The Last Big Boss

The Last Big Boss
KEMUNCULAN MONSTER BERSAUDARA


__ADS_3

\=\=\=\=\= KOTA C \=\=\=\=\=


MANSION BULAN


KAMAR HAYA HEKAI


Waktu menunjukkan pukul 03.35.


Drrt! Drrt! Drrt!


Handphone Hekai bergetar.


Masih dengan menutup mata malas nya. Hekai yang mendengar getaran kuat ponsel nya, meraba nakas di sisi ranjang.


Tanpa melihat id si pemanggil.


"Hm! " jawab singkat Hekai masih menutup mata.


" .... "


Seketika!


Mata terpejam Hekai terbuka lebar.


" aku mengerti..." jawab cepat Hekai sembari menutup ponsel nya.


Hekai terdiam beberapa detik.


"ukhm.." Haya menggeliat sembari mempererat pelukan pada suaminya.


Hekai meraih tubuh bugil Haya.


" tidak akan kubiar kan kau melangkah lebih jauh!!! " batin Hekai sembari mencium kilat kening Haya.


Jantung Hekai yang berdetak dua kali lebih cepat ternyata membangunkan Haya yang merasa tak nyaman dengan dentuman jantung suaminya.


Haya mendongak.


Hekai menyadari istri cantik nya terbangun.


" hm... Kau bangun. Apa kau haus? " tanya Hekai lembut sembari membelai rambut halus Haya.


" Em! " jawab manja Haya menatap suami nya polos.


Hekai tersenyum.


" Baiklah! Cup! " Hekai kemudian beranjak turun ranjang.


Hekai keluar kamar menuju dapur.


Haya menatap punggung suaminya malas.


Hekai menoleh menatap istrinya singkat sebelum akhirnya menutup pintu.


Haya tampak kelelahan.


Hekai tersenyum.


" KLEK! " pintu tertutup rapat.


Sedetik kemudian!



" Menyembunyikan sesuatu dari ku... JANGAN MIMPI!!!" gumam Haya sembari meraih ponsel Hekai yang berada di samping bantal tidur nya.


" Em! Ini... Bukankah ini panggilan luar negeri!" gumam Haya lagi sembari menghapal angka tanpa nama di layar ponsel suaminya.


Tak lama kemudian.


Terdengar suara langkah kaki samar - samar dari luar kamar nya.


Haya memulai drama nya.


Haya sok lemah...


CEKLEK!


Benar saja. Hekai datang membawa segelas air bening.


Haya mengubah posisi pura - pura tidur nya menjadi duduk lemas.


Hekai menyodorkan segelas air bening sembari mengusap lembut rambut istri nya.


Gleg! Gleg Gleg! Gleg!


Satu kali tarikan napas. Air bening segelas ludes.


" Ah! " Haya tersenyum cantik sembari menyodorkan gelas kosong pada suami nya.


Hekai meraih gelar kosong dan meletakkan nya di nakas.


Tiba - tiba!


" Bruk! Aow! " seru Haya kaget mendapat serangan dadakan dari suami nya.


Haya menatap curiga suaminya.


" He! Apa yang kau lak... " ucapan Haya terputus.


" uhm.. Hm... Hm.... " Hekai keburu mendaratkan ciuman panas nya melum*at bibir Haya.


" uhm.. Hm.. Hm.. " Haya membalas ciuman panas Hekai.


" baby.. Aku menginginkan mu... " gumam Hekai di sela - sela aksi panas nya yang melu *at bibir Haya, rakus.


" ehm.. Uhm... Ehm... " Haya tak menjawab.


Haya semakin memperdalam ciuman nya.


Merasa mendapat lampu hijau...


Hekai kebakaran jenggot.


Hekai yang tak puas, seakan ketagihan menikmati tubuh molek istri nya.


" ah.. Honey...! Ah... " desah Haya lirih.


Hekai benar - benar membawa Haya ke puncak kenikmatan surga duniawi.


" honey.. Honey.. Ah! " seru Haya menggila.


Hekai yang mendengar Haya terus memanggilnya sembari mendesah, lepas kendali.


Jiwa Kebinatangan nya menjadi jadi. Hekai tanpa ampun menggempur pertahan Haya.


Cukup lama...


DAN!!!


" honey... Honey.. "

__ADS_1


" baby.. Baby.. "


AAAH!!!


AAAH!!!


" baby.. Baby.. Aku mencintaimu.. Aku mencintaimu... Huh... Huh.. Huh.. "


Hekai mencapai klimaks bersamaan dengan Haya.


" huh... Huh.. Huh.. Aku tau " jawab Haya sembari menikmati pelukan Hekai yang ambruk di atas tubuh nya.


Haya dan Hekai benar - benar menghabiskan malam dan pagi yang panjang.


*


*


*


Matahari telah tersenyum manis di sela - sela kain Horden penutup candela kamar Haya Hekai.


" uhm... Muach "



" pagi honey! " sapa Haya mencium kilat bibir suami nya masih merem.


Hekai pun sama. Mata nya terasa berat untuk terbuka.


" bangun lah... " Ucap Hekai dengan suara serak yang khas pria JANTAN bangun tidur.


Bukan nya bangun,


" ehmm! " Haya malah balik badan membelakangi Hekai.


" baby... " Ucap Hekai lagi sembari memeluk tubuh istri cantik nya.


" bangunlah... Kita harus menyapa mentari" Ucap Hekai sok bijak, padahal sendirinya masih merem sambil menciumi tengkuk istri nya.


"ehmm... 10 menit.. 10 menit lagi... " Ucap Haya sembari mengusap lembut kepala suaminya yang terus nyungsep di balik tengkuk nya.


" Em... Kalo begitu. Satu ronde lagi! " Ucap Hekai tak tau malu.


" hah! Honey... Ayolah. Aku bahkan tak bisa merasakan lutut ku saat ini, dan kau berkata SATU RONDE lagi. Jangan bercanda sayang... " Haya yang kaget menatap suaminya tak percaya.


Hekai membuka mata nya.


Hekai tersenyum sombong.



" suami mu ini pria jantan yang perkasa sayang. Hanya beberapa RONDE saja. Mana cukup! " Ucap Hekai songong.


" cih! " Haya buang muka.


" ah.. Kamariah. Aku takkan memperkosa mu pagi ini" Hekai meraih tubuh Haya dan memeluknya lebih dalam.


Haya menikmati pelukan hangat suami nya.


" He! Kau sangat mencintai ku kah? " tanya Haya manja.


" hmm! Apa masih perlu kau pertanyaan lagi..." Jawab Hekai sembari mencium kilat jidat istri nya.


" ukiran wajah bocah di langit - langit kamar mu. Adalah aku??? " Ucap Haya.


" memangnya siapa lagi, bocah bermata tajam yang saat menatap ku terlihat seperti akan membunuh saja! " jawab Hekai lagi masih memeluk tubuh bugil istri nya.


" ah.. Itu karena aku belum melihat kecantikan mu saja. Wajarlah aku bocah cemburu " Hekai tak mau di salahkan.


" hih... Lalu karena aku cantik. Kau jadi mengurungkan niat membunuh mu?. Kelak jika ada musuh kita yang cantik apakah kau akan mengurungkan niat juga! " Haya mulai terbawa perasaan.


" heyeuh! Sayang.. Baby.. Kau ini bicara apa. Di mata ku hanya ada kau seorang. Aku tak lagi bisa melihat wanita lain, saat di hadapanku terpampang nyata karya sempurna paling indah! " Hekai menatap Penuh cinta istri cantik nya.


" apa aku secantik itu. Tapi mengapa kau malah sempat bertunangan dengan Zea untuk waktu yang lama" tanya Haya penasaran.


" kau juga pacaran dengan Mark kan " Hekai membalas ucapan Haya.


" karena aku tak bertemu dengan mu lebih dulu. Ah maksudku... Setelah dewasa... " Haya membela diri.


" aku membutuhkan kekuasaan Zea untuk memperkuat posisi ku di kota Z. Dan sebagai syarat, Zea meminta ku menjadi suaminya!" jelas Hekai.


" kau pernah tidur dengan nya??? " Haya menatap curiga Hekai.


" cih.. Pertanyaan apa itu baby... " Hekai tersenyum geli.


" ayolah! Aku tak mau saja..


Akan ada seorang bocah muncul dan mengaku anak mu dari Zea. Aku bukan istri yang bisa menerima anak suami ku dari wanita lain He! Dan aku yakin... Kau tau benar tindakan apa yang akan ku ambil saat itu benar terjadi! " Haya tampak serius.


" yak.. Yak.. Yak.. Baby... Kau yang pertama. Kau yang pertama sayang... Hentikan kecurigaan tak mendasar mu itu!" Hekai terlihat takut akan tampang serius istri nya.


Haya menatap Hekai kesal.


" Em.. Benarkah.. " gumam Haya.


" baby... Sayang... Aku tak pernah berbohong pada mu! " Hekai meraih lembut tubuh Haya yang tadi nya menjauh dari nya.


Hekai mencium lagi kening istri nya.


" malahan.. Aku mengira kau dan Mark sudah... " ucapan Hekai terhenti.


Hekai menatap curiga istri nya.


Haya balik menatap Hekai.


" yak! Yak! Yak! Tatapan apa itu. Kau tidak lihat darah perawanku melumuri sobat naga mu semalam kah!" Ucap Haya kesal lagi.


Hekai tersenyum geli.


"he he he... Aku bercanda sayang. Dan trimakasih sudah menjadi milikku seutuhnya. Aku sangat mencintai mu haya... Sangat... "


Haya tersenyum malu - malu senang.


Hekai gemas sendiri.


" aku mencintai baby.. Muach! " Hekai seperti tak ada lelah nya mengulang kata itu.


" aku tau.. " Haya kemudian mencium lembut bibir suaminya yang terasa manis.


*


*


*


**RUANG MAKAN


BREAKFAST**!!!


Seperti biasa. Seluruh keluarga King sarapan pagi bersama.

__ADS_1


Alex, Bulan, Ken, Jessy, bahkan Kale pun untuk sementara waktu tinggal di Mansion Bulan.


Hekai dan Haya muncul.


" pagi semua... Mom.. Muach! Dad... Muach!" sapa Haya sembari mencium pipi kanan dan kiri orang tua nya.


" pagi kak Aya... " sapa heboh Jessy dan Hera bersamaan.


Haya tersenyum manis pada dua adik iblis berwajah bidadari nya itu.


Haya duduk bersebelahan dengan Hekai.


" mom... Dimana Mommy Stella...? " tanya Haya yang tak melihat batang hidung mommy mertua nya.


Belum sempat Bulan menjawab...


" apa ada yang merindukan ku...??? "


Suara lantang super heboh membuat gaduh suasana ruang makan.


Sontak seluruh anggota King yang berada di meja makan menoleh ke arah suara berasal.


Kecuali Bulan, yang tetap dalam posisi mengunyah makanan dengan wajah dingin nya.


Seketika!


" UNCLE.... " teriak heboh Jessy dan Ken kemudian berlarian ke arah sosok pembuat suara bising itu.


BRUK!!! BRUUK!!!


Jessy dan Ken berhamburan memeluk sosok yang di panggil nya" uncle."


" aow.. Aow... Aow.. Astaga... Astaga... " Nathan yang tak lagi muda hampir jatuh karena pelukkan kuat Jessy dan Ken.


Ya.. Dialah Nathan Naro. Adik laki - laki Anthony Naro. Dan adalah pemimpin Shadow dan juga seorang penguasa di wilayah barat belahan dunia lain.


" uncle.. " Jessy menatap manja Nathan, sembari memeluk tubuh paman tampan nya itu.


Nathan menatap wajah cantik Jessy.


" yak! Yak! Yak! Tatapan apa itu. Uncle tak mungkin lupa. Semua barang mu ada di koper!" Ucap Nathan yang tau maksud tatapan bayi Jessy.


"Yes! " seru Jessy girang bukan main.


" uncle...! " Ken melakukan hal yang sama.


Nathan menatap Ken pasrah.


" heyeuh! Punya mu juga ada... " Ucap Nathan kalem.


" yeah! " Ken sama girang nya dengan Jessy.


" PROK!!! " Jessy dan Ken saling adu tos.


Hera hanya menatap heran sosok Nathan.


Nathan kemudian berjalan mendekati Hera.


" kau pasti Hera??? " tanya Nathan sembari tersenyum.


Hera kemudian berdiri dari duduk nya.


Hera menyodorkan tangan nya. Nathan menyambut nya.


" HERA... Dan kau??? " Hera dengan wajah dingin nya menatap Nathan tajam.


" owh Astaga! Sweety.. Dia mirip sekali dengan mu!" Nathan menatap Bulan heboh sendiri.


Bulan cuek bebek.


"oh.. Sayang.. Kau mirip sekali Mommy mu! " Nathan mengusap lembut pipi Hera.


" aku tau! " jawab Hera datar.


" dan kau belum menjawab pertanyaan ku! " Hera kembali mengingatkan.


" oh.. He he he... Panggil aku uncle seperti yang lain oke!" Nathan tersenyum ramah pada Hera.


" apa kau juga sodara Mommy ku? " tanya Hera lagi masih di nada yang sama.


" tentu saja... Mommy mu adalah adikku yang paling cantik. Jadi tentu saja aku adalah uncle mu yang paling tampan! " Nathan pasang tampang SONGONG.


" tidak! Kau tidak setampan itu. Kau hanya lebih muda saja. Uncle disana lebih tampan satu POINT dari mu! " Hera menunjuk sosok lain yang baru muncul dengan dagu nya.


Nathan dan seisi ruang makan menoleh menatap sosok yang di maksud Hera.


" uncle Anthony... !!! " teriak heboh Jessy lagi sembari memeluk Anthony.


Anthony tersenyum ramah.


" hallo semua.. ! " sapa Anthony menatap satu persatu anggota King.


" hallo Sweety... ! " sapa Anthony sembari mengedipkan satu mata nya ke arah Hera.


Hera pasang tampang dingin.


Hera kemudian dengan cuek nya balik duduk dan menghadap piring makan nya.


Nathan dan Anthony ikut bergabung bersama keluarga King di meja makan.


*


*


*


KAMAR HAYA


" TEMUKAN!!! "


" JUGA PAMAN NATHAN DAN ANTHONY MUNCUL DI SAAT SEPERTI INI... DUA MONSTER BERSAUDARA ITU DATANG BERSAMAAN. KURASA BUKANLAH SESUATU YANG MUDAH!"


Haya berbicara pada Kale melalui earphone mini di kuping nya.


" Baiklah.. Aku mengerti Queen! Untuk yang pertama kurasa tak sulit. Hanya sebuah nomor handphone kan. Tapi untuk yang kedua. Tak ada yang mudah jika itu berkaitan dengan Mommy Bulan Queen... " Kale terdengar ragu.


" tapi.. Akan ku coba!!! " Kale kemudian menyudahi komunikasi singkat nya.


Haya terdiam sesaat sembari menatap taman dari balik cendela kamar nya.



" sebenarnya apa yang kau sembunyikan Mom..??? "


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING


**LIKE and KOMENT


THINKIYU**!!!

__ADS_1


__ADS_2