
Mansion Bulan
Sebulan sudah berlalu sejak insiden
berdarah di mansion King kala itu. Haya juga sudah pulih secara fisik. Namun secara mental, kondisi Haya sungguh
meprihatinkan. Haya yang sebelum kejadian adalah pribadi yang irit bicara namun
tetap hangat di beberapa sisi. Tapi Haya yang sekarang benar – benar menjadi
Haya yang mirip sebongkah batu Es di kutub utara.
Haya hampir tak pernah bicara.
Jika dulu sikap dinginnya hanya
untuk orang luar saja, kini bahkan pada keluarga nya, Haya seakan menjadi orang
asing. Orang asing yang hidup namun tak bernyawa. Haya yang dahulu sangat
menyukai buku kini semakin mendewa kan lembaran kertas yang tersusun rapi itu. Entah
buku apa yang Haya yang baca,yang jelas kamar Haya kini di sulap menjadi
perpustakaan pribadi.
Haya nyaris tak pernah keluar kamar
nya.
“ sayang, jalan – jalan yuk” ajak
Ken pada Haya yang sedang menikmati ritual nya.
Haya tak merespon ucapan Ken. Ken yang
masuk membawa makanan untuk Haya mencoba memulihkan kondisi kejiwaan Haya yang
tak mirip manusia.
“ ay. . . ” Ken merengek sambil
nglendot di lengan Haya.
Haya hanya melirik ekor mata. Ken seperti
bocah yang meminta sesuatu pada orang tua nya. Haya acuh. Ken kesal.
“ his, kalau kau tak mau menemaniku
yasudah aku jalan sendiri sama Jessy. Kalo aku di culik dan wajah ku dipukuli
mafia jahat kau tak usah menyesal”. Beo Ken merajuk sambil melipat kedua tangan
nya.
“ anak monster kok takut keroco
setan !”. tiba – tiba Haya merespon ucapan Ken.
Ken yang tak menyangka Haya akan
membalas celotehnya memandang Haya dengan mata lebar berbinar – binar.
“ ay. . . kakak rindu. . . . ’’ Ken berteriak sambil memeluk erat tubuh
adik nya yang sedang duduk melipat kaki.
Haya beranjak dari kursi nya.
“ tak perlu bersiap, atau aku
berubah pikiran” ucap Haya sambil berjalan keluar kamar datar.
Ken yang bersemangat mengikuti Haya
dari belakang.
\=\=\=\=\=
HAYA POV
“ Tuhan, seingat ku, aku belom
pernah meminta apapun pada mu. Ini pertama kali nya bagiku mengharapkan sesuatu
yang di sebut “keajaiban” itu terjadi. Ku mohon Tuhan kembalikan Haya ku
seperti dulu. Aku sangat merindukan nya. Melihat nya seperti ini aku tak sanggup
Tuhan. Jika boleh, ku tukar saja kebahagiaan ku utuk kesadaran nya. aku tak
ingin apapun Tuhan aku hanya ingin Haya ku kembali mengenaliku. . .
Hiks . . Hiks. . .Hiks.. . ” Ken berdoa sambil menangis di samping ranjang Haya yang
sedang tertidur pulas menurut Ken.
Namun kenyataan nya Haya mendengar
jelas setiap ucapan Ken yang terdengar tulus sekaligus menyedihkan.
“ kakak. . . . “ batin Haya tanpa
sadar air mata nya ikut mengalir.
\=\=\=\=\=
Pusat perbelanjaan
Ken dan Haya berkeliling di sebuah
pusat perbelanjaan di kota C. Ken tampak bahagia Haya mau berinteraksi kembali
dengan dunia luar. Ken yang bersemangat terus menggandeng tangan Haya layak nya
sepasang kekasih.
“ ay, mau es krim. . . “ pinta Ken
manja seperti bocah.
“ Eeeyeeuh. . . malu sama otot kau
Ken” gumam Haya melirik Ken sembari menyipitkan mata nya.
Ken cuek.
“ tunggulah sana” ucap Haya yang
kemudian di patuhi Ken yang berjalan menuju kursi tunggu.
Haya memesan eskrim kesukaan Ken. Saat
berdiri di depan kasir,
__ADS_1
“ Aow” rintihan seseorang yang menabrak
Haya. Sengaja.
Haya tak menoleh, bahkan tak melirik.
Haya cuek bebek sembari menyodorkan selembar duit kertas membayar eskrim yang
di beli nya.
Merasa di acuhkan, seseorang yang
menabrak Haya pun dengan kasar meraih pundak Haya dan menariknya.
“ eh, sadar diri gak. Kau membuat
pundak ku sakit. Bukan nya minta maaf kek, malah kek batu gitu” beo si gadis
ngomel – ngomel.
Haya tak menjawab. Haya hanya
menatap gadis itu datar.
“ lah, malah bengong lagi. **** kau
ya. Gak pernah liat cewek secantik aku, hah?” bentak nya lantang.
“model kayak topeng monyet gitu dari
mana cantiknya. . . Gak punya kaca mbak” Ken tiba – tiba muncul menghina gadis
sok cantik itu.
Walhasil, para pelayan dan beberapa
pelanggan yang menyaksikan kejadian itu
menertawakan gadis sok cantik itu.
“ ngaca lah ngaca, darimana bagian
tubuh mu yang berhias kayak monyet itu yang kau rasa lebih baik 1 poin saja
dari nya” ucap Ken membandingkan gadis sok cantik itu dengan Haya.
Haya hanya diam, memandang gadis sok
cantik itu datar.
Tawa remeh lagi – lagi terdengar
renyah dari para pelanggan dan pelayan. Ken terkekeh sembari memandang rendah
gadis sok cantik yang mirip monyet di bedakin itu. Merasa kesal di hina Ken,
gadis sok cantik itu kemudian hendak menampar wajah Ken.
“ PAAK. . . “Suara tamparan yang
cukup keras.
Terdengar dari suara nya saja orang
pasti tau bobot rasa sakit nya. Telapak tangan Haya lebih dulu mendarat di pipi
gadis sok cantik itu.
Gadis sok cantik itu terkejut
tatapan membunuh. Haya membalas tatapan gadis itu datar.
Gadis sok cantik itu dikuasi amarah.
“BANGS*T” umpat gadis sok cantik itu
sembari kembali hendak menampar Haya. Kali ini Ken dengan cepat menahan tangan
gadis sok cantik itu. Mata Ken dan gadis sok cantik yang di kuasai amarah itu
beradu.
“kuperingatkan. BERHENTI ATAU MATI”ucap
Ken penuh penekanan setengah berbisik menatap tajam gadis sok cantik itu.
Ken menghempaskan tangan gadis sok
cantik itu. Gadis sok cantik itu berlalu menahan malu.
“kau tak apa “ tanya Ken sembari mengsbsen
wajah dan tubuh Haya.
Haya tak menjawab. Ken sibuk
membolak balikkan tubuh Haya. Haya diam saja, ogah – ogahan. Sedetik kemudian,
mata Haya melebar sempurna.
Haya menatap tajam sisi lain tempat
nya berdiri. Haya yang tak memperdulikan Ken dengan cepat berlari kearah objek
yang berhasil mencuri perhatian matanya.
Ken yang bingung dengan sikap Haya
yang berubah aneh, segera mengejar Haya.
“ Mark. . .” seru Haya dalam hati
sambil berlari cepat mengejar sosok yang terlihat mirip Mark.
Haya semakin mendekati sosok yang
berjalan gagah di depannya.
“POOOK” Haya tanpa ragu menepuk
pundak pria gagah berjas hitam yang di rasa mirip Mark itu.
Pria gagah berparas tampan itu
menoleh. Dan benar saja. . .
“ Mark. . . “ seru Haya lirih menahan airmata nya.
Ken yang mengikuti Haya, terkejut
dengan sosok Mark yang di hadapan nya kini.
Pria tampan yang mirip Mark itu
menatap Haya seolah tak kenal. Haya menyadari tatapan asing Mark. Ekspresi Haya
__ADS_1
yang tadinya sumringah berubah kembali datar.
Haya dan Mark tak saling bicara. Hanya
mata mereka yang saling beradu tajam. Tak berapa lama seorang wanita bertubuh
tinggi berparas cantik dan seksi mendekati Mark sembari merangkul lengan Mark.
Mata Haya beralih fokus pada tangan
gadis cantik yang kini melingkar di lengan kokoh Mark.
Gadis cantik yang menyadari tatapan
marah dan cemburu Haya semakin memainkan perannya menjadi – jadi.
“baby, siapa gadis kumuh ini” ucap
Lea sok imut.
“BABY, si kampret ini manggil Mark
ku baby. Kurang ajar” batin Haya yang kini di bakar api cemburu.
“ aku tak mengenalnya” jawab Mark
datar.
“J E D A R” bagai di samber geledek
hati Haya mendengar pernyataan Mark yang tak mengenal nya.
Mata haya merah padam. Rasa cemburu
menguasai amarah nya. Tangan Haya mengepal seoalah menahan kobaran api setan yang hendak melahap mangsanya. Tubuh Haya memanas nyaris berasap. Haya hampir meledak.
Ken yang merasakan jiwa iblis Haya
sedang berontak hendak bangkit memandang Haya was – was.
“sunguh, iya juga sich gadis kumuh
gitu mana mungkin kau mengenal nya” ucap Lea memandang rendah Haya.
“ baby , kita pergi yuk” ajak Lea tak melepas lengan kokoh Mark.
“ SETAN ALAS. . . BABY lagi “ batin
Haya yang akan meledak di hitungan detik.
Mark dan Lea hendak meningalkan Haya
yang terlihat mirip bom waktu. Namun langkah Lea dan Mark terhenti.
“ SREEET” Haya menarik lengan Mark
dari genggaman Lea. Lea terkejut dengan sikap lancang Haya.
Tubuh Mark yang tak siap akan
tindakan mendadak Haya hampir jatoh. Kini Haya berhadapan satu lawan satu
dengan Mark.
Haya menatap Mark bag seorang istri
yang menangkap suaminya sedang berselingkuh. Mark mirip suami yang tertangkap
basah sedang tertindas.
Melihat ekspresi Mark dan Haya yang mirip
sepasang suami istri bermasalah, Ken cekikikan menahan tawa.
Haya menatap Mark sambil melipat
kedua tangannya di dada.
“ jadi begini kelakuanmu di luar
tanpa ku. Aku kau kurung di rumah malah kau asik jalan dengan perempuan make
rok mini. Kelewatan kau ya” Haya ngomel – ngomel tak tau malu.
Mata Mark membulat sempurna. Mark pasang
tampang blo’on tak mengerti situasi. Ken pun ikut melongo melihat sikap Haya
yang berubah menjadi emak – emak yang sedang cemburu.
“ hiiiiiih” Ken bergidik ngeri.
“daddy pernah bilang, makluk paling
mengerikan di muka bumi ini adalah seorang wanita yang cemburu. Ternyata daddy
tak berbohong. Pantas saja daddy takut pada mommy” gumam Ken yang terdengar
Mark.
Mark menatap Ken dengan wajah
permohonan minta tolong.
“semoga kau selamat Mark” bibir Ken
komat kamit tak bersuara namun Mark
mengerti ucapan Ken.
Mark menatap Ken pasrah.
Para pengunjung pusat perbelanjaan yang
lalu lalang dan melihat pertengkaran mereka mengira ini masalah rumah tangga
dan pelakor.
Kebanyakan dari mereka menggunjingkan Lea yang berpenampilan mirip PELAKOR. Lea yang menyadari diri nya menjadi pusat gunjingan negative kemudian pergi begitu saja dengan rasa malu yang tak tertahankan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suka novel ini???
VOTE
BINTANG 5
LIKE
KOMENT
AND 💗
__ADS_1
Happy reading all 🌷