
\=\=\=\=\=
Mansion Hekai di kota Z
“kau bilang apa?” Hekai tampak terkejut mendengar berita yang di sampaikan Aron.
“informan ku tak mungkin salah. . . Jadi apa yang harus kita
lakukan?”. Ucap Aron panik.
“sialan. . . Kenapa kita bisa kalah cepat gini” umpat Hekai
penuh sesal.
“kita pergi sekarang. . .!” ucap Hekai sembari menyambar
kunci mobil nya kasar.
Kalah cepat, seseorang sudah berdiri di tengah mansion Hekai, menghadang.
“ ck . . . Ck . . . Ck . . . Kemana???” tanya sesesorang dengan santai nya.
" SIAL " umpat Hekai dalam hati.
"ups. . ." gumam Aron yang kaget seesorang yang paling ingin di hindari Hekai sudah berada di depan mata mereka.
"tak usah terburu - buru gitu ah, aku sudah disini loh. Semangat sekali hendak menyambut ku ya. . ." ucap seseorang yang paling di benci Hekai, songong.
"cih. . . tak usah basa basi, katakan tujuan mu datang kemari. . .?" ucap Hekai pasang tampang kesal.
"uh. . . Tunangan ku yang tampan. Jangan ketus gitu donk. . ." ucap seseorang yang ternyata tunangan Hekai.
Sambil berjalan mendekati Hekai.
" jangan kasar padaku, kau tau aku tak selalu bisa sesabar ini kan" ucap nya setengah berbisik dengan nada manja, namun mematikan.
Seketika tubuh Hekai menegang. Aron yang tau benar manusia seperti apa tunangan Hekai itu, ikut menegang.
Aron menatap dalam, tunangan Hekai.
__ADS_1
Aron menenggak ludah kasar.
Hekai yang terpaku berusaha menyembunyikan ketegangan nya.
" baiklah. . . Aku sudah di sini. Setidak nya temani lah tunangan mu ini makan malam" ucap tunangan Hekai sembari melangkah mundur, menatap Hekai santai.
Hekai tak menjawab. Hekai menatap malas tunangan nya sembari melangkah keluar mansion. Tunangan Hekai mengikuti nya dari belakang.
Sementara itu, Aron yang enggan mengganggu Hekai dan tunangan nya tetap tinggal di mansion Hekai.
" tak tik tak tik " .
" ku tangani di sini. Berusaha lah terlihat tenang". Sebuah pesan singkat Aron kirimkan pada Hekai.
"read" Hekai tak membalas.
Hekai melaju kan mobil nya meninggalkan mansion bersama tunangan nya.
\=\=\=\=\=
Mansion Bulan
" ada apa baby, kau terlihat sedang memikirkan sesuatu" tanya Alex yang tau istri cantik nya sedang gelisah.
Bulan tak menjawab. Bulan tetap dalam posisi nya, menatap dalam kekosongan. Bulan tampak berpikir keras. Sambil melipat satu tangan nya di dada dan satu lagi mengusap bibir ranum nya.
Alex yang tak mendapat jawaban dari rasa ingin tau nya, kembali mengulang pertanyaan nya.
" baby, ada apa sebenarnya. Kau membuat ku takut baby". Ucap Alex semakin penasaran.
Sadar akan rasa ingin tau dari suaminya, Bulan menatap dingin Alex. Alex semakin tak mengerti sikap istri nya.
Alex mengernyitkan dahi nya seolah berkata " kau membuat ku bingung baby".
" DARKNESS " ucap Bulan tiba - tiba.
Dan ucapan Bulan seketika membuat Alex membuka mata nya lebar. Tampak raut wajah tegang yang tak bisa di gambar kan dengan kata - kata.
Tubuh Alex yang seketika menegang adalah bukti bahwa satu kalimat yang terucap oleh bibir Bulan bukanlah sesuatu yang bisa di sepele kan.
__ADS_1
" baby. . . Apa maksudmu?". Alex butuh penjelasan.
" selama ini Shadow tak pernah gagal menjalankan setiap misi nya. Namun, hanya untuk kasus DARKNESS, bahkan Shadow tak mampu melacak jejak nya. Jadi kupikir. . . Se-tangguh itukah seorang DARKNESS".
" hingga ucapan Haya pagi tadi, membuat ku berpikir . . .!" belom sempat Bulan melanjutkan ucapan nya, Alex menyela.
" Tak mungkin, apa pun yang kau pikirkan itu tak mungkin baby. Haya hanya seorang bocah berumur 18 tahun. Haya kita tak mungkin seorang DARKNESS" ucap Alex menyangkal pra duga Istri nya.
" lagi pula, sudah cukup lama aku tak mendengar pergerakan DARKNESS di dunia bawah tanah. Dan selama ini bukankah kita selalu bersama dengan anak - anak kita". Ucap Alex mencoba menggunakan logika nya.
" jadi, buang jauh - jauh pikiranmu itu baby, aku tak menyukai nya" imbuh Alex yang tampak mulai kesal.
Bulan yang menyadari rasa marah dari suaminya memilih diam tak berkomentar.
" baiklah, mungkin aku salah. Lupakan ucapan ku tadi" ucap Bulan sembari memeluk tubuh suaminya, berusaha menenangkan.
Sambil memeluk Alex yang sedang kesal, Bulan menatap tajam pada kosong nya ruang big bos yang minim cahaya.
" PERCUMA KAU MENYANGKAL NYA. AKU TAK MUNGKIN SALAH. HAYA ADALAH KETURUNAN KU" gumam Bulan dalam hati.
" baiklah, aku lapar. . . Buat kan lah sesuatu pada istri cantikmu ini" ucap Bulan datar sembari melepas pelukan nya.
Alex yang tak lagi kesal, mencium kilat kening istri nya.
" baiklah ratu ku. . . Apa pun demi dirimu" jawab Alex penuh drama.
Bulan dan Alex menuju dapur. Alex tampak bersiap memulai ritual memasak nya. Bulan setia menemani Alex sembari bersandar di sisi dinding dapur menatap suaminya penuh cinta.
Tak berapa lama Haya melintas di hadapan Bulan menuangkan segelas air untuk di minum nya.
Kehadiran Haya berhasil menarik perhatian Bulan yang sedang menemani suaminya memasak. Bulan menatap Haya tajam.
" SEBENARNYA SEBERAPA KUAT KAU " gumam Bulan dalam hati, tak melepas pandang dari putri cantik nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Happy reading all 🌷.