
Mansion Ken Haya.
"Yaaak... Ken. Lihat wajah mu. Sepertinya Mom membantai mu tanpa ampun ya". Ucap Haya meledek wajah Ken yang babak belur.
Ternyata Ken yang pulang ke mansion lebih awal sudah mendapat tindakan sambutan lebih dulu dari mom nya. Bahkan lebih parah dari Haya.
"Mooommyy... ". Ken merajuk.
Bulan yang sedang mengoleskan obat pada wajah Ken pun menatap tajam Haya agar berhenti mengolok - olok Ken.
Ken yang merasa di bela pun menjulurkan lidahnya pada Haya.
" Wleek... ". Ken ganti mengejek Haya.
" Daaaddyyy....". Haya kembali merajuk pada Alex yang tengah mengobati bibir robek Haya.
Saat hendak memarahi Ken.. Mata elang Bulan berubah menatap Alex. Dan benar saja hal itu membuat Alex menciut.
Haya yang tau daddy nya sudah pasti kalah melawan mommy pun makin kesal. Di lempar nya bantalan kursi ke arah Ken. Ken tertawa mengejek Haya sambil menjulurkan lidah.
"CETAK.... ". Suara jitak kan mendarat di kepala Ken.
" Aow... Mom... ".. Rintih Ken menatap melas Bulan.
Dan itu berhasil membuat Haya tertawa puas...
" Ha ha ha... Sukurin". Haya balik meledak Ken.
Suasana hangat keluarga Bulan terasa memenuhi sudut mansion.
"Baiklah Mom.. Katakan". Ucap Haya mulai serius.
Haya yang cepat tanggap, mengerti tak mungkin kedua orang tuanya datang tanpa sebab maupun tujuan.
Namun berbeda dengan Ken.. Walaupun Ken juga genius dan jago bertarung tapi tingkat genius nya masih si bawah Haya.
__ADS_1
Hanya berbeda beberapa POINT, Ken lebih rendah dari Haya saat dilakukan tes IQ pada keduanya.
"Jadi kunjungan Mom and Dad kali ini, bukan kunjungan biasa? ". Ucap Ken curiga.
" Besok akan ada beberapa mafiso tingkat satu yang menjaga kalian". Ucap Bulan serius.
"Bukankah, sudah ada pasukan Shadow tingkat satu di sini mom". Ken menimpali.
Sebenarnya dalam mansion Ken dan Haya tak ada satu pun Mafioso. Mereka hanya tinggal berdua. Tapi tak bisa di bilang benar - benar "Hanya berdua".
Karena kenyataan nya pasukan Shadow tingkat satu milik mommy mereka berada di sekitar mereka.
Meski Ken dan Haya sekali pun tak mengetahui tepat nya di mana posisi pasukan pelindung mereka berada.
"Kali ini tak mudah. Jason mulai menyentuh kerajaan "King". Jika kalian tak mau bekerja sama maka pulang saja". Ucap Bulan tegas sambil menatap tajam kedua buah hatinya.
"Ah... Mom.. Oke oke aku mau. Tak apa lah hanya beberapa mafiso kan. Tak masalah bagiku". Ken menyela cepat sebelum mommy nya berubah pikiran dan mereka harus pulang kampung.
"Berapa banyak". Tanya Haya datar.
"Oke Mom.." Ucap Ken setuju.
Tapi tidak dengan Haya.
"50 terlihat dan aku tak peduli jumlah yang tersembunyi ". Ucap Haya dingin.
" Baiklah". Jawab singkat Bulan setuju.
Alex hanya menyimak. Tak berkomentar jika kedua monster cantik nya sedang diskusi serius.
Alex tau benar perangai kedua nya yang tak suka dicampuri urusan nya.
Akan sangat merepotkan jika mereka tak senang hati, tersinggung apalagi marah.
Bisa - bisa mansion mewah Ken dan Haya rata dalam beberapa menit saja.
__ADS_1
"Tapi mom... Siapa Jason? ". Tanya Ken penasaran.
"Seorang pewaris salah satu penguasa underground kota A, yang dalam beberapa tahun terakhir menggoncangkan dunia bawah tanah dengan sepak terjang nya merebut paksa wilayah para penguasa kota lain tanpa ampun dan bengis.
Dan hasilnya cukup mengejutkan. Dalam 2 tahun saja dia sudah berada di puncak kejayaan nya. Duduk di kursi ketua penguasa kota A".
Jelas Haya panjang lebar.
Ken menelan ludah kasar.
"Mengerikan ". Gumam Ken lirih.
"Yaaak... Kau bodoh ya. Dia hanyalah manusia yang kejam. Yang begitu kau sebut
"Mengerikan". Apa kau lupa seperti apa " DEWA IBLIS" sesungguhnya ". Ucap Haya sembari menatap wajah cantik mommy nya.
Bulan yang mengerti sindiran putri nya pura - pura tak tau diri.
Merasa pembicaraan sudah selesai. Bulan dan Alex masuk ke kamar mereka untuk beristirahat.
Haya yang merasa cukup lelah akibat bertarung dengan mom nya pun ikut memasuki kamar nya sendiri beristirahat.
Tinggalan Ken sendiri di ruang tengah mension mewah itu.
"Kau dengar... Maka Mark sudah pasti tak sesederhana itu". Ken berbicara pada seseorang di ujung earphone nya dingin.
"Baiklah... Sebelum kau berangkat kesekolah besok pagi semua informasi lengkap sudah siap di meja mu". Ucap seseorang dari ujung earphone terdengar imut.
Sambungan telepon di matikan.
"Menyentuh keluarga ku. Cari mati"
Gumam Ken dengan Aura membunuh yang mengerikan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Happy reading all 🌷