The Last Big Boss

The Last Big Boss
73


__ADS_3

KOTA A


MANSION VIO


"ukh.." Haya tersungkur...


Haya terus menatap tajam lawan nya.


"tunggu.. Ada yang tak beres" batin Haya menyadari sesuatu.


"bat... Kau mendengar ku" Ucap Haya lirih.


"tentu Queen... Kau baik - baik saja? " tanya Kale cemas.


" bisakah kau melihat jelas wajah bocah di hadapan ku" tanya Haya cepat.


"Hm.. " jawab Kale singkat.


" Ah.. Tunggu dulu... Mata nya... " Ucap Kale menyadari sesuatu yang juga di sadari Haya.


" Cih... Kau memang layak menyandang gelar genius seantero dunia bawah tanah" puji Haya terkekeh.


"Tak.. Tak.. Tak.. Zeet.. Zeet.. " Kale tampak sibuk memeriksa sesuatu.


" Jiah!!!... Kau benar Queen. Bocah di hadapan mu itu adalah seorang...


"DID" Ucap Kale datar - datar terkejut.


"Hm.. Sudah keduga" gumam Haya senyum remeh.


"Akh.. " teriak Haya sambil berusaha berdiri seimbang.


" Queen.. Kau tampak sakit" beo Kale cemas.


"Cih.. Aku tak selemah itu bat.. " jawab Haya sok kuat.


" Baiklah bocah..."



" Mari kita akhiri sampai disini saja" Ucap Haya menatap tajam bocah ingusan di hadapan nya.


Haya mengambil ancang - ancang menyerang si bocah..


Kalah cepat.. Si bocah sudah berada jarak jingkal menatap dingin mata Haya.


"BUAK.. BUAK.. BUK.. BAK.. BUAK... "


Haya di brondong bogem mentah dari berbagai arah.


Haya kalah cepat.


" BUAK!!!" BFFFFTTT!!!..


Darah segar menyembur dari bibir tipis Haya.


Haya mendadak pusing.


Haya nyaris tersungkur...


Skill bertarung jarak dekat si bocah berhasil melukai Haya.


DAN...


"WUUUZZZZ...." sebuah tendangan memutar si bocah hendak mematahkan batang leher Haya.


Tapi...


"DUAK!!!... SREEEET.... "


Sebuah tendangan yang cukup kuat menghalau tendangan si bocah. Si bocah terhuyung... Tak sampai jatuh.



" Butuh bantuan..." Ucap Jessy menawarkan jasa.


"Ah.. Hai Jezz" sapa Haya yang menyadari siapa sosok di hadapan nya.


Jessy muncul dengan tatapan iblis nya menatap si bocah.


Jessy dan si bocah saling tatap tanpa kata.


"berhati - hatilah.. Dia seorang DID seperti mu " Ucap Haya memperingatkan Jezz sembari.


" JUZZ!!! " Haya menyuntik kan sesuatu ke punggung Jessy.


"AOw" seru singkat Jezz melirik ekor mata Haya.


"Anggaplah hadiah dariku" Ucap Haya senyum sombong.


" Sekuat itu kah dia.. Menarik.. " Ucap Jezz sambil bergerak cepat mendekati si bocah.


" BUK.. BAK.. BUK.. BAK.. BUAK... BUAK.. "


Jezz dan si bocah baku hantam.


Kecepatan bertarung keduanya nyaris sama.

__ADS_1


" GILA!!!.. Mommy sungguh menciptakan seorang monster" gumam Haya kagum menatap skill bertarung Jezz yang meningkat.


"Tentu saja... Pelatihan Mommy nyaris membuat nyawa kami melayang. Tak naik level mending mati saja" Ucap Ken yang tiba - tiba muncul entah darimana.


"Ken... " Haya terkejut melihat Ken sudah berada di samping nya.


Ken melirik ekor mata Haya sembari melipat kedua tangan nya di dada.


" Tunggu dulu.. Ay.. Bocah itu.. Mirip sekali dengan mu... Ah tidak.. Lebih mirip Mommy..." Ken mulai menyadari kemiripan yang sama dengan Haya.


"Em.. Kau menyadari nya" jawab Haya datar masih menatap pertarungan Jezz dan si bocah.


"Ada kah seseorang di dunia ini memiliki kemiripan seperti kalian?.. Jangan - jangan dia anak haram Mommy? " Beo Ken seenak udelnya.


DAN..


" CETAK"


"AOW!!! " rintih Ken sakit yang kena jitak Haya.


" Dasar lambe turah... Bicara sembarangan lagi ku cabut lidah mu" ancam Haya kesal.


Ken mengkerut. Nyali Ken ciut.


Tiba - tiba...


"JEZZ AWAS!!! " teriak Haya yang melihat sebuah belati runcing di genggaman si bocah.


" SREEEET "...


Lengan Jessy robek. Darah kental mengalir ke ujung jari nya.


" Jezz.. " teriak Ken kaget.


Jezz terhuyung sambil memegang lengan robek nya.


" Cih.. Kau kuat bocah... " puji Jezz mengagumi skill bertarung si bocah.


Si bocah menatap Jessy datar.


" Lalu kau pikir... Hanya kau yang punya senjata rahasia... " Ucap Jessy remeh.


Si bocah yang tak paham ucapan Jessy sontak menatap Jessy bingung.


Beberapa detik kemudian..


" BRUK!!! " tubuh Jessy ambruk.


Belati si bocah ternyata beracun.


Sedetik kemudian...


Jessy menusuk kan jarum bius ke batang leher si bocah saat sedang bertarung sengit.


" JESSY!!! " teriak Ken sembari mendekati tubuh tak berdaya Jessy.


" Queen.. Queen.. Kau mendengar ku" panggil Kale tampak cemas.


"Hm.. " jawab Haya singkat.


" Sekelompok tikus bersenjata mendekati mu.... " Ucap Kale.


"Sekelompok???" Haya meniru kan ucapan Kale..


"Em.. 20.. Tidak.. 30.. Tidak.. Jumlah nya terus bertambah. Sekitar 100 tikus bersenjata lengkap menuju mu Queen..." Kale panik setengah mati...


Haya tersenyum...


Kale menatap bingung arti senyuman Haya.


"Queen.. Larilah.. Cepat. Tak sempat lagi.. Lari sekarang Queen... Jarak mereka tak sampai 50 langkah lagi dari mu" Kale sesak napas menatap layar monitor nya.


ENG... ING.. ENG...!!!


"HALLO QUEEN!!! "



Sapa Vio yang ternyata memimpin pasukan tikus bersenjata.


DAN...



" HALLO WOLF" sapa balik Haya menatap tajam Vio.


Vio sebenarnya bukan pemain baru di dunia bawah tanah. Hanya saja Vio yang dikenal dengan Wolf juga menyembunyikan identitas diri nya sama dengan Haya.


"WOLF" di dunia bawah tanah termasuk dalam 5 kelompok mafia paling mematikan di generasi Haya.


Bahkan Bulan saja tak tahu siapa sesungguhnya nya Wolf. Namun tidak dengan Haya.


Dengan bantuan Kale... Hacker no WAHID seantero underground tak ada yang tak bisa Haya dapatkan.


"Cih... Lihat dirimu Queen... Kau jadi lemah sekarang " Ucap Vio remeh menatap Haya.


" Dan itu... Saudara lelaki mu yang bodoh itu kah... " Ucap Vio yang kini menatap sepele Ken.

__ADS_1


" Ah.. Ternyata firasat ku memang tak salah. Jadi kau seorang WOLF ya. Pantesan saja mata Elang ku ini terus tertarik pada jiwa iblis mu. Ternyata kita berasal dari dunia yang sama rupanya" Ken sok memuji Vio.


"Tapi sayang... Kau tak menarik lagi di mataku"



"Jadi sebaiknya kau enyahlah dari hadapan ku sebelum muka sampah mu ku buang pada tempat nya!!! " Ucap Ken berubah dingin menakutkan.


Suhu ruang yang sedari tegang makin tambah mencengkam. Tak ada lagi aurat santai dari penghuni ruang. Sementara itu... Kale yang terus menatap tajam layar monitor nya tampak merasa janggal akan sesuatu.


100 tikus bersenjata yang di pimpin Vio tampak memisahkan diri menjadi dua kelompok.


Terlihat hanya sekitar separuh saja yang berdiri di dekat Vio.


"Queen.. Ada yang tak beres " kicau Kale di ujung earphone mini.


Haya tak menjawab. Haya menyeringai.


" Queen... Hentikan senyum iblis mu. Kau membuatku takut " beo Kale tak menyukai senyum Haya yang seperti iblis di mata Kale.


" Kalian.. Sudah mau mati masih sombong"


Ucap Vio remeh menatap Ken Dan Haya tajam.


Seketika...


Seluruh mafioso Vio angkat senjata.


Sedetik kemudian...


"BUNUH MEREKA SEMUA"


Kalimat yang sama terlontar dari mulut Vio dan Haya bersamaan.


Vio terkejut dengan sikap Haya yang menirukan ucapan nya bersamaan.


Haya menyeringai...


DAN benar saja...


"BRUK.. BRUK.. BRUK.. BRUK... BRUK... "


Puluhan mafioso Vio tumbang satu persatu...


" O..." seru Kale yang terkejut menyadari sesuatu dari balik layar nya.


Vio tertegun. Puluhan mafioso yang tadinya hendak di gunakan untuk menghabisi Haya yang dianggap seorang diri justru berakhir dengan dirinya lah yang ternyata terkepung dengan puluhan mafioso lawan.


"Lawan.. Siapa.. Mafioso siapa mereka... Haya kah.. Tidak... Bukan... Ini bukan gaya seorang Queen... Lalu siapa.... " batin Vio bertanya - tanya.


Tampak Ekspresi penasaran dari raut wajah Vio.


" Kau terkejut??? " Ucap Haya menatap remeh Vio yang mirip tikus kejepit.


" Cih... Ka mengagumkan Queen. Tapi tak kusangka kau merubah gaya bertarung mu hanya untuk melawa ku. Sekuat itu kah aku dimata mu hingga kau membawa puluhan monyet untuk melenyapkan ku" Vio balik menatap remeh Haya.


"A.. A... A... Kau terlalu memandang tinggi dirimu Wolf. Kau bukan lah seseorang yang harus kulawan dengan seluruh pasukan ku" jawab Haya masih memadang remeh Vio.


"Lalu ini apa...???" Vio merentangkan kedua tangan nya ke arah puluhan mayat mafioso mati dan puluhan mafioso bersenjata yang berdiri tegap angkat senjata siap membidik nya.


"Ah.. Itu... Mereka... " ucapan Haya terputus...


" MEREKA SAUDARA KU!!! "


Tiba - tiba terdengar suara seseorang menyahut dari balik tubuh Ken yang berdiri berhadapan dengan Vio.


Mata Vio terbelalak menatap sang pemilik suara.


" KAU!!!" seru Vio yang kini menegang.


"Kau dengar... Mereka saudara nya" Ucap Haya datar - datar remeh menatap Vio.


"Di dunia underground ini tak banyak yang berani menentang ku terang - terangan seperti ini.. Kecuali dia salah satu dari keempat kelompok mafia teratas. Tapi dia siapa...


Jika QUEEN dan DEVIL sudah pasti bukan. Lalu... Siapa bocah ini... LION kah... Tidak Bukan. Sejauh ini yang ketahu Lion adalah seorang pria. Lalu bocah ini... " batin Vio tampak berpikir keras memeras otak.


Sedetik kemudian seolah teringat sesuatu.


" JANGAN - JANGAN... KAU!!! " Ucap Vio kaget menatap tajam Jessy.


"HALLO WOLF " sapa Jessy yang ternyata tak mati akibat racun di senjata si bocah.


"HALLO QUEEN " sapa ramah Jessy menatap datar Haya.


DAN


" HALLO JUGA" jawab Haya datar.



"DARKNESS!!!"


Gumam Vio lirih menatap Jessy tegang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY BACA READER 🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2