
Mansion Bulan
Bulan menatap tubuh tak berdaya Ken dan Haya. Sudah 2 hari sejak transfusi dilakukan.
Namun, baik Ken maupun Haya malah tak ada yang bangun.
Bulan makin cemas, amarah nya tak terkendali. Jiwa iblis nya meronta. Tak tahu apa yang harus di lakukan. Beruntung Alex selalu mendampingi dan meredam setiap kali emosi Bulan hendak meledak.
" bagaimana? ". Tanya Bulan pada Dr. Shadow yang menangani Ken dan Haya.
" bagus untuk tuan muda Ken, namun untuk nona muda Haya. . . " jawaban dr. Shadow terhenti.
Bulan menatap tajam dr. Shadow.
" apa maksudmu? Tanya Alex mengernyitkan dahi.
Mengerti akan tatapan tak biasa, Bulan.
Dr. Shadow tampak ketakutan. Tubuhnya bergetar.
Bulan yang tak mendapat jawaban dari pertanyaan suaminya, naik pitam.
Aura nya menghitam.
Dr. Shadow yang ketakutan, tak mampu mengeluarkan suara. Dengan tangan yang gemetaran dr. Shadow segera memberi sesuatu kepada Bulan.
Bulan memandang tak mengerti sikap Dr. Shadow itu.
Bulan menerima sebuah mini flash yang di sodorkan dr. Shadow.
Masih dengan aura hitam yang belum mereda. Bulan kemudian memeriksa isi mini flash itu.
Alangkah terkejut nya Bulan dan Alex.
" hay mom. . . Dad. . " sebuah rekaman Haya sebelum menjalani transfusi.
" mom. . . Dad. . . tak usah menyalahkan dr. Shadow. Ini kemauan Haya mom. Untuk resiko buruk yang akan Haya terima, Haya sudah siap mom. Maafkan Haya karna tak mengatakan hal ini, namun percayalah Haya melakukan semua ini karna mencintai keluarga Haya.
Mungkin Haya akan memerlukan banyak waktu untuk kembali, atau mungkin Haya takkan bisa kembali lagi (ucap Haya sendu).
Tapi, Haya harap mom and dad juga Ken,
__ADS_1
Kau pasti sudah bangun saat mommy memutar video ini kan (ucap Haya sambil mengedipkan satu mata nya).
Bulan dan Alex yang tak mengerti maksud ucapan Haya menoleh menatap Ken,
Benar saja, Ken secara ajaib membuka mata nya lebar dan ikut menonton video Haya.
Untuk kalian bertiga yang kusayangi, jangan menyalahkan diri kalian.
Terutama kau kak, aku sangat mencintaimu. Kau tau itu kan". Haya menyudahi pesannya sembari tersenyum manis.
Tubuh Bulan ambruk di pelukan Alex. Ken yang baru membuka mata nya menangis pilu sambil menatap tubuh adiknya yang tak sadarkan diri di sampingnya.
" Haya. . . " gumam Ken lirih berlinang airmata.
" maafkan saya Tuan " dr. Shadow merasa bersalah.
" sudahlah, jika Haya menginginkan nya, jangankan Kau, Bahkan akupun tak kan sanggup menghalangi nya ".
" jadi katakan lah, berapa persen kemungkinan terbaiknya? ". Tanya Alex tegas.
Dr. Shadow terdiam. Terlihat ragu - ragu untuk menjawab.
Alex menatap dr. Shadow tajam.
" jangan menguji kesabaran ku" ucap Alex dingin masih menatap dr. Shadow.
Dr. Shadow lagi - lagi gemetaran.
" itu, itu. . . Sebenarnya efek transfusi ini. . .
Memindahkan virus aktif dari tubuh tuan muda Ken ke nina muda Haya ".
" apa " teriakan Alex menggema seisi ruang lab.
Bulan seketika tak sadarkan diri. Ken yang baru membuka mata nya kembali kehilangan kesadaran nya.
Alex yang panik membopong tubuh istri nya dan membaringkannya di kamar tidur mereka.
Alex yang berada di samping ranjang Bulan, menatap wajah cantik istrinya yang tampak lelah. Tanpa sadar airmata Alex mengalir.
Alex yang selalu tampak kuat di depan istri dan anak nya, ternyata tak sanggup lebih lama menahan luka hati nya.
__ADS_1
Sambil menggenggam erat tangan istri cantik nya yang tak sadarkan diri Alex menangis sejadi - jadi nya.
" hix. . . Hix. . . Hix. . . "
" baby, maafkan aku. . . Aku tak cukup kuat melindungi kalian. Maafkan aku baby. . . ".
Alex menyalahkan diri nya sendiri atas bencana buruk yang menimpa keluarga nya.
Alex yang lelah hati terlelap sambil memeluk tubuh istri cantik nya.
\=\=\=\=\=
Mansion Mark
Ruang keluarga
" tidak kak, aku mencintai nya. Kau tak boleh melukai nya " ucap Mark memohon.
" apa - apa an kau Mark, sejak kapan seorang Mark jatuh cinta. Ha ha ha ha ha". Tawa remeh kakak Mark.
" kak. . . Aku tak pernah meminta apapun padamu. Sekali ini saja kak, aku hanya ingin melindungi nya ". Mark memelas.
" kau benar - benar mencintai nya rupanya, hingga kau menentang ku seperti ini " ucap kakak Mark datar.
Kemudian beranjak dari kursi nya.
Mark menatap sendu kepergian kakak nya.
" tak usah membantah lagi, kau tak kan bisa menghalangi ku ". Ucap kakak Mark kemudian melanjutkan langkah nya pergi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
And koment
Oiya jangan lupa kasih bintang ya 😉.
Thingkiyu. . . 😊
Happy reading all 🌷
__ADS_1