The Last Big Boss

The Last Big Boss
59


__ADS_3

Mansion Haya Ken


Ken terus menatap Haya dan Lea. Sambil mengusap bibir seksy nya... Ken terus merasa ada yang tak benar dari ingatan nya.


" tidak... Seharusnya ingatan ku sudah benar. Tapi kenapa aku merasa ada satu bagian yang ter lupakan" gumam Ken yang di dengar Mark dan Jessy.


" aku juga merasa ada yang berbeda dari Lea" Ucap Mark yang seolah tak mengenal Lea yang saat ini berhadapan dengan Haya.


Jessy yang polos menatap kedua orang tampan yang terlihat pusing itu, aneh!!.


\=\=\=\=\=


"melawan ku terang - terangan... Kau sungguh berani!! " Ucap Haya datar.


" ayo lah Queen.. Kau tak kan tau berapa merindu nya aku padamu.. " Ucap Lea menyeringai...


" Tak.. Tak... Tak... " langkah cepat Lea menghampiri Haya.


" BUAK... BUAK.. BAK.. Buk... "


Seolah tak ada puas dan habis nya. Lea dengan cepat menghujani Haya puluhan tinju dari berbagai arah.


Tak kalah bernafsu Haya dengan lihai menghindari dan mentangkis tiap serangan Lea.


" Sreeeeeet.... "



Lea tiba - tiba menarik pedang nya.


" seeerrrr.... " darah segar mengalir dari lengan Haya.


" Haya... ! " teriak Ken yang terkejut


" baby.. " teriak Mark cemas...


" cih.. Kak Aya...!!. " gumam Jessy datar.


Mendengar ucapan Jessy yang terdengar datar dan tak terkejut apalagi Cemas... Membuat Mark dan Ken menatap Jessy.. Bingung.


" yak.. Jessy.. Nada mu itu... Tidakkah kau salah nada?? ". Ucap Ken menyadarkan Jessy.


Jessy tak menjawab. Jessy terus menatap Haya yang sedang bertarung dengan Lea.


" cih... " Ucap Jessy kemudian, sembari tersenyum sinis.


" mau cemas apa.. Mau terkejut apa... " Ucap Jessy tiba - tiba menatap tajam Ken dan Mark.


Kemudian menoleh menatap Haya.


Merasa tak mengerti ucapan Jessy.. Ken dan Mark memutar kepalanya yang tadi nya menatap Jessy berubah arah menatap Haya.


Oh... Benar saja Jessy begitu tenang.. Dan meremehkan rasa kaget dan cemas Mark dan Ken.


Pemandangan yang luput dari pandangan Mark dan Ken.



Ternyata... Lea yang berhasil menggores lengan Haya juga terluka di bagian sisi perut nya. Dan tentu saja.. Luka yang Haya berikan jauh lebih berat bobot sakit dan tingkat parah nya.


Perut Lea robek. Darah mengalir lebih deras dari tubuh Lea.


Sambil menekan luka robek di perutnya. Lea terus menatap tajam Haya yang tampak stabil dengan luka robek di lengan nya.


"hee hee hee... Kau masih sama Queen"

__ADS_1


"kau kuat seperti dulu" Lea memuji sembari terkekeh.


Haya tak menjawab. Dengan cepat...


"Tak.. Tak.. Tak.. Tak.. " suara langkah kaki Haya setengah berlari mengayunkan pedangnya ke arah Lea.


"PRANK...."



Percikan api kecil tak terelakkan.


Lea berhasil menangkis serangan Haya.


Masih di nafsu menyerang yang sama. Haya dengan kuat mendorong pedang nya yang beradu dengan pedang Lea.


Lea mundur beberapa langkah...


Haya terus mendorong tubuh Lea yang tampak tak sekuat di awal.


Darah mengucur makin deras dari perut Lea...


Sembari menahan sakit dan menahan serangan Haya...


Tiba - tiba...


"DOR...."



Sebuah timah panas menembus pinggul Haya. Pinggul Haya bocor.


Giliran Haya bersimbah darah...


Merasa sakit di pinggul nya... Haya yang beradu pedang dengan Lea melepas satu tangan nya yang menggenggam pedang dan satu lagi meremas pinggul nya yang bocor.


Lea yang melihat Haya membagi kekuatannya antara menyerang dan menahan sakit tak ingin melewatkan kesempatan emas nya...


Dengan cepat. Lea mendorong pedang Haya yang masih membentuk huruf X.


"SREEET... "


Punggung Haya robek... Lea benar - benar mendapatkan Haya kali ini.


Haya gonta.. Nyaris roboh...


" HAYA.... " teriak Ken sekuat tenaga.


Ken yang melihat saudara kembarnya bersimbah darah dengan cepat menghampiri Haya diikuti Mark dan Jessy.


" baby... " Ucap Mark lembut sembari memeluk tubuh gontai kekasihnya.


Dengan aura membunuh yang menghitam.


"KAU... BERANI SEKALI KAU... *******"


Teriak Ken yang menggila sembari melayangkan tendangan nya ke arah Lea.


Dan..


"BUAK.... "



Seseorang muncul dari balik tubuh Lea menghadang tendangan Ken.

__ADS_1



Betapa terkejutnya Ken dan yang lain... !!!.


" KAU... KAU... bukankah kau HEKAI"


Seru Ken yang tau siapa bajing*N yang menghalau tendangan nya.


"honey.... " seru Lea pada Hekai yang terus menatap tajam Haya.


" honey... " gumam Mark yang merasa aneh dengan Lea.


" cih.. Sudah ada lelaki mu lantas buat apa kau selalu mengikat ku.. Kau benar - benar JALA*G Lea" maki Mark merasa jijik.


Lea yang mendengar makian Mark menatap Mark tajam.


"jaga ucapan mu bajing*n" jawab Lea menatap Mark penuh benci.


"aku memang bajing*n... Lalu buat apa kau terus mengganggu ku.. Dan pria ini.... Hah.. Tidak kah kau serakah sekali Lea" Ucap Mark merendahkan Lea.


Mendengar kedua orang yang salah paham itu beradu mulut, Haya berdecih..


"Dia bukan Lea... "


Ucap Haya tiba - tiba.


Mark Ken dan Jessy menatap Haya tak mengerti.


Hekai terus menatap tajam wajah Haya dengan tatapan yang hanya Hekai yang tau arti pandangan nya itu.


" sudah ku bilang.. Dia itu Devil... " Ucap Haya datar sembari menahan sakit.


Tak berapa lama...


" Tak.. Tak.. Tak... Tak.. "



Seorang wanita muncul memegang sebuah pistol sembari tersenyum aneh.


Betapa terkejut nya Mark Ken dan Jessy.


" Lea... " gumam Mark yang tau siapa wanita menyeringai yang baru datang itu.


" lalu.... Dia... " gumam Ken menatap Lea si devil.


" sudah kubilang... Dia bukan Lea kekasih mu.. Mark"


"dia devil.. ZEA PUTRI RAMON"


"SAUDARA KEMBAR LEA PUTRI RAMON DAN SEKALIGUS TUNANGAN LELAKI DI HADAPAN NYA ITU"


Jelas Haya yang berhasil membuat ketiga pasang mata tak tahu apa - apa itu MELEBAR SEMPURNA.


"ah... kau layak QUEEN... HAYA PUTRA KING "


" AKU MENGAKUI MU "



Sanjung ZEA menyeringai...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jadi seperti itulah

__ADS_1


Happy baca 🌷🌷🌷


__ADS_2