The Last Big Boss

The Last Big Boss
SHADOW - TUNGGU AKU, SAYANG!


__ADS_3

\=BENUA INTI\=


KOTA C


MANSION BULAN


*


Akibat kematian Black Dragon, ketenangan dunia bawah tanah benar-benar tergoncang.


Pertumpahan darah antar penguasa tak terelakkan.


Semua merasa pantas menggantikan posisi Black Dragon yang merajai 4 benua lainnya.


4 benua yang bahkan telah memiliki ketua nya masing - masing saling baku bantai.


Adu kekuatan, tanding kehebatan membuat dunia Underground pora - poranda.


Berita bersiar tentang pemburuan Shadow pun seolah membuat para ketua gila kekuasaan itu semakin hilang akal.


Beberapa anak cabang sumber kekayaan Big Boss di beberapa kota yang ada di setiap wilayah pun, rata dengan tanah.


Bulan benar - benar kewalahan menghadapi seluruh penguasa Underground, baik yang kelas penguasa kota hingga yang penguasa benua.


Semua seolah menjadikan Big Boss lah, sang dalang pembunuhan Black Dragon, sebagai target utama.


Bulan nyaris jadi GEMBEL.


Tapi hanya nyaris.


Kalian tak lupa kan, siapa Big Boss.


Beberapa anak cabang di beberapa kota di tiap benua boleh rata, tapi jangan salah.


Bulan yang menggila dan tak terima dengan tuduhan tak mendasar atas dirinya, meratakan hampir seluruh kekayaan setiap penguasa yang mengincar nya.

__ADS_1


Penguasa benua wilayah barat, bahkan tewas mengenaskan di tangan Bulan.


Akibatnya 2 bangku jajaran ketua kosong, sekali waktu.


Campur tangan Alex sebagai ketua kelompok King, membuat Big Boss sedikit bernapas lega.


"bebie... Kau baik - baik saja? " tanya Alex dari balik alat komunikasi sebesar congek di kuping nya.


Dor! Dor! Dor!


Suara rentetan tembakan, terdengar jelas di kuping Alex.


" kau sudah selesai. Aku lapar honey... Buatlah sesuatu yang enak saat aku pulang nanti. Dor! Dor! " Bulan yang sibuk baku tembak menjawab manja pertanyaan suami nya.


" Em... Baiklah! Apa ada sesuatu yang ingin kau makan? Srat! Srat! Dor! Srat! Dor! Dor! "


Alex yang juga sibuk dengan pedang panjang dan senjata moncong pendek di tangan nya, terus bicara pada istri nya.


" Eegh! Eegh! Eegh! Srat! Srat! Wuuz! Em... Aku ingin bebek bakar sambel mentah super pedas! " Bulan yang melakukan maneuver sembari menebas para musuhnya dengan kedua katananya, menjawab santai tiap pertanyaan suami nya.


Pendaratan Bulan, yang sempurna.


Tap! Tap! Tap! Sreek! Sreek! Sreek!


Bulan berjalan santai sambil menarik satu katana nya mengikis lantai Mansion musuh yang penuh genangan darah.


"honey... Jangan lupa jus buah Dragon, taruh di gelas hitam couple"


Dengan sorot mata tajam dan aura membunuh yang mendominasi.


" KURASA... Aku sangat kehausan sekarang!!! Wuuz... Wuzz... Sraat! Sraat! Sratt! " gerakan cepat Bulan menebas mafioso tersisa.


Bruk! Bruk! Bruk!


Bag Dewi iblis yang menjalankan tugas pembantaian nya.

__ADS_1


Bulan yang menyudahi aksi nya mencabut nyawa, berdiri tegap dengan wajah berlumur darah di antara tumpukan mayat mafioso lawan.


" Baiklah bebie... Sampai jumpa di rumah! KERATAK!!! "


Alex mengakhiri pertarungan nya, dengan meremukkan tengkorak kepala mafioso terakhir yang melawan nya.


BUM! BUM! BUM!



Sebuah ledakkan hebat meratakan 2 markas besar penguasa wilayah di beda kota.


Bulan dan Alex berjalan santai di tengah kobaran api besar yang melahap habis Mansion mewah beserta isinya.


Isinya... Ribuan tubuh tanpa nyawa!.


"benar - benar pasangan MONSTER!!!" Haya yang menyaksikan aksi kedua orang tuanya melalui laporan mata dewa sang Dark Bat, bergidik ngeri.


Malam itu...


"tapi, kau yakin, Queen?" terdengar suara Kale tampak ragu dengan apa yang di dengar nya.


"aku tak yakin, tapi semua terlalu kebetulan. Kau bersiaplah. Sebelum aku membuka mata ku besok pagi, jika tak kulihat batang hidung mu di depan pintu kamar ku. Kau... Tau akibat nya!!!" Haya mengakhiri komunikasinya dengan sebuah ancaman.


Kale yang berada di ujung dunia lain, merinding.


SEMENTARA HAYA!!!


"CIH! TUNGGU AKU!!! "



" SAYANG!!! "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


HAPPY READING 🌷


__ADS_2