
BUM. . . BUM. . . BUM. . . BUM. . .
Mungkin sudah menjadi ciri khas atau hanya sebuah kesenangan semata. Tak mommy nya tak anak - anak nya. Seperti sebuah hobbi, suka sekali meratakan mansion musuh hingga rata dengan tanah.
Bulan dan jessy meninggalkan mansion yang masih diamuk si jago merah.
\=\=\=\=\=
Pagi itu, Alex terbangun dan mendapati Bulan tak di sampingnya.
Alex yang panik segera bergegas mencari keberadaan Bulan.
Langkah Alex terhenti di ruang rawat Haya.
Betapa lega nya Alex, ternyata Bulan tidur di sisi ranjang yang bersebelahan dengan Ken.
Tampak jessy tertidur pulas di sofa ruang rawat Haya.
" huft. . . ". Alex membuang nafas lega.
Alex berlalu dan bersiap olahraga pagi.
\=\=\=\=\=
" pagi honey " sapa Bulan yang terlihat sibuk menyiapkan sarapan.
Alex menatap heran, Bulan.
Alex mengucek mata nya berulang.
" ckh, aku terlalu lelah rupanya " Alex tak mempercayai penglihatan nya.
" pagi dad " sapa jessy yang ternyata membantu mommy nya.
Alex makin bingung dengan suasana pagi itu. Semua tampak berbeda. Alex masih tertegun di tempat.
" dad, apa ini? " Ken tiba - tiba muncul dengan wajah yang sama tak percaya nya dengan Alex.
Alex tak menjawab. Alex hanya menoleh linglung dan kembali menatap Bulan dan jessy.
" ngapain kalian bengong disitu? ". Ucap Bulan setengah berteriak. Karna jarak mereka memang agak jauh.
" a. . . Iya mom. . . " jawab Ken gagap.
Ken dan Alex bergabung di meja makan. Mereka menyantap sarapan pagi itu penuh cinta.
Seperti tak pernah terjadi kemalangan sebelumnya, Bulan dengan alami bersendau gurau bersama Suami dan anak - anak nya.
" mom, kau baik - baik saja ". Tanya Ken menghentikan aksi makan nya.
Alex menatap Bulan. Jessy acuh saja.
" tak mungkin lah, mommy baik - baik saja. Putra mommy yang tampan baru saja melewati maut, sementara kini putri cantik mommy sedang berjuang melawan maut. ". Bulan menjawab sedatar mungkin.
__ADS_1
" mom. . . ". Gumam Ken menatap sedih mommy nya.
Jessy yang asik menyantap nasigoreng telor nya ikut bicara.
" tapi tak apa kak, kak Aya akan sembuh. Dan untuk orang jahat yang melukai kak Ken dan kak Aya, akan ku balas mereka beratus kali lipat " umpat Jessy sambil menghentakkan garpunya menikam telor dadar di piring nya.
Ken menatap Jessy lucu.
Bulan dan Alex ikut tertawa melihat tingkah Jessy.
\=\=\=\=\=
Jason
" KEPAR*T. . . " Jason murka.
" melawan ku secara terbuka, kalian memang pantas di sebut penguasa diatas penguasa " Gumam Jason dalam gelap nya ruang.
" baiklah, mari kita lihat sekuat apa kau " Big Bos " Jason tertawa remeh.
" kapan acara keluarga King? ". Tanya Jason pada Sawn tangan kanan nya.
" 5hari dari sekarang ". Jawab Sawn .
" apa semua sudah siap ".
" kurasa, lebih dari siap ". Jawab Sawn yakin.
" Dan dia. . . "
" kurung dia, aku tak ingin dia merusak rencana ku ". Perintah Jason menatap Sawn serius.
Sawn yang mengerti maksud ucapan Jason, mengangguk kemudian berlalu.
\=\=\=\=\=
Mansion Bulan
Ken dengan setia mendampingi Haya yang belum juga sadarkan diri.
Ken menatap wajah kurus adik kembar nya.
Tak sadar airmata berlinang.
Ken meraih telapak tangan Haya yang terpasang jarum infus.
Di letakkan nya telapak tangan Haya di pipi nya.
" hik. . . Hik. . . Hik. . . Haya. . . Haya ku sayang. . . "
" sayang, bangunlah. . . Sayang. . . Kau harus menepati janji mu pada ku ". Ken mulai meracau.
" kau harus memberi pelajaran pada mereka yang menyakiti ku. . . Kau sudah berjanji kan "
__ADS_1
" bangun sayang, ku mohon. . . Hik. . Hik. . "
Ken menangis pilu. Seperti sebuah keajaiban. Ketulusan Ken seolah di sambut Haya yang sedang berjuang melawan maut.
Tanpa Ken sadari, Haya menggerakkan jemari nya. Ken yang terus menangis tak menyadari gerakan lembut Haya.
Ken terus menangis. . . Mungkin karna jengkel atau bagaimana, tangisan Ken makin menjadi.
" Haya. . . Aaaaaa . Bangun. . . Bangun. . . . Bamguuuuuun. . .. Huaaaaaaaa. . . "
Dan,
" Pok ". Bacot Ken kena tamparan lemah.
Ken terkejut. Mata nya membulat sempurna.
" kau berisik kak ". Gumam Haya pelan nyaris tak terdengar.
" Haya. . . ". Ken memanggil nama adik nya lembut. Sambil memeluk tubuh lemah Haya.
" moooom. . . . Dad. . . . Mommy. . . Daddy. . "
Ken teriak - teriak seperti orang gila
Bulan dan Alex yang mendengar teriakan putra nya berlari kencang menuju ruang rawat Haya.
Pikiran Bulan sudah tak karuan. Alex tak kalah panik.
Dan,
" mom, dad. . . " Ken menatap Mommy nya dan Haya bergantian.
" hay mom. . . Hay Dad. . . ". Sapa Haya pelan.
Bulan yang terkejut hampir roboh. Seperti biasa Alex menopang nya.
Bulan mendekati Haya perlahan,
" sayang. . . ". . . . Tangis Bulan pecah sembari memeluk tubuh lemah putri cantik nya.
Ken menatap tajam wajah bahagia Mommy nya. Aura Ken berubah menghitam.
" setelah ini, giliran kami "
Batin Ken sembari mengepalkan kedua tangan nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
👍👍👍👍👍👍👍
Koment - koment.. . . . . 😉😉😉
Happy reading all 🌷
__ADS_1