
KOTA C
"lalu.... Bagaimana keadaan mereka Sekarang? " tanya Bulan pada Stella yang membawa kabar penyerangan Mansion Haya Ken Jessy.
" nona Haya.. Terluka cukup parah!" jawab cepat Stella tanpa ragu.
"APA...??? " teriak kaget Bulan yang mendengar putri kesayangan nya terluka.
" berani sekali... Berani sekali kalian menyentuh putra putri ku" Ucap Bulan dingin mendominasi.
Hawa ruang seketika berubah mencengkam.
Bulan menatap tajam Stella. Dengan aura membunuh yang menghitam. Bulan yang di kuasai amarah berjalan cepat meninggalkan ruang gelap nya.
Stella yang tau benar perangai BOSS nya dengan sigap mengikuti langkah cepat Bulan.
Sebuah ruang rahasia dengan peralatan tempur yang lebih daripada lengkap.
"Siapkan Shadow tingkat satu" Ucap Bulan datar sembari sibuk mempersenjatai dirinya.
"baik" jawab Stella cepat.
"kalian dengar... Persiapkan diri kalian" Ucap Stella pada earphone yang terpasang di kuping nya.
Beberapa menit kemudian...
Sebuah penampilan mematikan yang seakan telah lama tenggelam dari hiruk pikuknya dunia bawah tanah.
Sepasang katana kembar yang terselip tenang di punggung ramping sang master.
Juga sepasang pistol kembar yang tampak memancarkan aura bertarung layaknya si empunya.
Bulan yang telah bersiap kemudian berjalan menuju sebuah ruang kontrol yang di penuhi layar monitor.
Tampak beberapa wajah pria dan wanita muncul di beberapa layar monitor.
" HALLO BIG BOSS" sapa serentak para petinggi Shadow dari berbagai wilayah.
Dengan tatapan membunuh dan aura iblis yang mendominasi.
Bulan menatap tajam layar monitor di hadapannya.
"liburan usai... " Ucap Bulan datar sembari menatap wajah para mafiso setia nya.
" dengan ini..."
"SHADOW "
" KUNYATAKAN AKTIF KEMBALI" teriak tegas Bulan tak terbantahkan.
"SIAP " jawab serempak para petinggi shadow patuh.
"LALU...." ucapan Bulan terhenti.
Dengan sorot mata dewi iblis yang penuh dendam.
"HANCURKAN SEMUA MILIK RAMON" Ucap Bulan dingin mematikan.
\=\=\=\=\=
KOTA Z
Mansion Haya Ken
Masih dengan keter kejutan yang sama.
"jadi... Mereka... " ucapan Ken ter putus sambil memandang Lea dan Zea bergantian.
" cih... Sama - Sama ****** rupanya " maki Ken tak menyukai Lea Zea.
" dan sama - sama sudah bertunangan dengan pria - pria tangguh yang sama - sama mencintai kak Aya "
" kik... Kik.. Kik... " imbuh Jessy cekikikan.
__ADS_1
" DIAM " maki Lea naik darah.
Kalian terlalu banyak bacot...
Lea yang sedari tadi geram melihat Mark memeluk tubuh terluka Haya makin di buat kesal mendengar celoteh Jessy.
Lea yang di kuasai api cemburu dan amarah meluap tanpa pikir panjang menodongkan senjata nya ke arah Haya.
"kalau begitu.. Kau... " Ucap Lea ter putus pelan.
"KAU.. MATI SAJA" teriak Lea keras penuh kebencian.
" O' OW.... " seru Jessy sadar situasi.
" DOR " timah panas dari senjata Lea lepas landas.
" DUAK " Jessy dengan cepat menghantam tangan bersenjata Lea hingga senjata Lea terlepas dari genggaman.
" ups.. "
Salah sasaran. Peluru Lea melubangi langit - langit Mansion Haya.
" KEPARAT " maki Lea menatap Jessy penuh benci.
Jessy pasang tampang sok imut.
Dengan amarah yang meluap. Lea yang kesal dengan cepat menyerang Jessy membabi buta.
" BUAK.. BUAK.. BUAK.. "
Kepalan Lea menghujani wajah dan tubuh Jessy.
Namun Jessy adalah Jessy... Darah monster tetaplah monster meski masih anakkan.
Kecil boleh.. Muda boleh.. Namun soal bertarung...
" DUAK... "
"ukh..." rintihan Lea sembari terhuyung hingga akhirnya tersungkur di lantai.
Sebuah tendangan kuat yang membuat Lea nyaris ter kapar.
"cih.. "
" kau yang cuma seperti ini, berani sekali mencari masalah dengan keluarga kami "
" kau bodoh ya... "
Ucap Jessy polos - polos menghina.
Zea yang melihat saudara kembar nya terluka meradang.
Zea menatap tajam sekelilingnya. Merasa fokus Haya Mark dan Ken tertuju pada Jessy.
Zea yang menyadari kesempatan menyerang tak sia - sia kan waktu.
Dengan menahan luka akibat pertarungan nya dengan Haya.
"sreeet" sangat cepat... Zea meraih senjata Hekai yang terselip di balik jas nya.
Hekai terkejut dengan gerakan kilat Zea.
Terlambat... Senjata Hekai berada di genggaman Zea.
" KALIAN... CARI MATI... " umpat nya sembari menodongkan senjata nya ke arah Haya yang berada tak jauh dari nya.
Merasa lengah dan tak fokus. Terkejut akan tindakan dadakan Zea. Mark dan Ken yang berada di samping Haya, terpaku.
" DOR "
Peluru Zea melesat cepat menembus daging sehat.
__ADS_1
Darah segar mengalir deras dari daging yang berlubang.
" MAAAAAAARRRRKKK..... " teriak Haya dan Lea bersamaan.
Punggung Mark berlubang. Mark roboh di pelukan Haya.
Ken dan Jessy yang mendengar teriakan Haya sontak menoleh ke arah Mark yang perlahan ambruk tak bertenaga.
"kak Mark... " teriak Jessy sembari berlari menghampiri Mark dan Haya.
Hekai yang tak kalah terkejut membeku menatap wajah cantik Haya yang terlihat takut bercampur cemas.
Sementara itu, Zea yang tak menyangka Mark pasang badan melindungi Haya membeku sedetik.
Rasa bersalah campur kaget tampak dari wajah datar Zea. Namun Zea tetaplah Zea.
Seorang" DEVIL" penguasa dunia bawah tanah yang terkenal berdarah dingin.
Zea begitu pandai menyembunyikan rasa terkejut nya.
Sementara itu...
"Mark... Mark... Tidak Mark... Tidak... " seru Haya sembari memeluk tubuh lemas Mark.
Mark tak menjawab. Mark terus menatap wajah cantik kekasihnya.
" tidak.. Tidak.. Tidak.. Jangan menatap ku seperti itu Mark... Hiks.. Hiks.. Hiks.. "
Mark seolah tak mendengar ucapan Haya. Mark terus menatap wajah kekasih nya, sedih.
Mark tak mampu bersuara. Bibirnya terasa kaku. Dengan sekuat tenaga tanpa melepas pandangan matanya, Mark berusaha mengangkat tangan nya menyentuh wajah cantik Haya.
Sebuah tatapan yang seolah berkata :
"jangan menangis sayang... Maafkan aku... "
Mengerti apa yang hendak di ucapkan Mark. Haya dengan cepat berkata :
" kau tak ingin aku menangis kan.. Aku tak akan menangis" Ucap Haya menahan tangisan nya sembari mengusap airmata nya cepat.
"kau lihat.. Aku tak menangis lagi. Jadi berhenti menatap ku dengan mata itu"
"AKU TAK MENYUKAI NYA.. "
" Hiks.. Hiks.. Hiks.. Aaaaaaaa.... Mark... Bicaralah..." Haya meracau.
Mark tampak tak kuat lagi. Nyaris kehabisan darah. Matanya mulai terpejam. Sentuhan nya di wajah Haya melemah.
"MARK... BANGUN MARK... BANGUN KATAKU.. MARK.. " Haya berteriak se-jadi-jadinya.
Lea yang sedari tadi terpaku menatap tubuh lemas Mark hanya terdiam seperti zombie.
" ukhuk.. Ukhuk.. " Mark muntah darah.
" MARK.. TIDAK.. TIDAK.. " Haya panik setengah mati sambil mengusap darah segar dari mulut Mark.
Mark yang kembali membuka matanya sayu... Tak melepas pandang dari wajah cantik Haya.
Haya yang tak lagi tau harus berbuat apa dengan rasa takut cemas dan cinta yang luar biasa tanpa ragu mencium bibir penuh darah Mark.
"aku mencintai mu Mark.. Aku mencintaimu"
Ucapnya sembari menyambar bibir seksy Mark yang berlumur darah.
"aku mencintaimu.. " ucapnya lagi do sela - sela napasnya yang terus mel-***** bibir kekasihnya.
Haya benar - benar menghabisi bibir merah darah Mark yang terasa kaku.
Ciuman yang cukup lama. Kesadaran Mark mulai menghilang.
Namun tiba - tiba,
BOOOOOOMMM....
Sebuah Bazoka melulu latah kan mansion depan Haya Ken.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy reading 🌷🌷🌷