The Last Big Boss

The Last Big Boss
SHADOW - 21+ HARAP BIJAK!


__ADS_3

\=BENUA INTI\=


IBU KOTA NEGARA X


MANSION MOSES


"HR??? Aku tak pernah melihat senjata seperti ini sebelum nya. Apa ini pisau dapur buat iris bawang. Apa ada perusahan alat dapur dengan logo HR terjual di pasaran? " Moses dengan polosnya bertanya pada Hero, dengan wajah bayi nya.


" hais! Pletak! "


" aah! Aow! Sakit He! " Moses yang kena kutik di jidat nya ngomel-ngomel sambil mengerucutkan bibir nya.


"ck ck ck! Heyeuh... Sampai detik ini aku masih tak mengerti, isi kepala besar mu ini, otak manusia apa otak udang? " Hero menatap heran, sahabat tampan nya.


" he he he, terima kasih pujian nya sobat.



Otak udang bukan nya enak dan bikin pinter ya"


jawab Moses, cuek bebek, sambil mengedipkan satu matanya menggoda Hero.


"yak! Kau! Aoh! Aoh! Aoh! " Hero yang kalah debat, meraih tengkuk nya yang menegang karena kesal.


Moses malas pikir.


" tapi He! Pisau ini terlihat unik. Kurasa terlalu tajam buah iris bawang! "


" KAMPRET!



Kau!!! Bicara sepatah kata lagi soal bawang. Ku lempar kau dari sini! " Hero sampai di batas sabar nya.


Moses menatap Hero, sok takut.


" He! Ini lantai 100. Aku belum siap jadi vampire! " Moses pasang tampang melas sok tertindas.


Hero tarik napas besar.


" Sabaaaarrrrrrr..... " Hero ngelus dada.


" ah! Sudahlah! Hal ini Kita bahas tahun depan saja. Aku tak mood lagi! " Hero balik badan dan meninggalkan Moses begitu saja.


" loh He... Mau kemana? " teriak Moses.


" MAKAN! " Tanpa berbalik, dan...



BRUAK!


Hero membanting pintu ruangan Moses.


" cih! " Moses menatap daun pintu yg sudah tertutup rapat.


" tapi... Bentuk belati seunik ini, dengan sebuah ukiran dan satu permata di kaki huruf nya.... Cih! Ku pikir aku harus menyapa MU... Paman Nathan "

__ADS_1



Moses menatap Psycho, layar monitor nya sembari menyeringai.


Sedetik kemudian...


" He! Tungguin... Ikut... Aku juga lapar! " Moses berteriak sambil lari keluar ruangan dan menyusul Hero.


*


SKIP!


Masih di benua yang sama. Namun di kota yang berbeda.


KOTA C!


\=MANSION BULAN\=


" uhm! Cup! Pagi Bebie... " Hekai yang lebih dulu membuka matanya, mencium kilat kening istri cantik nya.


" emm! " jawab Haya tanpa membuka matanya.


Haya memeluk erat tubuh berotot, suami nya.


" bangunlah! Kita harus mengantar Zean ke sekolah nanti. Akan sangat menyedihkan jika dia terlambat di hari pertama nya" Hekai mengingatkan istri cantiknya, kegiatan utama pagi itu.


"ehm... " Haya mengerang, manja.


" ah! Bebie... " Hekai mendesah sampai merinding.


Tangan jahil Haya, bergerilya di bawah sana.


Sobat naga Hekai terbangun, tegak lurus.


" Bebie... Ah! Ssttp! Uh! " Hekai menikmati setiap sentuhan jemari nakal istri cantik nya.



" ah... Uh..." Hekai menggeliat enak, tak karuan.


Haya yang merasa undangannya di terima, semakin menjadi-jadi melakukan pemanasan sebelum pertarungan benar - benar di mulai.


Haya secepat kilat menyusup ke dalam selimut.


"uhm! Hm! Uhm! " Haya memulai sarapan nya.


" ah! Hah! Ah! Bebie... Ah! Sayang... Uh! " Hekai yang merasa enak, meraih lembut rambut panjang istri nya, di bawah sana.



Hekai memainkan tempo lembut, mengikuti kecepatan yang di mainkan istri nya.


" uhm! Hm! Hm! " wajah cantik Haya terlihat jelas menikmati sarapan ranjang nya.


" ah... Sayang... Itu nikmat sekali... Ah! Ah! " Hekai hampir gila.


Haya ******* habis batang leher sobat naga Hekai.

__ADS_1


" AH!!! SIAL!!!" Hekai meraih tubuh istri nya.


Hekai membalik posisi.


" uhm! Hm! Hm! " giliran Hekai ******* habis bibir seksi istri nya.


" Bebie... Kau cantik sekali" puji Hekai sembari bergerak turun dan memanjakan zona DANGER milik Haya.


"aah... " Haya menggeliat enak, saat merasakan bibir lembut suami nya menyentuh zona Danger nya.



" aah... Honey... " Haya melakukan hal sama pada Hekai.


Haya meraih lembut rambut hitam suaminya.


" honey... " Haya terus merintih, nikmat.


DAN!!!


" aah! " desah panjang Haya sembari mendongak, saat sobat naga suaminya tanpa permisi masuk ke kandang nya.


Haya dan Hekai menikmati sarapan mereka di ranjang pagi itu.


Hekai dan Haya sama - sama terkapar.



" Ah! Hah! Hah! Hah! bebie... Ada apa dengan mu? Kau tak seperti biasa nya? " tanya Hekai sambil memeluk tubuh bugil istri nya.


" Hm! Apa maksud mu? " jawab Haya polos sambil memainkan dada berotot suaminya.


" kau tak sadar kah. Kau terus meminta jatah mu akhir - akhir ini. Bahkan kau meminta ekstra untuk jatah mingguan"


"benar kah. Aku tak ingat " jawab Haya cuek.


" Em! Dan itu... Di bawah sana. Aku merasa ada yang berbeda. Kau menjadi puluhan kali lebih nikmat bebie. Ini juga ( meramas lembut bokong istri nya) kau tak sadar kah. Ini menjadi sangat menggoda sekarang " Hekai menatap sayang wajah istri nya.


" Em.. " Haya memutar bola matanya. Berpikir sejenak.


" ah, sudahlah! Ayo bersiap. Kita harus mengantar Zean. Akan menyedihkan jika hari pertamanya terlambat kan" Haya mengulangi ucapan Hekai sembari turun ranjang.


Hekai tersenyum.


" Babie... Bantu aku menggosok punggung ya" Hekai ikut turun ranjang dan berlari mengejar istri nya, masuk kamar mandi.


Hekai dan Haya melanjutkan pertarungan panasnya di bathup.


Benar - benar tak ada habis nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


DI LARANG KOMENT LANJUT, NEXT, UP DAN SEMANGAT YA!


ATAU AKU BERHENTI NULIS NIE!!!


**HE HE HE.

__ADS_1


KOMENT LAH SESUAI ISI CERITA,


HAPPY READING 🌷**


__ADS_2