
\=BENUA INTI\=
KOTA C
MANSION BULAN
Pagi itu,
Haya dan Hekai serta Jessy dan Zean tampak menikmati sarapan mereka dengan tenang.
Tiba-tiba...
"Huh... Huh... Huh..." Ken datang dengan napas ngos-ngosan.
Bajunya tampak basah kuyup karena keringat.
"kau habis Gym?" tanya Haya santai sambil memasukkan sepotong sandwich ke mulutnya.
"em... Gleg! Gleg! Gleg! " jawab cepat Ken sambil menenggak segelas air putih yang ada di hadapan nya.
"dimana Hera?" tanya Ken yang tak mendapati batang hidung adik bungsu nya di meja makan.
"masih tidur kah?" ucap nya lagi sambil menatap Jessy dan Haya bergantian.
Jessy mengangkat kedua bahunya, tanda tak tahu.
"heyeuh! Bocah itu. Ku bilang jangan bergadang, malah tak tidur semalaman!" Ken geleng kepala.
"maksud mu?" Haya mengernyitkan dahi nya.
"ehm... Nyam, nyam, nyam... Kau tak tahu kah. Hera sering latihan di malam hari. Pagi tadi, saat aku terbangun, sepertinya dia baru habis latihan" jelas Ken santai.
"Oh..." jawab Haya datar.
Tiba-tiba...
DEG!
Haya yang sibuk mengunyah makanan di mulutnya menghentikan aksi nya.
Napas nya tertahan beberapa detik.
Hekai yang menyadari, ada yang salah pada istri cantiknya, menatap Haya cemas.
"bebie... Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?" Hekai yang duduk bersebelahan dengan Haya, meraih tubuh istri nya yang membeku.
Mendengar ucapan Hekai, Jessy dan Ken serta Zean ikut menghentikan aksi makan mereka.
Ketiga nya ikut menatap Haya, penuh tanda tanya.
" bebie..." Hekai berusaha menyadarkan istri cantik nya dari lamunan.
Haya seolah tersadar.
__ADS_1
Dengan sorot mata tajam dan tampak waspada.
Haya dengan wajah seriusnya menatap Ken dan Jessy bergantian.
"DIA... KEMBALI!!!"
DENG! DENG! DENG!
Jessy dan Ken saling tatap.
"DIA???" Ucap Ken terdengar tak yakin.
"wanita bertopeng itu kak?" Jessy menimpali ucapan Ken.
"Em!" Haya mengangguk.
Ken dan Jessy saling tatap lagi.
Suasana ruang makan berubah menegang untuk beberapa saat.
Tak berapa lama...
"aku selesai. Terima kasih untuk makanan nya. Aku akan kembali ke kamar ku" Zean yang selalu pasang tampang datar, pamit undur diri.
Haya, Hekai dan Jessy senyum paksa sembari menatap Zean.
Zean meninggalkan meja makan nya.
Ken menatap punggung bocah 6 tahun itu.
"Em! Aku bahkan nyaris tak pernah mendengar nya mengeluarkan suara. Kurasa dia hanya bicara saat ada kak Aya saja. Apa bocah itu baik-baik saja?" Jessy menatap Haya dan Hekai bergantian.
"sudahlah, biarkan saja. Kehilangan orang tua dalam sekali waktu di usia seperti Zean, kurasa semua anak akan berubah sama seperti nya" Hekai mencoba memahami sikap dingin Zean.
Sepintas, bayangan masa kecilnya yang sulit tanpa ibu dan ayah, menyapa ingatan nya.
Haya paham situasi.
"kita berdua akan menjaga nya" Haya meraih tangan suami tampan nya.
"Queen... Kau masih mendengarku?" Kale bertanya dari ujung dunia lain.
"Hm!" jawab Haya yang ternyata sedang berkomunikasi dengan Kale lewat earphone mini yang selalu terpasang di kuping nya.
"BLACK DRAGON TEWAS!!!" Kale memberi informasi, L A M B A T.
"APA!!!" Haya berdiri dari duduknya.
Ken dan Jessy serta Hekai kaget mendengar teriakan Haya.
Haya menatap tajam sudut ruang.
"kapan kejadian nya?"
__ADS_1
"sekitar jam 03.00 pagi tadi"
"pelaku?"
"Queen... Kau pasti tak kan mempercayai ku" Kale terdengar ragu dengan ucapan nya.
"apa maksud mu Bat?" nada Haya berubah dingin.
Klontang!
Handphone Haya berbunyi.
Haya meraih ponsel nya dari saku celana.
Dan benar saja, Kale mengirim pesan siaran yang sama dengan yang di terima Mommy dan Daddy nya.
"apa-apaan ini" Haya habis kata.
Hekai meraih ponsel dari tangan istrinya.
Hekai tampak tak terkejut sama sekali.
Di saat bersamaan, Haya yang sekilas melirik wajah tampan suaminya mendapati ekspresi tak biasa dari suami nya.
"tunggu dulu! Ekspresi apa itu?" Haya menatap curiga suami tampan nya.
Hekai yang menyadari tatapan menyelidik istrinya dari pantulan layar ponsel, memulai drama nya.
"astaga... Ini???" Hekai sok kaget sambil mengernyitkan dahi nya.
Ken dan Jessy yang kepo, mendekati Hekai dan ikut membaca pesan di ponsel Haya.
"APA??? SHADOW??? Mommy kah?" nada Ken naik satu oktaf.
Jessy menatap Ken, tak percaya.
Ken menatap Haya.
Haya mengeratkan kepalan tangan nya.
"Bat! Kuberi kau waktu 1 jam dari sekarang. Temukan ******** yang menggunakan nama mommy. Akan ku habisi keparat tak punya otak itu, dengan tangan ku sendiri" Haya menatap tajam sudut ruang.
"MENYENTUH KELUARGA KU!!!" imbuh Haya.
ucap Ken dan Haya bersamaan.
AURA MENGHITAM!!!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
DI LARANG KERAS KOMENT LANJUT DAN NEXT 😉.
__ADS_1
THINKIYU AND,
Happy reading 🌷