The Last Big Boss

The Last Big Boss
LION???


__ADS_3

\=\=\=\=\= KOTA C \=\=\=\=\=


MANSION BULAN


RUANG BIG BOSS!


\=\=\= RAPAT BESAR \=\=\=


" QUEEN!!! " seru Kiano, Alex dan Jhuna bersamaan.


Bulan menaikkan satu sudut bibir nya sembari menyenderkan punggung lelah nya.


Stella tersenyum geli melihat ekspresi ketiga pria tampan yang pernah merajai dunia kegelapan itu.


" yak! Bicaralah yang jelas. Tak usah lah kau berkode - kode ria dengan kami" Anthony dan Nathan yang tak mengerti ucapan Jhuna, Alex dan Kiano, menatap ketiga saudara nya tak mengerti.


" QUEEN??? Haya kah?" tanya Nathan penasaran.


Bulan tak menjawab. Bulan hanya tersenyum.


" Astaga sweetie.. Kau benar - benar menakjubkan. Aku tau kau Ratunya para Monster. Tapi aku tak menyangka kau akan menciptakan para monster junior sebagai penerus mu !!! Kau benar - benar mengerikan sweetie!" ucap Nathan menatap Bulan sambil geleng - geleng tak percaya.


" dan dari ekspresi kalian... Jangan bilang kalian tak tau menahu tentang ini ! " giliran Anthony menatap curiga Alex, Jhuna dan Kiano bergantian.


Jhuna dan Alex tersenyum aneh sekali. Kiano hanya terdiam menahan tawa geli nya.


Stella hanya menyimak tingkah konyol para pria tampan di hadapan nya.


" jadi, jika Darkness adalah Jessy dan Queen adalah Haya. Lalu bagaimana cara bocah - bocah itu mendirikan istana kegelapan nya hingga bisa berada di posisi teratas seperti saat ini? ayolah sweetie... Jangan pungkiri, mereka hanya seorang bocah ..." Nathan menimbulkan pertanyaan baru.


" apa yang kau ucapkan benar Nath... Darkness, Queen, Wolf dan Devil. Aku tak menyangka... Ketua Mafia paling mematikan di benua ini ternyata hanyalah seorang bocah. Sebenar nya tak heran jika mungkin salah satu dari keturunan King adalah termasuk di dalam nya. Tapi ini ... Dua. Dan bahkan seorang Jessy yang masih memakai seragam abu - abu sudah memimpin ribuan Mafioso bersenjata. Putri mu sungguh luar biasa Jhuna !!!" Anthony memuji Jessy di hadapan Jhuna.


" Tapi, tunggu dulu. Ada dua hal yang kini mengganggu ku. Kau bilang Queen adalah Haya. Dari info yang kudapat, Queen bahkan tak memiliki markas dan Mafioso. Apakah dia meminjam Shadow untuk sampai di posisi nya sekarang ???" Nathan menatap curiga Bulan.


" TIDAK! " jawab tegas Bulan.


Alex menatap istri cantik nya.


Bulan yang sejak tadi duduk santai, kembali menegang.


Bulan berubah serius dengan sorot mata menghitam.


" putri ku itu... Sampai detik ini, aku hanya sebatas tau bahwa dia adalah Queen. Aku pernah mencari dan menggali setiap sudut lubang semut. Tapi tak satupun petunjuk kudapat kan bagaimana Haya bisa menjadi seorang Queen!" jelas Bulan, dingin.


" benar - benar kau versi muda dulu sweetie..." ucap Nathan santai - santai kagum.


Bulan melirik ekor mata Nathan.


Nathan tersenyum aneh.


Sedetik kemudian!


" baiklah! lalu... Untuk hal kedua. Membahas para monster yang ternyata adalah para bidadari iblis... Apakah dari kalian tau, siapa Lion yang kini duduk di istana puncak ?" Nathan menatap Alex, Jhuna dan Anthony bergantian.


Stella menatap Bulan tanpa kata.


Bulan terdiam sejenak.


" SIAPA PUN DIA... BISA BERADA DI PUNCAK KERAJAAN DUNIA HITAM. SUDAH BARANG PASTI "DIA" BUKANLAH SOSOK YANG MUDAH!!!"


Sorot mata Bulan kembali menghitam.

__ADS_1


*****


RUANG TAMU!


Tampak Jessy, Ken dan Hera sibuk membongkar sebuah koper berukuran jumbo di lantai beralaskan karpet bulu.


Haya dan Hekai yang juga berada di ruang yang sama memilih duduk mesra di sofa ruang tamu.


Klek! Klek! Klek!


Ken memainkan senjata baru nya.


" waow.. Kak, itu keren sekali.." ucap Jessy takjub melihat mainan baru Ken.


" kak.. Lihat punya ku..." Jessy menunjukkan belati tipis sebesar telapak tangan dengan bentuk yang unik.


" em! Bagus!" jawab cepat Ken, kemudian kembali fokus pada senjata baru nya.


" apa uncle Nathan yang membuat ini semua ?" tanya Hera sembari ikut memilah milih ratusan jenis senjata baru yang di modifikasi.


" em! Uncle Nathan sangat keren. Di mansion nya sangat banyak jenis senjata " jawab Jessy polos.


" bukankah di mansion mommy juga banyak !" ucap Hera tanpa melihat Jessy.


" iya.. Tapi di mansion uncle Nathan lebih banyak lagi. Disana pabrik nya" ucap Jessy lagi polos.


" lihat ini... Wah ada inisial " K " di gagang senjata ini. Pasti ini milikku yang uncle buat khusus!" beo Ken girang.


" disini juga ada inisial " J " kak.. " Jessy menunjukan gagang belati terbang nya.


" kalian sudah lama mengenal uncle kah ?" tanya Hera santai.


" cih! Pertanyaan apa itu... Uncle itu saudara mommy. Ya kenal dari bayi lah !" jawab Jessy sewot.


Jessy dan Ken melihat sekilas ukiran inisial huruf yang di tunjukkan Hera.


" yaelah! Itu kan senjata andalan kak Aya. Ya pasti ada huruf " H " disana lah !" ucap Jessy.


Sedetik kemudian.


Tanpa Jessy dan Ken sadari. Hera berubah murung.


Haya menyadari itu.


Hekai memberi kode agar Haya mendekati Hera.


" jika kau menginginkan nya ... Untuk mu saja" Haya yang sudah berada di samping Hera membelai lembut kepala adik nya.


Ken dan Jessy menatap Hera dengan tatapan bersalah.


Senjata sekoper besar itu dan hanya Hera yang tak mendapat kan satu pun buatan khusus untuk nya.


" andai aku tak di culik. Andai aku dari kecil selalu bersama kalian. Apakah uncle Nathan akan membuatkan senjata khusus juga untuk ku ?" tanya Hera sembari tertunduk sedih.


Haya menatap Ken dan Jessy bergantian.


Sedetik kemudian!


" lalu kenapa kalau hilang bertahun - tahun. Mau seratus tahun sekalipun, kau tetaplah anggota keluarga King" Nathan tiba - tiba muncul dengan gaya cool nya.


Hera menoleh ke arah Nathan.

__ADS_1


Nathan tersenyum ganteng menatap Hera sembari mendekati nya.


Nathan kemudian membelai lembut kepala Hera.


" dan siapa bilang harus kau berada bersama ku dari kecil dulu baru ku buatkan mainan " Nathan menatap sayang Hera.


Hera menatap Nathan ragu - ragu.


" em!" Nathan menggelengkan kepalanya satu arah agar Hera membuka lapisan kedua koper besar di hadapan mereka.


Hera mengerti. Tapi tak yakin.


Nathan tersenyum melihat wajah polos Hera yang ragu - ragu.


Dengan gerak lambat. Hera mengikuti arahan Nathan.


Dan benar saja...


" wah.... Hera.. Itu... Bukankah itu senjata terbaik untuk mendukung skill bertarung mu yang jarak dekat ! " seru Jessy takjub melihat sepasang belati kembar dengan ukuran yang pas di genggaman Hera.


Hera terdiam sejenak sembari menatap tajam sepasang belati kembar dengan bentuk unik di tangan nya.


Hera mencermati senjata di tangan nya.


" HR " dua huruf terukir dengan sangat indah dan bersambung di gagang belati.


Seketika Hera mata Hera berkaca - kaca.


Hera menatap Nathan.


" kau menyukai nya ?" tanya Nathan sembari tersenyum.


" Uncle..."


" BRUK!!!" Hera memeluk Nathan erat.


" Hera mencintai mu uncle... " ucap Hera sambil meneteskan air mata nya.


Nathan membalas pelukan Hera, hangat.


" jadi jangan pernah berpikir waktu yang terbuang adalah hal buruk oke. Kita akan menebus nya mulai saat ini " Nathan membungkuk kan tubuh tinggi nya sejajar dengan wajah Hera.


" em! " jawab cepat Hera sembari mengangguk.


" pintar!" ucap Nathan sambil mengacak - acak rambut Hera.


Tiba - tiba...


" BAIKLAH! AKU MENGERTI " ucap Nathan pada seseorang di ujung earphone mini nya.


Nathan kemudian bergegas tanpa pamit.


Ken dan Hera menatap keheranan sikap Nathan.


Namun tidak dengan Haya dan Jessy.


Seolah tau kemana Nathan akan pergi, Haya dan Hera yang menatap punggung Nathan, menyeringai iblis.


" SHOW TIME !!!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


HAPPY BACA 🌷


__ADS_2