The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 173. Pembalasan Dendam I


__ADS_3

Shiena yang menggunakan Sihir Angin dan Sihir Gelap menuju Istana tak membutuhkan waktu lama hingga sampai di Istana Kekaisaran. Shiena pun langsung menemukan keberadaan Putra Mahkota.


Shiena pun merapikan gaunnya dan berjalan dengan anggun lalu datang menemui Putra Mahkota. Putra Mahkota yang melihat Shiena yang membuka pintu ruang kerjanya menjadi sangat terkejut sekaligus senang.


"Shiena sayang. Aku senang sekali kau telah memutuskan untuk datang kemari dan menjadi Ratuku" ucap Putra Mahkota sambil tersenyum lebar.


"Siapa yang datang ingin menjadi Ratumu? Maaf saja, aku tidak sudi menjadi Ratu dari Calon Kaisar yang tidak tau malu sepertimu. Kau menggunakan cara kotor untuk membuatku menjadi milikmu. Jangan bermimpi!" ucap Shiena marah


Putra Mahkota yang mendengar perkataan Shiena langsung bangun dari kursinya dan berbalik melihat ke arah luar melalui jendela dan tertawa.


"Apa kau yakin tak ingin menjadi Ratuku? Semua gadis di Kekaisaran ini bahkan dengan mudahnya rela menyerahkan diri dan tubuh mereka ladaku hanya untuk menjadi Selirku." ucap Putra Mahkota menghina.


"Hah, gadis-gadis itu telah buta dan bahkan menjadi gadia yang bodoh karena tak bisa melihat siapa laki-laki yang telah mereka berikan diri dan tubuhnya." ucap Shiena sinis.


"Kau!" teriak Putra Mahkota marah.


"Kenapa? Bukankah itu benar? Gadis-gadis itu adalah wanita yang murahan dan tak tau diri yang tak memiliki harga diri. Maaf saja Yang Mulia jika aku tidak seperti itu. Aku, Shiena Ve Carrole, gadis yang memiliki harga diri. Pantang bagiku untuk mengemis cinta pada laki-laki dan bahkan rela menyerahkan tubuhku untuk laki-laki." ucap Shiena tegas.


Putra Mahkora menjadi marah, penglihatannya telah menghitam dan Putra Mahkota bahkan telah mengayunkan tangannya untuk menampar Shiena tapi terhenti tiba-tiba.


"Kenapa berhenti, Yang Mulia? Apa anda sungguh seorang laki-laki? Dengan beraninya ingin memukul seorang gadis." hina Shiena.


"Kau! Kau memang berbeda dan aku suka itu tapi aku tak bisa mendiamkan gadis yang tak tau caranya bersikap. Aku pastikan akan menghukummu dan memberimu pelajaran." ucap Putra Mahkota menyeringai.


'Hah, kau fikir aku tak tau apa yang ada di dalam kepalamu, Ian. Aku akan pastikan semuanya tak terjadi.' ucap Shiena dalam hati.


Shiena yang tak ingin berdebat lagi dengan Putra Mahkota pun berbalik arah dan menuju pintu untuk keluar tapi terhenti oleh ucapan Putra Mahkota.


"Aku akan memenggal kepala kedua orang tuamu di depan semua rakyat dan menjadikannya penjahat sejati. Aku juga akan mencabut gelar Duke pada keluargamu yang artinya akan menjadikanmu sebagai rakyat jelata nantinya." ucap Putra Mahkota menyeringai.

__ADS_1


"....." Shiena diam.


"Satu hal lagi yang lupa. Aku juga akan menghukum mati semua pelayan dan Kesatria di Keluarga Duke Carrole termasuk kedua Pelayan Setiamu. Siapa namanya ya? Ah iya, Marry dan Ana." ucap Putra Mahkota tersenyum sinis.


Shiena yang mendengar hal itu, menjadi marah dan tak bisa lagi menahan amarahnya dan kesopanannya yang telah dijaganya dari tadi.


"Jika kau melakukan hal itu. Aku juga akan pastikan kau akan mendapatkan balasannya dan satu hal lagi. Semua penyiksaan dan siksaan yang diterima ayah dan ibuku akan kau terima berkali-kali lipat!" ancam Shiena.


Shiena pun langsung keluar dari ruang kerja Putra Mahkota setelah mengucapkan apa yang ingin dikatakannya.


Shiena pun kembali ke rumahnya dengan menggunakan Sihir Angin dan Sihir Gelapnya.


Setelah sampai, Shiena pun memerintahkan penjaga mengusir Kepala Kesatria Kekaisaran dengan paksa dari rumahnya. Kepala Kesatria Kekaisaran yang tak bisa menahan amarahnya lagi pun memprotes dan mencoba membuat keributan lalu tiba-tiba Shiena datang dan memerintahkan penjaga dan pelayan pergi.


Semua orang yang ingin melihat ada keributan apa menghentikan keingintahuannya setelah melihat lambang Kekaisaran karena mereka tak ingin mendapatkan masalah dan hukuman karena telah melihat sesuatu hal yang tak boleh mereka lihat.


Shiena datang dengan anggun dan santai melihat Kepala Kesatria Kekaisaran dengan tatapan dingin dan seketika itu juga Kepala Kesatria Kekaisaran merasakan firasat buruk dari tatapan itu.


Shiena yang telah berjalan santai dan berada tepat selangkah lagi di depan Kepala Kesatria Kekaisaran mengucapkan Tekhnik Sihir Gelap: Sihir Kutukan.


Shiena memberikan kutukan kematian kepada Kepala Kesatria Kekaisaran yang mana jika dia menyentuh seseorang atau tersentuh seseorang maka kulitnya akan meleleh seperti lilin lalu mati.


Kesatria Kepala Kekaisaran yang mendengar Sihir Kutukan dari Shiena tak kuasa menahan tubuhnya hingga jatuh berlutut di hadapan Shiena.


Shiena pun menundukkan kepala dan mencondongkan sedikit tubuhnya dan berbicara kepada Kepala Kesatria Kekaisaran yang membuat Kepala Kesatria Kekaisaran merinding ketakutan.


"Aku tidak suka bersikap kejam pada orang lain tapi jika orang itu telah melewati batasnya maka aku, Shiena Ve Carrole, tak akan segan-segan membalasnya berpuluh-puluh kali lilipat atau bahkan beratus-ratus kali lipat. Jika kau memberitaukan semua ini kepada orang lain bahwa aku yang telah melakukannya maka tak hanya dirimu tapi juga seluruh keluargamu dari tiga generasi akan mendapatkan kutukan yang sama." ancam Shiena.


Shiena yang tak ingin melihat wajah Kepala Kesatria Kekaisaran pun berbalik masuk ke dalam rumah dan memerintahkan Ana dan Marry menutup gerbang rumah.

__ADS_1


Sementara, Kepala Kesatria Kekaisaran masih mematung karena shock tapi ketika bawahan sang Kepala Kekaisaran datang bertanya apa yang terjadi dan mencoba membantu Kepala Kesatria untuk berdiri. Kepala Kesatria refleks memundurkan badannya yang membuatnya terduduk di jalanan.


Bawahan Kepala Kesatria terkejut dan bingung tapi menawarkan diri untuk membantu kembali tapi malah di bentak dan di marah.


Kepala Kesatria Kekaisaran pun bangkit sendiri dan pergi menaiki kudanya dan kembali ke Istana. Kepala Keaatria Kekaisaran tak henti-hentinya memikirkan perkataan Shiena sehingga membuatnya hampir gila.


Ketika sampai di Istana, Kepala Kesatria Kekaisaran pergi menemui Putra Mahkota dan memberi laporan bahwa Shiena menolak menulis surat balasan.


Putra Mahkota yang sudah marah karena sikap Shiena yang kurang ajar padanya semakin marah karena melihat Kepala Kesatrianya yang sangat bodoh.


Putra Mahkota pun memanggil Kesatria penjaga yang ada di depan pintu untuk menyeret Kepala Kesatria Kekaisaran keluar tapi ketika akan dipegang. Kepala Kesatria Kekaisaran mengeluarkan pedangnya mengarahkannya kepada Kesatria penjaga.


"Jangan ada yang menyentuhku! Aku bisa keluar sendiri." ucap Kepala Kesatria Kekaisaran putus asa.


Kepala Kesatria Kekaisaran tau bahwa akibat tindakannya ini maka dirinya akan mendapatkan hukuman berat dari Putra Mahkota tapi baginya itu tidak masalah dibandingkan harus kehilangan nyawanya.


Putra Mahkota yang sudah melihat ketidaksopanan Shiena tak bisa lagi mentolerir perbuatan bawahannya yang tidak sopan. Putra Mahkota yang marah pun memanggil Robert dan memerintahkannya menangkap Kepala Kesatria Kekaisaran hingga terjadilah adu pedang di dalam ruangan kerja Putra Mahkota.


Tak butuh waktu lama, pedang yang ada di tangan Kepala Kesatria Kekaisaran terlempar dan Robert memerintahkan Kesatria Penjaga menangkap Kepala Kesatria Kekaisaran.


Tak disangka, ketika Kesatria Penjaga menyentuh tubuh Kepala Kesatria Kekaisaran pun merasa kesakitan dan terguling di lantai. Lalu, perlahan tapi pasti seluruh tubuh Kepala kesatria Kekaisaran meleleh seperti lilin dan hanya menyisakan pakaiannya saja.


Putra Mahkota yang melihat hal itu menjadi mual dan muntah. Robert yang melihat reaksi Putra Mahkota bergegas menghampiri Putra Mahkota dan membawanya kembali ke kamarnya.


Robert juga memerintahkan pelayan memanggil Dokter Kekaisaran dan memerintahkan Kesatria Penjaga membereskan mayat Kepala Kesatria Kekaisaran yang meleleh.


#Bersmabung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁

__ADS_1


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘


__ADS_2