The Last Big Boss

The Last Big Boss
74


__ADS_3

KOTA C


MALAM SAAT KEN MENGANTAR JESSY


JESSY POV


"Kak.. Turunkan aku disini saja. Selamat ini pasti mafioso papa sudah tidur " Ucap Jessy yang meminta Ken menurunkan nya di depan Mansion Jhuna.


" bei.. BEI.. Kak.. " Jessy melambaikan tangan nya sembari tersenyum polos.


" Bei!!!.... BEI!!! " nada Jessy berubah dingin.


" sekarang!!! " Ucap nya lagi pada seseorang di ujung earphone mini nya.


Tak berapa lama sebuah mobil hitam berhenti tepat di dekat Jessy berdiri.


Jessy secepat kilat masuk mobil.


Mobil hitam yang di tumpangi Jessy melesat cepat meninggalkan area Mansion Jhuna.


" Cih... Dasar bocah bodoh!!! " umpat Ken yang ternyata menyaksikan gerak gerak Jessy dari spion mobil nya.


*


*


*


MANSION DARKNESS


Mobil Jessy dengan mudah memasuki Mansion mewah bercat dasar hitam putih itu.


Mansion yang sekilas mirip dengan Mansion Shadow milik Bulan terlihat di jaga ketat oleh ratusan mafioso bersenjata lengkap.


Mobil Jessy dengan mudah masuk. Namun tidak dengan mobil Ken.


Ken yang tau aturan main dunia hitam tak kehabisan akal.


Singkat nya Ken melumpuhkan satu mafioso Jessy dan menyamar menjadi salah satu anak buah Jessy yang bertugas.


Hingga akhirnya Ken dengan mudah memasuki Mansion DARKNESS.


"Selamat malam Nona" sapa hormat para mafioso Jessy yang tampak bersiap dengan senjata di badan masing - masing.


" Baiklah.. Kita berangkat malam ini.." Ucap Jessy terdengar dewasa dan berwibawa.


Saat Jessy dan para mafioso nya hendak melanjutkan langkah nya. Tiba - tiba...


"KAU MELUPAKAN KU... DARKNESS!!! " Ken berteriak lantang dan berhasil membuat seisi Mansion berbalik menatap nya.


" Kakak... " seru Jessy kaget bukan main melihat Ken menatapnya clengek-an.


" JADI... DARKNESS!!!. Bisakah kau jelaskan singkat tentang semua ini??? " Ucap Ken santai sembari berjalan mendekati Jessy.


" SEEEEET!!! " seketika puluhan mafioso tingkat satu Jessy angkat senjata membidik Ken.


" WOW... WOW... WOW..." seru Ken kaget melotot kan mata nya lebar.


"sudahlah.. Dia kakak ku. Saudara kembar Queen. KEN!!! " Ucap Jessy malas ribut.


Seketika..


" SELAMAT MALAM TUAN MUDA" sapa hormat serentak para mafioso Jessy.


Ken Tertegun.


"Baiklah kak.. Mari ku perkenalkan diriku secara resmi" Ucap Jessy menatap tajam Ken.



"AKU LAH!!! "



" DARKNESS!!! "


***

__ADS_1


MANSION VIO


"DARKNESS!!! " gumam Vio terkejut bukan main.


Jezz menyeringai.


Ken menatap remeh Vio.


Sedangkan Haya terlihat tak tertarik lagi dengan suasana pertarungan di ruang itu.


" ukh... " rintih Haya yang merasakan sakit di pergelangan kaki nya.


" QUEEN kau baik - baik saja?" terdengar Kale tampak mencemaskan kondisi Haya.


"Ah.. Ak lelah. Mataku terasa berat. Lindungi aku. Ku rasa aku akan tertidur kurang dari 5detik" ucap Haya sembari duduk dan meluruskan satu kaki patah nya.


Belum sempat Kale menjawab perintah Haya... Terlihat Haya sudah tertidur pulas dengan posisi duduk sembari satu kaki nya menopang satu tangan nya yang penuh luka.


"Selamat beristirahat Queen.... " Ucap Kale yang terus menatap layar monitor nya memantau Haya.


*


*


*


Sementara itu..


Vio yang kini mirip tikus kejepit menatap tajam Ken dan Jessy yang kini sedang bertukar peran dengan Jezz. Vio terlihat sedang mencermati situasi sulit yang di hadapi nya.


Sedetik kemudian.


"cih... Kik.. Kik.. Kik... Kik... " Vio terkekeh sembari menyeringai.


Ken dan Jezz yang tak paham arti sikap Vio saling tatap.


" Cih... Jadi kau seorang DARKNESS yang misterius itu ya. Kau hanya BOCAH!!!. Haaa Haa Haa Haa!!! " Vio mentertawakan kepemimpinan Jessy Jezz.


" Tertawa lah sepuas mu. Sebelum korobek mulut busuk mu " Ucap Jezz dengan wajah dingin nya.


" UH.. Aku takut!!! Sangat takut!!! " Vio sok lemah sembari menatap Jezz remeh.


Tanpa basa basi Jezz melesat cepat menghantam Vio dengan bogem mentah nya.


" BUK BAK BUK BAK BUK BUAK BUAK!!! "


Lagi - lagi baku hantam terjadi di suasana mencengkam ruang pertarungan itu.


" BUUAAK!!! KERATAK!!! "


Tinju Vio dan Jezz beradu. Terdengar lagi - lagi tulang jari remuk.


" sreeek... Sreek... Sreek... " Jezz dan Vio terseok.


" KEPAR(sensor)AT" maki Vio dalam hati sembari menggerakkan kepalan nya yang terasa sakit.


Jezz yang memang seorang Jessy mode petarung tak menghiraukan rasa sakit nya. Jezz menatap tajam Vio.


Tak banyak bicara. Jezz yang tau Vio terluka kembali menghantam Vio. Kali ini kaki Vio menjadi incaran Jezz.


"sreeeeet!!!" gerakan cepat Jezz menyilang kan satu kaki nya hendak mematahkan kaki Vio.


Vio cepat tanggap. Vio berhasil menghindar.


Jezz tak kehabisan akal. Masih dengan posisi setengah duduk nya. Jezz yang tak berhasil mematah kan kaki Vio dengan cepat melayangkan satu kaki nya menghantam wajah Vio.


"DUAK!!! Ukh!!! " Vio tersungkur.


Jezz menyeringai. VIO kembali berdiri.


Sambil mengusap satu sisi bibirnya yang robek... Vio menatap tajam Jezz.


" Cih... Kau layak bocah!!!. Tapi sayang jika kau bersikeras bertarung dengan ku sekarang kau akan mati. Anggap ini hadiah dari ku karena kau berhasil melukai ku. Jika kau hidup lewat hari ini... Maka kelak saat kita bertemu kembali maka itu adalah...


"HARI KEMATIAN MU!!!"


Ucap Vio yang di sambut tatapan tak mengerti Jezz.

__ADS_1


Belom sempat Jezz dan Ken memahami maksud ucapan Vio, Tiba - tiba...


"BRUK!!! BRUK!!! BRUK!!! " satu persatu mafioso DARKNESS tumbang dengan kepala berlubang.


" Sniper!!!.. Queen bukalah mata mu..." teriak Kale yang cepat tanggap situasi.


Haya tak bergeming.


"QUEEN!!!" Kale berteriak berusaha membangunkan Haya.


Haya budeg!!!.


"QUEEN kau tidur atau mati sich??? " gumam Kale lirih nyaris tak terdengar.


Kale kesal.


Haya tak bergerak sedikit pun.


Sementara itu..


" Sniper!!! " gumam Ken yang terdengar oleh Jezz.


" Cih... Lambat!!! " Vio menyeringai.


" Kau!!! " maki Jezz kehabisan kata.


" Bruk!!! Bruk!!! Bruk!!! " mafioso darkness terus berjatuhan. Puluhan mafioso yang tak tau arah sniper berasal tampak kebingungan berlindung.


Jezz yang melihat saudaranya satu persatu tewas naik darah.


" *******!!! " maki Jezz menoleh ke arah Vio hendak menyerang Vio.


Tapi sial.. VIO menghilang. VIO berhasil melarikan diri.


Jezz menggila.


" WOOOOOOOLF!!! " teriak Jezz penuh amarah.


" Jezz kendalikan dirimu" teriak Ken menangkan Jezz.


Ken yang sibuk berlindung tampak memutar mata Elang nya mencari posisi sniper sialan berada.


"O..." Sekilas Ken melihat bayang hitam tumbang di ujung bangunan yang berhadapan dengan Mansion Vio.


Insting mafia Ken bekerja. Mata Elang nya dengan cepat mengikuti pendengar tajam nya.


"arah jam satu. Jam 3. Kanan Jessy. Dan Tepat di belakang ku" gumam Ken sambil tolah toleh menyadari posisi para sniper Vio.


"DONE!!! " gumam nya lagi merasa sniper Vio habis kehilangan nyawa.


Ken kemudian keluar dari perlindungan nya dan mendekati Jezz.


" Kita pulang!!! " Ucap Ken santai.


" Sniper Ken??? " Jezz mengingatkan.


" sudah pada almarhum" jawab Ken santai sambil merangkul pundak Jezz.


"Oh... Haya!!! " teriak Jezz yang hampir melupakan Haya.


Jezz menoleh hendak melihat Haya.


" HAYA!!! " teriak Jezz dengan mata nya yang terbelalak lebar.


Haya menghilang. Jezz panik setengah mati.


"Sudah.. Ayo pulang!!! " Ucap Ken masih di nada santai nya sambil memejamkan kedua matanya kilat sembari manggut - manggut.


" Haya.... Ken!!! " Jezz tak mengerti sikap Ken.


" Haya di tangan orang yang tepat!!!" Ucap Ken santai sambil menyeret tubuh bingung Jezz.


"jaga adikku dengan baik" Ucap Ken dalam hati sembari menyeringai.



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Happy baca reader!!!


__ADS_2