The Last Big Boss

The Last Big Boss
61


__ADS_3

KOTA Z


Mansion Haya Ken


“BOOOM...” terdengar suara ledakan yang memekik telinga pendengar nya.


Haya, Ken dan Jessy saling pandang.


Sementara Lea dan Zea yang sama terkejut nya saling tatap.


“honey..” seru Zea pada Hekai yang terus memandang Haya sembari memeluk tubuh lemah Mark.


Hekai tak menanggapi seruan Zea.


Menyadari akan hal itu Zea yang memang sudah kesal pada Haya makin mendidih darah nya.


Zea menatap Haya penuh benci. Senjata api masih di tangan nya.


Amarah dan rasa cemburu menguasai Zea.


Dia angkat nya moncong pendek pistol di tangan nya mengarah ke ke kepala Haya.



“wanita sialan...  Kau memang perusak” maki Zea tak melepas pandang pada Haya.


“mati saja kau...” seru Zea yang tak lagi terlihat sabar.


Namun,


“TAP”  tiba-tiba Hekai pasang badan.


“hentikan... cukup Zea” ucap Hekai datar dan tenang menatap tajam Zea.


Zea yang naik darah tampak tak menggubris peringatan Hekai.


Dengan penuh amarah dan rasa dendam Zea semakin tampak menggila bernafsu membantai Haya.

__ADS_1


Zea mendorong kuat tubuh kekar Hekai.


Namun, dengan tubuh penuh luka nya, Zea bahkan tak mampu menggeser sebuah bangku kosong apalagi tubuh kekar nan kokoh milik Hekai.


"ku bilang hentikan.." aura Hekai berubah MENGHITAM.



"maka cukup sampai di sini saja" Hekai menatap tajam Zea tanpa ampun.


Mendengar peringatan Hekai yang terdengar seperti sebuah perintah tak terbantahkan, membuat tubuh Zea yang penuh luka bergetar.


Zea merasakan tekanan kuat dari aura membunuh Hekai yang tak pernah di lihat atau bahkan sekadar mengetahui nya.


Sementara itu, tanpa Hekai dan Zea sadari. Sepasang mata tajam milik Ken terus menatap perubahan aura Hekai.


"jadi inikah yang mommy katakan waktu itu" batin Ken terus menatap Hekai.


"MONSTER rupanya" ucap Ken dalam hati yang merasakan aura iblis pembunuh dari amarah Hekai.


"DOR.. DOR.. DOR..." Haya Ken dan Jessy di berondong tembakan.


Ken dengan cepat menarik sebuah meja kayu menutupi tubuh tak berdaya Haya yang terpaku memeluk tubuh lemah Mark.


Tak kalah cekatan... Hekai pasang badan menembaki sang penembak gila yang menyerang Haya dan Ken.


Sangat cepat.. Sangat tepat.. Sangat lincah. Bahkan tanpa berkedip lusin nan mafioso penyerang bisa di pastikan tak lagi bernyawa di nilai dari semakin sepi nya serangan lawan.


Ken terus menatap heran pada Hekai sembari melindungi Haya yang terlihat tergoncang.


Menyadari tatapan Ken, Hekai melirik ekor mata pada Ken sembari terus baku tembak dengan penyerang yang belum di ketahui dari kubu mana.


Dan,


"syuuuung!!!"


__ADS_1


"BOOOM... "  sebuah bazoka kembali membombardir mansion dalam Haya Ken.


"ah...KEPARAT" maki Ken merasa keadaan semakin buruk.


"Jessy.... Panggil Jezz" teriak Ken yang merasa kekuatan Jessy takkan cukup membuat mereka lolos dari serangan malam itu.


"DOR.. DOR.. DOR..." hujan timah panas memojokkan Ken yang tampak timpang tanpa Haya.


Haya masih membeku memeluk Mark.


Ken panik.


"JESSY...." teriak lantang nan kuat Ken terdengar hampir gila.


Jessy yang mendengar ucapan Ken cepat tanggap.


Tanpa ragu.. Jessy menyayat pergelangan tangan nya dengan serpihan pecahan kaca.


"sruuud" darah segar mengalir dari kulit mulus nya. Jessy normal sangat mencintai tubuh mulus nya.


Rasa kesal dan takut serta rasa sakit adalah pembangkit mujarab seorang Jezz si Jessy mode petarung.


"JEZZ... bangkitlah" teriak Ken yang merasa kewalahan melawan mafioso penyerang yang seperti ngengat tak ada habis nya.


Dan... oh benar saja!.



Hallo Ken!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


LIKE


KOMENT


AND HAPPY BACA 🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2