The Last Big Boss

The Last Big Boss
22


__ADS_3

Masih di sekolah


Mark terus menempel pada Haya. Haya yang cuek tak mempedulikan keberadaan Mark.


" aku sudah menolongmu, bayar. . .? ". Mark meminta imbalan.


" aku tak minta tolong padamu". Jawab Haya cuek.


" his.. ". Dengus kesal Mark tapi masih ngintit ke mana pun Haya pergi.


Sampailah di bawah pohon besar di belakang sekolah.


Haya yang tak menganggap Mark ada memulai ritual nya. Tapi, baru akan membuka buku nya tiba - tiba cahaya kecil berwarna merah di jam tangan Haya kedap kedip.


Seketika Haya panik. Haya dengan cepat beranjak dari duduk nya. Mark yang tak mengerti apa yang terjadi mengikuti Haya.


Sambil berlari cepat menuju parkir an,


" Jessy, kembali ke mansion sekarang". Ucap Haya pada earphone yang tersambung dengan Jessy.


Tanpa banyak tanya Jessy mematuhi ucapan Haya.


Haya melaju kan motor matic nya... Mark masih mengikuti Haya. Namun, saat di pertigaan sebuah gang, Mark yang menggunakan Ferrari sport black kehilangan jejak Haya.


Haya rupanya mengambil jalan pintas menuju mansion nya.


Sejauh ini, memang tak ada yang tau di mana Haya tinggal. Untuk teman Ken ada beberapa yang tau alamat nya tapi tak pernah mendatangi mansion nya.


\=\=\=\=\=


Mansion Ken Haya


"nona.. ". Seorang mafioso menyambut kedatangan Haya sembari membungkuk. Haya acuh. Haya melaju cepat ke ruang pengendali mansion nya.


Tak berapa lama Jessy tiba dengan bugatti chiron milik Ken.

__ADS_1


" nona".. Mafioso menyapa hormat Jessy.


" kak Aya.. ".


" nona di ruang kendali ". Jawab mafioso sembari membungkuk.


Jessy berjalan cepat ke ruang kendali.


Dalam ruang yang cukup besar dan di penuhi ratusan layar ter tempel rapi di dinding ruang itu, Haya terlihat memutar bola mata nya cepat mencari sesuatu.


Jessy mendekati Haya.


" spy, tunjukkan lokasi Ken". Perintah Haya pada sistem pengamanan mansion yang di rancang nya sendiri.


Sebuah titik merah tampak menyala di layar monitor.


" per jelas" perintah Haya.


Haya memperhatikan saksama lokasi sinyal merah tempat Ken berada.


" oh', tempat ini bukanya mansion Nexon yang kita ratakan waktu itu ". Ucap Jessy tiba - tiba mengenali lokasi itu.


Sebuah katana dan dua pistol kembar yang terselip di paha kiri dan kanan nya.


Sementara Jessy memilih dua pistol kembar


Yang juga di selipkan di kedua paha nya.


Haya melajukan moge black nya sangat cepat. Jessy mengikuti menggunakan BMW race milik Ken.


" Ken, bertahan lah " batin Haya yang merasakan sesuatu yang buruk terjadi.


Jessy dan Haya tiba di mansion Nexon yang pernah di ratakan beberapa waktu lalu.


Lahan luas mansion Nexon yang runtuh itu di kelilingi pagar seng. Mansion itu terlihat seperti sedang di bangun kembali.

__ADS_1


Haya tak ambil pusing. Haya dan Jessy memasuki mansion belum jadi itu,


" kriiieeeet.... Nguuung... Nguuung..".


Suara seng pembatas lahan berbunyi cukup nyaring memecah hening.


Suara yang cukup menarik perhatian ratusan pasang mata.


Tampak puluhan mafioso berjaga auto fokus ke arah Haya dan Jessy.


Haya dan Jessy melangkah santai.


Seorang mafioso mendekati Haya dan Jessy diikuti beberapa mafioso lain di belakang nya. Perlahan tapi pasti tangan para mafioso itu merogoh senjata dari balik jas nya.


Melihat itu Haya menyeringai...


"dor... Dor... Dor.. Dor.... ".



Dengan cepat Jessy membantai habis mafioso yang mendekat.


Haya berjalan santai di balik perlindungan Jessy.


Suara tembakan Jessy menarik perhatian mafiso berjaga lainnya.


Haya dan Jessy tak gentar. Jessy justru terlihat sangat bersemangat.


" show time ".. Gumam Jessy sembari berjalan cepat mendahului Haya.


Haya menyeringai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


And koment 😉.


Happy reading all 🌷


__ADS_2