
MANSION HAYA KEN
Masih di pertarungan yang sama,
Aksi baku tembak Ken dan para mafioso penyerang terus berlanjut.
Jezz yang telah bangkit pun tampak sibuk memuaskan nafsu bertarung nya.
“Jezz.. Kita takkan bisa bertahan lama. Lakukan sesuatu. Aku harus membawa
Haya keluar dari sini. Atau kita takkan tau apa yang akan mommy lakukan pada
kita” Seru Ken sembari menari-menari dengan senjata di tangan nya.
Jezz yang tampak sibuk memuaskan nafsu bertarung menggunakan dua senjata kembar di tangan nya, menanggapi santai beo Ken.
“baiklah... Kau bawa Haya dan akan ku bereskan yang menghalangi jalan mu”
ucap Jezz songong.
Sementara itu, Haya yang kehilangan akal sehat nya seolah telah mati
bersama tertutup nya mata Mark.
Haya benar – benar tergoncang, jiwa nya seakan pergi meninggalkan raga nya.
di tengah hujan nan timah panas dan api yang membakar sebagian Mansion nya, Haya
hanya terpaku memeluk tubuh Mark dengan tatapan kosong nya.
Ken dan Jezz yang sibuk mencari jalan keluar dari situasi sulit itu lengah
mengawasi Haya.
Dan,
“DOR...”
Lagi- lagi darah segar mengalir dari daging sehat seseorang.
Kali ini Hekai pasang badan menghalau peluru setan yang hendak menembus
tubuh Haya.
Perut Hekai berlubang.
“ukh...” rintihan Hekai yang merasa sakit sedetik di bagian perut nya.
“He..” seru Lea yang kali ini salah sasaran menembak tunangan kakak kembar
nya.
__ADS_1
Lea terpaku.
“honey...” seru Zea yang melihat Hekai tertembak.
“ukh..” seru Hekai menahan sakit sambil menekan luka di perut nya.
“honey...” ucap Zea hendak mendekati Hekai.
“berhenti...” ucap Hekai datar sembari menahan sakit.
Dengan tatapan membunuh yang dingin.
Hekai berkata:
" dengan ini utang diantara kita ku nyatakan lunas"
"pergilah.. Sebelum semua akan lebih buruk dari ini". Ucap Hekai memperingatkan Zea.
"honey... Tapi...!!!" ucapan Zea terputus.
Sedetik kemudian,
"baiklah... Jika ini menjadi pilihan mu" ucap Zea berubah dingin.
Hekai tak menjawab. Hekai terus menatap Zea. Bukan nya apa.. Hekai hanya waspada kalau-kalau Zea kembali mengambil tindakan bodoh yang mencelakai Haya.
"tapi..." Zea kembali berucap dengan tatapan yang tak kalah dingin dari Hekai.
"DEVIL"" ucap Zea sembari menatap tajam Hekai tanpa kedip.
Hekai menatap Zea, tenang.
Dengan tubuh penuh luka nya, Zea yang sejati nya seorang iblis betina menepati janji nya untuk melepaskan Haya kali itu.
Namun tak sama hal nya dengan Lea. Lea yang sejatinya hanya bocah manja dengan jutaan fasilitas dan kemewahan membuat nya tak bisa menerima kenyataan "KALAH TELAK" dari Haya yang ternyata lebih di pilih Mark.
Lea masih terpaku dan terlihat mencari cela agar dapat menembus tengkorak kepala Haya dengan senjata di tangan nya.
"kita pulang..." ajak Zea yang sudah berbalik membelakangi Hekai dan Haya.
Lea tak menjawab. Lea terus menatap benci Haya yang bahkan tak menghiraukan nya.
"PULANG" teriak Zea penuh amarah.
Lea yang tau perangai kakak kembar nya menurut penuh sesal. Namun, saat berjalan keluar...
"Lea... Lea..." seseorang terdengar panik meneriaki nama anak nya.
"papa... " seru Lea yang melihat kedatangan Ramon.
__ADS_1
"Lea.. Sayang..." seru Ramon yang melihat sosok anak kesayangannya nyaris tak berbentuk seperti biasa nya.
Ramon memeluk tubuh gemetar putri nya.
Sementara Zea hanya menatap ayah dan adik nya, datar.
"kau tak apa.." tanya Ramon sembari menyentuh wajah kucel putri kesayangannya.
"tidak papa.. Aku terluka. Papa harus membunuh nya. Harus..!!" Lea mulai menggila.
"iya sayang .. Iya.. Tenanglah. Papa di sini . Serahkan pada papa mu ini oke" ucap Ramon menenangkan Lea yang kambuh gila nya.
"tidak pah.. " sela Zea berusaha menghentikan ayah nya.
"kau apa - apaan Ze.. Wanita sialan itu sudah merebut Mark dariku. Dia harus mati" ucap Lea marah bukan main.
"tidak.. Mark memilih Haya karena kau tak cukup bagus untuk nya" jawab Zea adu mulut dengan adik kembar nya.
"kau bilang apa.. Kau bilang aku tak cukup bagus untuk Mark"
"lalu.. Apa kabar kau HAH.. Tunangan mu bahkan terang-terangan membelanya saat kau masih berdiri sejajar di samping nya"
"kau lebih buruk dari ku Ze.. Kau tau maksud ku kan.. Setidak nya aku dan Mark pernah memiliki kisah manis kami"
" jadi berhentilah menghalangi jalan ku" ucap Lea di akhir debat nya.
"ayo pah.." ajak Lea masuk kembali ke ruangan dimana Haya berada.
\=\=\=\=\=
Ruang pertarungan
"RAMON" gumam Hekai yang mengenali sosok yang terlihat tangguh, mendekati mereka.
"RAMON???" ucap Ken menirukan Hekai.
Ken dan Jessy menatap tajam segerombolan orang yang baru masuk itu.
Seseorang yang tampak kuat. Dari aura nya saja Ken bisa merasakan betapa sosok di hadapan nya itu berada di level yang mungkin sama dengan mommy nya.
"ah.. Hekai menantu ku rupanya" sapa renyah Ramon yang melihat sosok Hekai sedang menatap nya.
"ah.. Bukan lagi ya.."
"MANTAN MENANTU maksudnya.. kik.. kik.. kik.." ucap Ramon santai dan remeh.
"baiklah.. Hentikan basa basi ini" ucap Ramon berubah dingin.
Dengan sorot mata runcing yang khas seorang penguasa underground. Ramon berkata pada mafioso nya:
"BUNUH MEREKA SEMUA"
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY BACA 🌷🌷🌷