The Last Big Boss

The Last Big Boss
48


__ADS_3

Mansion Haya Ken


“ Haya. . . . “ teriak Ken setengah berlari memasuki mansion nya. Ken terlihat sangat panik.



“ Ken. . . " Panggil Haya yang sedang duduk di ruang tamu sambil bersandar dilengan Mark.


Ken yang mendengar panggilan Haya segera menghentikan langkah nya yang hendak laju menuju kamar Haya.


“kau tak apa. . . ?” tanya Ken yang langsung mendudukan Haya dari tidur nya. Ken yang panik membolak balikan tubuh Haya, Cemas.


“ katakan. . . Apa mu yang sakit. Dimana kau terluka?" Ken terus bertanya sembari menyentuh wajah Haya dengan kedua tangan Nya.


Haya yang merasa tak di beri kesempatan bicara, kesal.


“ his. . . Ken. Kau apa – apaan” ucap Haya sambil menurunkan tangan Ken yang mencengkram wajah nya.


“ aku tak apa” jawab Haya kemudian.


Sadar akan rasa cemas nya yang berlebihan, Ken seketika terduduk di lantai Mansion.


“bruk” Ken lemas.


“huhft. . .” Ken buang nafas lega. Namun tak berapa lama Ken seakan menyadari sesuatu yang janggal.


“ sengaja kah. . .?” ucap Ken tiba – tiba sembari menatap tajam adik cantiknya itu.


Mark yang mengerti maksud pertanyaan Ken, ikut menatap tajam kekasih nya.


Sementara Jessy yang sedari tadi tak berkomentar menatap Haya dan Ken bergantian.


Jessy tak paham situasi.


“ kurasa . . . “YA” “ jawab Haya santai – santai yakin.


“ lalu?” tanya Ken lagi, cepat.


Haya tak menjawab. Haya hanya tersenyum pahit sembari menatap kakak kembar nya itu.


__ADS_1


“ jadi begitu. . . “ gumam Ken yang tau arti senyuman Haya.


Ken menyeringai.


Jessy dan Mark yang tak tahu arah pembicaraan Ken dan Haya, saling tatap tak mengerti.


Mark menatap Haya dalam – dalam sembari berkata dalam hati:


“ siapa kau sebenarnya baby?. . . Dan seberapa kuat kau sesungguh nya?”.


\=\=\=\=\=


Mansion Ramon


Kamar Lea. . .


“AAAAAAAAKH. . .” teriak Lea uring – uringan.


“aku akan membunuh mu. . . Aku akan membunuh mu Haya. . Aaaaaa” Lea mengamuk seperti kesurupan.


Mendengar Lea yang menggila Vea berlari memasuki kamar Lea.


Betapa terkejut nya Vea yang melihat kamar Lea dan Lea nya sendiri seperti habis terkena ****** beliung.


Rambut nya acak – acak an, make up nya berantakan. Lea benar – benar mirip orang gila yang kehilangan sandal.


Vea yang terkejut menutup mulut nya yang menganga dengan kedua tangannya.


“kak Lea. . . Apa yang terjadi padamu?” tanya Vea sedikit takut.


Tak berapa lama Ramon muncul.


“Lea. . . Apa yang terjadi padamu sayang?” tanya Ramon panik melihat kondisi anak nya.


Lea yang menggila tak langsung menjawab. Lea menatap tajam Vea  dan Ramon yang berdiri di dekat pintu kamar nya.


Sambil meramas kuat kedua kepalan tangan nya. Lea yang di kuasai amarah berkata :


“ akan kubunuh. . . Akan kuhabisi seluruh keluarga nya “


“ wanita JALA*G itu. . . . Akan ku habisi wanita sialan itu”

__ADS_1


“Aaaaakh. . .” lagi – lagi Lea teriak histeris sambil menjambak rambut nya sendiri.


Mendengar ucapan Lea, Ramon dan  Vea segera mengerti bahwa semua ini


berhubungan dengan Mark.


Vea tak tau pasti perihal Haya. Yang Vea tahu Mark pernah berniat memutuskan pertunangan nya dengan Lea. Namun, hal itu urung di lakukan sampai insiden di mansion Bulan kala itu terjadi.


Saat itu Lea sempat menggila namun tak separah ini.


Ramon yang tau sebab Mark memutuskan


pertunangan kemudian memberi dukungan pada Jason agar semakin mantap untuk


melengserkan King.


Oleh karena nya, sebagai jaminan pertunangan yang tetap terjalin, Jason mengalihkan semua harta nya pada Ramon.


Dengan begitu Ramon menang banyak. Lea putri nya mendapatkan Mark dan Ramon mendapatkan harta Jason.


Tapi keberadaan Haya membuat semua rencana Ramon hancur berantakan. Lea putri nya semakin tak waras.


Ramon mungkin adalah mafia keji tak berperasaan. Namun dengan putri – putri nya, Ramon sangat menyayangi mereka.


Naluri seorang ayah yang ingin membuat anak – anak nya bahagia membuat Ramon rela melakukan apa saja.


“ Lea. . . Sadar sayang. Ini papa. . .” ucap Ramon sembari memeluk tubuh gemetaran putri nya.


“ akan kubunuh pah. . . Akan kubunuh wanita sialan itu. . .”  Lea histeris sambili meronta – ronta.


Ramon yang tak tega melihat putri cantiknya hampir gila menyuruh anak buahnya menyuntikkan penenang pada Lea.


Lea lemas. . . Masih di pelukan Ramon.


Sambil menatap wajah setres putri yang di sayanginya, Ramon memerintahkan anak buahnya melakukan sebuah missi.



“ BUNUH HAYA PUTRI KING”


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Happy reading all 🌷🌷🌷


Terimakasih buat para reader. . . 😉


__ADS_2