
\=BENUA INTI\=
IBU KOTA NEGARA X
MANSION MOSES
"HR??? Aku tak pernah melihat senjata seperti ini sebelum nya. Apa ini pisau dapur buat iris bawang. Apa ada perusahan alat dapur dengan logo HR terjual di pasaran? " Moses dengan polosnya bertanya pada Hero, dengan wajah bayi nya.
" hais! Pletak! "
" aah! Aow! Sakit He! " Moses yang kena kutik di jidat nya ngomel-ngomel sambil mengerucutkan bibir nya.
"ck ck ck! Heyeuh... Sampai detik ini aku masih tak mengerti, isi kepala besar mu ini, otak manusia apa otak udang? " Hero menatap heran, sahabat tampan nya.
" he he he, terima kasih pujian nya sobat.
Otak udang bukan nya enak dan bikin pinter ya"
jawab Moses, cuek bebek, sambil mengedipkan satu matanya menggoda Hero.
"yak! Kau! Aoh! Aoh! Aoh! " Hero yang kalah debat, meraih tengkuk nya yang menegang karena kesal.
Moses malas pikir.
" tapi He! Pisau ini terlihat unik. Kurasa terlalu tajam buah iris bawang! "
" KAMPRET!
Kau!!! Bicara sepatah kata lagi soal bawang. Ku lempar kau dari sini! " Hero sampai di batas sabar nya.
Moses menatap Hero, sok takut.
" He! Ini lantai 100. Aku belum siap jadi vampire! " Moses pasang tampang melas sok tertindas.
Hero tarik napas besar.
" Sabaaaarrrrrrr..... " Hero ngelus dada.
" ah! Sudahlah! Hal ini Kita bahas tahun depan saja. Aku tak mood lagi! " Hero balik badan dan meninggalkan Moses begitu saja.
" loh He... Mau kemana? " teriak Moses.
" MAKAN! " Tanpa berbalik, dan...
BRUAK!
Hero membanting pintu ruangan Moses.
" cih! " Moses menatap daun pintu yg sudah tertutup rapat.
" tapi... Bentuk belati seunik ini, dengan sebuah ukiran dan satu permata di kaki huruf nya.... Cih! Ku pikir aku harus menyapa MU... Paman Nathan "
__ADS_1
Moses menatap Psycho, layar monitor nya sembari menyeringai.
Sedetik kemudian...
" He! Tungguin... Ikut... Aku juga lapar! " Moses berteriak sambil lari keluar ruangan dan menyusul Hero.
*
SKIP!
Masih di benua yang sama. Namun di kota yang berbeda.
KOTA C!
\=MANSION BULAN\=
" uhm! Cup! Pagi Bebie... " Hekai yang lebih dulu membuka matanya, mencium kilat kening istri cantik nya.
" emm! " jawab Haya tanpa membuka matanya.
Haya memeluk erat tubuh berotot, suami nya.
" bangunlah! Kita harus mengantar Zean ke sekolah nanti. Akan sangat menyedihkan jika dia terlambat di hari pertama nya" Hekai mengingatkan istri cantiknya, kegiatan utama pagi itu.
"ehm... " Haya mengerang, manja.
" ah! Bebie... " Hekai mendesah sampai merinding.
Tangan jahil Haya, bergerilya di bawah sana.
Sobat naga Hekai terbangun, tegak lurus.
" Bebie... Ah! Ssttp! Uh! " Hekai menikmati setiap sentuhan jemari nakal istri cantik nya.
" ah... Uh..." Hekai menggeliat enak, tak karuan.
Haya yang merasa undangannya di terima, semakin menjadi-jadi melakukan pemanasan sebelum pertarungan benar - benar di mulai.
Haya secepat kilat menyusup ke dalam selimut.
"uhm! Hm! Uhm! " Haya memulai sarapan nya.
" ah! Hah! Ah! Bebie... Ah! Sayang... Uh! " Hekai yang merasa enak, meraih lembut rambut panjang istri nya, di bawah sana.
Hekai memainkan tempo lembut, mengikuti kecepatan yang di mainkan istri nya.
" uhm! Hm! Hm! " wajah cantik Haya terlihat jelas menikmati sarapan ranjang nya.
" ah... Sayang... Itu nikmat sekali... Ah! Ah! " Hekai hampir gila.
Haya ******* habis batang leher sobat naga Hekai.
__ADS_1
" AH!!! SIAL!!!" Hekai meraih tubuh istri nya.
Hekai membalik posisi.
" uhm! Hm! Hm! " giliran Hekai ******* habis bibir seksi istri nya.
" Bebie... Kau cantik sekali" puji Hekai sembari bergerak turun dan memanjakan zona DANGER milik Haya.
"aah... " Haya menggeliat enak, saat merasakan bibir lembut suami nya menyentuh zona Danger nya.
" aah... Honey... " Haya melakukan hal sama pada Hekai.
Haya meraih lembut rambut hitam suaminya.
" honey... " Haya terus merintih, nikmat.
DAN!!!
" aah! " desah panjang Haya sembari mendongak, saat sobat naga suaminya tanpa permisi masuk ke kandang nya.
Haya dan Hekai menikmati sarapan mereka di ranjang pagi itu.
Hekai dan Haya sama - sama terkapar.
" Ah! Hah! Hah! Hah! bebie... Ada apa dengan mu? Kau tak seperti biasa nya? " tanya Hekai sambil memeluk tubuh bugil istri nya.
" Hm! Apa maksud mu? " jawab Haya polos sambil memainkan dada berotot suaminya.
" kau tak sadar kah. Kau terus meminta jatah mu akhir - akhir ini. Bahkan kau meminta ekstra untuk jatah mingguan"
"benar kah. Aku tak ingat " jawab Haya cuek.
" Em! Dan itu... Di bawah sana. Aku merasa ada yang berbeda. Kau menjadi puluhan kali lebih nikmat bebie. Ini juga ( meramas lembut bokong istri nya) kau tak sadar kah. Ini menjadi sangat menggoda sekarang " Hekai menatap sayang wajah istri nya.
" Em.. " Haya memutar bola matanya. Berpikir sejenak.
" ah, sudahlah! Ayo bersiap. Kita harus mengantar Zean. Akan menyedihkan jika hari pertamanya terlambat kan" Haya mengulangi ucapan Hekai sembari turun ranjang.
Hekai tersenyum.
" Babie... Bantu aku menggosok punggung ya" Hekai ikut turun ranjang dan berlari mengejar istri nya, masuk kamar mandi.
Hekai dan Haya melanjutkan pertarungan panasnya di bathup.
Benar - benar tak ada habis nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
DI LARANG KOMENT LANJUT, NEXT, UP DAN SEMANGAT YA!
ATAU AKU BERHENTI NULIS NIE!!!
**HE HE HE.
__ADS_1
KOMENT LAH SESUAI ISI CERITA,
HAPPY READING 🌷**