The Last Big Boss

The Last Big Boss
96


__ADS_3

KOTA C!!!


\= \= \= MANSION BULAN \= \= \=


KAMAR HAYA!!!


" kau dengar! Cari Mommy sekarang! " perintah Haya pada seseorang di ujung earphone nya.


" siap Queen " jawab seseorang di ujung seberang.


" mommy... " gumam Haya lirih sambil menatap taman Mansion Mommy nya dari balik jendela kamar.


Cukup lama Haya menatap kosong taman Mansion Mommy nya.


10 menit berlalu sudah.


" Queen.. Kau mendengar ku? " tanya seseorang terdengar memanggil Haya dari earphone mini di kuping sang Queen.


" hm! Katakan! " jawab Haya datar.


" mommy Bulan berada di kota Tua, Queen. Tepat nya di Mansion Gummi! " jelas singkat Kale yang ternyata menerima perintah.


" apa Wolf ada disana? " tanya Haya lagi datar.


" Tidak! Tapi kurasa Wolf tak kan berdiam diri mulai sekarang. " Ucap Kale terdengar seperti sebuah peringatan.


Haya paham maksud ucapan Kale.


" cih! Datang ya datang saja! Dia tak datang aku sendiri yang akan membantai nya hingga ke akar! " ucap Haya tak merasa takut sedikit pun.


" Hm! Kau memang mengerikan Queen! " Kale memuji Haya, kagum.


" tapi Queen.. Seperti nya ada yang salah dengan Mommy Bulan. " imbuh Kale.


Haya tak langsung menyahut. Haya terdiam sesaat.


Sedetik kemudian!.


Suhu ruang kamar Haya berubah dingin mencengkam.


Kale yang berada di ujung earphone merasakan tekanan kuat hingga membuat buku kudu nya berdiri tegak lurus.


AURA IBLIS HAYA MENDOMINASI!!!


" JIKA SAAT AKU MEMBUKA MATA MALAM INI, TAK KU LIHAT WAJAH MOMMY KU. KU HARAP KAU TAU DIRI BAT! "


Ucap Haya dingin mengancam.


" GLEG "


Kale telan ludah kasar.


" Hm! Aku mengerti Queen " jawab Kale berusaha tenang.


*


*


*


Di sisi lain!.


MANSION KALE


\= \= \= KALE POV \= \= \=


" huhft! Astaga. Queen kau sungguh monster"

__ADS_1


" astaga! Astaga! Astaga! " Kale sibuk mengusap dada nya yang sesak napas.


" Aku harus bergegas. Aku belum siap melapor ke raja neraka. Surga dunia saja belum ku rasakan masa iya aku ke neraka duluan ! Tidak.. Tidak.. Ke akhirat nya nanti saja! Aku harus pergi sekarang! " Ucap nya sambil beranjak dari posisi enak nya.



Kale keluar kamar nya tergesa - gesa.


Tiba - tiba...


" mau kemana kau? " tanya seseorang dengan suara baritonenya, datar.


" ah! Dad.. Aku ada urusan! " jawab Kale tak menghentikan langkah nya.


Kale terlihat buru - buru.


" hey bocah! " Ucap pemilik suara baritone yang ternyata adalah Daddy Kale.


Kale berhenti melangkah. Kale berbalik.


" ku tanya kau mau kemana? " tiba - tiba suara Daddy Kale berubah dingin mematikan.


Seketika Kale merinding.


Aura sang Daddy sungguh menakutkan.


" dad.. Aku sungguh ada urusan. Aku akan kembali besok! " Kale memasang wajah memelas.


Sang Daddy tak menggubris ucapan Kale.


" dad.. Ayolah. Jika Aku tak bergegas... Nyawa ku di ujung tanduk dad ! " Kale terus memohon agar di izinkan pergi.


" kau itu mau kemana... Kita akan kedatangan tamu penting malam ini. Tetaplah di rumah. Atau... "



" KU PERCEPAT NYAWA MU MELAPOR KE RAJA NERAKA!!!"


Kale lemas.


Tatapan membunuh sang Daddy membuat kaki nya kehilangan daya tumpu.


Kale nyaris ambruk.


Suasana ayah dan anak berubah menegangkan.


" aku merasa seperti anak pungut! Dad... Apakah ini semua benar! " batin Kale hampir mengompol.


Tak berapa lama!.


" mereka datang! " Ucap Daddy Kale merasakan seseorang memasuki Mansion nya.


" heuh! " Kale kembali berdiri tegak sambil mendekat ke Daddy nya.


Kale pasang tampang waspada.


Daddy Kale menatap tajam arah pintu masuk.


Sedetik kemudian.


Seorang wanita berpakaian serba hitam masuk dengan di papah wanita lain nya.


Salah satu dari wanita itu berwajah mirip mayat hidup.


Sembari menahan sakit!.


" hai kak! " sapa Bulan yang yang ternyata menjadi tamu kehormatan yang di maksud Daddy Kale.

__ADS_1


Stella membungkuk hormat.


" astaga! Bulan... Apa yang terjadi " Daddy Kale kaget melihat kondisi Bulan yang terlihat jauh dari kata SEHAT!.


" HAH! Mommy Bulan! Astaga! Kondisi apa ini. Untung aku tadi tak bersikeras MINGGAT!" batin Kale yang tak menyangka tamu penting yang di sebut Daddy nya adalah Mommy Bulan.


" tapi.. Kondisi Mommy??? " Kale menatap cemas Bulan.


" hay nak! Lama tak jumpa. Kau tumbuh tampan seperti Daddy mu! " Bulan menyapa Kale dengan wajah pucat nya.


Kale hanya tersenyum.


" sudahlah! Apa yang terjadi. Kenapa kau jadi seperti ini. Siapa yang melakukan nya? " Daddy Kale memberondong Bulan dengan pertanyaan tanpa jeda.


" cih.. Ayolah kak.. Aku tak apa! " Ucap Bulan sembari tersenyum tipis.


Tiba - tiba!.


" JUZ!!! " Kale tanpa permisi menyuntik kan sesuatu ke punggung Bulan.


Stella dan Daddy kale terkejut.


Dengan sigap. Stella yang tak sempat mencerna tindakan Kale mendorong tubuh Kale dan menghantam wajah polos Kale hingga terhuyung menabrak meja di belakang nya.


" sekalipun kau putra tuan Kiano. Kau pikir aku tak berani membunuh mu hah! " Stella yang naik darah menatap tajam Kale.


YA! Dialah Kiano... Daddy Kale. Sahabat Jhuna dan sudah seperti kakak bagi Bulan.


" Stella! Hentikan! " Bulan tampak kehabisan napas.


" nona.. " seru Stella yang panik melihat Bulan nyaris tak sedarkan diri.


" sayang! Sadarlah! Jangan menutup mata mu! " Kiano memukul - mukul wajah Bulan yang ada di pangkuan nya.


Kale terus menatap Bulan, takut.


Tapi takut nya sama Stella.


Bulan semakin ingin menutup mata.


" nona.. Nona.. Tidak...Tidak.. " Stella makin panik.


" APA YANG KAU SUNTIKAN PADA NYA TADI??? " Stella membentak Kale sampai urat di leher nya menonjol.


Kale mendadak bisu.


Ingin menjawab. Tapi lidah nya kelu.


Kale keringat dingin.


***


Di sisi lain!


MANSION BULAN.


\= \= \= KAMAR HAYA \= \= \=



HEKAI TERLELAP SAMBIL MEMELUK ERAT TUBUH HAYA !!!


KOK BISA?


APA YANG SEBENAR NYA TERJADI DENGAN HAYA DAN HEKAI?


COBA TEBAK!!!

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY BACA READER 🌷🌷🌷


__ADS_2