The Last Big Boss

The Last Big Boss
76


__ADS_3

KOTA C


\= \= \= \= \= MANSION BULAN!!! \= \= \= \= \=


RUANG MAKAN!!!


BREAKFAST!!!


Pagi itu meja makan Mansion Bulan tampak ramai.


Jhuna dan Jessy yang memilih tinggal di mansion Bulan untuk beberapa hari kedepan tampak menikmati menu breakfast nya.


Alex dan Bulan yang telah berbaik kan tampak larut dalam kebersamaan sarapan pagi itu.


" Mom... Kau berhutang penjelasan pada ku. Pada kami! " Ucap Ken santai sambil memasukkan sepotong sandwich ke mulut nya.


Bulan tak menjawab. Bulan tampak acuh dan terus melanjutkan sarapan nya.


Alex melirik ekor mata Bulan dan kemudian menatap Ken datar.


"Mom... Benarkah bocah itu putri mu? " Ken yang tak mendapat respon dari Bulan kembali bertanya dengan cuek nya.


Bulan tak menanggapi pertanyaan Ken. Bulan cuek bebek.


Alex masih bertahan di wajah datar nya.


Jhuna dan Jessy saling tatap. Jhuna dan Jessy tak berkomentar. Kedua nya memilih menjadi pendengar setia pagi itu.


"His! Mom!!! " seru Ken yang kesal pada Mommy nya.


Bulan bertahan di sikap acuh nya. Ken makin cemberut.


" His! Mommy!!!" nada Ken naik satu oktaf.


"KLANG!!! " Bulan membanting alat makan nya mengantam piring.


Jhuna, Jessy dan Alex seketika kaget dengan sikap Bulan.


Ken keringat dingin.


AURA Bulan mendadak MENGHITAM.

__ADS_1


Ken telan ludah kasar.


" MATI AKU!!! " batin Ken yang merasakan aura iblis Mommy yang mulai mendominasi.


Ken menatap Alex melas. Tersirat rasa menyesal akan pertanyaan bodoh yang terlontar dari mulut nya. Alex menatap datar putra nya.


Jhuna dan Jessy tak sanggup menelan makanan yang di kunyah nya.


" KAU BILANG APA??? " teriak Bulan naik pitam.


" KEPAR(sensor)AT!!! BRUAK!!! " maki Bulan sembari menggebrak meja makan.


" Kirimkan data lengkap nya"


"AKU SENDIRI YANG AKAN MENGHABISI NYA! " Ucap Bulan dingin menatap tajam wajah tampan Ken.


Ken pipis di celana (dikit).


" Mom.. Ken.. Ken.. Ken.. Min.. Minta.. Ma.. "


" BRUAK!!! " ucapan Ken terputus. Bulan lagi - lagi menggebrak meja.


" STELLA!!! " teriak Bulan yang ternyata sejak tadi sedang berkomunikasi dengan Stella si tangan kanan setia nya.


Bulan beranjak dari kursi nya. Bulan berjalan cepat menuju ruang kerja nya.


Alex yang mengerti arti sikap Bulan mengikuti istrinya masuk ke ruang kerja Bulan.


Ken, Jhuna dan Jessy menatap bayang punggung Alex dan Bulan yang telah menghilang dari pandangan mata mereka.


Ken melongo. Jessy dan Ken saling tatap. Jhuna lanjut makan.


"HUHFT!! " Ken buang napas lega. Jessy menatap datar Ken.


" Kak.. Kau baik - baik saja? " tanya Jessy perhatian.


" Tidak! Aku tak dalam kondisi baik. Kurasa aku pipis di celana barusan " jawab Ken jujur sambil mengusap dada nya.


" Jantung ku hampir copot" imbuh Ken sembari menenangkan jantung nya yang hampir melompat keluar.


" mommy benar - benar mengerikan ya kak!!! " Ucap Jessy menatap polos Ken.

__ADS_1


" minum dulu Kak" Jessy menyodorkan segelas air bening.


"GLEG! GLEG! GLEG! "


" terimakasih!!! " Ucap Ken yang telah menghabiskan segelas air bening pemberian Jessy.


" haaaah!! Eeegghh! " Ken bersendawa.


"kurasa aku akan mati muda jika emosi Mommy terus seperti ini. Atau sedikit lebih lama seperti ini. Aku yakin, Mommy benar - benar jelmaan dewi iblis di kehidupan sebelum nya" Ucap Ken menatap tajam Jessy.


"Em.. " jawab Jessy polos - polos lugu tanda setuju ucapan Ken.


" benar - benar mengerikan!!!" Ken terbayang aura iblis Mommy nya.


" eh tapi kak.. Mommy seperti nya sangat marah pada tante Stella. Tante Stella memangnya dimana. Setelah kupikir - pikir aku tak melihat nya sejak kemarin malam? " Ucap Jessy santai sambil meminum susu coklat kesukaan nya.


" Oh.. Kau benar. Tante Stella menghilang!! " Ucap Ken yang menyadari ketiadaan sosok si tangan kanan Mommy nya.


" Heyeeuh!!! Kalian ini. Dengan emosi adikku yang seperti tadi. Lalu kalian pikir Stella bisa kemana lagi?? " Ucap Jhuna yang sejak tadi terdiam mendengar kan kicauan dua bocah yang terdengar mirip sebuah curahan hati.


Ken dan Jessy saling tatap.


" Maksud papa??? " Ucap Jessy mulai paham.


" JANGAN - JANGAN!!! " Ucap Ken menduga - duga.


" Hm.. Adikku sudah menabuh genderang perang nya"


" MAKA SEBAIKNYA!!! "



" SIAPKAN DIRI KALIAN!!! "


Ucap Jhuna dengan aura yang tak kalah mematikan dari Bulan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY BACA READER!!!


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT YA!!

__ADS_1


__ADS_2