The Last Big Boss

The Last Big Boss
80


__ADS_3

KOTA A


\= \= \= \= \= MANSION HEKAI \= \= \= \= \=



"Selamat pagi baby... " sapa Hekai yang sejak tadi menatap tingkah aneh Haya.


Haya tertegun.


" Bukan mimpi!!! " batin Haya yang sedetik mata nya melotot kaget menatap Hekai.


Hekai tersenyum manis menatap Haya.


" His!!! " Haya meringis tak percaya sambil menarik selimut nya.


Haya salah tingkah.


" apa - apaan aku ini. Itu sungguh Hekai. Dan aku tidur seranjang dengan nya!" Haya komat kamit dari dalam selimut.


"TUNGGU DULU!!! Tak terjadi apa - apa diantara kami kan" Haya mulai mencurigai Hekai berbuat macam - macam terhadap nya.


Haya yang masih menyembunyikan dirinya di baik selimut, kemudian secepat kilat meraba tubuhnya.


"Tidak. Aku tak merasakan ada sesuatu yang salah pada tubuh ku. Aman! " beo nya lirih namun masih terdengar oleh Hekai.


Hekai yang mendengar ocehan tak bermutu Haya sedari tadi hanya tersenyum geli.


" Mau sembunyi di dalam situ sampai kapan BABY??? " tanya Hekai lembut tanpa bergerak sedikit pun dari posisi tidur menyamping nya.


Haya tak menjawab. Haya yang mendengar ucapan Hekai dari balik selimut menongolkan wajah cantik nya perlahan.


" He he he...!" Tawa kecut Haya sembari melirik Hekai lari - lari.


Hekai terus tersenyum menatap wajah cantik Haya.


"Bangunlah. Bersihkan diri mu. Ku tunggu kau di bawah" Ucap Hekai santai seolah apa yang terjadi pada mereka adalah hal wajar dan biasa saja.


Hekai beranjak dari ranjang nya.


"BAJU LENGKAP!!! " gumam Haya dalam hati sembari menatap tajam Hekai.


Haya ternyata memperhatikan pakaian yang di pakai Hekai saat tidur bersama nya.


Hekai turun ranjang. Hekai berjalan mendekati pintu kamar.


" TUNGGU DULU! Baju. Baju ku.. " seru Haya dalam hati sembari memeriksa kain penutup tubuh nya.

__ADS_1


Haya yang menyadari baju yang di kenakan nya berbeda dari sebelum nya meremass baju tidur nya kesana kemari.


"He.." panggil Haya setengah berteriak.


Hekai yang bersiap membuka pintu menghentikan aksi nya yang sudah memegang gagang pintu.



Hekai menoleh. Hekai tak berkata apapun. Hekai menatap wajah cantik Haya dengan tatapan yang hangat. Hekai tersenyum.


"He!!! Aku.. Aku...! Em.. Anu..! " Haya mendadak gagap. Haya mendadak merasa lidah nya sulit tuk berucap.


Haya yang salah tingkah dan merasa sulit bicara tertunduk sambil menarik selimutnya setinggi leher. Haya tertunduk sambil garuk - garuk kepala nya yang tak gatal.


" Ah sial. Kenapa aku jadi begini. Kenapa aku merasa jadi orang yang bersalah" Haya terus meracau dalam hati nya.


Hekai lagi - lagi tersenyum geli.


" Aku yang mengganti baju mu. Tenanglah. Kurasa kau tau kemampuan ku,


"melihat bayang dalam gelap" kan! " Ucap Hekai santai, menjelaskan tanpa di tanya.


" Mandilah. Aku sungguh merasa lapar. Pakaian ganti mu carilah di sana (sambil menunjuk dengan mata sebuah tembok kosong yang terlihat sama rata dengan tembok kamar) Semua itu milikku. Pakailah seadanya. Setelah sarapan nanti kita keluar untuk mencari beberapa pakaian untuk mu! "


Hekai kemudian meninggalkan kamar Haya.


Di atas ranjang berukuran BIG size.


Haya kemudian beranjak dari tempat nya. Tanpa pikir panjang lagi Haya lalu menuju kamar mandi yang memang berada di dalam kamar tidur.


Cukup lama.


1 jam kemudian. Haya yang telah merasa cukup membersih kan diri nya kemudian keluar dari kamar mandi dengan mengenakan secarik handuk super pendek yang hanya melilit tubuhnya di bagian gunung kembar hingga sebatas tumpukan lemak di bokong nya.


Sangat minim.


Tak lupa sebuah handuk kecil membalut rambutnya yang basah.


" na na na " Haya bersenandung sembari berjalan santai menuju tembok rata yang tadi di tunjuk Hekai menggunakan kode mata nya.


Tiba - tiba langkah santai Haya terhenti.


Haya berdiri terpaku menatap tembok datar yang terlihat seperti tombok biasa.


Haya melipat satu tangan nya di dada dan satu lagi menyentuh bibir bawah nya. Haya menatap bingung tembok datar di hadapan nya.


"Baju nya di dalam sini. Tembok datar???"

__ADS_1


Haya memutar bola mata nya kesana kemari.


"Baru tidur semalam dengan ku, Hekai berubah bodoh ya?" gumam Haya seenak udelnya nya ngatain Hekai.


" itu karena pesona mu luar biasa baby... Kau membuatku linglung karena pesona mu saat di atas ranjang. Lain kali aku akan meminum obat tidur agar tak hilang ingatan di pagi hari. Kau... Di ranjang... UH!!! " Hekai yang muncul tiba - tiba menggoda Haya dengan wajah mesum nya.


DAN!!!


" AAAAAA!!! " Teriak Haya kaget melihat Hekai sudah berdiri bersender di pintu kamar nya.


Haya secepat kilat menutupi bagian tubuhnya yang dirasa tak boleh di lihat orang lain.


Maksudnya tak boleh di lihat Hekai terutama.


" Aaaa!!! Kau.. Kau.. Kau sedang apa di situ. Dan sejak kapan? " teriak Haya bentak - bentak Hekai.


" Ah.. Baiklah aku akan mendekat " jawab Hekai cuek bebek sambil berjalan mendekati Haya yang setengah bugil.


" yak!!! Kau apa - apaan hah. Kau.. Kau.. Kau.. Kenapa kau mendekati ku " Haya yang salah tingkah bingung menarik - narik handuk nya yang super mini.


Hekai tak langsung menjawab. Hekai berjalan santai mendekati Haya yang memegang erat handuk penutup gunung kembar nya.


Haya keringat dingin.


Hekai berjarak tak sampai sejengkal dengan nya. Haya telan ludah kasar.


Perlahan tapi pasti. Hekai mendekatkan wajah nya ke wajah Haya.


Jarak wajah mereka kini tak sampai 5 cm.


Sangat dekat. Bibir Hekai nyaris menempel pada bibir merekah Haya.


Haya menggigit bibir bawahnya.


Bibir Haya benar - benar seperti virus dimata Hekai. Dan seperti magnet bagi bibir Hekai.


Hekai terus menatap wajah tanpa make up Haya yang tetap terlihat cantik mempesona.


Sedetik... Mata Hekai kepeleset.


"MAMPUS!!! "


Maki Hekai dalam hati yang ternyata salah buang mata malah menatap gunung kembar Haya yang menonjol seolah berteriak hendak meloncat keluar dari kain penutup nya.


Naga kecil Hekai terbangun otomatis.


Hekai salah tingkah!!!

__ADS_1


\= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \= \=


HAPPY BACA READER 🌷


__ADS_2