The Last Big Boss

The Last Big Boss
64


__ADS_3

MANSION HAYA KEN


Masih di pertarungan yang sama.


“Cih.. Kau sombong bocah” ucap Ramon meremehkan Ken.


“Sikap mu cukup membuat ku bergetar sedetik.. Namun satu hal


yang kau lupa. Kau harus nya tau siapa lawan mu kali in....” Ramon menyeringai


sembari menatap dingin Ken.


“Pah.. Bunuh saja mereka. Jangan sisakan satu pun...” Lea


memprovokasi Ayah nya.


“Cih...” Ken berdecih.


“Dan kau Ramon.. Kau tau kah siapa kami...?” Ucap Ken balik


menatap remeh Ramon.


“Cih.. Memang nya kau siapa hingga kita harus tau... Manusia


tak penting!” jawab  cepat Lea menyela


Ramon yang hendak membalas ucapan Ken.


“Hah.. Jala*g  sialan... Sebaiknya tutup mulut mu atau ku robek sepanjang telinga mu yang tuli itu” sela


Jezz yang mulai geram dengan sikap songong Lea.


“Kau.. Kau.. Kau bilang aku apa Hah....” ucap Lea sembari


menunjuk tunjuk ke arah Jessy.


“Hentikan Lea...” ucap Zea berusaha memperingatkan saudara


kembar nya dingin.


   Lea menoleh menatap Zea..


“Cih.. Kau masih disini. Buat apa. Pergi sana. Kau tak di


butuhkan disini” ucap Lea ketus sembari menatap kesal saudara kembar nya itu.


“Cih..” Zea berdecih sembari berbalik badan hendak


meninggalkan TKP pertarungan.


Tiba – tiba langkah Zea berhenti mendadak...


Sambil membelakangi Lea dan Ramon.. Zea berkata:


“Pah.. Cukup sampai di sini sebelum semua menjadi lebih buruk

__ADS_1


dari ini” ucap Zea dingin masih membelakangi Ramon dan Lea.


“Cih.. Kau bicara apa. Kau terlalu memandang tinggi mereka.


Sekarang saja mereka hampir mati gini.. Haa... Ha.. Ha...” Lea tertawa terbahak


bahak...


“Kuperingatkan ... Mengingat hubungan darah diantara kita


Lea” ucap Zea dingin tanpa menoleh sedikit pun.


“Dan.. Pah... Kau mengajarkan ku melihat sebuah bayangan


dalam kegelapan!!!”


“jaga diri mu papa...!!!” ucap zea mengakhiri peringatan nya


sembari melangkah pergi meninggalkan Ramon dan Lea.


“Cih.. apa – apaan dia itu... Sok misterius” beo Lea yang


tak mengerti maksud ucapan Zea.


Tapi tak sama hal nya dengan Ramon.


Mendengar ucapan Zea... Ekspresi Ramon berubah menegang.


Ramon kini menatap tajam ke empat bocah tengik yang terlihat


menyedihkan di mata nya.


Dan.. Haya... Mayat hidup bersimbah darah yang tampak sekarat tak berdaya.


“SIAPA...???”  batin Ramon terus mengira – ngira arti ucapan Zea.


“Bayangan dalam gelap... Se-tangguh itu kah dia..?” Ramon


terus meracau dalam hati.


“Zea tak pernah mengecewakan ku.. Jika kali ini perkataan nya benar.. Maka  hari ini juga sebaiknya ku habisi semua bocah sialan ini!!!” ucap Ramon dalam hati memantapkan tekat


membunuh nya.


“Ya.. Paman tua. Kau terus bengong menatap kami. Mau lanjut


bertarung tak.. Kalau tak.. Pulang lah dan lakukan operasi plastik pada putri


jelek mu itu. Liat muka nya makin eneg saja”  Jessy ngomel – ngomel kesal.


“Duh.. Tak tahan lagi...” ucap Jessy lagi yang terlihat


menggeliat mirip ulet bulu kena panas.


“kenapa kau?” tanya Ken yang melihat Jessy seperti melakukan

__ADS_1


pole dance.


“aduh kak...kebelet pipis..!!! jawab Jessy sambil meringis


menahan anu nya.


“HEUH... “ seru Ken yang tak habis pikir polah tingkah Jessy


yang tak tepat situasi.


“kak... GAAAK TAHAAAAN.....” jawab Jessy sambil berlari


menuju kamar mandi tanpa pikir panjang.


“Ceh.. Bocah tetap lah bocah..” gumam lirih Hekai yang


merasa Jessy lucu.


Hekai tersenyum kecil menatap punggung menghilang jessy.


Ken.. Hekai lengah... dan OW.. OW!!!..


“BUAK... BUAK.. BUAK...” tinju kuat menghantam wajah Ken dan


bertubi menghantam rusuk nya.


“BUK.. BAK.. BUK.. BAK..  BUK.. BUK..” Sangat cepat. Ken tak sempat melihat siapa pelaku nya..


Ken oleng.. pandangan nya seketika kabur.. Ken terhuyung


ke belakang.. Tubuh Ken gontai nyaris jatuh..


Dan...


“DUAK....”



Sebuah tendangan memutar mengakhiri serangan bertubi yang di terima Ken.


“BRUUAK...” Ken menghantam sebuah bufet kecil gosong di sisi ruang.


“Ukh... khuk... khuk..” rintih Ken seolah menahan batuk.. Darah segar mengalir deras dari mulut Ken.


Seketika Ken tak sadarkan diri.


"KAU....."



Hekai terkejut bukan main mengenali sosok yang membantai Ken.



"Owh.. HALLO HE... !!!" sapa Jacky ramah - ramah datar.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY BACA 🌷🌷🌷


__ADS_2