The Last Big Boss

The Last Big Boss
27


__ADS_3

Mansion Mark


" maka jelaskan lah! ". Ucap Haya terlihat berbeda.


Mark berusaha tampil tenang.


Mark duduk di samping Haya. Haya masih menunggu jawaban Mark.


" seperti apa dunia orangtua mu tentu kau lebih tau. Di dunia ini yang kuat yang berkuasa.


Yang kuat memakan yang lemah. Status raja di raja dunia bawah tanah, siapa yang tak menginginkan kan nya. Dan untuk masalah Ken hari itu, aku sungguh tak tahu dia saudara mu. Jangan salahkan aku karna melakukan semua itu. Salahkan dia yang menjadi pewaris seorang "king" . Juga. . . " belom selesai Mark menjelaskan Haya segera menyela.


" aku mengerti " ucap Haya sembari berdiri hendak meninggalkan Mark.


Mark meraih telapak tangan Haya.


" mau kemana ". Tanya Mark lirih.


Haya yang tak menoleh. Haya menatap kosong kedepan.


Haya berjalan meninggalkan Mark sendiri di ruang baca.


Mark mengejar.


" tidak, kau tak boleh meninggalkan mansion ku. Dan tak boleh meninggalkan ku ". Teriak Mark antara marah dan takut kehilangan.


Haya berhenti melangkah tanpa menoleh ke arah Mark yang berada di belakangnya.


" jika aku ingin, apa kau pikir kau bisa menahan ku " ucap Haya dingin.


Mark tau betul, bahwa ucapan Haya sepenuhnya benar.


Kadang Mark sempat berpikir, alasan apa yang Haya punya untuk tetap tenang berada disamping nya selama ini.


Namun, ego tinggi dan rasa ingin memiliki yang sangat kuat membuat Mark tak memperdulikan alasan apapun itu asal Haya tetap disamping nya.


Haya tetaplah Haya. Seorang gadis berkacamata tebal dengan sejuta misteri.


Haya hendak melangkah meninggalkan Mark. Namun langkahnya terhenti. Seperti baru mengingat sesuatu.


" apa yang kau lakukan pada Ken, ku pastikan kau akan menerima bonus nya. Dan untuk masalah pewaris tahta seorang " King", kurasa kau salah info tentang itu ". Ucap Haya sambil berlalu.


Mark tak mengejar lagi. Dan tak ada mafiso Mark yang menghadang Haya.


Menghalangi Haya di saat seperti sekarang sama halnya mengantarkan nyawa untuk mati konyol. Mark tak sebodoh itu.


Haya meninggalkan mansion Mark menggunakan mobil mewah Mark. Haya melajukan mobil itu dan berhenti di pusat perbelanjaan yang sangat ramai.


Haya memasuki sebuah toko baju.


Tak berapa lama, Haya keluar dengan penampilan yang berbeda.


Sebuah dress tanpa lengan berwarna coklat selutut, dipadukan dengan high heel berwarna senada dengan dress yang di pakai nya.


Haya benar - benar memanjakan mata orang - orang yang melihat nya.


Haya meninggalkan toko baju tersebut. Dan,

__ADS_1


" ciiiiit. . . ". Sebuah mobil sport modifikasi berhenti tepat di hadapan nya.


Haya tanpa ragu menaiki nya.


" semua sudah siap? " tanya Haya pada mafiso Shadow yang berada di kursi Joki.


Anggota Shadow milik Bulan tersebar di berbagai belahan bumi.


Tak terkecuali di kota A. Untuk koordinat markas shadow di tiap kota hanya diketahui


" Big bos" seorang.


Haya hanya tau, shadow milik mommy nya selalu berada di dekat anak - anak nya.


" sudah beres nona ". Jawab mafiso shadow hormat.


Sampailah mereka di sebuah Mansion mewah berwarna dasar Hitam putih.


Kedatangan Haya di sambut puluhan mafiso berjas hitam yang berjejer rapi di sisi kanan dan kiri jalan yang di lalui Haya.


" selamat datang nona Haya ". Sapa para mafiso bersamaan sembari membungkuk hormat.


Haya melangkahkan kaki nya menerobos penghormatan itu.


Haya mengabsen setiap sudut ruang mansion.


Berbagai jenis senjata tampak tersusun rapi di dinding mansion.


Berbagai ruang di ciptakan untuk beragam fungsi.


Tampak mafiso shadow serius bekerja di bidangnya masing-masing.


Merasa cukup puas melihat maha karya buatan mommy nya. Haya kemudian berjalan menuju halaman belakang mansion shadow.


Tampak sebuah jet pribadi sudah siap diterbang kan.


" berangkat sekarang ". Ucap Haya datar sambil mengenakan kaca mata fashion nya.


\=\=\=\=\=


Mansion Bulan


" klotak. . . Klotak. . . Klotak. . . Klotak. . . " langkah kaki Haya terdengar cepat.


Haya yang telah tiba di mansion mommy nya langsung menuju ruang rawat Ken.


Langkah Haya melambat, di liatnya tubuh tak berdaya Ken yang terpasang puluhan selang.


Hati Haya terasa sangat sakit. Dada nya terasa sesak, airmata nya menetes tanpa komando.


Kaki nya terasa mati rasa. Sekuat tenaga Haya menghampiri tubuh Ken yang terlihat lebih kurus dan pucat.


Haya mengusap lembut wajah saudara kembar nya itu penuh cinta.


" Ken, aku datang. Aku sudah disini. Bangunlah sayang ". Gumam Haya dengan suara yang terdengar berat.


" bangunlah Ken, dan katakan padaku kau ingin ku buat seperti apa orang yang membuat mu seperti ini ". Haya meracau.

__ADS_1


" Ken, Ken, bangun Ken, bangun. . . " panggil Haya berulang sambil menangis.


Merasa Ken tak meresponya, tangis Haya pecah sembari memeluk tubuh lemah Ken.


Haya menangis sejadi - jadi nya.


Tak ada Mommy dan Daddy nya di samping Ken saat itu.


Haya yang merasa lelah menangis tak sadar terlelap di kursi samping ranjang Ken. Haya melingkarkan satu tangan nya ke tubuh Ken.


Bulan dan Alex melihat keduanya dari layar Cctv di ruang lab.


Bulan yang tak kuasa melihat kasih sayang anak kembar nya memilih menangis di pelukan suaminya.


Beberapa para peneliti yang sedang bekerja ikut mentap haru Ken dan Haya.


\=\=\=\=\=


Haya membuka matanya pelan. Cukup lama Haya tertidur.


Haya menatap lama wajah Ken. Haya mencium kilat kening Ken.


" kau yang putuskan, kematian mereka harus seperti apa ". Haya berisik di telinga Ken dengan tatapan membunuh.


Haya meninggalkan ruang rawat Ken.


" mom. . . " panggil Haya yang kini berada di ruang lab shadow.


Haya menatap wajah lelah mommy nya yang menatap layar monitor,


Mommy nya tampak lebih kurus begitu juga Daddy nya yang berada tak jauh dari mommy nya.


Bulan menoleh tanpa beranjak dari kursi nya. Haya mendekati mommy nya dan mencium kilat kedua orangtuanya.


" mom, lakukan sekarang ". Ucap Haya serius menatap mommy dan Daddy nya bergantian.


Bulan menatap tajam wajah cantik putri nya.


Haya yang mengerti tatapan mommy nya mengangguk penuh keyakinan.


Transfusi pun di lakukan. Sebenarnya Haya tak menemukan cara menyembuhkan Ken. Virus ghost yang bekerja sebagai pelumpuh syaraf aktif membuat Haya kesulitan menemukan penawarnya. Namun penelitian singkat Haya selama di mansion Mark, membuatnya menarik sebuah kesimpulan.


Ken dan Haya terlahir dengan darah yang cukup langka.


Ken dan Haya memiliki tubuh yang kadang tak merasakan sakit saat di pukul.


Memang, kemungkinan berhasil nya hanya 50:50 karna Haya sendiri yakin tak yakin dengan cara itu.


Karna resiko setengah yang terburuk adalah virus dalam tubuh Ken justru akan berbalik menyerang Haya.


Bulan menatap Ken dan Haya sedih. Alex setia mendampingi.


" tenanglah, mereka pasti akan baik - baik saja ". Alex menenangkan istri nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


And koment


Happy reading all 🌷


__ADS_2