
Mansion Bulan
Haya sudah berhari – hari tak
sadarkan diri. Tampak wajah lelah dari Bulan dan Alex yang bergantian menjaga
Haya.
Sementara Ken. . . jangan di tanya lagi, Ken bahkan tak beranjak sedetik
pun dari pintu kamar Haya. Makan saja Jessy yang bertugas mengantarkan nya.
Jika tidak, Ken bisa – bisa tak makan seharian.
Pagi itu dr. Shadow memeriksa
kondisi Haya. Wajah tenang sang dokter membuat Ken bertanya – tanya.
“ bagaimana?” tanya Ken secepat
kilat.
“ kondisi fisik tak masalah, hanya
saja sepertinya nona Haya lah yang memilih tak ingin bangun”. Jelas dr. Shadow
singkat.
Bulan dan Alex yang mendengar ucapan
sang dokter pun saling pandang. Mengerti . dr. Shadow meningalkan kamar Haya.
Tersisa Ken dan kedua orangtuanya.
“ mom, apa yang harus kita lakukan
mom. . . “
“ Haya mom. . . Haya. . . dad. . . ’’ Ken menangis sambil memeluk mommy
nya.
Bulan tak menjawab. Bulan menatap
tajam wajah putri cantik nya yang lagi – lagi tak sadarkan diri.
“ kau harus bangun Haya, kau
menginginkan Mark kan. Maka rebutlah Mark mu dari tangan raja neraka ” ucap
Bulan dalam hati sambil memeluk Ken yang terus menangis.
Ken dan Haya meski semenjak kecil sudah
terlatih mengunakan berbagai senjata, namun mereka tetaplah hanya seorang
bocah. Yang juga bisa menangis saat meminta sesuatu pada orangtuanya dan
mengamuk saat tak di turuti .
Ken yang lelah menangisi kondisi
adik kembarnya kemudian tertidur sambil memeluk Haya.
Bulan dan Alex kemudian
meninggalkan kedua buah hati nya, beristirahat.
\=\=\=\=\=
Kamar Bulan
“ apa kau
yakin baby? ” tanya Alex khwatir.
“ aku tak bisa melihat putri ku
terus berbaring seperti mayat hidup di ranjang bodoh nya. sekalipun itu
malaikat maut, akan kurebut kembali nyawa Mark yang menjadi kebahagiaan Haya.
Tak ada yang bisa menghentikan ku memberikan DUNIA pada anak – anak ku”. Ucap Bulan menatap tajam
sisi ruang kamar nya.
__ADS_1
Alex yang mengerti maksud Bulan
kemudian memeluknya erat.
“ apa pun itu, sekalipun kau
mengobrak abrik isi neraka. Asal itu kau, aku akan menemanimu, baby” ucap Alex
tak tersirat sedikitpun keraguan.
“ aku mencintai mu, honey !” ucap Bulan
tersenyum sayang menatap Alex.
“ kau tau aku lebih mencintaimu,
baby !”. jawab Alex kemudian melumat lembut bibir ranum Bulan.
\=\=\=\=\=
Ruang operasi dr. Shadow
“ ku tanya sekali lagi, apa kau
yakin melakukan ini ?” tanya Bulan pada Jason yang berbaring di ranjang satu
badan mengenakan selembar kain hijau menutupi tubuhnya.
“ selamatkan adikku, dan. . .”
ucapan Jason terhenti.
Bulan menangkap keraguan dari raut
wajah Jason.
“ katakan. . . “ ucap Bulan cepat
tanggap.
“ bantu aku lindungi Mark” ucap
Jason memasang wajah permohonan.
Bulan mengernyitkan dahi. Bulan tak
maksud ucapan nya.
“ seseorang yang kuat, aku bahkan
tak tau seberapa kuat nya dia. Yang ku tahu dia sangat membenci keluarga mu ”. Jelas Jason sesingkat mungkin.
“ dalam dunia kita, bukan kah itu
hal biasa. Lalu apa hubungan kebencian nya pada keluarga ku dengan keselamatan
Mark?”. Bulan kembali bertanya.
“ itu karna, anak perempuan Ramon
bertunangan dengan Mark. Dan Lea mengetahui jika Mark mencintai Haya ” jawab singkat Jason.
Jawaban Jason berhasil membuat mata
Bulan terbelalak sempurna. Sedetik jantung Bulan seolah berhenti berdetak.
“ kau sebut siapa?. . . Ramon?. . . ”
ucap Bulan yang kaget.
“ aku sempat berpikir, keberanian
apa yang membuat mu berurusan dengan ku. Ternyata iblis sialan itu di balik
semua ini. Dan lagi, putriku harus berebut cinta dengan putri nya. Oh Jason,
lihat lah akibat ketamakan mu. Kau pantas mati Jason” ucap Bulan panjang lebar
terdengar meremehkan Jason.
“ aku memang pantas mati” . ucap
Jason lirih penuh penyesalan.
“ ah, yasudah lah. Yang datang pasti
akan datang. Di dunia kita bukan kah hal seperti ini cepat atau lambat akan
__ADS_1
terjadi” ucap Bulan sembari tersenyum persahabatan menatap Jason.
“ soal Mark, kau tak perlu khawatir. Kurasa
kau tak mendapat informasi lengkap tentang siapa Putri ku itu “ ucap Haya remeh
penuh makna.
“ ku titipkan Mark pada mu “ big boss
“ ucap Jason menyudahi perbincangan nya dengan Bulan.
Jason bersiap menebus dosa nya di
meja operasi.
\=\=\=\=\=
Kota Z
“ kau tak apa?. Semenjak kita
kembali dari kota C kau tampak berbeda He?”. Tanya Aron yang sedang berada di
mansion Hekai.
Hekai tak menjawab. Hekai tetap
dalam posisi nya yang berbaring di sofa bermalas malasan.
“ kau sudah mirip Zombie. . .
berkacalah” . ucap Aron kesal.
Hekai cuek. Tak berapa lama handpone
Hekai bergetar.
Drrtt. . .ddrrtt. . .drrrt. . .
Hekai mengangkat nya malas – malasan.
“ hm” jawab Hekai.
“...”
“ berhentilah mengatur hidupku “
ucap Hekai masih malas- malasan.
“....”
“ kau sentuh dia, ku pastikan jarimu
terpisah dari tanganmu” ucap Hekai yang tiba – tiba berubah kejam.
Aron yang terkejut mendengar ucapan
Hekai, menatap Hekai tajam.
Tuuut. . .tut. . . tuuuut. . . Hekai
mengakhiri sambungan telepone nya,
Hekai kini berubah fokus. Pandangan mematikan
penuh amarah terpampang nyata diwajahnya.
Aron tak berkomentar.
“ huh, pasti perempuan iblis itu”
batin Aron yang tau siapa yang menelpone Hekai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
JANGAN LUPA :
VOTE BINTANG 5.
LIKE👍.
KOMENT 😉.
AND ❤️.
__ADS_1
happy reading all 🌷**