The Last Big Boss

The Last Big Boss
29


__ADS_3

Mansion Bulan


Terhitung sudah seminggu sejak Ken sadar. Kondisi Ken berangsur membaik. Tapi tidak dengan Haya,


Kondisi nya semakin melemah.



Begitu bnyak selang tertempel ditubuh lemah Haya. Alat bantu pernapasan pun terpasang dengan rapi nya.


Keadaan Haya sungguh miris.


Ken yang sudah membaik selalu menemani Haya. Tiada hari tanpa Ken disisi Haya setiap hari nya.


Sementara Bulan, sejak seminggu itu pula kondisi kesehatannya ikut menurun. Stress berat dan pukulan yang begitu hebat, mengguncang kesadaran nya.


Alex selalu setia mendampingi Bulan. Sesekali Alex menjenguk perkembangan Haya.


Jhuna dan jessy datang setiap hari menjenguk Bulan dan Haya.


Seperti hari itu.


" pah, jessy tak pulang malam ini. Jessy mau menemani kak Aya ". Ucap jessy pada Papa nya.


" begitukah, baiklah. Malam ini kau menginaplah. Besok papa dan mama akan datang lagi. Baik - baiklah disini, jangan nakal. Oke ". Ucap Jhuna sembari membelai lembut kepala putri cantik nya.


\=\=\=\=\=


Jam menunjukkan jam 02. 00 dini hari.


Bulan terbangun dengan ajaib nya. Dilihatnya Alex terlelap di sampingnya.


Bulan beranjak dari ranjang berukuran Big size nya.


Bulan yang baru tersadar dari alam bawah sadar nya, berjalan perlahan menuju sebuah ruang rahasia.


" tit. . . Tit. . . Tit. . . Tit. . . " Bulan menekan sesuatu yang tertempel di dinding kosong.


" kreeeek ". Sebuah dinding terbelah menjadi dua. Pintu ruang berbagai jenis senjata, terbuka.


Tak pikir panjang, Bulan segera menyiapkan diri.


Setelan hitam anti peluru, tanpa lengan membalut tubuh nya.


Rambutnya di biarkan tergerai begitu saja.


Kali ini Bulan tak membawa kedua katana nya.


Sepasang pistol kembar rancangan nya sendiri menjadi pilihan nya.


Penampilan yang cukup mematikan.


__ADS_1


Bulan yang sudah bersiap, meninggalkan ruang senjata nya.


Bulan menuju ruang rawat Haya. Bulan melihat dari kejauhan tubuh tak berdaya putri cantiknya yang terpasang puluhan selang.


Tampak Ken terlelap di samping ranjang Haya.


" bertahanlah sayang, mommy pastikan mereka yang membuat mu seperti ini, bertemu raja akhirat malam ini " gumam Bulan lirih sambil menatap kedua buah hati nya.


Bulan meninggalkan ruang rawat Haya. Saat melintasi ruang utama,


" mom. . . ". Jessy yang tak bisa tidur, tak sengaja melihat mommy nya melintas dengan penampilan siap tempur.


Bulan menoleh.


Tanpa berkata apapun, Bulan berjalan mendekati sisi dinding yang berada di ruang tengah.


" kreeeeek ". Lagi - lagi sebuah dinding terbuka lebar. Tapi, kali ini bukan sebuah ruangan melainkan sebuah rak senjata modifikasi.


Ratusan senjata berbagai tipe berjejer rapi di dinding ruang.


Jessy tertegun.


" wao, mansion mommy benar - benar keren " ucap Jessy kagum.


Bulan meraih dua senjata kembar mirip dengan yang di bawa nya.


" syuuuung. . . Tap. . . " Bulan melempar dua senjata yang diambilnya ke arah Jessy.


Jessy yang tau maksud Bulan tersenyum remeh.


Selama ini Jessy hanya mendengar cerita tentang betapa tangguh nya mommy nya. Jessy selalu berharap bisa melihat langsung kehebatan mommy nya.


Tapi kini, seolah dewi keberuntungan sedang berpihak pada nya.


Bukan hanya melihat, tapi kali ini jessy akan bertarung bersama dengan mommy nya.


Si " dewi iblis " yang legendaris.


Jessy benar - benar merasakan bahagia yang tak terkira.


Tanpa basa basi, dan tak banyak tanya. Jessy melangkah pasti mengikuti jalan Bulan.



Bulan mode bertarung,


Di ikuti si cantik jessy. . .



" AYO BERANGKAT. . ". Ucap Bulan sembari meninggalkan Mansion nya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Mansion Jason


" dor. . . Dor. . . Dor. . . Dor. . . ".



Jessy membantai mafiso penjaga di pintu masuk mansion Jason.


Beberapa mafiso tewas di tempat.


" dor. . . Dor. . . Dor. . . "


Jessy kembali menembaki para mafiso Jason yang berdatangan seperti ngengat mendekati nya. Jessy sangat lincah memainkan senjata nya.


Cara Jessy membantai mirip seperti membersihkan sampah saja.


Bulan berjalan dengan aura seperti di selimut api hitam yang berkobar.



Wajah dingin nya benar - benar membuat yang melihat saja gemetaran.


Bulan benar - benar membantai habis mafiso Jason malam itu.


Bulan tak menemukan keberadaan Jason.


Rupanya Jason tak ada di mansion nya malam itu.


Beruntung.


Jessy mendekati Bulan.


" mom " ucap Jessy melihat keadaan sekitar mommy nya.


Tiba - tiba maya Jessy terbelalak lebar sekali.


" gila, kupikir aku sudah membantai lebih banyak, semenjak dari pintu masuk hingga ke dalam. Tapi ini. . . . ". Batin Jessy yang melihat lebih banyak tumpukan mayat di sekitar Bulan.


" sejak kapan mommy melakukan ini "


" aku bahkan tak melihat mommy mengangkat senjata nya "


" bahkan, kurasa aku memulai duluan. Tapi ini. . . " Jessy berbicara dalam hati sembari menatap mommy nya yang terlihat mengerikan.


" wanita ini, " MONSTER " sesungguhnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa kasih bintang 5 ya 😀😀😀.


Ngarep dot kom 😜


Happy reading all 🌷

__ADS_1


__ADS_2