
Ruang rapat.
" informasi mu.... Akurat kah...? ".
Tanya ayah Hekai tenang..
" Mm..". Jawab singkat Jacky sambil menenggak segelas whisky.
" lalu apakah ada pergerakan dari kubu Jason". Tanya ayah Aron serius.
" sejauh yang ketahui.. Nexon grup pernah melakukan pertemuan kerja sama bersyarat beberapa waktu lalu. Namun kudengar belum ada kesepakatan dari hasil pertemuan mereka". Jelas Jacky santai.
" jadi, apakah Jason di balik kehancuran Nexon grup?". Tanya ayah Aron menduga duga.
" tidak.. Dari info yang kudapat Jason tak mengetahui perihal kejadian itu".
" begitu kah... ". Ucap ayah Hekai sambil mengaruk janggut nya yang tak gatal.
" tapi, seseorang yang dapat membasmi 2 penguasa sekaligus tentu bukanlah seseorang yang mudah". Gumam Jacky santai.
Tak berapa lama setelah pembicaraan itu Jacky beranjak dari kursi nya.
Saat mendekati pintu Jacky terhenti...
" kudengar Jason menargetkan kota Z untuk perluasan kekuasaannya. Kuharap kalian tau apa yang harus dilakukan". Ucap Jacky memperingatkan ayah Aron dan Hekai.
\=\=\=\=\=
Resto bergaya Barat klasik.
Di meja pojok sebuah restoran bergaya klasik.
Tampak Haya dan Mark yang duduk berhadapan.
Senyum tak lepas dari bibir Mark. Tapi Haya tampak cemberut.
" ayo lah, di mana senyum mu? ". Keluh Mark yang melihat wajah cemberut Haya.
" cih, memang nya kau pernah melihat aku senyum ". Gumam Haya ketus.
" ya walaupun tak senyum setidaknya tak usah lah kau moncong kan bibir mu itu". Mark protes sambil bola matanya menatap bibir Haya yang monyong.
__ADS_1
" kau berisik, aku pulang saja ". Haya beranjak dari kursi nya.
Namun, aksi itu cepat - cepat di henti kan Mark.
" tidak, tidak. . . Ya sudah kau monyong saja asal tetap di sini... ". Ucap Mark mengalah.
" lagian aku kan bilang makan di resto biasa saja, malah kau bawa aku ke tempat kayak gini ". Ucap Haya tak senang hati.
" iya maaf, aku salah. Ini kan kencan pertama kita aku hanya ingin memberi kesan yang tak biasa ". Jawab Mark seenaknya.
" Tak biasa apanya, masih lebih mewah dapur mommy". Gumam Haya lirih sambil buang muka.
" kau berkata sesuatu..?. Tanya Mark yang tak mendengar ucapan Haya tapi melihat gerak bibir nya.
Haya tak menjawab. Tak berapa lama pelayan datang membawa 2 jus al pukat. Haya heran.
" Tak usah heran gitu. Aku memesan jus yang benar kan. "baby". Ucap Mark sembari mengedipkan satu mata nya.
Haya bergidik geli. Haya buang muka sambil menyedot jus al pukat di hadapannya.
Namun, hal itu justru membuat mata Haya membulat sempurna.
Mark panik.
" baby, kau tak apa. Pelan - pelan saja. Aku tak akan meminta milikmu. Aku punya sendiri kok". Gumam Mark sambil menepok pelan leher Haya.
Dari arah pintu masuk, tampak 2 pria tampan yang berhasil mengejutkan Haya.
Hekai dan Aron memasuki resto yang sama.
Hekai dan Aron duduk di kursi tengah. Dengan posisi Aron yang membelakangi Haya sedangkan Hekai menghadap Haya.
Haya yang memakai kacamata tebal dan bergaya cupu tak menarik perhatian Hekai dan Aron.
Namun tidak dengan Mark. Mark yang melihat ekor mata gerak gerik Haya yang sesekali melirik Hekai pun curiga.
" apa kau mengenal mereka? ". Tiba - tiba Mark bertanya.
Haya cukup tenang. Tak menjawab. Haya melanjutkan aksi makan siang nya.
Mark tampak kesal.
__ADS_1
" aku sudah selesai. Kita berpisah di sini". Ucap Haya sembari beranjak dari kursi nya.
Mark buru - buru mengejar Haya. Tapi Mark harus menyelesaikan pembayaran lebih dulu.
Saat melewati Hekai dan Aron, Haya yang berjalan santai dan natural justru menarik perhatian Hekai yang merasa tak asing dengan langkah dingin Haya.
Hekai menatap tajam Haya yang berjalan santai melalui nya. Tak berapa jauh jarak Haya melewati Hekai. Tiba - tiba,
" pok". Pundak Haya di tepok Hekai.
Haya dengan santai dan tenang berbalik. Sembari menaikkan kaca mata tebal nya, Haya menatap tajam mata Hekai.
Aron menatap tak mengerti sikap Hekai.
" Hekai, apa yang kau lakukan? ". Ucap Aron mencari tahu maksud tindakan Hekai.
Hekai tak bergeming. Hekai dan Haya masih saling tatap.
Aron menyikut pinggang Hekai. Hekai ter sadar.
" ah, maaf ku pikir kau mirip seseorang yang ku kenal". Ucap Hekai salah tingkah.
" TAK MUNGKIN ORANG YANG KAU KENAL MIRIP KEKASIH KU".
Tiba - tiba terdengar suara dingin Mark menyahut dari belakang tubuh Hekai.
Aura tak biasa tampak dari raut wajah Mark. Suhu ruang berubah seperti di kutub Utara.
Hekai dan Aron merasakan sebuah tekanan yang kuat dari aura Mark.
Haya yang tak pernah melihat sosok Mark kala itu sedetik bergidik ngeri.
Tapi tak berapa lama justru Haya tersenyum remeh.
" jadi ini wujud asli mu ". Batin Haya tersenyum IBLIS.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jempol nya ya... 👍👍👍👍👍👍👍👍 and koment lah.. 😉😉😉. Biar thor makin cemungutz... 😁😁😁
Happy reading all 🌷
__ADS_1