The Last Big Boss

The Last Big Boss
63


__ADS_3

RAMON ACTION


“BUNUH MEREKA SEMUA”


Perintah tak terbantahkan seorang Ramon.


Mendengar perintah sang bos, seketika seluruh mafioso Ramon


angkat senjata...


“DOR... DOR... DOR... DOR...”


Ken, Jezz dan Haya kembali di hujani timah panas. Dengan cekatan


dan sigap Ken menarik tubuh tak berdaya Haya berlindung di balik jiku Mansion


nya.


Hekai ikut berlindung di sisi yang berbeda dari Ken dan


Haya.


Tapi tak sama hal nya dengan Jezz... Jezz yang sinting dalam


soal kewarasan malah menikmati setiap peluru yang berterbangan di udara.


“ah.. He.. He.. He...” kekeh Jezz menyeringai.


Tanpa rasa takut sedikit pun... Jezz pasang badan siap memenuhi hasrat bertarung nya.


Dengan cepat.. sangat cepat... dan lebih cepat lagi...


“ZEEET... ZEEET... SRAAAT.. SRAAAT... BUAK.. BUAK... DUAK....!!!”.


Jezz membantai mafioso lemah Ramon dengan dua senjata di tangan nya.


Sebuah katana cukup panjang di tangan kanan Jezz berhasil


menyayat puluhan batang leher mafioso lemah Ramon.


Sedangkan...


Sebuah moncong pendek di tangan kiri nya tak kalah cepat... Sekali angkat senjata...


Puluhan tengkorak kepala mafioso Ramon berlubang.


Jezz benar – benar DID paling mengerikan yang pernah ada


dalam sejarah kisah “iam Big Bos”.


“Jezz... Lindungi aku” teriak Ken sembari membopong tubuh


lemah Haya yang masih mirip mayat hidup.


“ah.. Kau tak lihat kah aku sedang sibuk” beo Jezz yang


terlihat super sibuk memenuhi hasrat bertarung nya.


“maka dari itu cepat lah... Atau mommy akan menjadikan kita


berdua daging cincang paling lembut di muka bumi ini” ucap Ken sembari...

__ADS_1


“DOR... DOR.. DOR.. DOR..”


Menembaki mafioso bodoh yang mirip ngengat  tak ada habis nya menembaki mereka.


“ah... Aku akan tinggal di belakang bumi saja agar mommy tak


menemukan ku” Jezz masih sempat -sempat nya bergurau.


“SIAL... mereka sangat banyak’ beo Ken sambil terus mencari


cela keluar dari situasi buruk itu.


Ken tampak terus berpikir...


Hingga... sedetik kemudian...


“BUUUM...” sebuah ledakan hebat berhasil meluluh lantah kan taman


dalam mansion Haya.


Tak tanggung – tanggung... Sebuah bazoka ikut ambil bagian


bersamaan.


“DUUUUAAR....”


Seketika taman mansion Haya yang tadi nya masih setengah


hidup kini benar – benar menjadi taman api.


Ken yang terkejut membelalakkan  mata nya lebar.


Jezz dan Ken saling pandang.


“baiklah.. Cukup sudah” beo Ken sembari berdiri dari tempat


nya.


Sambil mengangkat satu senjata di tangan nya..


Ken berdiri tegak lurus berjalan santai di kumparan puluhan bahkan ratusan  timah panas yang berterbangan di udara.


“DOR...” satu mafioso bodoh dari sisi kiri Ken  tumbang.


“DOR...” satu lagi mafioso dari sisi kanan Ken mati.


“DOR... “ satu mafioso bodoh lain dari arah jam 1 sisi Ken  tewas.


“DOR.. DOR.. DOR...” dengan santai dan ringan... Ken


memuntahkan seluruh isi dalam moncong pendek di tangan nya.


Seketika puluhan lain mafioso bodoh milik Ramon berjatuhan.


Jezz tersenyum renyah melihat aksi Ken yang tampak keren di


mata nya.


“Cih.. Dari tadi menahan diri buat apa” ucap Hekai sembari


melirik ekor mata Ken.

__ADS_1


Ken yang tak budeg mendengar ucapan Hekai. Ken membalas


lirik kan Hekai sinis.


Disisi lain...


Ramon tampak terkejut dengan keadaan nya saat ini.


Bagaimana tidak.. sedetik lalu Ramon masih tersenyum penuh


kemenangan sembari berpikir mereka hanyalah anakkan monster yang  banyak gaya.


Tapi kenyataan nya kini.. Mata Ramon yang terbuka lebar


menjadi saksi betapa mengerikan nya anakkan monster  banyak gaya yang di remeh kan nya tadi.


“cih.. Ada apa dengan wajah mu itu. Apa kau terkejut?” ucap


remeh Ken sembari pasang tampang songong.


“cih...” terdengar Jezz ikut berdecih.. Tapi bukan meremeh


kan Ramon melainkan geli melihat sikap Ken yang songong – songong keren


menghina Ramon.


“hah.. Kalian hanya anak moster bukan moster!!!.  Dan ini... (sambil merentangkan kedua tangan


nya menoleh ke kanan dan kiri)  ini hanyalah


pertarungan kecil. Se-bangga itu kah kau bocah..?”


Ucap Ramon remeh – remeh tenang  menyangkal rasa takjub nya.


 “HUH... Ramon.. Ramon...” ucap Ken terdengar kesal meratapi kebodohan Ramon.


Sedetik kemudian...


Sembari menatap tajam Ramon, Ken berkata:


“KAU LUPA KAH MONSTER TETAPLAH MONSTER...”



“MESKI MASIH ANAK KAN!!! ”



"JESSY DID PALING MENGERIKAN"



"SI TAMPAN KEN SKILL BERTARUNG LEVEL DADDY ALEX "


AND...



" HAYA SI DEWI IBLIS YANG KEKUATAN BELUM DIKETAHUI "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Baiklah Reader!!!..


Happy reading 🌷🌷🌷


__ADS_2