The Last Big Boss

The Last Big Boss
84


__ADS_3

KOTA C


\= = = = = MANSION BULAN = = = = =


Di ruang kerja BIG BOSS!!!


Tampak Jhuna, Alex dan Stella duduk melingkari sebuah meja bundar yang memang diperuntukkan untuk sebuah rapat.


Ketiga nya pasang tampang serius tanpa berkata sepatah kata pun.


Sambil melipat kedua tangan nya di dada. Bulan yang berdiri membelakangi kakak, suami dan tangan kanan nya, menatap taman Mansion nya dari balik jendela kaca ruang kerja nya.


Susana ruang begitu hening.


Tak ada tanda - tanda dari Alex, Jhuna dan Stella yang hendak membuka suara.


Tiba - tiba.


BRUAK!!!


Pintu ruang BIG BOSS terbuka paksa.


Alex, Jhuna dan Stella menoleh cepat ke arah pintu.


Tampak ekspresi terkejut dari ketiga nya. Namun tidak dengan Bulan.


Seolah memiliki mata di belakang kepala nya. Bulan yang tanpa berbalik berkata :


" Kalian datang! "


Si pelaku pendobrak pintu tak menjawab. Sembari menyeringai si pedobrak pintu berkata:


" Jadi... Bisa kah kau menjelaskan semua tentang Hera! "



" DADDY!!! " Haya muncul dengan aura hitam nya menatap tajam sang Daddy.


***


HEKAI DAN HAYA POV


\= = = PENDARATAN HELIKOPTER = = =


MANSION MEWAH HEKAI !!!


" Dimana ini? " tanya Haya tampak asing dengan area pendaratan Helikopter yang di naiki nya.


Haya memutar bola mata nya mengenali setiap sudut area landasan heli.


Hekai tak menjawab. Hekai berjalan cepat meninggalkan Haya yang bingung dengan situasi nya saat ini.


Merasa gerak Haya sangat lambat. Hekai berbalik dan berkata:


" ku gendong atau kau berlari ke arah ku? "


Sambil menatap datar Haya yang tampak bodoh.


" HEUH! " seru Haya tersadar akan kebingungan nya.


Haya tak menjawab. Namun secepat kilat berlari mendekat ke arah Hekai.


Hekai balik badan.


Kedua nya kemudian berjalan beriringan dengan langkah cepat nya meninggalkan area landasan.


" HAH! Ini.. Mansion? Dan pendaratan yang tadi kita lakukan adalah di atap Mansion ini? " seru Haya terheran - heran.


" Kau sangat kaya He! " imbuh nya.


Hekai tak menjawab. Menoleh pun tidak.


Lagi - lagi Haya di kacangin.


" He! His!!! " Haya mulai kesal.


Hekai tak menghiraukan kicauan Haya. Langkah cepat nya tampak terburu - buru. Seolah dirinya sedang di kejar - kejar oleh para penagih hutang.


Haya menyesuaikan langkah kaki seribu Hekai.


" Yak! HE.. Ada apa sebenarnya ? Kau terlilit hutang? Di kejar DEB kol kah? Atau di kejar SETAN!!! " tanya Haya setengah mengejek tanpa menghentikan langkah cepat nya.


" cih setan! " jawab Hekai remeh.


" Sesuatu yang lebih menakutkan dari yang paling mengerikan sedang menunggu kita! "


" Bersiap lah!!! " Ucap Hekai tanpa menatap Haya.


Hekai dan Haya memasuki mobil mewah. Tak pake lama. Mobil melesat cepat meninggalkan Mansion Hekai.




*


" LOH! Arah jalan ini... Kan ke...!!! "


" MANSION MOMMY!!! " seru Haya kaget.


Haya menatap tajam Hekai yang duduk di kursi joki.


Hekai fokus menyetir.


" Apa lagi ini? Bisa kau jelaskan? " tanya Haya terdengar dingin.


Hekai tak menjawab. Hekai mendadak tuli.


" HE!!! " bentak Haya merasa kesal bukan main.


" baby... Kita tak punya banyak waktu. Penjelasan akan kau dapatkan. Tapi tidak sekarang. Bersabarlah oke!" jawab Hekai tenang tanpa menatao Haya.


Entah kenapa.. Haya yang sejati nya berdarah dingin, menjadi sangat berbeda saat di dekat Hekai.


Haya tak lagi marah. Meski rasa kesal masih bersarang di hati nya.


"His! Kau sangat menyebalkan!!! " gumam Haya sambil mengembangkan pipi cubby nya.


Hekai melirik sekilas. Hekai tersenyum tipis.


\= = = = = MANSION BULAN = = = = =


Hekai dan Haya tiba dengan selamat di mansion Bulan.


Haya dan Hekai bergegas memasuki Mansion .

__ADS_1


Tap! Tap! Tap! Tap!


Langkah cepat Haya dan Hekai tampak tergesa - gesa.


Tiba - tiba!!!


Langkah Haya melambat saat melewati ruang tengah.


Mata nya menangkap sesuatu yang janggal menurut nya.


Haya membatu. Haya menatap tajam sosok yang berhasil mencuri perhatian nya.


Hekai menyadari langkah Haya yang terhenti.


Hekai mendekati Haya.


" baby!!! " seru Hekai menatap Haya keheranan.


Haya tak bergeming. Haya terus menatap sesuatu yang aneh menurut nya.


Dengan langkah lambat nya. Haya berjalan mendekati sofa keluarga yang biasa di gunakan nya bercengkrama dengan kakak dan orang tua nya.


Tampak Ken dan Jessy sedang sibuk bermain Ps bersama.


" O' kau datang! " sapa Ken yang menyadari kedatangan Haya.


" Hai kak Aya! Kak Hekai! " sapa Jessy tersenyum ramah.


Kedua nya kembali fokus bertanding di dunia game.


Haya tak menggubris sapaan kedua saudara nya itu.


Haya fokus menatap sosok asing yang juga berada di antara Ken dan Jessy.


Sosok gadis kecil yang duduk manis di antara Ken dan Jessy.


Menyadari sepasang mata Elang menatap nya tajam. Si gadis kecil menoleh dan membalas tatapan Haya.


Si gadis kecil berdiri dari duduk nya.


Mata kedua nya beradu. Tanpa kata dan bertanya.


Hekai hanya menonton dengan wajah datar nya.


Ken dan Jessy yang menyadari ada yang salah dari situasi ruang kala itu, menghentikan aksi bertarung mereka.


Ken dan Jessy beranjak dari duduk nya.


Suasana berubah hening.


Tiba - tiba...


" Kau kah sang " DEWI IBLIS"..." tanya si gadis kecil polos.


"MAMPUS!!! " batin Ken dan Jessy yang kaget setengah mati.


Ken dan Jessy saling tatap!.


Haya mengenyitkan dahi nya. Sedetik kemudian Haya melempar pandang ke arah Ken dan Jessy.


Ken dan Jessy keringat jagung.


" mereka yang mengajari mu bicara? " tanya Haya datar.


" Tak penting siapa yang memberitahukan hal bodoh seperti itu padaku. Tapi... Satu hal yang harus kau tau! Tak peduli siapapun kau. Ingatlah! AKU.... "



" AKAN MEWARISI SEMUA MILIK MOMMY!!!


Seketika Ken Jessy dan Hekai bergidik ngeri.


Aura iblis Hera mendominasi ruang.


Sangat terasa... Ambisi keserakahan dari ucapan Hera yang tanpa berkedip menatap dingin Haya.


Haya membalas tatapan dingin Hera.


Suasana ruang semakin mencengkam. Terlihat raut wajah Haya mulai merah padam termakan amarah.


Lutut Ken dan Jessy bergetar. Hekai menegang.


Seketika!!!


"ha ha ha ha!!! " tawa pecah Haya membubarkan susana horor ruang tengah.


" Ha ha ha!!! Jadi nama mu Hera ya! Nama yang sangat cantik... Sesuai dengan paras mu! " puji Haya sambil mengusap lembut kepala Hera yang terus menatap nya tajam.


" benarkah! Apa nama itu sungguh cantik? " tanya Hera yang dalam sekejap berubah polos.


" CIH! SUDAH KU DUGA!!! " Batin Haya menyeringai. Haya tampak mengetahui sesuatu.


" iya sayang. Namamu cantik! " jawab Haya terdengar hangat.


" Dia yang memberi ku nama itu! " Ucap Hera datar sambil menunjuk batang hidung Ken.


Haya menoleh ke arah Ken.


" aa... Jadi dia ya. Kali ini dia melakukan hal yang benar!"


"Lalu.. Apakah kau tau siapa aku? " tanya Haya tersenyum cantik menatap Hera.


Hera memiringkan kepala nya menatap Haya dari sisi yang berbeda.


" Kalian kembar!" Ucap Hera polos tanpa menatap Ken.


Haya tersenyum.


Ken melongo.


"Cerdas!" batin Ken menatap takjub Hera.


" Baiklah cukup! Dimana Mommy? " Tanya Haya berubah serius menatap Ken.


" ruangan nya! " jawab cepat Ken.


Merasa telah mendapat jawaban. Haya kemudian balik badan menuju ruang Mommy nya.


Tiba - tiba...


" BRUK!!! " Hera memeluk Haya dari belakang.


Haya tersentak.


" Kakak!!! " Ucap Hera polos.

__ADS_1


Haya tertegun.


Haya berbalik menatap Hera.


" ada apa sayang!!! " tanya Haya lembut.


" mau kah kau memeluk? " pinta Hera polos.


Haya tersenyum. Haya kemudian memeluk adik perempuan nya penuh cinta.


" aku tak tau. Dan tidak mengenal mu sebelumnya. Tapi satu hal yang kutahu. Hatiku mencintai mu! " Ucap Hera sambil mempererat pelukan nya pada Haya.


" Kak Aya juga mencintai mu sayang!!! "


" Baiklah! Kau bermain dulu dengan kak Ken dan kak Jessy ya... Kak Aya menemui Mommy dulu! "


" Em..! " jawab singkat Hera polos.


Haya balik badan secepat kilat.


" KEPAR (sensor) AT!!! Akan ku balas kalian ratusan kali lipat!!! " maki Haya sambil berlalu dengan wajah dingin nya.


Hekai yang mendengar umpatan Haya, menatap Haya kagum!.


" TERBAIK!!! " gumam Hekai lirih sembari menyeringai.




*


Ruang kerja bulan!!!


" Jadi dad.. Bisa kau jelaskan tentang Hera? " Ucap Haya santai dengan wajah datar nya.


Alex menatap Haya sendu.


~Alex memulai cerita singkat nya tentang kehamilan Bulan saat usia Ken dan Haya masih 6 tahun.


Bulan yang kala itu sudah terlambat 10 minggu tak tau jika diri nya sedang mengandung.


Saat sedang liburan ke luar kota, tepat nya hari dimana Haya dan Kale bertemu untuk pertama kali.


Bulan dan Alex yang memilih pulang ke hotel lebih dulu mengalami sebuah insiden.


Saat perjalanan pulang, selama di mobil Bulan terus menerus muntah dan kemudian pingsan.


Alex yang saat itu juga tak mengetahui perihal kehamilan Bulan membawa Bulan ke rumah sakit di pusat kota.


Bulan yang tak sadarkan diri kemudian di nyatakan koma!. Dan buruk nya kondisi Bulan sedang mengandung.


Demi keamanan dan kenyamanan pikiran nya. Alex memberitahukan pada Ken dan Haya bahwa Mommy and daddy nya akan melanjutkan perjalanan liburan mereka sekalian bulan madu yang kedua.


Namun nyata nya, Alex membawa Bulan ke markas induk Shadow yang ada di kota C.


Bulan berada di bawah pengawasan dan perawatan dr. Shadow.


Alex yang memilih mempertahankan bayi nya meminta dr. Shadow melakukan segala cara agar bayi nya tetap bisa di lahir kan.


Singkat nya!


Enam bulan sudah usia kandungan Bulan. Bulan tak kunjung bagun.


Kondisi janin nampak nya tak lagi mampu berkembang dengan baik di dalam sana.


Akhir keputusan. Alex menyetujui ide dr. Shadow agar janin prematur Bulan di keluarkan dan di rawat dengan bantuan alat canggih yang memang sudah di persiapkan dr. Shadow.


Tiga bulan berlalu sejak bayi Bulan di paksa melihat dunia sebelum waktu nya.


Dan itu berarti 9 bulan sudah Bulan terbaring tak sadarkan diri.


Kondisi Bulan membaik. Meski belum membuka matanya.


Tepat dimana usia BABY Bulan berusia 6 bulan.


Sebuah petaka terjadi. Baby Bulan di culik penyusup yang menyamar menjadi anggota Shadow. Atau lebih tepatnya anggota Shadow yang berkhianat.


Alex yang mengetahui baby nya hilang, murka. Alex menembak mati seluruh mafioso shadow yang bertugas menjaga baby nya.


Di saat yang bersamaan Bulan membuka mata nya.


Alex dan dr. Shadow akhirnya sepakat menutup rapat - rapat perihal kelahiran BABY Bulan.


Dengan kemampuan luar biasa dr. Shadow yang di dukung alat canggih. Bulan bahkan tak pernah tau bahwa dia pernah mengandung dan melakukan operasi caesar.


Hingga akhirnya Ken datang membawa tubuh Hera yang penuh luka tak sadarkan diri.


Pemeriksaan dan perawatan intensif menyatakan Hera memiliki darah yang cukup langka sama seperti yang dimiliki Ken dan Haya.


Kecurigaan Bulan terbukti ketika Bulan meminta dr. Shadow melakukan tes DNA. Dan hasil yang mengejutkan Bulan membuat Alex hampir mere-gang nyawa di tangan istri nya sendiri.


* * *


" Hm.. Begitu rupanya!" gumam Haya santai dengan wajah dingin nya.


Alex menatap aneh putri nya.


"Kau terlihat tak terkejut sama sekali Ay? Tanya Jhuna yang menatap penasaran keponakan nya.


Stella menatap datar Haya.


Kemudian menatap Hekai sendu!.


Hekai menatap santai Haya.


" Ah itu.. Jadi waktu itu.. Adalah Vio ya! Pantasan!!! " gumam Haya santai sambil memutar bola matanya kesana kemari.


Jhuna dan Alex lagi - lagi menatap tak mengerti Haya.


" Bicara lah yang jelas! " terdengar suara dingin yang sejak tadi terdiam dan hanya menyimak.


" Kurasa. VIO menyamar menjadi aku saat menculik Hera. Karena Vio ada di resto yang sama saat kita berlibur waktu itu. Aku tau dia menatap ku tajam saat akan meninggalkan resto bersama Ken. Namun aku tak tau jika yang diincar adalah kau Mom! Jadi, secara garis lurus.. VIO lah yang membuat mu koma selama hampir setahun!" jelas Haya datar - datar santai.


" virus DD!!! " Ucap Bulan sembari menatap tajam Haya.


Haya mengenyit kan dahi nya.


" temukan serum tandingan. Atau adikmu akan kehilangan kewarasan. bahkan kehilangan nyawa! Jika kau gagal!!!"


"TEMANI ADIKMU KE NERAKA!!! "



Ucap Bulan dengan wajah iblis nya menatap Haya tajam.

__ADS_1


\==================================


Happy baca reader 🌷🌷🌷


__ADS_2