
Berkat bantuan Duke Laurence kemenangan hari ini bisa di raih. Kaisar Franz yang tidak menyukai Duke Laurence pun mengakui bahwa Duke Laurence memang pria yang sangat hebat. Kaisar Franz sangat berterima kasih atas bantuannya.
Sementara itu, Duchess Carrole yang baru sampai di medan perang tidak ikut pergi bersama Duke Laurence dan Kesatria Kediaman Laurence membantu Kaisar Franz dan yang lainnya. Duchess Carrole langsung pergi menuju Markas Kekaisaran Pearl dan pergi ke Tenda Duke Carrole.
Duchess Carrole yang baru sampai di Tenda Duke Carrole segera berlari ke ranjang tempat Duke Carrole terbaring. Duchess Carrole tidak bisa menahan air matanya yang turun setelah melihat kondisi Duke Carrole yang sangat mengenaskan.
Duke Carrole yang tidak mendapatkan Penawar dari Racun yang dideritanya selama satu hari satu malam membuat seluruh tubuhnya menjadi lemah dan beberapa bagian tubuhnya menjadi kebiruan akibat racun yang masuk ke tubuhnya.
Duchess Carrole yang tau jika Duke Carrole tidak makan dari dirinya terkena racun segera mentransfer sebagian energi sihirnya kepada Duke Carrole tapi sebelum itu Duchess Carrole menggunakan Batu Sihir dan memanggil Kesatria Bayangan yang bertugas melindunginya untuk berjaga di depan Tenda Kediaman Carrole dan tidak membiarkan siapapun masuk. Kesatria Bayang itu pun mengerti dan melakukan seperti yang diperintahkan.
Duchess Carrole yang telah mentransfer setengah Energi Sihirnya pada Duke Carrole menjadi sangat kelelahan tapi Duchess Carrole berusaha untuk tetap terlihat sehat. Berkat transfer energi itu, Duke Carrole mulai cerah kembali dan penyebaran racun yang ada di tubuhnya melambat secara signifikan.
Duchess Carrole yang mengetahui bahwa Tuan Eit telah mengkap orang yang telah memberikan racun pada Duke Carrole pun segera pergi menemuinya untuk menginterogasinya. Duchess ingin tau jenis racun yang digunakan agar dapat membuat penawar racun untuk Duke Carrole tapi sebelum itu Duchess Carrole memberi perintah kepada Kesatria Bayangan untuk melindungi Duke Carrole.
Akhirnya Duhcess Carrole pun sampai di tenda tempat mata-mata itu dikurung tapi dua orang Kesatria yang menjaga menghentikan langkahnya sehingga membuat Duchess Carrole menjadi sangat marah. Duchess Carrole mengancam akan memenggal kepala kedua Kesatria itu jika tidak menyingkir saat itu juga sehingga membuat kedua Kesatria Penjaga itu menjadi dilema.
Kesatria Penjaga itu tidak berani melawan perintah Tuan Eit dan Kesatria Penjaga itu ternyata juga tidak berani melawan perintah Duchess Carrole yang merupakan Ibu dari Permaisuri Shiena yang tidak lain adalah seorang Gadis Suci akhirnya kedua kesatria itu pun memutuskan untuk tidak membiarkan Duchess Carrole menemui mata-mata itu yang membuat duchess Carrole naik darah.
Duchess Carrole kemudian mengeluarkan Sihir Cahaya yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan orang sekarang menggunakan Sihir Cahaya untuk menyiksa orang yang diinginkannya.
Setelah membereskan kedua Kesatria Penjaga Duchess Carrole pun masuk ke dalam tenda penyelidikan itu dan langsung menyelidiki mata-mata itu. Tidak disangka di dalam tenda itu terdapat dua orang mata-mata yang menyusup ke Markas Kekaisaran Pearl.
Duchess Carrole yang tau cara biasa tidak akan bisa membuat kedua mata-mata itu membuka mulutnya karena kedua mata-mata itu khawatir jika mereka menceritakan semuanya maka nyawa mereka dan keluarga pasti akan dalam bahaya.
Duchess Carrole akhirnya menggunakan Sihir Cahaya Level Surgawi dimana Sihir ini dapat membuat orang yang terkena Sihir itu harus mengatakan kejujuran dan tidak akan bisa berbohong meski dirinya mau.
__ADS_1
"Sekarang katakan padaku siapa di antara kalian berdua yang berani meracuni suamiku?" tanya Duchess Carrole dengan nada amarah.
"Saya Nyonya." ucap Pelayan Raja Philiph.
"Ternyata dirimu ya." ucap Duchess Carrole.
Duchess Carrole yang sangat marah karena telah ada orang yang berani mengganggu suaminya hingga sekarat akhirnya tidak dapat menahan dirinya lagi. Duchess Carrole pun menampar pelayan itu sebanyak emapt kali hingga pipi pelayan itu menjadi bengkak.
"Sekarang katakan padaku siapa yang telah memerintahkanmu melakukan ini?" tanya Duchess Carrole.
"Yang Mulia Raja Philiph, Nyonya." ucap Pelayan itu.
'Sial! Raja brengsek itu lagi. Sepertinya Raja itu harus diberi pelajaran agar dirinya berhenti untuk mengganggu keluargaku.'ucap Duchess Carrole dalam hati.
"Katakan padaku racun apa yang kau berikan?" tanya Duchess Carrole.
"Katakan padaku bagaiman cara membuat penawar racunnya?" tanya Duchess Carrole.
Pelayan Raja Philiph pun menjelaskan bahwa racun dari bunga Adellaide adalah racun penyiksa yang mana akan menyiksa orang yang terkena racun ini hingga mati dengan sendirinya. Cara untuk menyembuhkannya tentu saja dengan bunga Adellaide itu sendiri. Bunga Adellaide ternyata dapat digunakan sebagai racun dan juga penawar racun secara bersamaan jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat.
Ketika Duchess Carrole telah selesai menginterogasi Tuan Eit yang datang melihat ke tenda interogasi sangat terkejut saat melihat dua orang Kesatria yang berjaga dalam keadaan kritis. Tuan Eit pun bergegas masuk bersama pasukannya. Tuan Eit sangat terkejut saat mengetahui bahwa Duchess Carrole adalah dalang dari semua ini.
Duchess Carrole yang melihat Tuan eit yang datang bersama Kesatrianya menjadi sangat marah dan tidak senang karena Tuan Eit dinilai sangat lambat dalam mengorek informasi yang ada.
"Jika kau tidak bisa melakukan tugasmu dengan baik. Jangan menghalangi orang lain bertindak!" ancam Duchess Carrole.
__ADS_1
Tuan Eit yang berfikir jika Duchess Carrole adalah wanita yang baik hati, lemah lembut dan pengertia menjadi sadar jika Duhess Carrole bisa juga menjadi kejam jika itu berhubunga dengan Duke Carrole dan Permaisuri Shiena.
Duchess Carrole pun kembali ke Tenda Duke Carrole. Duchess Carrole pun memerintahkan Kesatria Bayangannya untuk menemukan Bunga Adellaide secepat mungkin. Duchess Carrole tidak ingin jika Duke Carrole harus kehilangan nyawanya karena telat memberikan penawar racunnya.
Duchess Carrole yang sangat lelah pun tertidur di samping tempat tidur Duke Carrole tapi sebelum itu Duchess Carrole membuat Segel Sihir Cahaya yang dapat mendeteksi orang-orang yang berniat buruk pada Duke Carrole dan Duhess Carrole.
Malam pun tiba, Duchess Carrole yang kelelahan menjadi segar kembali setelah beristirahat cukup lama. Duchess Carrole yang merasa lapar melihat ada piring makanan di depan matanya. Duchess Carrole yang tidak percaya pada siapapun meletakkan garpu perak pada makanan dan minuman untuk mengetahui ada atau tidaknya racun pada makanan dan minuman itu. Tidak hanya itu Duchess Carrole mengambil tisu dan mengelap semua peralatan makannya lalu mendeteksinya dengan garpu perak. Setelah semuanya aman Duchess Carrole pun menghabiskan makananya dengan sangat lahap.
Keesokan paginya, Kesatria Bayangan itu pun kembali dan membawakan Bunga Adellaide sehingga Duchess Carrole pun memutuskan ke Tenda interogasi itu lagi untuk dapat membuat penawar racun.
"Katakan padaku! Berapa banyak Bunga Adellaide yang diberikan pada Duke Carrole?" tanya Duchess Carrole
Pelayan itu terrnyata tidak mengingatnya sehingga membuat Duchess Carrole kesal. Duchess Carrole pun menampar wajah Pelayan itu berkali-kali untuk menyegarkan fikirannya. AKhirnya Pelayan itu ingat jika dirinya memberikan satu sendok makan serbuk bunga Adellaide.
Setelah mendengarnya, Duchess Carrole yang benar-benar marah memukul Pelayan itu hingga kepalanya mengeluarkan darah. Duchess Carrole yang tidak perduli dengan nyawa Pelayan itu pun pergi meninggalkannya begitu saja sementara itu mata-mata satunya yang ketahuan telah mencoba membantu Pelayan itu kabur menjadi sangat kasihan saat melihat pelayan itu terluka tanpa pengobatan apapun.
Duchess Carrole yang telah mengetahui canya untuk menyembuhkan Duke Carrole pun segera membuat penawar racun. Kaisar Franz yang tau jika Duchess Carrole datang membantu pun datang untuk memberi salam tapi tidak disangka malah diabaikan oleh duchess Carrole.
Semua orang yang melihat sikap Duchess Carrole menjadi marah dan kesal sehingga mereka berniat untuk memberi Duchess Carrole pelajaran tapi dihalangi oleh Kaisar Franz. Kaisar Franz yang sangat mengerti perasaan Duchess Carrole saat ini tidak mau membuat Duchess Carrole semakin kesulitan sehingga membuat Kaisar Franz memilih untuk membiarkan saja sikap Duchess Carrole padanya.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
__ADS_1
Terima kasih**