
KOTA Z
Mansion Haya
Tampak Ken dan Jessy sedang bersantai di taman Mansion.
Juga ada Mark yang mirip mayat hidup.
Sudah terhitung seminggu sejak kejadian di apartemen Lea kala itu. . .
Haya menyatakan perang nya pada Mark. Iya perang. Perang dingin.
Mark yang memang biasanya diperlakukan datar oleh Haya. Kini semakin dianggap tak ada.
Mark frustasi berat. Mark merasa seperti hidup segan matipun tak mau.
"Jessy... Ken..!! " panggil Haya dingin menatap datar kedua saudara nya.
Jessy dan Ken tak menjawab. Mereka menoleh ke arah Haya.
Haya yang melihat respon tanpa kata dari kedua saudaranya menggerakkan kepalanya satu arah sambil berlalu.
Sebuah gerakan kepala seolah berkata :
" IKUTI AKU"
Mengerti maksud dari sikap Haya. Ken dan Jessy tanpa banyak tanya mengikuti dewi iblis itu.
"KREEEEK "
Pintu ruang pelatihan MONSTER di mansion Haya terbuka.
Sambil melipat kedua tangannya di dada.
" kalahkan level 30% ku. Baru kalian boleh keluar" Ucap Haya dingin dengan tatapan pembunuh tanpa ampun.
Jessy dan Ken yang tau perangai Haya. Tak bayak tanya. Ken dan Jessy dengan semangat yang berkobar mengikuti perintah latihan Haya.
Ken dan Jessy tau. . . Semua yang Haya lakukan pastilah ada maksudnya.
Tak ada yang sederhana jika Haya sudah turun tangan.
Pelatihan monster 30% level Haya. . .!!!
Oh. . . Tidakkah ini persiapan sebuah perang.
Senyum renyah penuh semangat menghiasi bibir Ken dan Jessy.
"LATIHAN. . . DI MULAI"
\=\=\=\=\=
Masih di mansion Haya.
"baby. . . Kita harus bicara" Ucap Mark yang sedari tadi menunggu Haya di luar ruan pelatihan.
Haya pura - pura tuli. Haya berlalu melewati Mark seolah tak melihat ada manusia bertampang menyedihkan di situ.
Merasa di perlakuan seperti angin, Mark yang hampir gila tak peduli lagi sikap dingin Haya.
"Sreet. . . Buk"
Mark menarik paksa lengan Haya dan memepet nya di dinding Mansion.
Haya tak berkomentar. Hanya mata nya saja yang terlihat sempat melebar karena terkejut.
Mark mengunci Haya yang terpepet tembok mansion nya dengan kedua lengan kokoh nya.
"kita harus bicara" Ucap Mark lembut setengah memelas.
Haya tak bersuara.
__ADS_1
" Benar - benar manusia kutub utara" batin Mark.
Haya terus menatap tajam Mark yang terlihat di penuhi amarah dan rasa kesal.
"baby. . . Jawablah. Jangan begini! ". Mark kembali memelas.
Haya terlihat muak. Haya hendak berlalu meninggalkan Mark yang terlihat menyedihkan.
Merasa Haya tak menghiraukan nya. . . Mark memperkuat kuncian nya.
Haya pasang wajah datar menatap Mark.
Merasa tak tahan lagi dengan sikap Haya, Mark yang putus asa berteriak keras menatap Haya penuh emosi.
" BABY. . . MAU SAMPE KAPAN KAU PERLAKUKAN AKU BEGINI"
"AKU HAMPIR GILA. TIDAKKAH KAU BISA MELIHAT KEGILAAN KU"
"PUKUL AKU MAKI AKU DAN KAU BOLEH MEMBUNUH KU. TAPI JANGAN DIAMKAN AKU BABY. . . AKU TAK MENYUKAI CARA MU MENYIKSAKU "
Ucap Mark lantang membentak Haya yang berhati ES bersikap BATU.
"DAN TENTANG LEA. . . AKU. . .! " belum sempat melanjutkan ucapannya.
" PAK". Sebuah tamparan keras melayang di wajah Mark.
Mark terkejut. Mark secepat kilat menatap Haya yang akhirnya menumpahkan amarah nya padanya.
Betapa terkejutnya Mark. . . Gadis cantik berwajah malaikat yang memporak-porandakan - porandakan sisi kebinatangan nya, meneteskan air mata kekecewaan yang belum pernah Mark lihat.
"Biar bagaimana pun. Haya adalah wanita. Sekuat apa dan seberapa iblis nya seorang Haya. . . Dia hanya lah seorang wanita yang memiliki sisi lembut dan rasa cinta"
Kira - kira seperti itulah isi pikiran Mark yang saat ini terkejut melihat air mata Haya yang terlihat menyakitkan hati nya.
"baby. . . Maafkan aku. Aku bersalah padamu. Aku janji tak akan mengulangi kebodohan yang sama. Sudahlah jangan menangis lagi ya"
Ucap Mark yang merasa lega karena Haya telah menampar nya. Tamparan yang berarti "MAAF" menurut Mark.
Mark yang tak tega mengusap lembut wajah cantik Haya.
" sudah ya. . . Aku sudah berjanji. Kau tak perlu sesedih ini. Aku milik mu. Maafkan aku"
Ucap Mark mencoba menenangkan Haya.
"Hiks. . . Hiks. . . Hiks. . . "
Tangis Haya terdengar lirih dan sedih sekali.
Mark makin bingung!.
" sudahlah baby. . . Apa perlu kita menikah saja sekarang agar kau percaya padaku. Berhentilah menangis baby. . . Hati ku sakit melihat air mata mu. . .! "
"Huaaaaaaaaaa... Huaa... Aaaaa"
Bukannya diam Haya menangis makin jadi.
"baby. . . Baby. . . Tidak. . . tidak. . . Baiklah kita tak akan menikah sekarang jika kau tak mau. . . . " Mark panik setengah mati.
" Aaaaaaaa..... Huaaaaaaa.. Aaaa"
"baby... Beb.. " ucapan Mark terputus.
" KAKI KU. . KAKI KU. . HUAAA. . . HUAAAAAAA. . AA"
"HAH" Mark Melongo kaget.
Ternyata Haya menangis Bukan karna tersentuh pengakuan Maaf Mark melainkan karna Mark menginjak kaki Haya.
"OALAH. . . !!! "
" jadi, baby. . . Kau menangis sesedih itu bukan karna tersentuh pada ketulusanku kah?" Ucap Mark terlihat kecewa setelah tau kebenaran nya.
__ADS_1
"cih. . . Apanya yang tersentuh. Memangnya kau kenapa " Ucap Haya datar meski tak sedingin sebelumnya.
" kau pikir trik murahan perempuan JALA*G itu mempan padaku".
"aku tau kau di cekok'i perangsang. Oleh karena nya dia yang kuhajar bukan kau"
"lagi pula. . . Aku yang secantik dewi ini saja tak pernah kau sentuh. Masak iya dia yang mirip nenek sihir kau doyan embat"
Jelas Haya panjang lebar.
Mark terkejut dengan pengakuan Haya.
"kau memang dewi baby. . . Justru karna kau dewi aku berhati hati memperlakukan mu. Iya dewi. . . Dewi iblis" batin Mark setengah terkejut setengah sadar.
"lalu sikap mu seminggu ini?? "
Ucap Mark tak mengerti sikap Haya yang mendiamkan nya.
" ah itu. . . Sejujur nya aku hanya lupa kalo kau ada. Seperti nya aku terlalu banyak pikiran".
Jawab Haya santai.
"jadi. . . Sekarang ingatan mu sudah pulih kan. Bolehkah aku memelukmu? " tanya Mark hati - hati takut Haya ngambek lagi.
Haya tak menjawab. Dengan cepat Haya meraih leher Mark dan melumatt habis bibir kekasih nya yang di rindukan nya itu.
Tiba - tiba,
" siyuuuung... Jleb".
Sebuah belati terbang hampir menembus kepala Mark yang sedang adu bibir dengan Haya.
Haya dan Mark yang terkejut menghentikan aksi mereka seketika.
"cih datang juga" gumam Haya menatap tajam arah belati terbang sembari menyeringai.
Mark yang tak mengerti ucapan Haya memandang wajah kekasihnya tajam.
"DOOR... DOOR... DOOR.."
Haya dan Mark di berondong timah panas.
Haya dengan cepat dan lincah membuka sebuah laci sisi ruang.
Haya melemparkan sebuah senjata ke arah Mark.
Mark dengan lincah menangkap pemberian kekasihnya.
"Menembaki kekasihku. . . KALIAN CUKUP BERNYALI " Ucap Mark siap tempur.
"MENYERANG MANSION KU. . ."
"KALIAN . . . CARI MATI "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
DISARANKAN MEMBACA ULANG EPS SEBELUM INI KARENA TERJADI REVISI CERITA.
AGAR TAK TERJADI GAGAL PAHAM DAN RASA PENGEN NGOMELIN AUTHOR.
SO , HAPPY READING 🌷🌷🌷
__ADS_1