
Bar penyekapan.
Ken dan Jessy yang terkepung tampak terkejut dengan kedatangan Nexon.
"Hallo Ken... ". Sapa sinis Nexon.
Ken yang sempat terkejut terlihat tenang dan menatap tajam Nexon.
" Kau takut padaku Ken... Tak usah lah kau menatap ku sedih seperti itu.. ". Gumam Nexon menyindir.
Nexon beralih menatap Jessy. Jessy yang takut meremas lengan berotot Ken.
" Oke oke oke.. Aku tak akan membunuh mu cantik. Cukup kau jadi mainan ku saja. Senangkan aku dan kau bisa hidup". Ucap Nexon yang mengira Jessy takut padanya.
Kakak Nexon yang melihat kedua orang itu seperti tikus ke jepit pun memerintahkan anak buahnya mengikat mereka di tengah ruang bar.
"Kakak... Diikat lagi". Beo manja Jessy yang terlihat tak takut lagi. Jessy terlihat kesal.
"Hus... ". Sudah ikutan aja" . Gumam lirih Ken pura - pura gila.
Ken dan Jessy di kepung puluhan mafiso bersenjata di ruang tengah bar. Dan puluhan lain berjaga di beberapa sudut ruang bar.
Kakak Nexon yang menatap kedua bocah terikat itu merasa heran dengan sikap keduanya.
"Baiklah... Katakan siapa kalian sebenarnya".
Kakak Nexon memulai introgasi nya.
Ken dan Jessy tak menjawab.
"BUK".. Nexon menghantam wajah Ken. Bibir Ken lagi lagi robek.
"Kakak... ". Teriak Jessy lantang.
" kakak... Owh jadi dia ini kakak mu... Ku pikir kalian sepasang kekasih ". Gumam Nexon baru tau.
" Yak... Kau.. Kau memukul kakak ku tidak kah kau takut tak bisa melihat ujung jari mu esok hari".. Teriak Jessy kesal.
"Yak.. Yak.. Yak.. Bocah. Kau dari tadi juga mengancam ku dengan kalimat yang sama. Tapi tak kau lihat kah, Orang yang kau banggakan akan menghilangkan lengan ku justru tak akan melihat lagi terbitnya matahari esok". Kakak Nexon menyela ucapan Jessy.
Jessy menatap kakak Nexon kesal.
"Kalian benar benar orang bodoh". Gumam Jessy lirih.
"BUM".... Sebuah ledakan kecil menghancurkan pintu utama bar yang di jaga ketat beberapa mafiso.
Suara itu berhasil membuat kakak Nexon dan Nexon terkejut. Mereka saling pandang.
"lihatlah... ". Perintah Nexon pada mafiso tingkat satu nya.
" DOOR.... DOOR.... DOOR... DOOR... ". Tiba - tiba mafiso yang berjaga di ruangan dimana Ken dan Jessy di sekap tumbang satu per satu. Suara tembakan yang entah berasal dari mana.
Nexon dan kakak nya panik. Jessy terkekeh.
" kan sudah ku bilang kalian "ITU BODOH".
Nexon yang kesal menampar Jessy. Bibir Jessy berdarah. Dan hal itu berhasil membuat Ken murka.
"YAAAAAAAAAAAK..... BUUUAAKKKK". Sebuah bogem mentah mendarat di wajah Nexon. Nexon ambruk sekali pukul.
__ADS_1
Mata Kakak Nexon terbelalak lebar.
"Nexon... ".. Teriak kakak Nexon khawatir.
"Kalian menyentuhnya... Kalian tak akan kuampuni".. Ucap Ken dengan aura membunuh menatap Nexon tajam.
Nexon yang berada di kaki Ken ngesot mundur sambil menyentuh rahang nya yang sepertinya geser.
" DOOR.... ". Kakak Nexon melepaskan tembakan nya ke dada kiri Ken. Ken terkejut.
" Lepaskan adikku atau ku tembak dia". Ancam kakak Nexon yang menodongkan senjata nya ke kepala Jessy yang masih terikat.
Jessy tampak takut. Ken yang melihat Jessy takut justru tertawa terbahak bahak...
"HAA . HAA... HAA... "
Kakak Nexon yang tak mengerti sikap aneh Ken menatap nya heran.
"Bocah ini sudah bilang... Kau itu bodoh". Gumam Jessy tiba - tiba yang terlihat berbeda dari Jessy yang biasa nya.
"Ha Ha Ha... Hai Jezz"... Sapa Ken pada Jezz salah satu kepribadian Jessy yang gemar bertarung.
Jessy seorang DID (Dissociative identity disorder). Bocah berkepribadian lebih dari satu.
"Hallo tampan.... ". Sapa balik Jezz menyeringai.
" SREET.... SHEEET... SHEET...". Suara lincah Jezz melepas ikatan nya dengan tangan kosong. Dan kini membalikkan senjata kakak Nexon mengarah kekepala nya sendiri.
Kakak Nexon tak bergeming. Nafas nya menderu. Rasa takut dan terkejut bercampur aduk tampak dari wajahnya.
Nexon yang sadar situasi meraih cepat pistol mafiso mati di dekat nya.
" Akh... Akh... ". Rintihan Nexon kesakitan.
Puluhan mafiso tersisa yang melihat aksi tanpa ampun Jezz membeku.
" Apakah ini akhirnya. Kenapa semua tampak mudah.. ". Beo Jezz yang merasa situasi tak lagi menarik.
"KLIK...... KELONTANG ....".. Sebuah percikan api muncul di udara. sebuah belati dan sebutir peluru yang beradu di udara jatuh ke lantai.
" Willson ".. Gumam Nexon yang melihat kedatangan Willson sahabat nya.
Melihat ada kesempatan. Kakak Nexon memutar tangan mungil Jessy yang memegang senjata. Jezz dengan cekatan memutar balik tangan kakak Nexon. Senjata di tangan Jezz terlempar entah ke mana.
Willson beradu hantam dengan Ken.
"BAK BUK BAK BUK... ".. Ken di hujani bogem mentah Willson.
Willson yang melihat bekas tembakan di dada kiri Ken pun mengambil kesempatan menendang luka bekas tembak itu.
Ken mundur berapa langkah.
Puluhan mafioso yang bersiap pun ambil bagian. Beberapa mafioso pet-arung menghampiri Ken dan menghujani Ken dengan rentetan tinju dan tendangan.
Ken dengan lincah menangkis nya.
"BUAK... BUK.... BUK.. BUK.. ". Sekali serang Ken menumbangkan beberapa mafiso yang menyerangnya.
Sementara itu,
__ADS_1
Jezz yang beradu pukul dengan kakak Nexon pun tak kalah seru.
Jezz yang melayangkan tendangan memutar nya mampu di tangkis kakak Nexon. Kakak Nexon memutar kaki Jezz yang di genggam nya. Tubuh Jezz memutar di udara sebelum akhirnya terjatuh ke lantai.
Ken yang melihat Jezz tersungkur dilantai kemudian meloncat ke arah kakak Nexon dengan lutut yang siap menghantam dada kakak Nexon.
"Jeduuak.... ". Kakak Nexon goyah..
Nexon yang melihat itu kemudian mengarahkan senjata nya ke kepala Ken.
"Syiiiuuuuuung..... ". Sebuah belati lagi lagi terbang. Kali ini menggores lengan Nexon yang memegang senjata.
Nexon benar benar marah..
" Siapa.. Siapa.. Kau. Keluar.... ". Teriak Nexon yang berhasil membuat hening suasana ruang bar yang mirip arena pembantaian itu.
Kakak Nexon menatap adiknya heran.
" KLOTAK... KLOTAK.... KLOTAK.... ". Suara langkah kaki seorang Haya memecah hening
Semua mata tertuju pada pemilik langkah kaki itu. Seorang wanita sangat cantik bahkan lebih cantik dari Jessy. Dengan rambut di kuncir kuda.
Mengenakan setelan hitam yang dibuat khusus untuk nya. Tampak tersemat sebuah katana panjang di punggung ramping nya.
Haya memasuki ruang pembantaian itu tanpa penutup wajah.
"sangat cantik.... ". Gumam kakak Nexon dalam hati.
" Kau.. Siapa lagi. Kenapa mencampuri urusan kami". Ucap Nexon lantang.
Tak menjawab. Langkah Haya semakin cepat.
"KLOTAK... KLOTAK.... KLOTAK... SREEET.... SREEET... JLEB.... SREEET.... SREEET.. ... "
Haya membantai hampir seluruh mafiso yang terlihat tak fokus di ruang itu. Lantai mansion banjir darah..
Haya terlihat puas dengan aksi gilanya.
Nexon, Willson dan kakaknya memandang ngeri aksi Haya.
Haya menatap tajam katanya nya yang berumur darah.
" Kau.. Kau.. Murid kaca mata itu kan... ".
" Benar.... Sorot mata itu.. Itu mata yang sama saat kau menatap Mark" Ucap willson Tiba tiba mengenali sorot mata Haya.
"AAAAAHHHHH.... KETAHUAN YA... ". Seringai Haya.
Tampak senyum aneh dari Ken dan Jezz. Kemudian Ken berkata:
Kalo sudah begini kalian semua,
"HARUS MATI".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy reading all 🌷
Jangan lupa like dan koment. Thinkiyuuu... 😉
__ADS_1