The Last Big Boss

The Last Big Boss
24


__ADS_3

". . .".


" ayo lah, kali ini biar ku selesaikan dengan cara ku". Ucap Mark menelepon.


". . . ".


" Baiklah ".


Mark menutup sambungan telepon nya.


Di sisi lain,


" ukh ". Rintihan Haya baru bangun.


Haya membuka matanya perlahan. Kepala nya terasa sangat berat.


Haya memutar bola mata nya mencoba mengenali dinding ruang. Namun, segala nya tampak asing.


" dimana ini". Batin nya.


"ssssstttppp.... ". Haya mengecap bibir nya. Kepala nya terasa nyeri saat di paksa berpikir keras.


Haya menurunkan kaki nya dari atas ranjang berukuran big size itu.


" mau ke mana ". Seseorang dalam gelap nya ruang bertanya.


Mark duduk di sofa berhadapan dengan Haya.


Haya mengernyitkan alis nya. Melihat sosok Mark yang dalam kegelapan.


" Mark. . .". Seru Haya antara yakin dan tidak.


Mark menyalakan lampu kamar nya. Terlihat jelas wajah tampan Mark tersenyum polos.


" senyum-senyum ". Kau pikir ada yang lucu.


" haiiiisss. . . Salah lagi".. Mark mengeluh.


" aku lapar ". Ucap Haya polos memasang tampang melas nya.


Mark tersenyum. Mark beranjak dari sofa nya mendekati Haya yang masih di atas ranjang berkurang big size.


" seeeet. . . ".


Tanpa basa basi Mark langsung meraih tubuh tubuh Haya ala Bridal style.


Haya cukup terkejut. Se detik mata Haya melotot memandang wajah tampan Mark yang tanpa dosa, lancang menyentuhnya.


Jarak wajah yang cukup dekat, Haya terus menatap wajah tampan Mark yang sempurna.


Sebuah maha karya tanpa cela batin Haya.


" tampan ".. Gumam Haya tanpa sadar.


Sesaat Haya benar - benar terpukau akan silaunya pesona Mark.


Haya yang ter sadar menggeleng kan kepala nya.


" ah, sial. Otak ku error kayak nya". Batin Haya mengumpat diri sendiri.


Mark tersenyum.

__ADS_1


" aku memang tampan, otak mu tak salah menilai ku kok". Ujar Mark seolah tau isi pikiran Haya.


Haya yang masih di gendong Mark pun salah tingkah.


" apa apaan, kau terlalu percaya tuan". Haya meledek sambil melengos.


" ceh, lain di hati lain di mulut". Beo Mark.


Sampailah mereka ke ruang dapur. Mark sangat hati - hati menurunkan Haya. Mark meraih apron hitam dan mengenakan nya.


Haya memperhatikan setiap gerak gerik Mark.


" tampan mah tetap tampan, pake apa aja tetap perfect". Haya kembali mengagumi Mark dalam hati.


Se detik kemudian.


" ah, sepertinya aku memang tak waras lagi". Haya lagi - lagi menggelengkan kepala nya.


Mark melirik ekor mata Haya. Mark tersenyum geli melihat tingkah Haya yang seolah sedang adu mulut dengan batin nya sendiri.


" bisa masak ". Tanya Haya.


Mark hanya menoleh sambil tersenyum. Haya yang melihat itu, buang muka.


" cih, sok ganteng ". Gumam Haya sambil menenggak segelas air putih.


" setidak nya tak meracuni piaraanku ku saja ". Beo Haya cuek.


Tak berapa lama Mark menyodorkan sepiring omelet yang di bentuk hati pada Haya.


Haya melotot melihat piring di hadapan nya.


" makan lah, lalu istrahat". Ucap Mark perhatian. Mark tersenyum sambil mengusap lembut rambut Haya yang tergerai acak acakan.


Haya menurut.


Haya menikmati makan malam nya, di temani Mark yang tak ikut makan.


Mark hanya duduk dan memandangi wajah polos Haya yang bahkan tanpa make up tetap terlihat cantik.


" kau sangat cantik, baby ". Ucap Mark sambil menopang dagu nya tak melepas pandangan dari wajah Haya.


Haya malas tau. Haya asik melahap omelet buatan Mark.


" lagi. . . ". Haya menyodorkan piring kosong nya sambil memasang wajah melas.


Mark tersentak,


" hah, kau masih lapar. Itu perut apa karung. Padahal kurus gitu tapi daya tampung mu boleh juga ". Mark ngomel - ngomel.


Haya memasang tampang polos lengkap puppy eyes nya.


Mark berdiri dari duduk nya dan meraih piring kosong di hadapan Haya.


" imut sekali". Batin Mark sambil berjalan membelakangi Haya.


\=\=\=\=\=


" jadi, dimana aku". Tanya Haya yang kini menikmati porsi kedua makan malam nya.


Haya berubah dingin.

__ADS_1


" kota A". Jawab singkat Mark datar.


Haya masih menikmati makan malam nya.


" adik dan kakak ku? ". Tanya Haya dengan nada yang sama Datar nya dengan Mark.


" kurasa sudah bersama ibu mu". Jawab Mark santai.


Haya melanjutkan makan malam nya dengan tenang.


Tak berapa lama Haya beranjak dari kursi nya.


" mau ke mana". Tanya Mark singkat.


" tidur ". Jawab Haya cuek sambil berlalu meninggalkan Mark.


Mark dengan cepat meraih tangan Haya dan menyeretnya masuk ke mobil.


" aow, mau kemana ".


Mark tak menjawab. Mark melajukan mobil nya acuh.


Haya menikmati suasana malam kota A. Tanpa sadar Haya senyum senyum sendiri menikmati jalan malam nya saat itu.


\=\=\=\=\=


Pantai.


Haya dan Mark duduk di atas mobil nya di temani sebotol minuman kemasan.


" katakan ". Ucap Haya santai sambil menghempaskan tubuhnya menatap langit malam Kota A.


Mark menatap wajah cantik Haya. Tak menjawab.


" kau cantik baby". Lagi - lagi Mark memuji kecantikan Haya.


Mark mengusap lembut wajah Haya yang terlihat semakin bercahaya di bawah sinar bulan.


Jarak wajah mereka sangat dekat. Jantung Haya berdegup kencang. Entah sejak kapan.


Mark sudah ******* bibir mungil Haya lembut.


Mark seperti ketagihan dengan rasa bibir Haya yang nikmat menurut Mark.


Haya ingin menolak, tapi tubuhnya seakan menikmati tiap sentuhan Mark.


Cukup lama mereka berciuman. Mark menatap lembut Haya. Mark kembali ******* singkat bibir Haya.



" Aku mencintai mu Haya ".


Ucap Mark sembari melepas ciuman nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


And koment lah 😉


Happy reading all 🌷

__ADS_1


__ADS_2