The Last Big Boss

The Last Big Boss
43


__ADS_3

Mansion Bulan


" mom. . . " teriak Ken sembari berlari ke arah ruang makan.


Bulan dan Alex yang sedang menikmati sarapan nya, tak menanggapi teriakan putra nya.


" mom. . . kenapa mommy lakukan itu ?" ucap Ken tampak marah.


Bulan dan Alex  cuek. Tak berapa lama Haya datang dengan santai nya ikut menikmati sarapan pagi.


Ken yang melihat kehadiran Haya tanpa dosa makin kesal.


Dengan kasar Ken menghempaskan tubuh nya ke sandaran kursi. Haya yang duduk sejajar dengan Ken,


melirik ekor mata Ken yang cemberut.


Ken yang biasa nya berisik berubah 360 derajat jadi pendiam. Melihat sikap kekanak - kanakan Ken, Bulan dan Alex menahan tawa.


"sreeeek " Bulan menyodorkan sebuah kunci mobil ke arah Ken.


Ken yang semenjak tadi malas - malasan dengan sekitar nya,  tampak cukup terkejut dengan apa yang di berikan mommy nya.


Mengerti akan maksud mommy nya Ken seketika berubah girang.


" Mommy. . . ." teriak Ken keras sambil beranjak memeluk dan menciumi Bulan.


" Ken paling sayang mommy. . .  " gumam Ken yang senang mendapat mobil baru.


" kau harus lebih sayang padaku Ken" protes Haya tiba - tiba tanpa melihat Ken.


Bulan dan Alex yang mendengar ucapan Haya saling pandang dan tersenyum. Sementara Ken yang ikut menatap Haya,  memonyongkan bibir nya mengejek.

__ADS_1


" baiklah, kalian boleh kembali ke kota Z dan bersekolah seperti dulu. Mommy sudah mengirim mobil kalian ke mansion Haya. Nanti malam kalian bisa berangkat" ucap Bulan santai.


" lalu Jessy . . . . Mom?" tanya Ken yang tiba - tiba mengingat sepupu cantik nya itu.


" Jessy ikut lah. . . " tiba - tiba Jessy muncul membawa koper besar dan sebuah tas kecil.


Jessy tersenyum polos memamerkan gigi putih nya yang rapi.


Ken memandang Jessy heran.


" yaaak. . .  Jessy kau itu mau minggat kah. Bom yang kau bawa itu?" Ken ngomel - ngomel melihat bawaan Jessy.


"yaak. . . Ken. Ini semua mama yang siapin. Banyak makanan rumahan buatan mama" jawab Jessy lugu.


"ah, benarkah. . ." ucap Ken dengan mata berbinar - binar mendekati dan merangkul Jessy.


" benarkah mama memasak banyak makanan disitu?" sambil menatap koper besar Jessy.


Mendengar penjelasan Jessy, Ken tampak bersemangat.


"sebenarnya ni ya Jess. . . Koper mu ini bukan masalah kok. Kakak akan membantu mu membawa nya saat kita berangkat nanti. oke "  Ken berubah baik setelah tau isi koper adalah makanan favorit nya.


" dasar labil" tiba - tiba Haya berkomentar sembari memasukkan makanan ke mulut nya. Masih tak menatap Ken.


Ken yang mendengar ucapan Haya menatap Haya kesal. Jessy tertawa melihat tingkah Ken dan Haya.


" oh, tapi mom. . . Mobil Jessy mana?" tanya Jessy pada Bulan yang tak mendapat mobil yang sama seperti Ken dan Haya.


" Jessy pake mobil kak Aya saja" Jawab Haya menyela jawaban Bulan.


" Oh, lalu kak Aya pake apa . . .?" tanya Jessy lagi penasaran.

__ADS_1


Haya tak langsung menjawab. Haya beranjak dari kursi nya dan mendekati Jessy.


" kak Aya kan ada pinky ( motor matic)". jawab Haya sembari mengusap lembut kepala Jessy.


Bulan dan Alex tersenyum melihat ketiga adik kakak yang saling menyayangi itu.


\=\=\=\=\=


Mansion Mark


" PRANK. . ." suara pecahan benda kaca.


" KAU PIKIR AKU TAK TAU KAU KE MANA KEMARIN MALAM HAH " suara lantang Lea berteriak.


Mark tampak malas menanggapi Lea yang kesetanan.


" KAU MASIH MENCINTAI NYA KAN. . . "


" BAIKLAH. . . AKAN KU BUNUH JALA*G SIALAN ITU DI DEPAN MATA MU" ucap Lea yang di kuasai amarah karena cemburu.


Mark yang sedari tadi acuh dan tak menganggap Lea ada, menatap Lea tajam.


Mark berjalan mendekati Lea dengan tatapan membunuh nya.


Mata tajam Mark beradu dengan mata Lea yang terbakar emosi.



" membunuh nya . . . Cobalah" ucap Mark dengan nada rendah namun terdengar mematikan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Happy reading all 🌷


__ADS_2