The Last Big Boss

The Last Big Boss
39


__ADS_3

Mansion Bulan


Sebulan sudah berlalu sejak insiden


berdarah di mansion King kala itu. Haya  juga sudah pulih secara fisik. Namun secara mental, kondisi Haya sungguh


meprihatinkan. Haya yang sebelum kejadian adalah pribadi yang irit bicara namun


tetap hangat di beberapa sisi. Tapi Haya yang sekarang benar – benar menjadi


Haya yang mirip sebongkah batu Es di kutub utara.


Haya hampir tak pernah bicara.


Jika dulu sikap dinginnya hanya


untuk orang luar saja, kini bahkan pada keluarga nya, Haya seakan menjadi orang


asing. Orang asing yang hidup namun tak bernyawa. Haya yang dahulu sangat


menyukai buku kini semakin mendewa kan lembaran kertas yang tersusun rapi itu. Entah


buku apa yang Haya yang baca,yang jelas kamar Haya kini di sulap menjadi


perpustakaan pribadi.


Haya nyaris tak pernah keluar kamar


nya.


“ sayang, jalan – jalan yuk” ajak


Ken pada Haya yang sedang menikmati ritual nya.


Haya tak merespon ucapan Ken. Ken yang


masuk membawa makanan untuk Haya mencoba memulihkan kondisi kejiwaan Haya yang


tak mirip manusia.


“ ay. . . ” Ken merengek sambil


nglendot di lengan Haya.


Haya hanya melirik ekor mata. Ken seperti


bocah yang meminta sesuatu pada orang tua nya. Haya acuh. Ken kesal.


“ his, kalau kau tak mau menemaniku


yasudah aku jalan sendiri sama Jessy. Kalo aku di culik dan wajah ku dipukuli


mafia jahat kau tak usah menyesal”. Beo Ken merajuk sambil melipat kedua tangan


nya.


“ anak monster kok takut keroco


setan !”. tiba – tiba Haya merespon ucapan Ken.


Ken yang tak menyangka Haya akan


membalas celotehnya memandang Haya dengan mata lebar berbinar – binar.


“ ay. . . kakak rindu. . . .  ’’ Ken berteriak sambil memeluk erat tubuh


adik nya yang sedang duduk melipat kaki.


Haya beranjak dari kursi nya.


“ tak perlu bersiap, atau aku


berubah pikiran” ucap Haya sambil berjalan keluar kamar datar.


Ken yang bersemangat mengikuti Haya


dari belakang.


\=\=\=\=\=


HAYA POV


“ Tuhan, seingat ku, aku belom


pernah meminta apapun pada mu. Ini pertama kali nya bagiku mengharapkan sesuatu


yang di sebut “keajaiban” itu terjadi. Ku mohon Tuhan kembalikan Haya ku


seperti dulu. Aku sangat merindukan nya. Melihat nya seperti ini aku tak sanggup


Tuhan. Jika boleh, ku tukar saja kebahagiaan ku utuk kesadaran nya. aku tak


ingin apapun Tuhan aku hanya ingin Haya ku kembali mengenaliku. . .


Hiks . . Hiks. . .Hiks.. . ” Ken berdoa sambil menangis di samping ranjang Haya yang


sedang tertidur pulas menurut Ken.


Namun kenyataan nya Haya mendengar


jelas setiap ucapan Ken yang terdengar tulus sekaligus menyedihkan.


“ kakak. . . . “ batin Haya tanpa


sadar air mata nya ikut mengalir.


\=\=\=\=\=


Pusat perbelanjaan


Ken dan Haya berkeliling di sebuah


pusat perbelanjaan di kota C. Ken tampak bahagia Haya mau berinteraksi kembali


dengan dunia luar. Ken yang bersemangat terus menggandeng tangan Haya layak nya


sepasang kekasih.


“ ay, mau es krim. . . “ pinta Ken


manja seperti bocah.


“ Eeeyeeuh. . . malu sama otot kau


Ken” gumam Haya melirik Ken sembari menyipitkan mata nya.


Ken cuek.


“ tunggulah sana” ucap Haya yang


kemudian di patuhi Ken yang berjalan menuju kursi tunggu.


Haya memesan eskrim kesukaan Ken. Saat


berdiri di depan kasir,

__ADS_1


“ Aow” rintihan seseorang yang menabrak


Haya. Sengaja.


Haya tak menoleh, bahkan tak melirik.


Haya cuek bebek sembari menyodorkan selembar duit kertas membayar eskrim yang


di beli nya.


Merasa di acuhkan, seseorang yang


menabrak Haya pun dengan kasar meraih pundak Haya dan menariknya.


“ eh, sadar diri gak. Kau membuat


pundak ku sakit. Bukan nya minta maaf kek, malah kek batu gitu” beo si gadis


ngomel – ngomel.


Haya tak menjawab. Haya hanya


menatap gadis itu datar.


“ lah, malah bengong lagi. **** kau


ya. Gak pernah liat cewek secantik aku, hah?” bentak nya lantang.


“model kayak topeng monyet gitu dari


mana cantiknya. . . Gak punya kaca mbak” Ken tiba – tiba muncul menghina gadis


sok cantik itu.


Walhasil, para pelayan dan beberapa


pelanggan yang menyaksikan  kejadian itu


menertawakan gadis sok cantik itu.


“ ngaca lah ngaca, darimana bagian


tubuh mu yang berhias kayak monyet itu yang kau rasa lebih baik 1 poin saja


dari nya” ucap Ken membandingkan gadis sok cantik itu dengan Haya.


Haya hanya diam, memandang gadis sok


cantik itu datar.


Tawa remeh lagi – lagi terdengar


renyah dari para pelanggan dan pelayan. Ken terkekeh sembari memandang rendah


gadis sok cantik yang mirip monyet di bedakin itu. Merasa kesal di hina Ken,


gadis sok cantik itu kemudian hendak menampar wajah Ken.


“ PAAK. . . “Suara tamparan yang


cukup keras.


Terdengar dari suara nya saja orang


pasti tau bobot rasa sakit nya. Telapak tangan Haya lebih dulu mendarat di pipi


gadis sok cantik itu.


Gadis sok cantik itu terkejut


tatapan membunuh. Haya membalas tatapan gadis itu datar.


Gadis sok cantik itu dikuasi amarah.


“BANGS*T” umpat gadis sok cantik itu


sembari kembali hendak menampar Haya. Kali ini Ken dengan cepat menahan tangan


gadis sok cantik itu. Mata Ken dan gadis sok cantik yang di kuasai amarah itu


beradu.


“kuperingatkan. BERHENTI ATAU MATI”ucap


Ken penuh penekanan setengah berbisik menatap tajam gadis sok cantik itu.


Ken menghempaskan tangan gadis sok


cantik itu. Gadis sok cantik itu berlalu menahan malu.


“kau tak apa “ tanya Ken sembari mengsbsen


wajah dan tubuh Haya.


Haya tak menjawab. Ken sibuk


membolak balikkan tubuh Haya. Haya diam saja, ogah – ogahan. Sedetik kemudian,


mata Haya melebar sempurna.


Haya menatap tajam sisi lain tempat


nya berdiri. Haya yang tak memperdulikan Ken dengan cepat berlari kearah objek


yang berhasil mencuri perhatian  matanya.


Ken yang bingung dengan sikap Haya


yang berubah aneh, segera mengejar Haya.


“ Mark. . .” seru Haya dalam hati


sambil berlari cepat mengejar sosok yang terlihat mirip Mark.


Haya semakin mendekati sosok yang


berjalan gagah di depannya.


“POOOK” Haya tanpa ragu menepuk


pundak pria gagah berjas hitam yang di rasa mirip Mark itu.


Pria gagah berparas tampan itu


menoleh. Dan benar saja. . .


“ Mark. . . “ seru Haya lirih menahan airmata nya.


Ken yang mengikuti Haya, terkejut


dengan sosok Mark yang di hadapan nya kini.


Pria tampan yang mirip Mark itu


menatap Haya seolah tak kenal. Haya menyadari tatapan asing Mark. Ekspresi Haya

__ADS_1


yang tadinya sumringah berubah kembali datar.


Haya dan Mark tak saling bicara. Hanya


mata mereka yang saling beradu tajam. Tak berapa lama seorang wanita bertubuh


tinggi berparas cantik dan seksi mendekati Mark sembari merangkul lengan Mark.



Mata Haya beralih fokus pada tangan


gadis cantik yang kini melingkar di lengan kokoh Mark.


Gadis cantik yang menyadari tatapan


marah dan cemburu Haya semakin memainkan perannya menjadi – jadi.


“baby, siapa gadis kumuh ini” ucap


Lea sok imut.


“BABY, si kampret ini manggil Mark


ku baby. Kurang ajar” batin Haya yang kini di bakar api cemburu.


“ aku tak mengenalnya” jawab Mark


datar.


“J E D A R” bagai di samber geledek


hati Haya mendengar pernyataan Mark yang tak mengenal nya.


Mata haya merah padam. Rasa cemburu


menguasai amarah nya. Tangan Haya mengepal seoalah menahan kobaran api setan yang hendak melahap mangsanya. Tubuh Haya memanas nyaris berasap. Haya hampir meledak.


Ken yang merasakan jiwa iblis Haya


sedang berontak hendak bangkit memandang Haya was – was.


“sunguh, iya juga sich gadis kumuh


gitu mana mungkin kau mengenal nya” ucap Lea memandang rendah Haya.


“ baby , kita pergi yuk”  ajak Lea tak melepas lengan kokoh Mark.


“ SETAN ALAS. . . BABY lagi “ batin


Haya yang akan meledak di hitungan detik.


Mark dan Lea hendak meningalkan Haya


yang terlihat mirip bom waktu. Namun langkah Lea dan Mark terhenti.


“ SREEET” Haya menarik lengan Mark


dari genggaman Lea. Lea terkejut dengan sikap lancang Haya.


Tubuh Mark yang tak siap akan


tindakan mendadak Haya hampir jatoh. Kini Haya berhadapan satu lawan satu


dengan Mark.


Haya menatap Mark bag seorang istri


yang menangkap suaminya sedang berselingkuh. Mark mirip suami yang tertangkap


basah sedang tertindas.


Melihat ekspresi Mark dan Haya yang mirip


sepasang suami istri bermasalah, Ken cekikikan menahan tawa.


Haya menatap Mark sambil melipat


kedua tangannya di dada.


“ jadi begini kelakuanmu di luar


tanpa ku. Aku kau kurung di rumah malah kau asik jalan dengan perempuan make


rok mini. Kelewatan kau ya” Haya ngomel – ngomel tak tau malu.


Mata Mark membulat sempurna. Mark pasang


tampang blo’on tak mengerti situasi. Ken pun ikut melongo melihat sikap Haya


yang berubah menjadi emak – emak yang sedang cemburu.


“ hiiiiiih” Ken bergidik ngeri.


“daddy pernah bilang, makluk paling


mengerikan di muka bumi ini adalah seorang wanita yang cemburu. Ternyata daddy


tak berbohong. Pantas saja daddy takut pada mommy” gumam Ken yang terdengar


Mark.


Mark menatap Ken dengan wajah


permohonan minta tolong.


“semoga kau selamat Mark” bibir Ken


komat kamit  tak bersuara namun Mark


mengerti ucapan Ken.


Mark menatap Ken pasrah.


Para pengunjung pusat perbelanjaan yang


lalu lalang dan melihat pertengkaran mereka mengira ini masalah rumah tangga


dan pelakor.


Kebanyakan dari mereka menggunjingkan Lea yang berpenampilan  mirip PELAKOR. Lea yang menyadari diri nya menjadi pusat gunjingan negative kemudian pergi begitu saja dengan rasa malu yang tak tertahankan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Suka novel ini???


VOTE


BINTANG 5


LIKE


KOMENT


AND 💗

__ADS_1


Happy reading all 🌷


__ADS_2