
SMA Sky.
Haya memasuki ruang kelas nya seperti biasa. Tampak Mark cukup tenang hari itu. Tak biasanya Mark cukup acuh pada Haya. Namun, Haya tak peduli. Haya dan Mark yang bertetangga bangku seolah tak saling kenal hari itu.
Tiba - tiba guru masuk ruang kelas sebelum bel berbunyi. Guru itu membahas kabar kematian Nexon yang mendadak. Kelas yang memang telah ramai sejak tadi jadi makin heboh. Akhirnya kelas hari itu di bubarkan karena para guru akan menghadiri pemakaman Nexon. Biar bagaimana pun. Keluarga Nexon adalah donatur utama SMA Sky.
Di dunia atas.. Berita penyebab kematian Nexon dan kakak nya cukup dibuat wajar. Namun tidak di dunia bawah.
Kejadian yang menimpa keluarga Nexon cukup menggemparkan dunia underground. Saling bantai dan meratakan, itu hal yang wajar di dunia bawah tanah.
Namun kenyataan nya, membantai 2 penguasa tingkat 3 dan 5 dengan jarak yang cukup singkat itu bukan sesuatu yang bisa di sepele kan.
Goncangan terjadi cukup kuat di dunia underground. Dimulai dari kecurigaan dan saling tuduh. Underground kota Z kacau balau.
Rapat para penguasa kota Z pun di mulai.
"hebat juga mereka... ". Gumam ayah Aron penguasa tingkat 1 kota Z tersenyum remeh.
" kekacauan ini harus segera di akhiri". Ucap ayah Hekai dingin.
"sudah mati ya mati saja.. Tak usah pikir lagi". Ucap Jacky remeh.
Jacky... Pewaris tingkat 4.
Usia masih 28 tahun . Pembunuh berdarah dingin.
"mereka mati karena mereka bodoh.. Salah siapa menyentuh api ketika berlumur bensin. Hangus lah. Dasar bodoh... ". Umpat Jacky malas.
Ayah Aron dan Hekai memandang Jacky tak mengerti.
" apa yang kau tau...? ". Tanya ayah Aron.
" cukup untuk membuat ku sadar diri.. ". Jawab Jacky menatap ayah Aron dan Hekai santai.
" sudahlah, yang mati biar mati. Mari kita bahas sesuatu yang lebih penting". Ucap Jacky dengan wajah serius.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Haya berjalan santai menuju parkiran.
"set....". Seseorang menggenggam telapak tangan Haya.
Haya terkejut. Tak menoleh. Haya mengenali aroma tubuh pelaku yang lancang itu.
Tak menatap Mark.. Haya dengan dingin berkata:
"lepasin... ".
" gak mau".
"lepas gak... ".
" gak mau". Mark makin kuat menggenggam telapak tangan Haya.
Mark maju se langkah dan kini berhadapan dengan Haya.
"Duk".. Haya yang tak siap menubruk dada bidang Mark.
Mark yang yang merasa bersalah pun salah tingkah. Dengan gugup dan tampak khawatir.
Mark mengusap jidat Haya dan menipu nya seperti bocah.
" huuuft... Huuftt... Huuftt... ". Mark meniup jidat Haya.
" sakit ya.. Maaf ya. Aku tak bermaksud melukai mu. Huuftt... Huuftt.. Huft...". Mark merasa bersalah...
Haya menatap wajah tampan Mark..
Di perlakukan seperti itu.. Tiba - tiba jantung Haya berdegup kencang.. Wajah nya memerah.. Haya tak mengerti apa yang terjadi padanya..
Haya meremas kuat dada nya.. Mark yang melihat wajah merah Haya mengira Haya terluka parah.
"kau sakit.. Kenapa dadamu sakit kah. Wajah mu merah sekali. Ayo kita ke rumah sakit". Mark panik.
Haya kesal.
__ADS_1
"his... ". Dengus Haya sambil menepis tangan Mark yang mengabsen wajah nya.
Haya berlalu meninggalkan Mark... Mark mengejar Haya cepat.
Mark kembali meraih tangan Haya. Tapi kali ini Haya menepis nya kasar.
" henti kan.. ". Ucap Haya dingin sambil menatap Mark tajam.
Wajah Mark berubah murung. Mark ter tunduk.
"maaf...". Gumam lirih Mark dengan wajah sendu.
Haya yang kesal membalik tubuhnya kasar dan meninggalkan Mark.
Tiba - tiba,
"aku lapar.. ". Ucap Haya sambil berbalik menatap Mark.
Mark yang mengerti maksud Haya mendongak an wajahnya girang.
Mark tersenyum senang menghampiri Haya.
" bolehkah ku genggam tangan mu".. Ucap Mark sembari berjalan mengiringi langkah Haya.
"gak".. Jawab singkat Haya.
"uuuh.... Baby aku pengin di gandeng ". Manja Mark seperti bocah.
" henti kan.. ". Ucap Haya risih dengan sikap Mark.
Mereka berjalan bersama meninggalkan parkiran sekolah..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Happy reading all 🌷
__ADS_1