The Last Big Boss

The Last Big Boss
67


__ADS_3

MANSION HAYA


Sorot mata membunuh seorang Haya terus menatap tajam Ramon dan Lea.


Dengan wajah pucat yang nyaris mirip mayat hidup di tambah bekas cipratan darah yang sudah mengering semakin membuat wajah cantik Haya terlihat mengerikan.



"KALIAN... TAK KAN KU LEPASKAN " gumam Haya dingin mendominasi.


Tubuh Lea bergetar. Lea bersembunyi di balik tubuh kekar Ramon.


Ramon yang merasakan ketakutan yang sama dengan Lea, pasang tampang pura - pura kuat.


" Cih... Kau hanya sendiri bocah... Sombong apa kau... " beo Ramon meremehkan Haya.


Tak banyak omong. Tak ambil pusing. Tak buang waktu lama.


" TAP.. TAP.. TAP... " langkah cepat Haya mendekati Ramon dan Lea.


" manusia sampah!!! " maki Haya.


" BUK... BAK.. BUK.. BAK.. BUK.. BUK.. "


Haya baku hantam dengan Ramon.


Ramon yang sejatinya pertarungan handal cukup lincah menangkis tiap serangan Haya.


" BUAK... " sebuah tinju Seri antara Ramon dan Haya.


Sebuah tinju kembar Ramon yang menghantam sisi kiri wajah Haya, dan Haya yang juga menghantam sisi kanan wajah Ramon.


" ukhuk... Ukhuk... "


Kedua nya muntah darah.


" KAKAK... " seru Jessy berteriak kuat dengan wajah panik nya.


" baby... " gumam Hekai dengan wajah khawatir nya menatap Haya.


" Cih... Kau tangguh juga pak tua" Ucap Haya remeh sembari mengusap SAOS sambal yang mengucur deras dari pojok bibir nya.


Ramon menyeringai.


"ah.. Kau bocah. Kau benar - benar membangkitkan gairah bertarungku" Ucap Ramon yang juga mengusap SAOS TOMAT di pojok bibir nya.


Ramon dan Haya saling memuji SKILL bertarung masing - masing lawan.


Sementara itu...


Betapa terkejutnya Jessy dan Hekai yang melihat Maut seolah mendatangi Haya...


__ADS_1


"YAAI... Haya... " panggil Lea yang tengah bersiap dengan mancong pendek di tangan nya.


" Hentikan senyum menjijikkan mu itu... Sampaikan salamku pada raja neraka "


" BEI... BEI... " Lea menyeringai.


" DOR!!! "


" TIDAAAAAK!!! .... " teriak kuat Jessy yang panik setengah mati.


Tengkorak kepala berlubang. Seketika tubuh seksi bag gitar Spanyol tumbang bersimbah darah.


LEA... Tewas mengenaskan.



" KAK HE..." seru Jessy yang menatap takjub skill menembak Hekai yang tepat waktu dan tepat sasaran.


Haya melirik ekor mata Hekai.


"LEAAAAA!!!" teriak histeris Ramon menatap wajah menyedihkan Lea yang tewas dengan mata melotot menatap arah Haya.


Tampak kebencian mendalam seorang Lea yang di bawa hingga kematian menjemput nya.


"AAAAAAAAKKKKKKKHHHH!!!" teriak Ramon.


Ramon menggila.


"KALIAN SEMUA... AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA!!! " sumpah serapah Ramon kehilangan kesadaran nya.


" DOOOR.... DOOOR... DOOR.... DOOOOR..."


Ramon menggila menghujani Haya, Hekai dan Jessy tembakan acak.


Jessy berlindung di balik siku Mansion sembari melindungi tubuh pingsan Ken.


Hekai dengan lincah loncat sana loncat sini menghindari hujanan timah panas Ramon yang menggila.


Namun tidak dengan Haya.


Alih - alih menghindar.


Dengan gesit dan santai nya..


"TAP... TAP... TAP... TAP.. TAP... "


Haya justru berjalan cepat mendekati Ramon.


Haya semakin mendekati Ramon.


" BAGUS.. KAU DATANG UNTUK MATI... " Ucap Ramon yang menyambut kedatangan Haya dengan 2 senjata mancong pendek yang tampak bersiap menembus daging sehat Haya.


" Cih... " Haya menyeringai.

__ADS_1


" DOOR.. DOOOR... DOOR... DOOOR"


Puluhan timah panas lepas landas dengan kecepatan penuh.


Lagi - lagi Haya menyeringai.


Dengan lentur nya.. Haya meliuk kan tubuh nya menghindari tembakan Ramon.


"DOOR.. DOOR... DOOR.. "


Gesit... Cepat... Tenang...!!!


Tubuh Ringan Haya terlihat bag penari balet profesional menari nari di antara puluhan timah panas yang berterbangan di udara.


Sembari menekuk tubuh lentur nya kebelakang menghindari peluru terbang...


"ZEEET..."


Haya meraih cepat senjata pipih nan tajam milik mafioso mati di dekat nya.


Sangat cepat...


Ramon terkejut. Mata Ramon terbelalak lebar sekali.


Kini jarak wajah Ramon dan Haya hanya sejengkal.


Haya menyeringai.


"DENGAN INI KAU TAU SIAPA..."


"BAYANG DALAM GELAP "


Yang di maksud putri mu kan.


Ucap Haya menatap remeh Ramon yang membeku.


" SAMPAIKAN SALAMKU PADA RAJA NERAKA"


"SREEEET....!!!"..


"EEEGGGHHH... BRUK"


batang leher Ramon nyaris putus.


RAMON... TEWAS SEKALI TEBAS!!!.


"IBLIS... "



"Baby... Kau... IBLIS..!!! " gumam Hekai menatap tajam Haya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


HAPPY BACA READER 🌷


__ADS_2