di Kediaman Carrole sambil berpegangan tangan dan melihat pemandangan yang indah. Setelah merasa lelah mereka pun memutuskan untuk beristirahat dan bersantai di Taman.
Marry dan Ana yang telah kembli dari Istana tidak beristirahat lagi setelah mengetahui Kaisar Franz datang berkunjung. Marry dan Ana bergegas mengganti pakaiannya lalu menyiapkan tempat untuk Shiena dan Kaisar Franz beristirahat. Lalu dengan cepat membuatkan teh dan membawa kue kering.
Setelah selesai, Marry dan Ana segera menyingkir masuk ke dalam Mansion dan meninggalkan Shiena bersama Kaisar Franz berdua untuk menikmati waktu bersama. Shiena yang mengetahui bahwa ini semua adalah hasil pekerjaan Marry dan Ana menjadi sangat senang karena Shiena merasa tidak sia-sia dirinya selama ini mendidik Marry dan Ana menjadi pelayan yang seperti kriterianya.
Pelayan-pelayan di Kediaman Carrole menjadi sangat iri dan ingin sekali mengubah hidup mereka seperti Marry dan Ana. Pelayan-pelayan itu tau bahwa sebentar lagi Marry dan Ana akan menjadi Nyonya Bangsawan setelah menikah dengan Viscount Fromboo dan Baron Grogolia.
Sehingga Pelayan-pelayan itu mencoba mengambil hati Shiena tapi tak pernah berhasil karena Shiena yang memiliki kemampuan membaca fikiran orang lain dapat mengetahui niat busuk dari mereka. Sedangkan Marry yang mengetahui bahwa Pelayan Kediaman Carrole mencoba mendapatkan kepecayaan Shiena tapi gagal jadi menyombongkan dirinya sehingga membuat pelayan lain semakin kesal.
Sementara itu, Kaisar Franz yang terus menatap Shiena merasa sangat senang karena telah memberikan Pengumuman Resmi di depan semua Bangsawan bahwa Shiena telah secara resmi menjadi Tunangannya dan sebentar lagi akan menjadi miliknya. Kaisar Franz pun mulai merasa tenang karena tak akan ada lagi pria mencoba merayu ataupun mendekati Shiena lagi kedepannya dan perasaan takut Shiena diambil pria lain hilang seketika.
Kaisar Franz kemudian mengutarakan keinginannya yang ingin Acara Pernikahan mereka dilakukan setelah Hukuman Eksekusi dilaksanakan. Shiena yang setuju hanya mengangguk. Lalu Shiena yang ingat janjinya pada Raja Michael mencoba membujuk Kaisar Franz yang berakhir dengan rasa curiga Kaisar Franz meskipun Shiena telah menjelskan semuanya Kaisar Franz tetap merasa curiga.
"Franz, apa saya boleh meminta sesutu?" tanya Shiena.
"Tentu saja. Katakanlah." ucap Kaisar Franz tersenyum lembut.
"Aku ingin Duke Simons tidak dihukum mati." ucap Shiena.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Kaisar Franz terkejut.
"Orang yang seharusnya dihukum dengan hukuman mati adalah Anastasya karena dirinya adalah otak dari semua kejadian ini dan Duke Simons hanyalah korban dari keserakahan dan ketamakan Anastasya akan kekuasaan." ucap Shiena membela.
"Meskipun begitu, Duke Simons melakukan itu dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan. Duke Simons pula telah melakukan banyak hal yang merugikan Rakyat dan Kekaisaran." jawab Kaisar Franz.
"Aku tau. Yang Mulia bisa memberinya hukuman lain kecuali hukuman mati untuk menebus kesalahannya." ucap Shiena.
'Kenapa Shiena bersikeras tak ingin Duke Simons dihukum mati padahal dirinya sangat tau tentang semua kejahatan yang diperbuat oleh Duke Simons.' ucap Kaisar Franz dalam hati.
"Aku tau saat ini kau pasti curiga padaku tapi percayalah aku memiliki rencana lain untuk semua ini." ucap Shiena.
"Aku mengerti maksudmu tapi maafkan aku. Aku tak bisa mengabulkan keinginanmu. Aku akan mengabulkan permintaanmu yang lain tapi tidak untuk masalah ini. Baik Duke Simons ataupun Anastasya mereka berdua itu sama dan aku tidak bisa membiarkan salah satunya hidup karena dapat membahayakan dirimu di masa depan." ucap Kaisar Franz.
'Aku harus menyingkirkan semua yang telah berniat buruk pada Kekaisaran sekalipun mereka telah menyesali perbuatannya karena jika aku biarkan saja itu akan menjadi masalah untuk Keluargaku di masa depan.' ucap Kaisar Franz dalam hati.
Shiena kemudian mengeluarkan Lencana Penyelidikan dan Hukuman yang telah disimpannya. Shiena terpaksa melakukan ini karena merasa tak memiliki pilihan lain. Kaisar Franz yang terkejut saat Shiena memiliki Lencana yang telah lama tak dimiliki siapapun.
"Ba-bagaiman bisa Lencana itu ada padamu? Bahkan Lencana itu dapat digunakan dua kali." tanya Kaisar Franz.
"Lencana diberikan langsung oleh Kaisar terdahulu kepada Keluargaku dan Lencana ini asli karena terdapat dua cap Kekaisaran. Saya ingin menggunakan Lencana ini kali ini. Saya ingin Yang Mulia mengabulkan permintaan saya dengan memanfaatkan Lencana Penyelidikan dan Hukuman." ucap Shiena.
"Hah, apa kau benar-benar serius ingin melakukan ini? Lencana ini sangat berharga dan bahkan lebih berharga dari nyawa Para Pemberontak. " tanya Kaisar Franz.
"Tentu saja. Aku punya rencana lain untuk semuanya Franz. Aku harus menggunakan Lencana ini jika Yang Mulia tidak mau mengabulkan permintaanku." ucap Shiena.
"Aku tak bisa mengabulkannya karena aku tak ikhlas jika mereka semua selamat tapi baiklah. Aku mengabulkan permintaanmu yang ingin menggunakan Lencana Penyelidikan dan Hukuman tapi aku punya syarat." ucap Kaisar Franz.
__ADS_1
"Apa syaratnya?" tanya Shiena.
"Kau harus memberi tauku apa rencanamu sebenarnya?" tanya Kaisar Franz.
Shiena yang tak punya pilihan lain pun kemudian memberi tau Kaisar Franz rencananya untuk Duke Simons, Anastasya dan Pengikut Duke Simons yang telah dikurung di dalam penjara. Setelah mendengarnya, Kaisar Franz tertawa dan tersenyum senang lalu langsung mengangguk setuju.
"Jika itu yang kau rencanakan aku akan mendukungmu. Aku yakin hukuman itu jauh lebih baik daripada hukuman mati secara langsung." ucap Kaisar Franz.
"Terima kasih Yang Mulia." ucap Shiena senang.
'Raja Michael, kau harus memberiku imbalan yang setimpal dengan Lencana yang aku gunakan ini jika tidak kau dan kerajaanmu yang akan mendapatkan hukuman itu.' ucap Shiena dalam hati.
Lalu Kaisar Franz pun kembali ke Kereta kudanya dan kembali ke Istana Kekaisaran dan setelah sampai di Istana Kaisar Franz memberi perintah kepada Kepala Pelayan Istana untuk semua pelayan beristirahat dan tidak melakukan pembersihan apapun. Semua Pelayan Istana sangat senang karena merasa medapatkan libur dari pekerjaan yang melelahkan.
Keesokan paginya, Kaisar Franz yang baru bangun segera bersiap-siap dan kembali bekerja. Lalu Kaisar Franz memanggil Tuan Eit. Tuan Eit pun segera menemui Kaisar Franz. Kaisar Franz pun langsung memberikan Perintah kepada Tuan Eit agar semua Jenderal dan Kesatria Istana yang tidak bertugas untuk berkumpul.
Tuan Eit yang mengerti segera melakukan tugasnya. Dalam waktu, setengah jam semua Jenderal dan Kesatria telah berkumpul sesuai perintah Kaisar Franz.
#Bersambung#
β Noteβ
Ayo kira-kira apa yang akan dilakukan Kaisar Franz ya? Yang tau komen dibawah ya.. πππ
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
π₯°πππ
__ADS_1
Terima kasih