The Last Big Boss

The Last Big Boss
99


__ADS_3

MANSION BULAN!!!


*


*


*


" pergilah!!! " Ucap Haya dingin tanpa melepas pasangan nya dari wajah tampan Mark.


" baby.. Kau sangat cantik... Kau pengantin tercantik yang pernah ku lihat!!! "



Mark menatap sendu wajah cantik Haya.


Haya tak bergeming. Haya menatap tajam Mark.


Hekai sesak napas.


" pada akhir nya kau lebih memilih nya dari pada ku Haya... Aku mungkin berhasil menjadi kan mu istri ku. Tapi hati mu... Tetaplah hanya milik Mark... "


Hekai menatap sendu wajah cantik istri nya yang terus menatap pria lain di hadapan nya.


Hekai memilih pergi dengan sakit tapi tak berdarah di hati nya..


Tiba - tiba...


SIYUUNG!!!!!



BOOM!!!



Sebuah basoka meratakan taman Mansion Bulan.


Sontak seluruh tamu undangan kaget dan menoleh ke arah suara berasal.


DAN Betapa terkejut nya mereka.


Dari balik pintu utama.


Seorang wanita dengan senjata lengkap masuk dengan puluhan pasukan nya.


HALLO QUEEN!


sapa Vio datar.


Tak ada ekspresi terkejut sedikit pun dari wajah dingin Haya.


" kau datang? "



Haya menatap datar Vio.


" tentu saja! Kau tak mengundang ku. Jadi aku dengan senang hati menghadirkan diri untuk memberi mu ucapan selamat! "



Jawab Vio santai - santai songong.


" Hm! Begitu ya! Baiklah! "


" ucapan SELAMAT mu ku terima!!! "


Seketika!


Kreeeek!!! Wuuzzz!!!


Haya merobek gaun pengantin nya sembari melempar nya sembarang tempat.


Betapa terkejut nya Hekai dan para tamu undangan. Haya ternyata telah bersiap dengan senjata lengkap di tubuh nya.



" HARI INI KAU HARUS MATI "



Haya menatap tajam Vio.


Vio menyeringai.


Tak buang waktu lama.


Klotak... Klotak... Klotak...


Haya berjalan santai menghampiri Vio.


Vio tak bergeming. Vio menatap remeh Haya.


Kemudian!


TAP! TAP! TAP!


Langkah Haya semakin cepat.


Vio masih membatu di tempat nya. Senyum remeh terus menghiasi wajah cantik nya.


Haya makin dekat...

__ADS_1


Vio tak bergerak.


Haya lebih Dekat...


Vio melipat kedua tangan nya di dada.


Jarak Haya hanya 10 langkah dari posisi Vio berdiri.


Haya bersiap menghantam Vio..


DAN!!!


Syiiiuung!


TAP! TAP! TAP! TAP!


Seorang wanita berpakaian serba hitam melompat melewati tubuh membatu Vio. Dengan sangat cepat wanita itu bergerak hendak menghantam Haya.


Di waktu yang nyaris bersamaan.


" DASAR BODOH!!! "


Jessy yang cepat tanggap ikut ambil bagian..


TAP! TAP! TAP! Jessy berlari cepat ke arah wanita berbaju hitam.


Si wanita baju hitam fokus menghadang Haya.


Haya terus bergerak.


Wanita berbaju hitam makin mendekati Haya.


DAN!!!


Wuuuuuz!!! Bruk!!! Guling! Guling! Guling! Guling!


Jessy melompat ke arah si wanita berpakaian serba hitam dan meraih tubuh nya menjauh dari jalan Haya.


Keduanya terguling.


SREEEEK!!!



Jessy menarik diri sembari ambil posisi siap tempur.


Hal yang sama di lakukan si gadis berbaju hitam.


" cih.. Kau kuat juga bocah..?"



Si wanita berbaju memuji skill bertarung Jessy.


" BANYAK BACOT!!! "



Tendangan Jessy tepat sasaran. Si wanita tak sempat menghindar.


Si wanita gontai. Nyaris jatuh.


Tapi sial!.


Si wanita berbaju hitam yang kena hantam sekali tendang menyerang balik Jessy. Gerakan nya saat cepat..


DAN!!!


BUAK!! Jessy kena bogem mentah di bagian wajah nya.


Tak cukup.


Duak!


Sebuah tendangan kuat menyusul menghantam dada Jessy.


Ukh!. Srekk! Sreek! Sreek !



Jessy yang hampir jatuh merasa sakit di dada nya. Jessy kembali ambil posisi.


*


*


*


Sementara itu..


Tanpa basa basi.


Haya yang tak menghentikan langkah nya sedikit pun langsung menghadiahi Vio dengan sebuah tendangan tinggi yang kuat.



" DUAK!!!


Tak di sangka!


Vio dengan cepat menangkis tendangan Haya.


Kali jenjang kedua nya membentuk segitiga.

__ADS_1


Sorot mata membunuh kedua nya beradu.


Para tamu undangan yang pada dasar nya adalah para pembunuh berdarah panas maupun dingin, di buat melotot dengan aksi bertarung Vio dan Haya.


Bulan dan Alex hanya menonton dengan melipat tangan santai.


Kiano dan Jhuna menonton sama santai nya.


Ken dan Hera tampak memiliki ekspresi yang sama dengan kedua orang tua nya.


Sementara Kale keringat dingin.


Kale tak pandai dalam bertarung.


Kale lebih unggul dalam memainkan jari nya di atas keyboard.


" yak! putri mu... Kau melatih nya? " tanya Kiano kagum.


" cih! Mana ada. Tak kulatih saja dia bisa menghancurkan Mansion ini dalam 10 detik. Bagaimana bila aku ikut melatih nya! " jawab Jhuna sombong.


" sekuat itu kah putri kecil mu itu! " Kiano takjub.


" bayangkan semampu mu saja!" Jhuna lagi - lagi menyombong kan putri nya.


" luar biasa! Sudah lama sekali sejak aku melihat pertarungan level iblis seperti ini" Kiano mengingat masa lalu.


" kau terlalu sibuk menyembunyikan diri sich! "


Jawab Jhuna nyindir.


" yah! Istri ku hanya wanita biasa, aku tak ingin dia terkena serangan jantung kalo tau suami nya seorang mafia"


"cih! Lalu kalo istri mu masih hidup. Apa kau akan menahan diri seumur hidup! " Jhuna ganas.


" yak! Kau kenapa ngegass sich! " Kiano.


" siapa? Aku.. Mana ada. Lalu nada bicara mu kenapa begitu! " Jhuna.


" bicara ku kenapa! Aku biasa saja! " Kiano.


" aku merasakan nya. Nada bicaramu naik satu oktaf" Jhuna.


" kau yang ngegass duluan..." Kiano.


"kau! His!! " Jhuna habis kata.


Jhuna dan Kiano bertengkar mulut seperti bocah.


Sedetik kemudian.


" oh! Putra mu sedang apa? " tanya Jhuna yang melihat Kale sibuk dengan jam di tangan nya.


" gawat! Ada yang salah!!! " Kiano kemudian mendekati Kale.


Jhuna mengikuti.


" ada apa? " tanya Kiano penasaran.


" dad! Seseorang meretas sistem keamanan Mansion ini!" Kale tampak sibuk.


Kiano dan Jhuna saling tatap.


" pantas saja, kenapa kutu itu bisa masuk dengan mudah! " Ucap Jhuna.


" tidak paman. Kau salah! Wolf bisa menginjakkan kaki nya di Mansion ini karena Queen lah yang mengundang nya masuk!"


Jawab Kale tanpa melepas pandang dari jam di tangan nya.


Jhuna dan Kiano saling tatap.


" anak - anak ini... " gumam Jhuna sambil geleng - geleng.


" sudahlah! Ini era mereka. Kita menonton saja! " Ucap Kiano santai.


" SIAL!!! " umpat Kale.


Kiano dan Jhuna menatap Kale tajam.


" ada apa? " tanya Jhuna.


" mereka berhasil masuk dad! " Kale panik.


Di waktu yang nyaris bersamaan.


DOOR! DOOR! DOOR!


Rentetan timah panas berterbangan di mana - mana?


MANSION BULAN berubah menjadi arena pembantaian.


" KEPAR*AT!!! " maki Bulan.


Berani sekali merusak pesta putri ku. Dan sekarang menghancurkan Mansion ku.


Zeet! Zeet! Wuuuz!


Bulan berubah wujud!


KALIAN SEMUA !!!



CARI MATI!!!

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING 🌷🌷🌷


__ADS_2