The Last Big Boss

The Last Big Boss
75


__ADS_3

KOTA A


MANSION MEWAH!!!


Di sebuah kamar minim cahaya. Terlihat seorang pria tampan sedang asik membaca sebuah buku sembari menjaga seorang gadis yang tertidur pulas.



Sesekali mata Elang pria tampan itu melirik wajah cantik sang gadis yang sedang beradu dengan mimpinya.


Hekai tersenyum.


Hekai kembali membaca buku di tangan nya.


"uuh.." seru Haya yang tak membuka matanya. Haya seperti sedang mengalami mimpi buruk.


"Baby..." gumam Hekai yang mendengar dan melihat ekspresi tersiksa Haya.


Hekai secepat kilat mendekati ranjang Haya.


"Usshh.... Usshh.. Usshh.. " Hekai berusaha menenangkan Haya seperti sedang menina-bobokkan seorang bayi.


Hekai mengusap lembut kepala Haya. Hekai menatap lembut wajah cantik Haya.


" Cantik... Kau sangat cantik baby... Kau tetap cantik seperti dulu" gumam Hekai lirih tak melepas pandang dari wajah cantik Haya.


Seperti sebuah magnet. Seketika tubuh Hekai bergerak tanpa komando...



Bibir ranum Haya sungguh menggoda jiwa mesum Hekai. Bibir Hekai semakin mendekati bibir Haya. Sangat dekat. Hidung mancung kedua nya beradu.


Tiba - tiba...


"hiks.. Hiks.. Hiks... " Haya menangis sedih sekali. Dengan mata nya yang masih terpejam Haya seolah mengalami hal buruk dalam mimpi nya.


Hekai tersentak. Seketika kesedaran Hekai pulih.


" Ah baby.. Maafkan aku..." Hekai merasa bersalah dengan perbuatan nya.


"shhh.. Ssh.. Tidurlah sayang... " Hekai kembali mengusap lembut kepala Haya.


" hiks.. Hiks.. Mark... Mark.. Hiks.. Hiks.. " Haya mulai mengigau.


" Tidak Mark.. Tidak.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. " Haya terus memanggil nama Mark.


Hekai tertegun. Hekai menatap sendu wajah cantik Haya.


" tak ada lagi kah tempat bagi ku baby... " gumam Hekai merasa tak memiliki kesempatan.


" Tidurlah.. " Ucap Hekai sembari beranjak dari sisi Haya.


" TAP!!! " Haya meraih tangan Hekai tanpa membuka mata nya.


" Tidak.. Jangan pergi.. Jangan pergi.. " Haya terus mengigau.


Hekai tak bergeming. Hatinya sangat terluka.


Wanita yang sangat di cintai nya terus mengigau nama pria lain yang seperti nya sudah menguasai hati nya.

__ADS_1


Hekai ingin marah tapi rasa cinta nya yang begitu besar ke Haya membuat nya lupa akan rasa sakit atas kenyataan bahwa Haya mencintai orang lain.


Hekai masih terpaku di posisi nya yang membelakangi tubuh berbaring Haya. Hekai tak berbalik.


Hatinya sungguh terasa hancur. Bernapas pun mulai terasa sesak.


Tanpa Hekai sadari...


"Tes!!!" airmata nya tiba - tiba menetes membasahi wajah tampan nya.


Bibir Hekai yang tak mampu berkata betapa terluka nya hatinya membuat airmata nya mewakili rasa sakit yang tak terungkap.


Hekai sesenggukkan.


Haya masih menggenggam tangan Hekai.


"He... Jangan tinggalkan aku!!! " tiba - tiba Haya mengoceh masih dengan mata tertutup nya.


Mendengar kalimat terakhir Haya.. Hekai menggila.


Secepat kilat Hekai menoleh kan kepalanya memastikan pendengaran nya.


Tapi bodoh!!!. Haya yang nyaman berada di pulau kapuk tak mungkin mengulang kembali kalimat racau yang di ucapkan nya tanpa sadar.


Menyadari kebodohan nya Hekai tersenyum geli. Hekai malu sendiri.


"Huuuuukh.." Haya mengenyitkan kening nya. Seolah mimpi buruk kembali menyerang.


"ah baby.." gumam Hekai yang melihat Haya mulai keringat dingin.


Hekai yang tak tega melihat Haya tak jenak tidur dengan cepat naik ke atas ranjang Haya.


Di peluk nya tubuh penuh luka Haya tanpa ragu.



Di luar dugaan. Haya tampak menikmati pelukan hangat Hekai yang penuh cinta.


***


KOTA C


MANSION BULAN


"SEBAIKNYA KAU KATAKAN SEJUJUR NYA ATAU AKU TAKKAN PERNAH MEMAAFKAN MU!!! " Bulan berteriak lantang membentak Alex.


Ken, Jessy, Jhuna dan Stella sesak napas.


Nasib Alex di ujung tanduk.


Semua yang ada di ruangan itu tau. Bagi seorang Alex, Lebih baik MATI daripada DIBENCI oleh Bulan sang istri yang sangat dicintai nya melebihi nyawa nya sendiri.


"Baby.. Dengarkan aku. Aku sungguh tak tau akan ada hari ini" Alex berusaha menjelaskan.


"ALEX!!!" Teriakan Bulan menggema seisi mansion.


AURA iblis Bulan mendominasi. Seluruh penghuni Mansion yang terdiri dari ratusan mafioso Bulan merasakan aura mematikan yang di pancar kan sang dewi iblis.


"Baby.. Dengarkan aku... " Alex berusaha menjelaskan..

__ADS_1


Bulan tak sabaran.


"BUAK.. BUK BAK BUK BAK BUAK BUAK!!!"


Alex babak belur di hajar istri nya. Wajah tampan Alex tak lagi berbentuk.


Ken dan Jessy yang melihat Daddy mereka di hajar habis - habisan oleh Mommy nya bergidik ngeri. Jhuna dan Stella yang ikut menyaksikan Bulan MENGHAJAR suaminya tahan napas.


Tak ada satupun yang membantu Alex. Bulan benar - benar menggila.


"baby... Aku tak bohong padamu. Aku tak punya pilihan saat itu. Maafkan aku baby... " gumam Alex terbata - bata.


" TAK PUNYA PILIHAN APA!!! " Bulan berteriak sembari...


"BRUAK!!! ukh!!!" Alex muntah darah. Bulan melempar tubuh kekar Alex yang berukuran 2kali lipat tubuh nya.


"Daddy!!!" teriak Ken yang kaget melihat Alex menghantam meja kaca.


Ken hendak menolong Daddy nya. Jhuna menghadang.


" kau mendekat!!! 5 detik kedepan.."



"Ku pastikan tak ada satupun tulang mu yang masih tersambung dengan baik!!! " Jhuna memperingatkan Ken dengan aura dingin MENGHITAM.


Seketika Ken telan ludah kasar.


" BENAR - BENAR SEJENIS!!! " batin Ken menatap takut Jhuna.


Bulan kembali meraih kerah baju Alex.


" BUAK!!! " satu tinju manis kembali mendarat di satu sisi wajah penyok Alex.


" BUAK!!! " satu lagi tinju penuh cinta mendarat di sisi wajah yang sama.


" ALEEEEEEXXXX !!!! KAU KEPAR(sensor)AT!!! " Maki Bulan di puncak amarah nya.


" BUK.. BUK.. BUK.. " terdengar suara pukulan Bulan melemah.


" hiks.. Hiks.. Hiks.. Kau jahat Alex.. Kau jahat!!! Hiks.. Hiks.. Hiks... " tiba - tiba nada Bulan berubah menyedihkan.


" baby... Maafkan aku.. Maafkan aku baby... " Alex yang setengah mati tetap berusaha kuat dan meminta maaf.


" hiks... Hiks.. Hiks... Kenapa kau tega melakukan ini pada ku Alex.. Kenapa... Dia anak ku Alex.. Anak kita.. Kau memisahkan ku dari Putri ku Alex.. Dan itu selama 12 tahun... 12 tahun Alex.. Kau tak mencintai ku .. Kau jahat... Hiks... Hiks.. Hiks... " Bulan menangis sedih sekali.


" Tidak baby... Jangan ragukan Cinta ku.. maafkan aku sayang!!! " Alex yang babak belur memeluk tubuh bergetar istri nya.


" baby... Maafkan aku.. Maafkan aku" Alex terus meminta maaf.


Sedetik kemudian..


"TIDAK!!! "


" BUKAN KAU YANG HARUS MENGUCAPKAN KATA ITU" Ucap Bulan terdengar dingin sembari menatap tajam tubuh seorang bocah 12 tahun yang terbaring tak berdaya dengan puluhan selang yang tertampal di tubuh mungil nya.


"AKAN KUBUAT YAKUZA KEPAR(sensor)AT ITU BERTEKUK LUTUT DI KAKI KU MEMOHON AMPUN!!! "


__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY BACA READER 🌷🌷🌷


__ADS_2