
Senyum cantik terus menempel di wajah Bulan dan Alex sepanjang acara, malam itu.
Bulan yang mengenakan gaun tanpa lengan dengan make up natural tampak begitu cantik.
Rona bahagia terpancar jelas di wajah Bulan dan Alex.
Bulan senantiasa menggandeng suaminya yang sibuk menghampiri para tamu undangan.
Bulan dan Alex pun tampak ramah menyapa para tamu undangan.
" mom, kak Ken mana? ". Tanya Jessy yang mendekati Bulan, setengah berbisik.
" mungkin di kamar Haya, carilah ". Jawab Bulan sambil mengusap kepala Jessy.
Jessy tersenyum mengerti, Jessy berlalu mencari Ken.
Disisi lain,
Ken tampak sibuk dengan tuxedo nya.
Haya yang berada di ranjang sedari tadi lelah memperhatikan kakak kembarnya yang sibuk berdandan seperti wanita, di kamarnya.
" Ken , Mommy akan menyeretmu jika kau tak turun sekarang ".
Haya mulai mengomel. Ken acuh, masih merapikan tuxedo nya.
" huhft. . . " Haya buang nafas, kesal.
Haya meraih sebuah buku dari atas meja, yang berada di samping ranjang nya.
Haya yang kesal memulai ritual nya.
" baca, baca dan baca ".
Tiba - tiba,
" uuuhhh. . . " suara Ken terdengar seksy.
Haya yang mendenggar suara seksy Ken setengah mendesah, memutar bola mata nya menatap Ken.
" Perfect" Ucap nya sambil berkaca.
Ken menoleh ke arah Haya sambil tersenyum dan berpose layaknya model.
" ckh ". . . Ken berdecak lidah, sembari mengangkat alisnya bersamaan dengan dagunya kilat.
__ADS_1
Haya tersenyum menatap Ken sambil mengedipkan satu mata nya dan memberi jempol.
" wow, brother . . . Kau sangat tampan malam ini " tiba - tiba Jessy nongol dari balik pintu kamar Haya.
Ken tersenyum menatap Jessy sambil mengedipkan satu mata nya.
" kak Aya, kau tak berdandan? ". Tanya Jessy mendekati ranjang Haya .
" aku tak berniat hadir di acara ini, tak perlu lah ku berdandan ". Jawab Haya hangat kembali menatap buku nya.
Jessy yang mendapat jawaban Haya, kemudian berbalik menatap Ken.
" kau sudah siap kak, cepatlah sebelum mommy menyeret mu ". Ucap Jessy polos.
" kubilang juga apa " gumam Haya yang tau perangai mommy nya.
" iya, iya. . His. . Kalian sekongkol menakuti ku ya. Ancaman nya sama persis gitu ". Beo Ken yang kembali menatap cermin.
\=\=\=\=\=
" selamat malam para penguasa ".
Sapa Alex yang lantang sambil menaikkan gelas wine nya.
" malam " jawab para tamu undangan nyaris serentak, membalas angkat gelas.
Dan berhasil di sambut tawa para tamu undangan.
" Baiklah, ku per singkat saja. Mulai malam ini ku nyatakan pewaris ku. . . " Ucap Alex lantang sambil menunjuk arah Ken.
" Putra ku. . . KEN "
" Tak. . . Tak. . . Tak. . . Tak. . . ".
Ken berjalan dengan gagah nya, menerobos keramaian para tamu undangan.
Darah iblis tampak membara mengiringi setiap langkah Ken.
Aura mendominasi tak terbantahkan dari seorang Ken.
Ratusan pasang mata menatap tajam Ken. Tak sedikit yang merinding hanya dengan menatap aura iblis pewaris seorang King malam itu.
" loh, itu kan ". . . Ucap Aron yang hadir mewakili ayahnya.
Hekai tersenyum sinis memandang Ken.
" jadi, Ken ya ". . . Gumam Hekai menenggak segelas Wine.
__ADS_1
Diantara ratusan bahkan mungkin mencapai angka ribu, tamu undangan.
Sepasang mata coklat yang cukup cantik, menatap Ken tak biasa.
" jadi, kau ya ". Gumam pemilik mata coklat itu memegang gelas wine.
" menarik. . . " Ucap nya lagi sambil menenggak wine di tangannya.
Di sisi lain, Haya yang yang tak turut bergabung di acara malam itu hanya menonton dari ruang pengendali mansion mommy nya.
" jadi, terimalah salam hormatku, para senior. . . " Ucap Ken sambil membungkuk.
Ucapan Ken lagi - lagi di sambut tawa para tamu undangan.
Ken yang telah resmi menjadi pengganti Alex menyapa para tamu bersama mommy dan daddy nya.
Meski masih terbilang bocah, tak ada bantahan dari para tamu yang terdiri dari para kolega bisnis gelap King.
Siapa yang tak mengenal Alex dan Bulan.
Pasangan legendaris yang mengguncangkan dunia bawah tanah di usia bocah beberapa tahun lalu.
Ken tampak antusias. Di dampingi Alex dan Bulan, Ken tampak percaya diri memperkenalkan diri.
Haya tersenyum di balik layar. Tak lama, senyuman di wajah Haya berubah kaku.
Mata Haya terbelalak menatap layar monitor.
Dengan cepat tangan dan bola mata Haya memutar, dari sisi satu kesisi yang lain memeriksa sesuatu.
Rasa terkejut yang cukup singkat. Haya membanting punggungnya di sandaran kursi.
Sambil melipat kedua tangannya, Haya menyeringai.
" datang ya. . . " gumam Haya dingin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Jangan lupa kasih nilai bintang ya 😉.
GRATIS 🙏🙌😁
Happy reading all 🌷
__ADS_1