The Last Big Boss

The Last Big Boss
21 THN KEBAWAH HARAP BACA SAMBIL TUTUP MATA!


__ADS_3

\=\=\=\= KOTA C \=\=\=\=\=


MANSION BULAN!!!


Setelah pembicaraan singkat nan serius dengan Mommy nya, Haya kemudian ikut bergabung dengan Ken Jessy dan Hera.


Hera yang sangat menyukai Haya terlihat terus menempel pada kakak cantik nya itu.


Sementara Hekai yang duduk agak berjauhan dari posisi Hera dan Haya, memilih bergabung jurus dengan Ken.


" yak! Bagaimana??? " tanya Ken membuka suara pertama nya.


Ken melirik Hekai dengan tatapan menggoda.


Hekai membalas lirikan Ken, datar.


" cih!" Hekai buang muka, kesal.


" ekek.. Kek.. Kek.. Kek.. " tawa Ken meniru kan suara kakek - kakek setengah abad.


Ken cekikikan sambil mengangkat kedua bahu nya naik turun.


" yak! Kau mengejek ku?" Ucap Hekai sambil menatap kesal Ken.


"IYA!!! Ha.. Ha.. Ha.. " tawa lepas Ken yang tak sanggup menahan tawa nya lagi.


" wajah mu.. Wajah mu itu... Aha.. Haa.. Haa.. Wajah.. Wajah.. Kurang jatah!!! Aha... Haa.. Haa.. Atau mungkin kau belum pernah dapat jatah???! "


Ken ngakak sampai sakit perut.


Hekai kesal setengah mati.


" yak! Kau... Lucu kah??? " Ucap Hekai terdengar dingin sembari menatap Ken dengan tatapan membunuh nya.


Seketika Ken tutup mulut rapat.


Ken berubah sikap duduk tegap dan tenang.


Hekai nyaris tertawa melihat perubahan sikap Ken yang dalam sekelip mata banting setir.


Hekai kemudian menatap Haya dan Hera yang asik sendiri bercengkerama.


Ken ikut menatap Haya dan Hera.


Tapi sebenarnya pandangan Ken hanyalah peralihan saja.


"yuuh! Sangat mengerikan... Ipar ku ini benar - benar raja iblis! Rasanya aku mengompol sedikit. Huh! Ngeri... Ngeri... "


Batin Ken sembari mencerna aura hitam Hekai sedetik lalu.


" hah!... Kadang aku berpikir... Haya sesungguhnya tak menginginkan ku.. "


Ucap Hekai tanpa di tanya.


Hekai kemudian merebahkan punggungnya di sandaran kursi taman.


Hekai melipat kedua tangan nya sebagai penyangga kepalanya yang kini menatap langit.


Ken menoleh menatap ipar tampan nya itu.


Hekai tersenyum kecut.


" ku pikir kau sungguh mengenal adikku. Ternyata aku salah!!! " Ucap Ken masih menatap Hekai.


Tatapan Ken berubah tak menyenangkan.


Hekai menoleh menatap Ken datar.


" kau sudah bertemu dengan adikku sejak usia nya masih 5 tahun. Kau bahkan menjaga nya dalam diam dan dalam gelap. Kau juga sudah menikahi nya. Dan kau masih bicara tentang perasaan nya yang tak mencintaimu "


" yak! He! Kau sungguh tak tau atau kau pura - pura tak tau ?" Ken mengkotbah ipar tampan nya sambil geleng kepala.


" aku sungguh tak habis pikir seorang Hekai ternyata sangat tak pintar! Ck! Ck! Ck"


Ken meratapi kebodohan Hekai.


Hekai tak paham ceramah singkat Ken.


Hekai mengangkat kepalanya dan menatap Ken serius.


"jadi.. Maksudmu... Haya mencintai ku kah? "


Hekai menatap Ken penasaran.


Ken membalas tatapan Hekai sinis.


" haih! Tak kusangka.. Hal sepele seperti ini saja kau tak tau. Kau harus belajar banyak dari ku" Ken pasang tampang sombong.


" tapi.. Jika pun benar semua kata - kata mu. Istri ku yang cantik itu bukanlah seseorang yang bisa di sentuh sembarangan. Aku saja sebagai suaminya serba salah! " Hekai pasang tampang suami tertindas.


Ken menatap kasihan ipar tampan nya itu.


" heyeeuh! Sudah... Sudah.. Kau tak usah cerita lagi. Aku paling tau seperti apa adik iblis ku itu. Baiklah... Dengar kan aku! "


Ken memajukan tubuhnya sedikit membungkuk menghadap Hekai.


Hekai yang seperti mendapat ilmu baru dari seorang guru besar tampak antusias mendengar pelajaran yang akan di berikan Ken.


" jiah! Baiklah... Dengarkan aku baik - baik! "


Ken memulai pelajaran player nya.


" wanita itu.. Seperti bunga mawar. Cantik namun berduri. Salah pegang. Kau pasti tertusuk dan terluka. Jadi kau harus harus hati - hati dalam menyentuh nya agar jari mu tak berdarah!" jelas Ken sok tau.


" aku sudah berhati - hati Ken.. Sangking berhati - hati nya, naga kecil ku sampai lupa arah jalan pulang kandang! " Hekai pasang tampang suami paling menderita sejagad raya.


" yak! Yak! Yak! Astaga.. Ekspresi apa itu... Tapi kasihan sekali nasib mu He! " Ken simpati pada nasib buruk ipar tampan nya itu.


" Em! " Hekai tertunduk hampir menangis.


" huh! Tenanglah bro... Aku pasti membantu mu! " Ken menepuk sebelah pundak Hekai.


Hekai menatap Ken penuh harap.


Ken menyeringai iblis.


Hekai tak paham.


" malam ini.. Kalian menginaplah disini. Anggap ini kado pernikahan dari ku " Ken tersenyum licik.


Hekai nurut.


Di sisi lain..


" kak.. Itu kak Ken sama kak Hekai ngapain. Serius kali wajah kak Hekai. Dan ekspresi kak Ken itu... Seperti sedang merencanakan sesuatu yang buruk saja! " beo Hera yang ternyata memperhatikan kedua pria tampan yang mencurigakan itu.


Haya menoleh singkat menatap Ken dan Hekai.


" sudahlah! Mungkin mereka sedang membicarakan bisnis" Ucap Haya malas tau.


Hera tak lagi ambil pusing.


*


*


*


Benar saja. Malam itu Hekai dan Haya akhirnya menginap di Mansion mommy Bulan.


*


Setelah makan malam...


Haya yang telah membersihkan make up nya bersiap naik ke atas ranjang.


Haya memulai kegiatannya sebelum tidur.


Baca buku!!!


" Hm! Kemana Hekai... " gumam Haya yang baru sadar suami nya belum masuk kamar.


Tiba - tiba...


CEKLEK!!!


Hekai datang membawa segelas susu coklat kesukaan Haya.


" darimana kau...? " tanya Haya yang masih duduk sambil membaca buku di atas ranjang.


Sambil menyodorkan susu di tangan nya,


" habis ngobrol sama Daddy " jawab santai Hekai.


Hekai kemudian menuju kamar mandi membersihkan diri dan berganti baju tidur nya.


Susu coklat segelas tinggal gelas nya.


Hekai yang melirik sekilas gelas kosong, menyeringai iblis.


Hekai kemudian naik ke atas ranjang dan seperti biasa memeluk hangat tubuh istri nya.


Semua tampak normal...


Adegan.. Demi adegan.. Berjalan alami seperti kebiasaan yang mereka lakukan.


Saat itu..

__ADS_1


Tap.. Tip.. Tap.. Tip...


Hekai mengedipkan mata nya berulang.


Haya sudah terlelap.


Hekai tampak gelisah.


" loh! Kok gini??? " batin Hekai resah sendiri.


Hekai seperti menunggu sesuatu hal terjadi.


" eehhmm! " Haya bergerak dalam pelukan Hekai.


Kaki mulus Haya yang tak sengaja bergerak dan menggesek kilat naga kecil Hekai.


Seketika...


TENG! TENG! TENG! TENG!


Naga kecil Hekai berubah menjadi RAJA NAGA!!!


" ukh! " desah Hekai merasakan sesak di bagian bawah nya.


Kaki mulus Haya menin*dih batang leher RAJA NAGA Hekai.


Hekai antara sakit dan enak.


" duh! Tiap malam menahan diri... Sabar lah sobat... Sabar... Bertahanlah....! " Hekai menguatkan sobat naga nya yang tampak akan mengamuk.


" o.. Tapi... Jangan - jangan Haya benar - benar bukan manusia... " batin Hekai mengingat omong kosong Ken.


*


*


*


KEN DAN HEKAI POV


30 MENIT SEBELUM HEKAI MASUK KAMAR!


RUANG MAKAN!


Setelah makan malam usai. Seluruh keluarga besar King bubar barisan dan menuju kamar masing - masing. Tak terkecuali Haya yang langsung naik ke kamar nya.


Tapi tidak dengan Ken dan Hekai.


Ken dan Hekai yang memilih tertinggal di meja makan tampak melanjutkan obrolan serius mereka.


Sambil tolah toleh.


" kau siap? " tanya Ken setengah berbisik.


Hekai mengangguk polos.


" Baiklah.. Dengarkan aku... Adikku itu sangat cerdas. Bukan.. Bukan.. Dia bukan hanya cerdas. Bahkan dia seperti memiliki mata di belakang kepalanya. Jadi kau harus terlihat alami. Oke. Kau paham! "


Ucap Ken masih bisik - bisik.


" Em! " jawab Hekai manggut - manggut.


" bagus! " Ken mengacungkan jempol nya sembari menatap serius Hekai.


" tapi.. Bagaimana jika tak mempan pada Haya? Bukankah sia - sia saja! " Ucap Hekai sedikit ragu.


" heyeuh! Dengarkan aku. Tak ada satupun manusia yang kebal akan efek obat ini. Kecuali dia bukan manusia itu mungkin saja terjadi. Percayalah padaku.. " Ken meyakinkan Hekai sungguh - sungguh.


" Em! Baiklah! " Ucap Hekai mengangguk polos.


" Ken.. Kau tau sangat banyak. Bukankah kau JOMBLO??? " Hekai menatap tak mengerti Ken.


JEDER!!!


Ken Bagai di sambar geledek. Tampak bayangan hati retak di simulasi wajah Ken.


Ken membeku.


" KEN.. Kau baik - baik saja? " Hekai melambaikan tangan nya tepat di depan wajah Ken.


Ken tersadar.


" yak! He! Aku membantu mu dan kau mentertawakan ku. Asal kau tau ya. Aku tak J. O. M. B. L. O! Aku hanya belum laku saja " Ken mengeja status nya dengan sangat baik.


Ken pasang tampang kesal.


Hekai tersenyum tipis.


" sudahlah! Selamat bekerja keras " Ken menyodorkan segelas susu coklat yang telah di buat nya dengan campuran OBAT PER. RANG. SANG!!!.


" ingat! Jangan main kasar!" pesan terakhir Ken sebelum akhirnya kedua pria tampan beda level itu berpisah di persimpangan lorong.


*


*


*


NEXT STORY!!!


" benar juga... Bukan kah istri ku sang dewi iblis... Berarti dia bukan manusia. Pantas saja ramuan Ken tak ada reaksi sedikit pun terhadapnya. Huhft!!! Makin tak tentu saja nasib masa depan mu sob! Maafkanlah aku yang tak berdaya ini...!!! " Hekai terus meratapi nasib sobat naga nya.


" ehm... " Haya kembali menggeliat.


Sang Raja kembali mengangkat tanduk nya.


" uh! " seru Hekai yang merasa lega karena kaki Haya tak lagi menin*dih sobat naga nya.


Tapi sial!


Lepas dari penderitaan tergencet. Kini Hekai di hadapkan dengan sebongkah gunung salju.


PUTIH MULUS DAN TERLIHAT LICIN!!!


" MAM*PUS!!! " batin Hekai yang melihat sepasang gunung kembar milik istri nya mencuat dari kain penutup nya.


Tersisa sebuah lingkar hitam sebesar kutil yang nyaris tak bercadar lagi.


Hekai telan ludah kasar.


Naik.. Turun.. Naik.. Turun.. Napas Hekai bag atlet lari maraton.


Hekai sakit kepala sampe di ubun - ubun.


Malam itu... Haya yang minum obat perangsang.... Hekai yang kebakaran jenggot.


Cekot... Cekot.. Cekot...


Irama nada sakit di kepala Hekai.


" ehem! " Haya kembali bergeser sembari menampakkan leher jenjang nya.


T


A


M


A


T


SUDAH!!!


Tanpa pikir panjang lagi.. Hekai kemudian membalik posisi nya yang tadinya memeluk Haya dari samping, kini berubah menin*dih tubuh menggoda istri nya.


Haya masih terlelap.


Liur Hekai nyaris menetes.


Wajah terlelap Haya dengan posisi tidur yang menggoda membuat jiwa BAN*GSAT seorang Hekai bangkit seketika.


Haya masih belum menyadari posisi Hekai yang kini berada tepat di atas tubuh nya.


Hekai bersiap menyantap mangsa nya.


Haya benar - benar sebuah maha karya paling indah yang pernah dilihat Hekai.


Tak! Tak! Tak! Detak jam dinding di kamar Hekai Haya terdengar seirama detak jantung Hekai.


Hekai makin tak dapat menahan naluri kebang*Satan nya.


Hekai siap menyusuri wajah cantik istri nya yang terlelap.


Jarak wajah Hekai makin dekat dengan wajah cantik istri nya.


Tiba - tiba!


Seperti sebuah rem cakram!.


CEKIIIIIIIIITTT!!!


Hekai menghentikan gerakan siap terkam nya.


"tidak! Jika aku melakukan nya sekarang, Haya bisa membunuh ku saat ini juga. Ah tidak... tidak.. Tak masalah jika langsung mati. Kalau Haya membenci ku, bukankah akan lebih baik mati daripada mendapat kebencian nya. Tidak. Aku tak boleh melakukan nya sekarang! " Hekai yang tersadar akan akibat dari perbuatan nya kemudian memilih menghentikan aksi nya dan bergerak menjauhi wajah istri nya.


Tapi...

__ADS_1


ZEEEET!!!


" CUP!!! "


Mata Hekai terbelalak lebar sekali.


Jantungnya berhenti berdetak sedetik.


Hekai tahan napas.


Haya secara tiba - tiba meraih leher Hekai yang bergerak menjauhi wajah nya.


Haya mencium paksa suami nya yang berada tepat di atas nya.


Haya menyudahi lum*atan bibir nya.


Masih dengan kedua tangan yang meraih leher kokoh suami nya.


" kenapa... Kau tak menginginkan ku kah? " tanya Haya sembari menatap Hekai manja.


Hekai yang terkejut dengan sikap agresif Haya tak tau harus menjawab apa.


" muach! " Haya kembali mengecup kilat bibir tertutup rapat Hekai.


Hekai tak bergeming.


Haya tersenyum geli.


" muach! " Haya mengecup lagi bibir suami nya yang masih tertutup rapat.


Hekai menatap Haya bingung.


Haya terus tersenyum aneh...


" muach! " Haya mencium lagi... Lagi dan lagi bibir Hekai yang seakan kehilangan kunci untuk membuka gembok nya.


Haya tersenyum licik.


Seketika!!!


ZEEEET!!!


Haya membalik posisi. Kini Hekai berada si bawah kungkungan Haya.


Hekai terkejut setengah mati.


Mata Hekai melotot menatap Haya.


Haya menyeringai.


Dengan gerakan lambat nya.


Haya mencium lembut kening Hekai.


Cup! Haya mencium kedua mata Hekai.


Cup! Haya mencium kilat bibir Hekai.


Hekai sangat menikmati setiap sentuhan Haya.


Ciuman Haya berlanjut ke dada berotot Hekai..


Perlahan... Tanpa berhenti menciumi dada bidang Hekai... Haya melepas kan satu persatu kancing piyama Hekai.


" uh! "Hekai tanpa sadar mendesah nik*mat karena sentuhan lembut Haya.


Haya melanjutkan aksi erotisnya.


Ciuman Haya yang semakin menurun.


Sampailah Haya pada ZONA DANGER milik Hekai.


Hekai yang sadar Haya telah sampai di daerah kekuasaan sobat nya SI RAJA NAGA mendongak kan kepalanya menatap wajah cantik istri nya.


DAN!


"uhm! Mm! Mm!" tanpa permisi Haya secepat kilat melahap batang leher si raja naga.


"ah.. Baby...


Hekai mendesah keenakan.


Haya benar - benar memberi Hekai nik*mat yang tertandingi.


Haya tak lantas berhenti.


Hekai semakin mendesah hebat.


" baby.. Uh.. " Hekai yang merasa kalang kabut meraih rambut istri nya.


Haya memainkan tempo nya bersama si raja naga.


Hekai mencengkram kuat rambut panjang Haya.


" baby.. Baby.. Ah.. Itu... Ah... Baby.. Aku tak kuat lagi.. Baby.. Ah.." Hekai hampir sampai di ujung penantian nya.


"uhm.. Hm... Hm.. " Haya tampak menikmati permainan nya.


" aku mencintai mu Baby.. Huh.. Huh.. Huh.. . " Ucap Hekai sembari mencium kilat bibir istri nya.


Hekai sibuk atur napas.


Haya tersenyum cantik, sembari menatap suaminya yang tampak kelelahan.


" aku tau... " jawab Haya kemudian beranjak dari posisi nya hendak turun ranjang.


Tapi sial!


Belum sempat telapak kaki Haya menyentuh lantai.


" BRUK!!! "


Hekai dengan kuat meraih tubuh berotot istri nya.


Haya kini berada di kungkungan suami nya.


Haya tersentak kaget.


" honey... " gumam Haya sembari menatap takut Hekai.


Hekai tersenyum iblis.


Haya telan ludah kasar.


Tanpa basa basi.. Hekai yang sudah terlalu lama menahan nafsu kebinatangan nya tak buang - buang waktu.


Week!!! Hekai merobek baju tidur Haya.


Haya kaget bukan main. Kini tubuh atas Haya tanpa penutup sehelai benang pun.


Tersisa sebuah segitiga berwarna hitam peach menutupi ZONA DANGER nya.


Haya menutup kedua gunung kembar nya dengan kedua tangan nya.


" honey.. Apa yang kau lakukan..." Haya tampak malu - malu mau banget.


Hekai yang di butakan tubuh menggoda Haya tampak tuli dan tak mempedulikan ucapan Haya.


Tangan cepat Hekai mencapai zona terlarang Haya.


Tanpa sadar..


"uhm.. Hm.. Hmm"


Haya yang memejamkan mata nya mendesah nikmat sembari menggeliat enak.


Kali ini Hekai memberikan kenikmatan yang luar biasa untuk Haya.


Hekai memainkan permainan yang sama dengan Haya.


Tanpa berhenti Sedikit pun, Hekai yang sudah kalap akan pesona indah tubuh Haya melahap habis area DANGER milik Haya.


" huh.. Bruk! " Haya atur napas dan kemudian terkapar lemas.


Hekai tersenyum iblis.


Hekai yang melihat Haya tampak kelelahan kemudian menaiki tubuh lemas istri nya.


"CUP! " ciuman kilat Hekai di kening Haya.


Haya tak berkomentar. Haya tampak kehabisan tenaga.


Hekai menyeringai sembari menaikkan satu sisi sudut bibir nya.


" kau memang milikku baby.. Sejak awal kau milikku Hanya MILIKKU!!!"


Batin Hekai yang merasa puas dan bangga karena memenangkan seorang Haya SEUTUHNYA!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**HAPPY READING


DAN BACA JUGA KISAH " KEN" YA**!



BEI BEI

__ADS_1


__ADS_2