The Last Big Boss

The Last Big Boss
70


__ADS_3

RESTO


"o.. Kau darimana saja. Mommy dan Daddy sudah pulang" Ucap Ken yang ternyata bertugas menunggu Haya.


"lalu.. Kenapa kau masih disini? " tanya Haya dengan wajah dingin nya.


" Daddy meminta ku menunggu mu. Atau Mommy akan menggoreng ku jika kau sampai hilang" jawab Ken polos.


"Cih.. Aku heran. Kenapa kau bisa jadi kakak ku. Kembaran pula" Ucap Haya tak habis pikir.


"Ah.. Kau tak perlu bersyukur begitu. Aku memang kakak kembar yang baik " Ucap Ken songong salah mengartikan ucapan sesal Haya.


"Heuh.." Haya mengenyitkan kening nya.


"sudah.. Sudah.. Ayo pulang" Ucap Ken sembari merangkul pundak Haya dan balik badan.


Tanpa Ken sadari.. Sepasang mata Elang terus menatap tajam ke arah mereka.


Ken tak menyadari nya namun tidak dengan Haya.


Haya yang bag memiliki mata di belakang kepala nya tau dan dapat merasakan aura dendam terpancar kuat dari sosok yang terus menatap nya sedari tadi.


Haya melirik ekor mata. Haya menyeringai...


Dan ternyata.. Senyum seringai Haya disambut senyum mematikan oleh sosok pemilik mata Elang di sudut jalan.


"SESUAI"


Gumam sosok pemilik mata tajam yang merasa lawan nya kini sebanding.


***


BACK TO STORY


MANSION BULAN


"Mom.. Haya kemana. Aku tak melihat nya sejak sore tadi? " tanya Ken yang tak mendapati batang hidung adik kembar nya.


" Mommy memberinya tiket liburan siang tadi. Mungkin sudah berangkat" jawab Bulan santai.

__ADS_1


"APA!!!.. Mommy...!!! " teriak Ken kesal.


Alex tersenyum. Jessy menatap Ken bingung.


" Mom.. Kau memberi tiket liburan untuk Haya dan aku tidak. Mom.. Kau membiarkan Haya bersenang - senang tanpa ku. Kau pilih kasih Mom.." protes Ken cemburu.


"Aku tak mau makan lagi" Ken meletakkan alat makan nya, sok - sok an marah.


Sedetik kemudian...


"MA.."



"KAN!!! "


perintah Bulan terdengar dingin mencengkam.


Tak sampe Sedetik. Alat makan kembali ketangan Ken. Mulut Ken pun sudah terisi penuh makanan.


"kik.. Kik.. Kik.. "


Alex hanya tersenyum geli melihat tingkah ibu dan anak itu.


***


KOTA A


Di sebuah kedai sederhana pinggir jalan. Tampak seorang pria menggunakan hoodie hitam berkacamata tebal.



Sedang duduk berhadapan dengan seorang wanita bejaket hitam mengenakan topi.



" sudah kau dapat kan semua nya? Tanya Haya pada si pria berhoodie hitam.


"Em.. " jawab singkat si pria berhoodie hitam sembari menyodorkan sebuah flash mini.

__ADS_1


" Em.. Baiklah. Berhati - hatilah. Firasat ku mengatakan kali ini takkan mudah" Ucap Haya pada pria berhoodie hitam.


"Ah... Kau terlalu berlebihan. Bukankah tak ada hal yang mudah jika kau sudah turun tangan " Ucap si pria berhoodie hitam.


" Cih.. Kau berani menimpali ucapan ku sekarang. Dapat keberanian dari mana" Ucap Haya senyum mengejek.


"Ah maaf Queen... Yang barusan hanya bercanda" Ucap pria berhoodie hitam mulai takut.


"Hah... Yang barusan aku juga bercanda" jawab Haya meniru kan ucapan si pria berhoodie hitam.


"Tapi.. Kali ini aku serius. Kau harus berhati - hati. Kau tau firasat ku tak pernah salah" Ucap Haya dengan wajah serius nya.



"Vio... Berada jauh di level semua lawan ku selama ini. Dia bisa melukai Mommy ku. Itu bukti bahwa Skill bertarung nya tak bisa dianggap remeh. Bahkan mungkin Aku dan Devil menyerang bersama pun belum tentu bisa menang" Ucap Haya terdengar dingin mematikan.


Pria berhoodie hitam seketika tertegun. Aura iblis Haya membuat bulu kudu nya berdiri otomatis.


"Baiklah Queen. Aku mengerti... " jawab cepat si pria berhoodie yang ternyata teman lama Haya.


" Kale.. Bagaimana kabar Daddy mu? " tanya Haya pada pria berhoodie hitam yang ternyata si Kale bocah laki - laki berkacamata tebal yang dulu di tolong Haya kecil.


Bocah laki - laki yang juga teman sekolah Haya Ken di SMA Sky kota Z.


KALE SI CUPU



Hacker misterius no WAHID di dunia UNDERGROUND....


Dan di kenal dengan nama...



" Dark Bats "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY BACA READER 🌷

__ADS_1


__ADS_2