The Last Big Boss

The Last Big Boss
38


__ADS_3

Mansion Bulan


Haya sudah berhari – hari tak


sadarkan diri. Tampak wajah lelah dari Bulan dan Alex yang bergantian menjaga


Haya.


Sementara Ken. . . jangan di tanya lagi, Ken bahkan tak beranjak sedetik


pun dari pintu kamar Haya. Makan saja Jessy yang bertugas mengantarkan nya.


Jika tidak, Ken bisa – bisa tak makan seharian.


Pagi itu dr. Shadow memeriksa


kondisi Haya. Wajah tenang sang dokter membuat Ken bertanya – tanya.


“ bagaimana?” tanya Ken secepat


kilat.


“ kondisi fisik tak masalah, hanya


saja sepertinya nona Haya lah yang memilih tak ingin bangun”. Jelas dr. Shadow


singkat.


Bulan dan Alex yang mendengar ucapan


sang dokter pun saling pandang. Mengerti . dr. Shadow meningalkan kamar Haya.


Tersisa Ken dan kedua orangtuanya.


“ mom, apa yang harus kita lakukan


mom. . . “


“ Haya mom. . . Haya. . .  dad. . . ’’ Ken menangis sambil memeluk mommy


nya.


Bulan tak menjawab. Bulan menatap


tajam wajah putri cantik nya yang lagi – lagi tak sadarkan diri.


“ kau harus bangun Haya, kau


menginginkan Mark kan. Maka rebutlah Mark mu dari tangan raja neraka ” ucap


Bulan dalam hati sambil memeluk Ken yang terus menangis.


Ken dan Haya meski semenjak kecil sudah


terlatih mengunakan berbagai senjata, namun mereka tetaplah hanya seorang


bocah. Yang juga bisa menangis saat meminta sesuatu pada orangtuanya dan


mengamuk saat tak di turuti .


Ken yang lelah menangisi kondisi


adik kembarnya kemudian tertidur sambil memeluk Haya.



Bulan dan Alex kemudian


meninggalkan kedua buah hati nya, beristirahat.


\=\=\=\=\=


Kamar Bulan


“ apa kau


yakin baby? ” tanya Alex khwatir.


“ aku tak bisa melihat putri ku


terus berbaring seperti mayat hidup di ranjang bodoh nya. sekalipun itu


malaikat maut, akan kurebut kembali nyawa Mark yang menjadi kebahagiaan Haya.


Tak ada yang bisa menghentikan ku memberikan DUNIA  pada anak – anak ku”. Ucap Bulan menatap tajam


sisi ruang kamar nya.

__ADS_1


Alex yang mengerti maksud Bulan


kemudian memeluknya erat.


“ apa pun itu, sekalipun kau


mengobrak abrik isi neraka. Asal itu kau, aku akan menemanimu, baby” ucap Alex


tak tersirat sedikitpun keraguan.


“ aku mencintai mu, honey !” ucap Bulan


tersenyum sayang menatap Alex.


“ kau tau aku lebih mencintaimu,


baby !”. jawab Alex kemudian melumat lembut bibir ranum Bulan.


\=\=\=\=\=


Ruang operasi dr. Shadow


“ ku tanya sekali lagi, apa kau


yakin melakukan ini ?” tanya Bulan pada Jason yang berbaring di ranjang satu


badan mengenakan selembar kain hijau menutupi tubuhnya.


“ selamatkan adikku, dan. . .”


ucapan Jason terhenti.


Bulan menangkap keraguan dari raut


wajah Jason.


“ katakan. . . “ ucap Bulan cepat


tanggap.


“ bantu aku lindungi Mark” ucap


Jason memasang wajah permohonan.


Bulan mengernyitkan dahi. Bulan tak


maksud ucapan nya.


“ seseorang yang kuat, aku bahkan


tak tau seberapa kuat nya dia. Yang ku tahu dia sangat membenci keluarga mu ”.  Jelas Jason sesingkat mungkin.


“ dalam dunia kita, bukan kah itu


hal biasa. Lalu apa hubungan kebencian nya pada keluarga ku dengan keselamatan


Mark?”. Bulan kembali bertanya.


“ itu karna, anak perempuan Ramon


bertunangan dengan Mark. Dan Lea mengetahui jika Mark mencintai Haya  ” jawab singkat Jason.


Jawaban Jason berhasil membuat mata


Bulan terbelalak sempurna. Sedetik jantung Bulan seolah berhenti berdetak.


“ kau sebut siapa?. . . Ramon?. . . ”


ucap Bulan yang kaget.


“ aku sempat berpikir, keberanian


apa yang membuat mu berurusan dengan ku. Ternyata iblis sialan itu di balik


semua ini. Dan lagi, putriku harus berebut cinta dengan putri nya. Oh Jason,


lihat lah akibat ketamakan mu. Kau pantas mati Jason” ucap Bulan panjang lebar


terdengar meremehkan Jason.


“ aku memang pantas mati” . ucap


Jason lirih penuh penyesalan.


“ ah, yasudah lah. Yang datang pasti


akan datang. Di dunia kita bukan kah hal seperti ini cepat atau lambat akan

__ADS_1


terjadi” ucap Bulan sembari tersenyum persahabatan menatap Jason.


“ soal Mark, kau tak perlu khawatir. Kurasa


kau tak mendapat informasi lengkap tentang siapa Putri ku itu “ ucap Haya remeh


penuh makna.


“ ku titipkan Mark pada mu “ big boss


“ ucap Jason menyudahi perbincangan nya dengan Bulan.


Jason bersiap menebus dosa nya di


meja operasi.


\=\=\=\=\=


Kota Z


“ kau tak apa?. Semenjak kita


kembali dari kota C kau tampak berbeda He?”. Tanya Aron yang sedang berada di


mansion Hekai.


Hekai tak menjawab. Hekai tetap


dalam posisi nya yang berbaring di sofa bermalas malasan.



“ kau sudah mirip Zombie. . .


berkacalah” . ucap Aron kesal.


Hekai cuek. Tak berapa lama handpone


Hekai bergetar.


Drrtt. . .ddrrtt. . .drrrt. . .


Hekai mengangkat nya malas – malasan.


“ hm” jawab Hekai.


“...”


“ berhentilah mengatur hidupku “


ucap Hekai masih malas- malasan.


  “....”


“ kau sentuh dia, ku pastikan jarimu


terpisah dari tanganmu” ucap Hekai yang tiba – tiba berubah kejam.


Aron yang terkejut mendengar ucapan


Hekai, menatap Hekai tajam.


Tuuut. . .tut. . . tuuuut. . . Hekai


mengakhiri sambungan telepone nya,


Hekai kini berubah fokus. Pandangan mematikan


penuh amarah terpampang nyata diwajahnya.


Aron tak berkomentar.


“ huh, pasti perempuan iblis itu”


batin Aron yang tau siapa yang menelpone Hekai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


JANGAN LUPA :


VOTE BINTANG 5.


LIKE👍.


KOMENT 😉.


AND ❤️.

__ADS_1


happy reading all 🌷**


__ADS_2