The Last Big Boss

The Last Big Boss
97


__ADS_3

KOTA C !!!


\= \= \= MANSION BULAN \= \= \=


HEKAI POV!!!


KAMAR HAYA!.


" TEMUKAN MOMMY SEBELUM MATA LELAH KU TERBUKA MALAM INI, ATAU KAU TAU AKIBAT NYA! " perintah Haya pada Kale yang terdengar seperti sebuah ancaman.


" siap Queen! " jawab Kale cepat sembari menyudahi sambungan telepon nya.


" mommy... " gumam Haya sembari menatap taman Mansion dari balik jendela kamar nya.


Haya terlihat begitu lelah dengan segala masalah yang tak kunjung usai.


Hampir 2 tahun sudah terhitung sejak Mark menghilang.


Haya terus menutup diri dengan hati dingin nya. Meski Hekai selalu mengganggu hidup nya sejak hilang nya Mark, namun dalam hati Haya, Mark sesungguhnya masih bertakhta di kerajaan hati nya yang beku.


Na'as! Rasa sakit nya terbayar!


Terbayar dengan sebuah pertemuan antara Zean dan diri nya.


Sejujur nya Haya nyaris pingsan kala melihat wajah tampan Zean yang begitu mirip dengan Mark.


Bisa di katakan Zean adalah versi cilik seorang Mark.


Mata, hidung, senyuman... Nyaris tak ada beda nya dengan Mark.


Lalu Lea... Entah apa yang di mewariskan nya pada sang anak.


Belum usai masalah hati nya. Kemunculan Hera menjadi hal berikut yang paling menguras tenaga dan pikiran Haya.


Bagaimana tidak, Hera yang di dalam tubuh nya mengalir darah yang sama dengan nya dan Ken justru terancam tak berumur panjang.


Virus Ghost yang di suntikan oleh Vio ke dalam tubuh Hera secara terus menerus merusak beberapa jaringan penting dalam tubuh mungil nya.


Jika tak segera mendapat serum tandingan.


Hanya tinggal menunggu waktu saja.


Hera akan kehilangan kewarasan nya... Lalu kemudian kehilangan nyawa kecil nya.


Dan jika Hera menghadap raja akhirat. Maka Haya WAJIB ikut mengantar sang adik melapor ke raja neraka.


Begitulah titah Mommy yang di terima nya.


Haya benar - benar sampai di batas nya.


*


*


*


" Bruk " Haya membanting tubuh letih nya sembarang pose diatas sofa duduk nya.


Sambil menutup kedua mata nya dengan satu tangan nya... Haya yang lelah lahir dan batin kemudian terlelap.


Tanpa sadar airmata nya menetes dari balik mata tertutup nya.



" kau pasti sangat lah kuat baby.. " gumam Hekai sambil mengusap lembut airmata di wajah cantik calon istri nya.


Hekai ternyata semenjak tadi mengintip Haya dari balik cela pintu yang tak tertutup rapat.


" aku tak tau seberapa berat beban yang ada di pundak mu. Tapi yang harus kau tau, aku tak kan meninggal kan mu meski itu hanya selangkah " gumam Hekai sambil terus memandangi wajah cantik calon ibu dari anak - anak nya.


" Tak akan... LAGI!!! "



Hekai yang telah memindah kan tubuh Haya ke ranjang. Memeluk tubuh wanita yang di cintai nya erat.


\= \= \= HEKAI FLASHBACK \= \= \=


KOTA C !!!


HEKAI USIA 11 TAHUN.


Di sebuah taman bermain.


" mom.. Kau meninggalkan ku hanya karena bocah itu. Aku anak kandung Mom. Dan kau meninggalkan pada keluarga orang lain sementara kau memilih hidup dengan anak orang itu. Kau sungguh Mommy yang melahirkan ku kah? "


Ucap Hekai kecil, marah besar pada Stella.


Stella tak menjawab. Stella hanya terdiam.


" mom.. Bicara lah..." Hekai terus berbicara dengan nada tinggi.


Stella yang membelakangi Hekai kecil tak sanggup menatap mata sangat buah hati kala emosi seperti ini.


" Baiklah Mom... Tak usah jawab selama nya. Tutup saja mulut mu hingga kau lihat dengan mata kepala mu sendiri... AKAN KU BUNUH bocah sialan itu di hadapan mu"


Nada bicara Hekai kecil berubah dingin mematikan.


Stella tersentak.


Untuk pertama kali nya. Pertama kali nya setelah sekian lama.


" AURA ini..! " batin Stella seperti sangat mengenali aura membunuh yang sangat kuat mendominasi diri nya.


Seketika Stella berbalik dan menatap putra nya.


Betapa terkejutnya Stella.


" Bocah ini.... " batin Stella dengan mata nya yang melebar karena kaget.


Sedetik tubuh Stella menggigil saat matanya tanpa sengaja beradu dengan mata Hekai yang merah padam.


" Yord... Kau sungguh menitipkan seorang MONSTER pada ku! "


" kau benar - benar bajing*an Yord! Bajing*an yang tak mau rugi"


Stella terus meracau dalam hati nya.


" MOM!!! " teriak Hekai dengan sorot mata tajam nya menatap Stella.


Stella kaget. Stella tersadar dari ingatan masa lalu nya.


" kau sungguh ingin melihat ku membunuh bocah itu kah? " Hekai terus berteriak pada Stella.


" kau mau bunuh siapa? " tiba - tiba seorang gadis kecil muncul dari balik tubuh Stella.


Nada bicara nya terdengar datar dan santai.


DEG!!!


Stella yang sangat mengenali siapa pemilik suara, terkejut bukan main.


Stella secepat kilat berbalik dan menatap sosok di balik tubuh nya.

__ADS_1


Seraut wajah super cantik dan imut terlihat datar menatap nya dingin.


" nona Haya..."



Seru Stella nyaris terkena serangan jantung.


" Haya... Jadi nama nya Haya... " batin Hekai yang tanpa sadar terpesona paras rupawan Haya.


" cantik..." gumam nya lirih sambil tersenyum tipis.


" yak! Kau.. Sejak tadi ku dengar kau terus berteriak pada tante ku. Kau terus bicara membunuh. Siapa yang akan kau bunuh? " tanya Haya kecil sembari berjalan mendekati Hekai.


Jarak Haya dan Hekai kini Haya selangkah.


Sambil melipat kedua tangan nya di dada.


Haya menatap datar Hekai.


Hekai membalas tatapan Haya, kagum.


Kedua nya saling tatap.


" cantik... " Hekai tanpa sadar memuji Haya.


" hah! Kau bilang apa? " tanya Haya yang tak mendengar dengan jelas ucapan Hekai.


"Ups!" Hekai yang tersadar akan ucapan lancang nya menutup mulut nya dengan kedua tangan nya cepat.


" tidak.. Aku tak bicara apapun " jawab Hekai yang telah melupakan kemarahan nya.


Stella menatap kedua bocah yang beda usia nya terpaut 3 tahun itu keheranan.


Stella menaikkan satu alis nya, menatap Hekai tak mengerti.


" yak! Tadi aku jelas mendengar mu bicara. Kenapa kau bilang tak bicara. Kau bodoh ya? " Haya kecil terus marah.


" aku tak bicara. Kau saja yang salah dengar! " jawab Hekai ngotot benar.


" kalau aku salah dengar berarti kan kau bicara tapi tak jelas!" Haya tak mau kalah.


" aku bilang tak bicara ya tak bicara" Hekai terus menyangkal.


" kau itu laki - laki.. Kau berbohong padaku, kau tak malu kah. Pendengaran ku sehat. Aku bahkan rajin membersihkan congek di kuping ku. Tapi kau terus bilang tidak bicara. Berarti kau secara tak langsung mengatai ku tuli. Kau mengatai ku hah! " Haya terus mengomeli Hekai.


" cerewet! "


Hekai tarik napas dalam - dalam.


" kau bilang apa? Siapa yang cerewet. Aku? "


Haya terus nyerocos.


" Heyeeuh! Baiklah.. Baiklah.. Aku mengaku. KAU CANTIK " Hekai lelah adu mulut.


" Hm! Benar kah. Apa aku secantik itu?"



Haya kecil berubah polos - polos manja.


Hekai mengangguk sambil tersenyum tulus.


Kedua bocah keturunan iblis itu saling tersenyum layak nya bocah normal.


Stella menatap Haya tak percaya.


" APA - APA AN INI??? "


" tidak.. Aku mungkin salah lihat. Sebaik nya ku jauhkan Hekai dari nya "


Stella kemudian berjalan mendekati Haya.


" nona... Sebaiknya kita pulang sebelum Mommy Bulan mencari kita" Ucap Stella sopan.


"ah baiklah! " Jawab Haya berubah dingin dalam sekedip mata.


Stella lagi - lagi tertegun.


" sikap apa itu. Ada yang salah pada nona Haya" batin Stella sembari menatap curiga Haya.


Haya kemudian berbalik dan meninggalkan Hekai tanpa pamit


Hekai hanya menatap diam kepergian Haya dan Mommy nya.


Tiba - tiba langkah Haya terhenti. Jaraknya sekitar 10 langkah dari tempat Hekai berdiri.


Haya berbalik.


"yak kau! Kau bilang aku cantik kan! " tanya Haya sedikit berteriak.


" Em! " jawab lirih Hekai sambil mengangguk.


" Baiklah! Jika kita dewasa nanti....



" MAU KAH KAU MENIKAH DENGAN KU? "


Haya melamar Hekai dalam satu kali tarikan napas.


" Heum!!! "



Hekai menatap tak mengerti wajah imut Haya.


Hekai nyaris spot jantung.


Stella nyaris pingsan.


" he he he he " tawa renyah Haya kecil yang entah paham atau tidak dengan ucapan nya.


Hekai terus menatap wajah cantik Haya.


Hekai tak menjawab.


Haya kemudian pergi tanpa menunggu jawaban Hekai.


Stella yang masih membatu di tempat nya berdiri menatap punggung Haya kecil yang berjalan menjauhi nya dan Hekai.


" KAU!!! "


" INGATLAH HARI IN "



" KELAK... DIA ADALAH ORANG YANG HARUS KAU JAGA DENGAN SEGENAP JIWA RAGA MU! INGAT DAN TANAMKAN ITU DI OTAK MU!!! "


Stella kemudian pergi meninggalkan HEKAI tanpa berbalik menatap putra nya sedikit pun.


" DIA... SEBANDING KAH? " batin Hekai yang meragukan nilai Haya bagi hidup nya.

__ADS_1


***


BACK TO MASA KINI !!!


MANSION BULAN


Pagi hari.


KAMAR HAYA!!!


" Em! He.. " gumam Haya yang tau Hekai memeluk nya semalaman.



Haya tak terlihat risih atau pun marah.


Haya yang mulai terbiasa dengan keberadaan Hekai di samping nya meraih lembut kepala Hekai yang bersembunyi di balik leher jenjang nya.


" He! Bagun lah. Sedikit lagi aku akan mengompol jika kau tak melepas pelukan mu"


Haya terus mengoceh manja.


"Em! Hm! Sedikit lagi! Tahan lah dulu! " bukan nya bangun, Hekai malah makin mempererat pelukan nya. Hekai makin nyungsep di balik tengkuk Haya.


" He! Sudah di ujung! " Haya merengek manja sekali.


" Em! Hm! " Hekai menggeliat sambil menciumi tengkuk Haya.


Tiba - tiba!


" heg! " Haya seperti tersedak sesuatu di batang leher nya.


Bukan nya apa. Haya terkejut akan sesuatu yang sangat keras di bawah sana. Sesuatu yang keras dan jika terus menerus di gesekan bisa membuat lubang besar di celana dalam nya.


" He! " bentak Haya kesal - kesal takut.


" Oke! Oke! " Hekai yang tak ingin kena semprot pagi - pagi menyudahi aksi nya.


" his! " Haya kemudian berlari kilat menuju kamar mandi di pojok ruang kamar nya.


Hekai tarik napas dalam - dalam.


" bersabarlah... Oke! " Hekai berbicara pada naga kecil nya yang terlihat siap tempur.


" jika sudah waktu nya. JANGAN KASIH AMPUN!!! " Hekai tampak menyemangati diri sendiri seperti orang bodoh.


*


*


*


RUANG MAKAN!!!


" pagi kak Aya" sapa Jessy ramah tamah dan tidak sombong.


" pagi kak " sapa Hera cuek.


" pagi He! " sapa Ken pada Hekai.


" Em... Dady? " tanya Haya sembari mengatur posisi duduk nya.


Belum sempat Jessy Ken dan Hera menjawab.


" HALLO ANAK - ANAK" sapa Bulan yang muncul tiba - tiba bersama Stella, Kiano dan Kale.


" mommy... " seru Hera girang sembari berlari memeluk Mommy nya.


" hallo sayang. Kau merindukan Mommy? " tanya Bulan sambil mengusap lembut kepala Hera.


" Em! Jawab Hera polos.


"dia kah? " tanya Kiano pada Bulan sembari menatap Hera hangat.


Bulan tak menjawab. Bulan lalu tersenyum menatap hangat putri bungsu nya.


" sayang. Ini paman Kiano. Dan ini putra nya Kale. Sapa lah " Ucap Bulan memperkenalkan Kiano dan Kale.


" hai paman Kiano. Hai kak Kale. Aku Hera. Putri bungsu Mommy Bulan. Usia ku 12 tahun. Dan adalah...



SEORANG PERWARIS KERAJAAN BIG BOSS"


Kiano tersentak.


Kiano menatap tajam Bulan.


Bulan hanya tersenyum sambil mengedipkan mata nya.


Kiano mengerti. Kiano yang dalam perjalanan mendapat cerita singkat tentang kepribadian ganda Hera, memahami maksud sikap santai Bulan.


"ah, benarkah. Jadi kau seorang pewaris rupanya" Kiano pura - pura tak tahu.


"Em. Tentu saja " jawab Hera polos.


Kale pasang tampang bingung.


" benar - benar DID yang aneh. Berubah sekedip mata" batin Kale yang tau benar siapa dan sekuat apa sosok Hera.


" Em jadi begitu. Lalu bagaimana dengan kedua kakak mu. Bukan kah mereka juga seorang pewaris seperti mu?" Kiano bertanya lagi.


"cih! Paman. Kau ini bicara apa. Tanpa kerajaan BIG BOSS sekalipun.. Kedua kakak ku itu bahkan lebih dari mampu untuk menguasai dunia bawah tanah!"


Jawab Hera polos - polos lugu.


"wah! Sekuat itu kah kedua kakak mu itu" Kiano pura - pura kagum.


" BAHKAN LEBIH KUAT DARI YANG KAU BAYANGKAN"



Hera menatap tajam Ken dan Haya.


DEG!!!


" BOCAH INI!!"



batin Hekai membalas tatapan Hera tajam.


" SEJAK KAPAN DAN SEBERAPA BANYAK YANG KAU KETAHUI, HERA? "



Haya tak berkedip menatap adik cantik nya.


" LEBIH DARI YANG KALIAN TAU. KAKAK - KAKAK KU TERSAYANG "



Hera menyeringai.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING 🌷🌷🌷


__ADS_2