
Kota C.
" huh, huh, huh, huh. . . ". Ken membuka mata nya seperti habis mimpi buruk. Ken tak sadarkan diri selama 3 hari.
" sayang, kau sudah bangun? ". Tanya Bulan yang saat itu sedang giliran jaga.
Semenjak Ken koma, Bulan dan Alex bergantian menjaga putra sulung nya itu.
Ken mengabsen sekeliling nya. Seolah tak mendapat jawaban.
" ukh. . . Mom. . . ". Teriak Ken sambil memegang kepala nya yang terasa sakit.
Bulan panik. Bulan tak tau harus berbuat apa untuk mengurangi rasa sakit yang di derita anaknya.
" honey . . . . ". Teriak lantang bulan memanggil suami nya.
" panggil Dr. Shadow. CEPAT". Perintah Bulan kasar pada mafioso nya.
Tak betapa lama Alex muncul. Melihat istri nya begitu panik Alex berusaha menenangkan nya.
" sweety . . . Tenanglah ". Ucap Alex sambil mengusap kedua lengan istri cantik nya.
Dr. Shadow memeriksa kondisi Ken dengan teliti. Bulan menatap sedih Ken.
" aaakh. . . ". Ken masih kesakitan.
" honey, Ken terlihat sangat kesakitan". Ucap Bulan tak tega melihat kondisi putra sulungnya.
" tenanglah, semua akan baik - baik saja". Alex berusaha menghibur.
Tak berapa lama Ken kembali tertidur. Lebih tepat nya sengaja di buat tidur.
" katakan . . .?. Perintah Haya berusaha tenang pada dr.Shadow.
" ini. . . Sepertinya. . . . (sedikit ragu), virus yang cukup langka ". Ucap dr. Shadow tak yakin.
" apa. . . Berikan hasil pemeriksaan mu. Berani sekali mereka mengacau tubuh putra ku ". Ucap Haya dingin.
\=\=\=\=\=
Ruang lab mansion Bulan
Sudah berhari - hari Bulan berada di ruang lab nya.
Namun belum juga ada hasil.
Bulan berusaha menciptakan virus yang dapat melawan virus " Ghost "yang yang ada dalam tubuh Ken. Bulan tampak frustasi.
Alex selalu mendampingi. Alex tak bisa berbuat banyak. Meski Alex juga genius namun Alex lebih unggul dalam skill bertarung.
" AKH. . ".
Teriak Bulan memecah hening ruang lab. Beberapa profesor shadow yang membantu penelitian Bulan terkejut akan teriakan Bulan yang memekik di telinga mereka.
Alex yang baru masuk ruang lab mendekati Bulan.
" sweety. . . Kau tak apa?. Alex meraih tubuh istrinya yang terlihat rapuh.
" menangislah. . . ". Ucap Alex sambil memeluk hangat tubuh istri cantik nya itu.
" honey, aku tak mampu ". Ucap Bulan sambil menangis sedih.
Alex mengusap lembut rambut istri nya.
" hubungi lah Haya ". Ucap Alex sambil mengecup kening istri cantik nya.
Alex berhasil menenangkan amarah Bulan.
\=\=\=\=\=
Mansion Mark
Sudah hampir 2 minggu Haya tinggal di mansion Mark.
Haya melewati hari nya seperti tak terjadi apa - apa.
__ADS_1
Haya tak pernah bertanya kenapa dia di tahan, atau apa tujuan Mark. Kenapa begini dan kenapa begitu.
Yang Haya tau hanyalah menikmati harinya tinggal di mansion Mark.
Haya tidur dan melakukan kegiatan sesuka hati nya.
Hanya saja Haya tak diperbolehkan keluar dari pintu mansion Mark. Kecuali Mark yang mengajak nya.
Mirip seorang tahanan rumah. Hanya saja tak tersiksa.
Hari itu seperti biasa Haya membaca sebuah buku yang memang sudah disiapkan oleh Mark.
Mark yang tau benar Haya suka membaca, mensulap sebuah ruangan di mansion nya menjadi sebuah perpustakaan khusus untuk Haya.
Lampu jam di tangan Haya berkedip. Melihat itu Haya bergegas menuju kamar mandi di kamar tidurnya.
Seluruh ruangan mansion Mark ter pantau cctv yang langsung terhubung ke handphone Mark.
Termasuk kamar tidur Haya.
Hanya kamar mandi yang terletak di dalam kamar tidur Haya tak ter pantau cctv.
Sebenarnya ada, hanya saja Haya bersikeras meminta Mark melepasnya. Haya beralasan kalau - kalau nanti handphone Mark hilang atau di retas, tubuh indah Haya bisa - bisa jadi konsumsi publik.
Mark tak bisa tidak menuruti Haya . Karena alasan Haya cukup masuk akal. Mark tak ingin hal buruk itu terjadi. Biar bagaimana pun Mark mencintai Haya.
Haya mengutak-antik jam tangan nya. Tak berapa lama muncul sebuah layar hologram berukuran setelapak tangan.
" mom. . . ". Sapa Haya pada mommy nya.
" kau melihatnya ". Tanya Bulan sembari mengirim laporan lab virus ghost.
Haya melihat wajah mommy nya yang terlihat frustrasi.
Di samping wajah mommy nya tampak sebuah rumus - rumus yang terlihat sangat rumit.
Haya fokus pada data lab itu.
" pecahkan ". Perintah Bulan datar. Bulan tampak putus asa.
Haya terdiam sejenak menatap diri nya dalam pantulan cermin di kamar mandi.
Sebuah bayangan masa kecil nya muncul.
\=\=\=\=\=
Haya Ken usia 7 tahun.
Ken dan Haya sedang berada di ruang pelatihan mansion Bulan di kota C.
" buak. . . ". Haya menendang dada Ken. Tubuh Ken terdorong nyaris jatuh.
" buk. . . Bak. . . Buk. . . Bak. . . ".
Ken dan Haya baku hantam. Kali ini Ken berhasil meninju perut Haya.
" ukh. . . ". Haya merintih.
Ken tersenyum. Tak pake lama Haya kembali menghujani Ken dengan puluhan bogem mentah nya. Kali ini Ken benar - benar K.O.
Haya menindih tubuh Ken. Haya memukuli perut Ken.
" hah, hah, hah, hah ". Nafas mereka berdua bersahutan. Haya merebahkan badan nya sejajar dengan Ken.
Ken menatap adik cantik nya yang tampak ke lelahan.
Ken mengusap keringat Haya.
Haya menatap kosong langit - langit mansion ruang latihan mereka.
" jadilah kuat, karna kau " The next generation
" big bos". . . Ucap Ken yang mengusap lembut pipi chubby Haya.
" aku akan menjadi kuat Ken. Aku akan melindungimu dan daddy". Ucap Haya yang berusia 7 tahun polos.
__ADS_1
" lalu mommy bagaimana ". Bulan muncul bersama Alex.
" mom. . . Dad. . . " teriak Haya dan Ken bersamaan.
Haya berlari memeluk daddy nya.
Sementara Ken berlari memeluk mommy nya.
" mom. . . Haya rindu". Ucap Haya yang kini berganti memeluk mommy nya.
" Ken juga rindu daddy". Imbuh Ken memeluk rindu daddy nya.
Haya dan Alex memang tak selalu bersama kedua buah hatinya. Karna kesibukan Haya dan Alex yang seorang penguasa bawah tanah membuat mereka sering berkeliling ke beberapa belahan dunia.
" jadi, siapa pemenang kali ini ". Tanya mommy nya pada kedua bocah kembar itu.
" Haya lah Mom ". Jawab Ken malas. Karna Ken memang tak pernah menang melawan Haya.
" oya, benarkah itu sayang ". Ucap Alex sambil mengusap lembut kepala putri cantik nya yang dipangku nya.
Haya tak menjawab. Haya tersenyum manis memandang wajah tampan daddy nya.
" tapi, daddy masih tak mengerti. Ken kau selalu kalah dari adikmu. Tapi daddy tak pernah melihat luka sedikit pun di wajah mu". Ucap Alex heran.
" iya ya ". Jawab Ken yang baru menyadari hal itu.
Ken dan daddy nya menatap Haya penasaran.
" itu karena wajah Ken sangat tampan. Haya tak ingin merusak maha karya Tuhan yang sempurna. Dan siapa pun di dunia ini tak boleh menyentuh apalagi melukai wajah Ken. Haya akan membunuh siapa pun yang melakukan itu pada Ken". Jelas Haya dengan polos.
Bulan dan Alex saling pandang. Antara senang dan cukup terkejut. Putry cantik mereka bisa berkata "membunuh" dengan sangat mudah.
" oh manis nya. . . " gumam Ken sambil memeluk tubuh adik kembarnya yang masih di pangkuan daddy mereka.
" Ken sayang Haya. . . ". Ucap Ken mencium kilat kening adik cantik nya itu.
" Haya lebih sayang Ken ". Jawab Haya tulus.
Alex dan Bulan tersenyum bahagia melihat kasih sayang diantara kedua anak kembar nya.
" Haya belum menjawab pertanyaan mommy".
Ucap Bulan mengingatkan Haya.
Haya memutar bola matanya ke atas.
" oh, ". Jawab singkat Haya ber "oh" ria.
Alex dan Ken menatap Haya tak mengerti.
Bulan justru terlihat kesal tak mendapat jawaban pasti dari putri cantiknya.
Alex dan Ken beralih menatap Bulan. Wajah Bulan yang tampak kesal terlihat jelas. Ken dan Alex menenggak ludah kasar. Sedikit takut kalau mommy cantik nya mengamuk.
Namun Haya justru terlihat tenang.
" jadi, Haya hanya perlu menjaga daddy dan Ken ". Ucap Haya tersenyum polos sambil mendekati mommy nya.
" cup". Haya mencium kilat pipi Bulan yang terlihat akan meledak.
" iblis jahat pergilah, Haya bukan musuh. Haya anak mommy ". Ucap Haya sambil mengelus lembut rambut ibu nya.
Ken dan Alex saling tatap.
" ha. . . Ha. . . Ha. . . Ha. . . ".
Ucapan polos Haya berhasil membuat Bulan, Alex dan Ken tertawa terbahak bahak.
" Iblis kok melindungi iblis ". Gumam Ken lirih.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
And koment 😉
__ADS_1
Happy reading all 🌷