
MANSION BULAN
" baby. . . " gumam Mark, menatap Haya sendu.
Tangan Mark bergetar. Mark menatap Haya penuh penyesalan.
Tampak wajah kebingungan dari Mark.
Haya menatap Mark dengan sorot penuh rasa benci.
Haya tak menanggapi Mark. Haya kembali fokus, hendak membantai Jason.
Haya membalik badan nya sembari menatap Mark yang kini dibelakangnya.
Mata Mark dan Haya beradu kilat. Seolah sorot mata Haya berkata
" JANGAN HENTIKAN AKU ".
Mark yang sadar akan arti tatapan Haya, memejamkan matanya sambil tertunduk penuh sesal.
" baby, maafkan aku " gumam Mark dalam hati, masih tertunduk.
Mark tampak ragu.
Mark kembali mengarahkan senjata nya ke tubuh Haya.
Haya yang tak mempedulikan keberadaan Mark, fokus menatap mangsa nya. Jason.
Hekai yang sedari awal hanya fokus pada Haya, menatap Mark dan Haya bergantian.
Haya semakin bernafsu membumi hanguskan Jason.
Entah apa yang dipikirkan Mark. Mark bersiap menarik pelatuknya.
Jason yang tak lagi bisa berkutik.
Sambil memejamkan mata nya,
" DOR . . . "
Kalah cepat. Hekai meloncat menghalau aksi Mark.
Tembakan Mark meleset. Haya cukup terkejut, namun tak menoleh.
Hekai dan Mark baku hantam.
" BAK BUK BAK BUK DUAK DUAK BUK ".
Hekai menghantam Mark membabi buta. Mark tak kalah gesit menghindar dan menghantam balik.
" BUAK. . . "
Hekai dan Mark saling tinju di bagian sisi wajah. Kedua nya terhuyung pusing, nyaris jatuh.
Disisi lain,
Ken dan Jessy serta Bulan dan Alex yang mengamuk telah membantai habis para mafia undangan sekutu Jason.
Pemandangan mansion King kini terlihat seperti gudang mayat.
Darah bercecer, menggenang di lantai mansion.
" ah, kelar ya. . . " gumam Bulan sambil mengabsen kanan dan kirinya. Bulan kemudian duduk santai melipat kedua tangan dan kaki nya, menatap Haya.
" baby " panggil Alex sambil mendekati Bulan yang tak lagi naik darah.
Alex menyodorkan segelas wine. Bulan meraih nya sambil tersenyum menatap Alex.
" makasih honey. . . " Ucap nya.
Alex membalas senyuman Bulan sembari mengusap bercak darah di wajah Bulan.
Alex duduk di samping Bulan. Mereka menatap Haya dan Jason datar.
Sementara itu, para tamu undangan yang masih hidup terlihat syok dengan kenyataan yang terjadi di depan mata mereka.
Hanya dengan 5 anggota King saja, hampir setengah mafia berpengaruh di berbagai kota menyandang gelar almarhum di awal nama mereka.
Ini yang di sebut, " pulang tinggal nama".
Bencana besar yang terjadi di mansion King malam itu, menoreh kan sejarah baru tentang sepak terjang kekejaman keluarga King.
Merasa situasi telah kondusif, para tamu tersisa, satu persatu berjalan meninggalkan mansion tanpa pamit.
Bulan hanya menatap santai para tamu yang masih bernyawa itu melangkah keluar dengan raut wajah yang awut - awutan.
Ken dan Jessy masih bersemangat. Tak tampak wajah lelah dari keduanya.
Disisi lain, Aron tampak berpikir keras di sudut ruang.
" kok gak asing, siapa ya " ocehnya sendirian sambil menggaruk pelapis nya yang tak gatal.
Tak berapa lama,
" loh. . . loh. . . " Aron menatap Mark dan Haya bergantian.
" Hm. . . Jadi gitu ya " gumam Aron lagi yang mengingat pertemuan nya dengan Mark dan Haya yang berkacamata.
\=\=\=\=\=
Hekai masih berhadapan dengan Mark. Mata Mark sesekali melirik Haya.
Jason yang terluka di tangannya, kehilangan banyak darah. Rasa takut dan sakit Jason bercampur aduk sembari menatap Haya yang bag dewi kematiannya.
__ADS_1
Haya tak lagi sabar, dengan cepat Haya meloncat menghantam Jason dengan lutut nya.
" JEDUAK . . . SREEEEEEEET. . . "
Tendangan Haya di tangkis Mark yang tiba -tiba muncul menghadang Haya.
Tubuh Haya terseret. Dengan posisi satu tangannya menopang tubuhnya yang terpental ke belakang, Haya menatap Mark tajam.
" ukhuk. . . Ukhuk. . . " Mark batuk - batuk menahan sakit.
Haya kembali berdiri tegak.
" baby, please. . . " Ucap Mark dengan wajah sendu.
Haya tak bergeming.
Bulan dan Alex masih asyik menonton. Ken dan Jessy mendekati mommy nya.
" calon mantu mommy tuh " beo Ken tiba - tiba.
Bulan menaikan satu alisnya sembari melirik Ken dan Jessy.
" Hm. . . " imbuh Jessy menguatkan ucapan Ken.
Alex hanya tersenyum.
" dia kuat. . . Layak lah " Ucap Bulan tiba - tiba, memandang sosok KUAT yang dianggap nya pantas bagi Haya.
Ken dan Jessy saling pandang. Ken dan Jessy seolah salah dengar.
" mom, serius. . . " Ucap Ken tak yakin.
" Hm " Bulan menggangguk menatap sosok yang dianggap pantas menjadi calon menantu nya.
Sementara itu,
Merasa fokus Haya teralihkan oleh sosok Mark, Jason diam - diam menarik senjata nya dari balik tubuhnya.
" Buk. . Bak. . Buk. . Buk. . DUAAAK "
Haya kembali adu bogem dengan Mark. Hekai tak melepas pandang dari Haya.
" pengendalian diri yang hebat " tiba - tiba Bulan kembali berkomentar.
Jessy dan Ken saling pandang tak mengerti.
" menurut mommy, Mark sehebat itu kah? " tanya Ken penasaran.
Bulan mengernyitkan dahi nya menatap aneh Ken.
Ken dan mommy nya saling pandang.
Alex terkekeh menatap ibu dan anak yang tak nyambung itu.
DENG. . . DENG. . . DENG. . . Mata Ken dan Jessy membesar sempurna.
" HAH. . . Mom, jadi dari tadi yang mommy omongin tu, si Hekai " Ucap Ken tak percaya.
Bulan senyum - senyum sembari menatap Hekai.
Ken yang merasa tak puas hati , membuang pandangan kesal nya pada Hekai.
" apa dia sehebat itu, mommy saja sampe mengakui nya " batin Ken.
" tapi, Haya juga pernah mengatakan hal yang sama waktu itu ( pertarungan Ken vs Aron di pantai)" imbuh nya yang kini serius dan fokus pada Hekai.
Ken dan mommy nya yang sedang asyik membahas Hekai, tak fokus pada Haya yang sedang bertarung sengit dengan Mark.
Tiba - tiba,
" D O R. . . "
" M A R K. . . " Teriak Haya kuat menggema di seisi mansion.
Mendengar teriakan Haya, semua mata beralih menatap Haya.
Mark tumbang bersimbah darah di pelukan Haya. Sebuah timah panas menembus dada nya.
Jason yang hendak menembak Haya, ternyata malah menembak Mark. Adik kandung nya sendiri.
Jason yang terkejut Mark pasang badan melindungi Haya. Gementaran.
Pistol di tangannya jatuh dari dari genggaman. Mata nya Jason berkaca - kaca.
" Ma. . Mark. . . " gumam Jason lirih. Tubuh Jason lunglai.
Jason mungkin adalah mafia kejam tak berperasaan. Jason bahkan tak berkedip kala membantai ayah dan ibu kandung nya yang sama - sama peselingkuh handal.
Tak ada penyesalan dari Jason akan perbuatannya.
Sejak kejadian itu Jason membesarkan Mark dengan cara mafia nya.
Mark terkadang ikut membereskan para pesaing Jason di dunia bawah tanah. Mark yang terbilang masih bocah cukup terkenal kejam saat membasmi para pesaing bisnis gelap Jason.
Oleh karena nya,
Jason sangat menyayangi Mark. Semua keinginan Mark, Jason penuhi.
Bahkan Mark yang suka berganti wanita pun Jason tak larang. Semua asal adik semata wayang nya itu senang, Jason akan meng "iya" kan.
Hingga suatu waktu, Jason mengutarakan niatnya merebut tahta seorang King. Mark dengan senang hati membantu mewujudkan ambisi Jason.
Namun, di pertengahan missi yang sedang berjalan. Mark berubah membelot menantang Jason karna seorang wanita yang ternyata putri kedua keluarga King.
King yang memang hanya terdengar memiliki satu pewaris terlihat mudah di hadapi. Namun, seiring dekatnya Mark dan Haya. Mark mendapati kenyataan bahwa Haya adalah putri kedua seorang King tak terlihat selama ini.
__ADS_1
Jason tak menyangka pengakuan Mark yang jatuh cinta pada Haya kala itu tak main - main. Kesungguhan Mark kini terbukti dengan nyawa nya sebagai korban.
Jason tampak frustrasi, Jason bag kehilangan roh nya. Jason yang terpukul seketika nyaris gila.
Sementara itu, Haya memeluk erat tubuh Mark yang bersimbah darah.
" hik. . . Hik. . . Hik. . . " tangis Haya pilu.
Mark sekuat tenaga mengusap air mata Haya.
" baby, kau cantik sekali " uuukh. . . Mark menahan muntahan darahnya.
" hik. . Hik. . . Hik. . . " Haya tak bisa mengeluarkan suaranya.
Haya terus menangis sambil menggelengkan kepalanya, seolah berkata :
" gak usah ngomong lagi. . . Diam lah nanti tambah sakit "
Mark seolah mengerti arti gelengan kepala pujaan hatinya.
Mark tersenyum menatap Haya penuh cinta.
" berjanji lah satu hal padaku baby, kau tak boleh membalas dendam pada Jason. Seperti kau mencintai keluarga mu. Aku pun sangat mencintai nya sebagai satu - satunya keluarga ku yang tersisa. Kau bisa kan baby, menjanjikan hal mudah itu padaku "
Ucap Mark dengan suara pelan nya yang terdengar menahan sakit.
Haya tak menjawab. Haya terus menangis memeluk erat tubuh Mark. Haya tak pernah mengakui perasaan nya pada Mark.
Hanya Mark yang selalu mengoceh mencintai nya.
Tapi Mark tau, diam nya Haya adalah bukti betapa Haya juga mencintai nya.
Oleh karenanya Mark yang sejatinya adalah pria paling mesum tingkat dewa sebelum bertemu Haya, tak pernah melakukan hal buruk pada pujaan hatinya yang memiliki ketulusan cinta itu.
" baby. . . ukhuk. . . Ukhuk. . ." Mark muntah darah.
" Mark. . . . Haa. . . A. . . A. . . . " Haya yang panik menangis lebih kencang.
" tidak, Mark. . . Tidak. . . Jangan tinggalkan aku Mark. Aku tak akan marah lagi padamu. Tak apa kau tak pulang tiap malam. Tak apa kau tak menelepon ku tiap jam. Tak apa aku sendirian di rumah. Tak apa Mark. Aku tak apa. Kau meminta ku tak balas dendam. Aku tak akan lakukan itu. Tetaplah bersamaku Mark. Tetaplah menggangguku. Jangan begini Mark " Ucap Haya sambil mengusap darah segar yang membanjiri wajah tampan Mark.
Tangan Mark tak bertenaga lagi. Sentuhan di wajah Haya nyaris melemah. Haya menyadari itu, dengan cepat Haya menggenggam telapak tangan Mark dan menempelkan nya pada wajah nya.
" kau suka wajah ini kan. Kau bilang wajahku cantik kan. Teruslah memuji ku Mark. Aku menyukai nya. Aku menyukai cara mu memuji ku. Aku menyukai cara mu mengganggu ku. Aku menyukai cara mu memperlakukan ku. . Belom selesai Haya meracau, Mark kembali muntah darah.
Kali ini darah seolah tak berhenti muncrat dari mulutnya.
Haya makin panik. Haya hampir gila melihat kondisi Mark yang bersimbah darah di pangkuannya.
Mark tak sedarkan diri.
" MOMMY. . . DADDY. . . KAKAK. . . " teriak histeris Haya meminta pertolongan.
Bulan yang sedari tadi menatap Haya ikut merasakan kesedihan putri nya.
Bulan mendadak sadar akan teriakan pilu putri cantiknya itu.
Bulan, Alex dan Ken mendekati Haya.
" mom, selamatkan Mark mom. . . " Haya merengek tak berhenti menangis sambil menatap Bulan dan Alex yang berdiri menghadap Haya.
Ken yang tak pernah melihat adiknya yang sedingin es bisa seterpukul itu, memeluk tubuh adik kembarnya penuh kasih.
Sambil mendongak ke arah Ken yang memeluknya dari belakang,
" kak, tolong Mark kak. . . Tolong Mark kak " Haya seperti orang gila meminta bantuan siapapun.
Ken saling tatap dengan mommy daddy nya.
Sementara Hekai dan Aron yang masih berada di mansion King ikut merasakan kesedihan Haya.
" sebesar itu kah cinta mu pada nya, honey " Ucap Hekai dalam hati sembari memejamkan matanya, menangis.
Hekai merasa tak ada lagi ruang di hati Haya untuk nya sekedar permisi bertamu.
Haya yang tak mendapat jawaban dari orang tua dan kakak nya, makin frustasi.
" MOOOOOM. . . Jawab Haya MOM. . . " Haya lagi - lagi berteriak masih memeluk Mark.
" MO. . . " belum sempat Haya menyelesaikan kalimat ny yang hendak memanggil mommy nya. Haya seketika jatuh pingsan tak sedarkan diri.
Bulan dan Alex kaget setengah mati.
" ay. . . Ay. . . Bangun ay. . . " Ken berusaha menyadarkan Haya.
" bawa ke kamar nya. CEPAT ". Perintah Bulan pada Ken.
Ken kemudian dengan cekatan mengangkat tubuh lemah Haya menuju kamar nya.
Bulan dan Alex mengikuti Ken dari belakang.
Namun, tiba - tiba langkah Bulan melambat. Alex yang menyadari langkah istrinya terhenti menoleh menatap istri cantiknya tajam.
" Haya mencintainya. . . " Ucap Bulan dingin membalas tatapan suaminya.
Bulan kemudian berbalik arah. Ekspresi Bulan berubah mengerikan.
Bulan berjalan mendekati Jason yang lebih mirip mayat hidup.
" kau menyesali perbuatan mu. Jika ya, kuberi kau kesempatan menebus nya " Ucap Bulan dengan aura iblis yang mendominasi.
Hekai dan Aron yang masih terpaku di tempat nya menatap Bulan, beku.
Jason yang sejak tadi berubah tuli, buta dan bisu seolah mendapat kesempatan kedua dalam hidupnya yang terasa sudah mati.
Jason mendongak menatap Bulan penuh harap.
Kini semua mata yang ada dimansion pembantaian malam itu menatap Bulan, tak mengerti.
Bulan menyeringai. . .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Happy reading all 🌷