The Last Big Boss

The Last Big Boss
54


__ADS_3

APARTEMEN LEA


“baby. . . “ seru Mark yang tampak kesulitan mengendalikan diri nya.


Mark terlihat tersiksa dengan kondisi nya saat itu. Antara tersiksa dan


menikmati yang terpaksa.


Entahlah. . .


Yang Haya tau, kini di depan mata nya laki – laki pertama yang membuat


warna di hidup nya berada di atas tubuh wanita lain.


Setengah telanjang pula.


Haya tak bergeming. . . Haya terpaku di depan pintu menatap Mark tajam. Aura


dewi kematian terpancar jelas dari tatapan Haya.


Sementara itu Lea yang terkejut akan kedatangan Haya memasang tampang sedang berpikir keras.


“ wanita ini. . . ???” batin Lea tampak tak asing dengan sosok Haya yang terlihat


hampir meledak .


“ sepertinya aku pernah melihat nya. . .?” memutar bola nya sejenak.


“ ah. . .  wanita ini wanita yang


sama dengan yang di Mall waktu itu. . . “ seru Lea dalam hati mengingat sosok


Haya yang sempat berseteru dengan nya di pusat perbelanjaan kota C.


“ jadi kau lah wanita sialan yang membuat Mark membuang ku” gumam Lea dalam


hati sambil menatap tajam Haya.


“ cih. . . hanya perempuan biasa seperti ini mau bersaing dengan ku!!!”  maki Lea masih dalam hati.


“ tak kusangka . . . kesulitan ku menemukan secuil tentang dirimu sekarang malah kau datang sendiri menghampiri ku. . . MAUT mu” Lea menyeringai.


“dasar perempuan sialan. . .” gumam Lea lirih sambil menatap sinis Haya.


Lea memulai drama busuk nya. Lea mengendalikan permainan.


“ honey. . .  Siapa wanita busuk ini


main nyelonong saja” ucap Lea sok imut sambil peluk – peluk Mark dari belakang.


Sok takut.


Haya masih tak bergeming.


SATU!!! Gumam Haya datar.


Mark yang merasa aneh pada tubuh nya terus memegang kepalanya yang terasa


berat. Tampak dari ekspresi nya Mark sedang bertarung dengan nafsu setan nya.


Merasa diabaikan Mark. . . Lea kembali memanaskan suasana.


“ honey. . . usir wanita sialan ini. Aku tak menyukai nya” lagi – lagi Lea


bersuara manja di samping telinga Mark.


Mark seolah tuli. . . Mark menatap Haya,


“baby. . . Aku. . .” ucap Mark terpotong karena menahan serangan sakit di kepala.


Haya membatu.


DUA!!! Gumam Haya dingin.


Tak mengerti dengan sikap Haya yang marah tidak. . . Memaki tidak. . .


Pergi juga tidak. Membuat Lea semakin kesal sendiri.

__ADS_1


Lea yang tak lagi sabaran menaikan level penggoda nya.


Lea yang tau dan sengaja mencekoki Mark dengan wine bercampur obat perangsang,


memancing gairah setan Mark di depan Haya.


Lea menggrayangi dada berotot Mark sembari berbisik. . .


“honey. . . usir wanita sialan itu dan kita lanjutkan sesuatu yang tertunda


tadi.. .!” suara Lea terdengar seksy sedikit menggit telinga Mark.


Mark yang sedang dalam pengaruh obat setan, mendesah nikmat akan pelakuan


Lea.


“ aaahhh. . . “ desahan menikmati keluar dari mulut Mark.


Sedetik kemudian bayangan tatapan MURKA haya melintas di otak nya.


Dalam sekejap Mark yang sadar akan kesalahan nya membuka mata nya lebar.


Pengaruh obat perangsang yang kuat seketika buyar. Kesadaran Mark seolah kembali mendadak saat tau desahan nya adalah hal yang salah di muka bumi.


Dan tentu saja PALING SALAH di Hadapan Haya.


Mark yang terlihat seperti habis


melewati hidup dan mati secepat kilat menatap Haya yang berdiri tepat di


hadapan nya.


“ MATI AKU . . .”


“ MAMPUS”


“SELESAI”


“TAMAT”


“INNALILAHI . . .”


“DOA”


Batin Mark yang melihat sosok bom waktu yang tinggal meledak saja. Sebuah Bom


yang seolah dapat meluluh lantahkan kerajaan neraka sekalipun.


“beb. ..  Baby. . .!” seru Mark lirih


nyaris tak terdengar.


Haya seolah TULI dan BISU. Namun Haya tak BUTA!!!.


Sementara itu melihat ekspresi Haya, Lea menyeringai.


“jadi masih kah kau mau bersama lelaki yang di bibir nya selalu berkata mencintaimu namun tubuh nya berada di bawah tubuh wanita lain?” ucap Lea kompor Gas sembari menyembunyikan rasa senang nya karena merasa menang.


TIGA!!!


Teriak Haya yang tak lagi bisa membendung amarahnya “ TANGGUL JEBOL”.


Haya dengan cepat mendekati Mark dan Lea yang masih setengah telanjang.


Mark terus menatap Haya menahan nafas. Mark merasa seolah malaikat maut


akan mencabut nyawanya.


Mark pasang tampang pasrah sebagai pendosa hebat.


Namun berbeda dengan Lea, senyum seringai penuh kemenangan terus menghiasi


bibir seksy nya yang tak lagi berwarna.


“ Ya kan warnanya sudah di lummat Mark habis –habisan tadi”.


Haya semakin mendekat. . . Tatapan membunuh nya terus di tujukan pada Mark.

__ADS_1


Slow motion. . .


Mark terus menatap DEWI KEMATIANNYA. . . Lea terus menyeringai merasa menang.


Dan,


“AAAAAAKH. . . .” teriak Lea yang ternyata kena jambak Haya.


Toeng. . . !!!


“ loh kok . . “ batin Mark yang tak menyangka sama sekali tindakan Haya justru menghajar Lea bukan dirinya.


Mark melongo!!!.


Lea yang terkejut dengan sikap Haya tak lagi sempat berpikir, yang Lea tau


hanya rasa sakit di kepala nya karena di jambak Haya.


Haya yang terbakar api cemburu menarik tubuh setengah bugil Lea hingga terjatuh dari ranjang.


“PAK. . .” Haya menampar wajah Lea keras.


“ Aaaakh. . .” teriak Lea yang merasakan sakit di pipinya.


“ ini untuk kelancangan mu menyentuh miliku”  ucap Haya menjelaskan arti tamparannya.


Masih menjambak rambut Lea dengan satu tangan nya, Haya kembali menampar


Lea.


“PAK. . .” suara yang cukup keras dari sebelumnya.


Bibir Lea pecah, darah segar mengucur dari ujung bibir nya. Lea menatap tajam Haya yang berdiri setengah membungkuk menghajar nya.


"berkacalah... Darimana nya dari dirimu yang lebih baik dariku. Berani sekali kau menginginkan milikku"


"PAK. . ."


Haya kembali membuat tattoo cap 5 jari di wajah Lea.


“cih. . .  Kau akan membayar ini Haya”


ancam Lea penuh dendam.


Haya mendekatkan wajah nya ke wajah Lea.


“lihat aku baik – baik”


“ apa kau pikir kau bahkan ayah mu sekali pun bisa menyentuh ku” ucap Haya dingin dan terdengar kuat.


Haya yang merasa cukup, menyudahi penyiksaan ringan nya.


Haya kemudian menghempaskan kasar genggaman nya dari rambut Lea.


Lea tersungkur pelan kebelakang.


“sekali kau dekati milikku lagi, kupastikan bahkan nyawamu takkan di terima


raja neraka”


Ucap Haya dingin sambil berbalik meningalkan apartemen Lea.


Mark mengikuti Haya masih dengan tampang blo’on tak sadar situasi.


Sementara itu, Lea yang merasa kalah dan di permalukan menatap tajam bayang puggung Haya yang sudah menjauh.


“aku bahkan ayah ku mungkin tak bisa menyentuhmu. Tapi DIA bisa”


Lea menyeringai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


LIKE


KOMENT


HAPPY READING🌷

__ADS_1


__ADS_2