
KOTA C
MANSION BULAN
RUANG MAKAN
Malam itu keluarga bulan makan malam tanpa Haya.
Jessy yang sejak kejadian di Mansion Haya memilih tinggal di Mansion Mommy Bulan.
Bukannya apa. Jessy menjalani pelatihan "MONSTER" yang di latih langsung oleh Bulan
"SANG DEWI NYA PARA IBLIS".
Kejadian demi kejadian buruk semakin sering terjadi.
Bulan dan Alex yang pernah merajai dunia bawah tanah merasakan semakin hari semakin banyak musuh kuat bermunculan.
Sudah resiko yang harus mereka terima karena disana lah mereka menjalani kehidupan dua dunia nya.
Bulan sempat terpikir akan meninggalkan dunia hitam saat Haya dan Ken lahir.
Namun apalah daya.. Semakin Bulan menghindari dunia yang dianggapnya berbahaya bagi kedamaian hidup orang - orang yang di cintai nya justru petakalah yang terus menghampiri kehidupan nya.
*
*
*
FLASHBACK
Haya Ken Usia 6 tahun.
Saat itu Bulan dan Alex sedang melakukan perjalanan bisnis di luar kota.
Karena waktu nya bertepatan dengan liburan sekolah.
Bulan dan Alex akhirnya mengajak Ken dan Haya kecil sekalian berlibur.
Suatu hari saat Alex dan Bulan melakukan pertemuan dengan para investor di sebuah resto masakan laut.
Ken dan Haya kecil yang juga ikut sekalian makan siang duduk tak jauh dari Mommy Daddy nya.
Kedua bocah kembar itu tak ingin menggagu kegiatan orang tua nya.
"Yak.. Ken. Hentikan!!!" Ucap Haya kecil yang terganggu dengan celoteh Ken saat sedang memainkan game online nya.
Haya yang sejak kecil sangat menyukai buku merasa tak bisa fokus karena kicauan kesal dan senang Ken yang silih berganti.
Sekali Haya melarang.
Ken tak menanggapi.
"BRUK" Haya menutup buku nya kasar.
Haya yang tak pernah mengulang dua kali ucapan di kala kesal memilih pergi meninggalkan Ken dengan kehebohan nya.
Haya berjalan - jalan keluar resto. Cukup jauh sudah Haya berjalan santai menyusuri keindahan kota yang di kunjungi nya.
TIBA - TIBA...
"hiks.. Hiks.. Hiks.. " terdengar isak tangis menyedihkan di ujung jalan yang kebetulan sepi.
Haya mendekati asal suara.
Tampak seorang bocah laki - laki seusia nya berkacamata tebal sedang di bully. Lebih tepat nya di keroyok.
__ADS_1
Haya berjalan santai dengan wajah dingin nya mendekat.
Bocah laki - laki berkacamata tebal di injak - injak.
Haya tak niat membantu. Sambil melipat kedua tangan nya di dada Haya hanya menonton.
Haya menganggap kejadian di depan nya sebagai drama gratis.
"BUK BAK BUK BAK BUK BUK"
Si bocah kacamata di brondong bogem mentah bergantian.
Tak ada perlawanan dari si bocah kacamata yang terlihat lemah.
Sampai pada akhirnya..
"SREET " salah satu bocah pengeroyokan merampas paksa sebuah kamera yang sedari tadi melingkar di leher si bocah kacamata.
Sebuah kamera yang seperti nya dilindungi nya dengan tubuh nya.
Sedetik kemudian.. Mata Haya melotot. Tampak rasa ingin ikut campur dari raut wajah cantik nya.
"jangan.. Jangan.. " Ucap si bocah kacamata sembari berusaha mengambil kembali kameranya.
" PAK.. BRUK" Bocah kacamata kena sekali tampar langsung ambruk.
Bocah pengroyokan mulai mengotak atik kamera si kacamata.
"Oh.. Kau mesum rupanya" Ucap si bocah pengroyokan sembari menatap hasil jepretan si bocah kacamata.
Si bocah kacamata geram. Dengan seluruh kemampuan bertahan yang di miliki nya. Si bocah kacamata mendorong kuat bocah pengroyokan hingga Tersungkur di lantai.
"Yak... BANG(sensor)SAT!!! " maki si bocah pengroyokan naik darah.
" HAJAR!!!" seru bocah Tersungkur pada teman nya yang berjumlah 6 orang.
"BUK BAK BUK BAK BUK BUK BAK"
Bocah pengroyokan yang tersungkur tadi akhirnya berdiri dan mendekati tubuh tak berdaya si bocah kacamata.
"KRAAAK " si bocah pengroyokan menginjak wajah si bocah kacamata.
" Kau... Mati saja " Ucap bocah pengroyokan sembari mengangkat kaki nya hendak sekuat tenaga meremukkan tulang pipi bocah kacamata.
TIBA - TIBA..
" KLOTAK... AKH!!! " sebuah kerikil terbang menghantam tulang kering si bocah pengroyokan.
Haya.. Dengan wajah dingin nya berdiri santai menatap si bocah pengroyokan.
" DASAR JAL(sensor)Ang!!! " maki si bocah pengroyokan yang menahan sakit di tulang kering nya.
" KALIAN LIAT APA... HAJAR DIA" perintah si bocah pengroyokan yang langsung si patuhi rekan - rekan nya.
Kurang dari 10 detik. Tak ada satu pun dari bocah pengroyokan yang berdiri dengan kedua kaki mereka.
Si bocah pengroyokan yang tampak seperti bos nya kelompok bullying itu tampak ketakutan menatap Haya.
Haya pasang tampang santai sambil mendekati bocah pengroyokan yang masih tersisa itu.
"Oh.. Kau..." Ucap tiba - tiba si bocah pengroyokan yang tampak nya mengenali Haya.
"Oh.. " Ucap nya lagi sambil menoleh ke arah bocah kacamata bergantian menatap Haya.
" Kalian pasangan ternyata..." Beo si bocah pengroyokan yang mengira Haya dan si bocah kacamata pasangan.
Haya tak mengerti ucapan si bocah pengroyokan.
__ADS_1
"cih.. Kau tau. Kekasih mu ini mesum. Sudah pacaran saja masih mengkoleksi puluhan gambar mu di kamera nya" beo si bocah pengroyokan songong.
Haya tak paham.
"DAN ekspresi apa itu..." Ucap si bocah pengroyokan yang tanggap ekspresi tak mengerti Haya.
"Ah.. Jadi.. Jangan - jangan kau.. " Ucap nya lagi sambil menunjuk si bocah kacamata yang ternyata sudah keringat dingin.
Dengan rasa takut yang memuncak. Si bocah kacamata sekuat tenaga mengumpulkan keberanian Dan...
" BUAK" bocah pengroyokan yang terus mengoceh tersungkur sekali hantam.
Bocah kacamata menghantam kan sisi jiku kamera nya tepat ke kepala si bocah pengroyokan.
Haya tertegun.
Si bocah kacamata syock.
*
*
*
Beberapa saat kemudian. Sembari menangkan diri si bocah kacamata yang tampak terkejut dengan ulah nya sendiri.
Haya dan si bocah kacamata duduk di bangku tepian jalan.
"Bekerjalah untukku.. " kalimat pertama Haya pada bocah kacamata datar.
" heuh.. " bocah kacamata tak paham ucapan Haya.
Si bocah kacamata menatap Haya bingung.
Haya tersenyum.
Haya kemudian berdiri dari duduk nya.
Kini posisi mereka berhadapan dengan Haya yang berdiri dan bocah kacamata yang duduk.
" Suatu saat.. Aku akan mencari mu. Dan sampai saat itu tiba. Teruslah berlatih menjadi yang terbaik" Ucap Haya yang terdengar seperti sebuah perjanjian terlisan.
Sedetik jantung bocah kacamata terasa berhenti. Dilihatnya wajah cantik Haya yang membelakangi cahaya sunset.
"INDAH... " gumam si bocah kacamata keceplosan.
Tanya banyak bicara lagi.. Haya kemudian berbalik hendak meninggalkan si bocah kacamata.
" Hei.. Tunggu"
Haya berhenti tanpa berbalik.
"Kau bilang akan mencari ku. Bagaimana cara mu menemukan ku jika nama saja kita tak saling tau" Ucap si bocah kacamata yang sadar mereka bahkan belum kenalan.
Haya tersenyum. Haya tak berbalik. Haya yang menoleh sembari melirik tajam bayangan nya berkata :
"Dark Bats!!!. Nama mu Dark bats!!! Dan satu lagi. Sampaikan salam ku pada Daddy mu"
Haya kemudian pergi tanpa menatap si bocah kacamata.
"KAU MENGERIKAN"
"QUEEN "
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY BACA READER 🌷